Rantai Makanan

Pada saat belajar di sekolah dasar, Anda pasti belajar mengenai mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Nah pada pelajaran tersebut terdapat istilah rantai makanan.  Ayo, masih ingatkah Anda pengertian hingga contoh-contohnya? Jika sudah lupa, kali ini kita akan membahas lebih lanjut tentang istilah tersebut. Simak penjelasan di bawah ini agar cepat mengerti, ya!

Pengertian

Istilah rantai makanan adalah proses makan dan dimakan suatu organisme dalam sebuah ekosistem lingkungan. Pada istilah tersebut terdapat peran-peran tertentu yang melekat pada suatu organisme yaitu sebagai produsen, konsumen, dan dekomposer.

Rantai makanan juga bisa disebut sebagai aliran energi bagi makhluk hidup. Energi awalnya disediakan oleh matahari. Lalu tumbuhan dikotil maupun tumbuhan monokotil akan berfotosintesis mengubah energi tersebut dalam komponen yang ada di tumbuhan itu.

Prosesnya berupa organisme memakan buah, daun atau bagian apapun dari tumbuhan, memindahkan energi kimia, begitu seterusnya hingga ada organisme yang berada di tingkat teratas rantai tersebut.

Komponen Rantai Makanan

Berikut ini 3 peran yang bisa diambil makhluk hidup di dalam sebuah rantai tersebut:

  1. Produsen merupakan organisme yang menyediakan makanan. Organisme ini bisa membuat makanan sendiri dengan cara memproses sinar matahari dalam fotosintesis. Oleh karena itu, biasanya produsen adalah tumbuhan (makhluk hidup yang dapat membuat makanannya sendiri).
  2. Konsumen adalah organisme yang memakan organisme lain untuk memenuhi kebutuhannya. Organisme yang memakan langsung produsen disebut sebagai konsumen tingkat pertama. Biasanya organisme tingkat pertama ini adalah hewan herbivora atau hewan omnivora. Konsumen tingkat akhir adalah organisme yang memakan konsumen lain atau sangat kecil kemungkinannya dimangsa. Konsumen tingkat akhir ini biasanya adalah hewan predator dan termasuk hewan karnivora.
  3. Dekomposer adalah organisme yang bertugas menguraikan jasad organisme mati di dalam tanah. Makhluk hidup yang mengambil peran sebagai dekomposer yakni bakteri-bakteri pengurai. Ia biasanya menjadi organisme yang mampu memakan konsumen tingkat akhir.

Jenis Rantai Makanan

  1. Perumput (grazing food chain) adalah jenis yang diawali oleh produsen tingkat pertama, yaitu tumbuhan karena ia bisa memproduksi makanan sendiri. Tumbuh tersebut dimakan oleh konsumen tingkat pertama, biasanya berupa hewan serangga atau hewan apapun yang memakan tumbuhan. Contoh suatu susunannya adalah rumput-belalang-katak-ular,
  2. Detritus adalah jenis produsen tingkat pertama juga, hampir sama dengan perumput. Namun produsen tingkat pertama adalah Detritus, yakni komponen dari suatu organisme, misalnya daun, ranting, kotoran hewan yang kemudian bisa diuraikan oleh pengurai (dekomposer). Contoh Detritus yakni diawali dari daun (gugur dan terurai di tanah)-cacing-ayam-ular-burung elang. Cacing bersifat sebagai detritivor, yakni pemakan detritus.
  3. Parasit melibatkan mikroorganisme parasit. Parasit bersifat merugikan inang atau makhluk hidup yang sedang ditinggalinya. Biasanya jenis parasit ini melibatkan sesuatu yang kecil (parasite) merugikan organisme besar. Contohnya adalah kerbau-kutu-burung jalak-elang. Kerbau menjadi produsen tingkat pertama karena memberi makanan kepada kutu sebagai konsumen pertama. Lalu dimakan oleh konsumen tingkat kedua yakni burung jalak, dan seterusnya dimakan oleh burung elang.
  4. Saprofit  yang dimulai dari organisme saprofit. Apa Itu organisme saprofit? Itu adalah organisme pengurai organisme yang mati menjadi bahan anorganik. Berbeda dengan organisme detritus. Contoh saprofit diawali dengan kayu-jamur-ayam-musang.

Contoh-contoh Rantai Makanan

1. Ekosistem di Sawah

Ekosistem yang paling mudah kita temui di sekitar kita yakni ekosistem sawah. Jika diamati kita bisa dengan jelas menentukanproses suatu rantai pada makanan yang terjadi di sawah. Tentu saja, untuk produsen tingkat pertama yang ada di sana adalah tanaman padi. Kemudian ada beberapa organisme yang bisa menjadi konsumen saling memakan satu sama lain.

Beberapa contoh rantai makanan yang bisa terjadi di sawah yaitu padi-belalang-katak-ular sawah, padi-ulat-burung emprit-elang, padi-serangga-kadal-elang, rumput-belalang-tikus-ular-elang. Selanjutnya organisme yang ada di puncak rantai makanan akan mati dan diuraikan oleh bakteri yang berperan menjadi dekomposer (pengurai).

2. Ekosistem di Hutan

Hutan juga bisa menjadi salah satu ekosistem yang memiliki banyak organisme. Kemungkinan pada ekosistem hutan terjadipada suatu rantai pada makanan sangat banyak. Produsen tingkat pertama bisa dari tumbuhan apa saja karena hutan memiliki keanekaragaman hayatiyang tinggi. Konsumen tingkat pertama adalah hewan herbivora, yang akan dimakan oleh hewan karnivora.

Beberapa contoh rantai makanan yang bisa terjadi di hutan adalah rumput-rusa-harimau-dekomposer, daun-belalang-katak-ular-burung hantu-dekomposer, tumbuhan hijau-rusa-buaya-dekomposer.

Secara insting, makhluk hidup akan bertahan hidup dengan makan makhluk hidup hidup lainnya. Rangkaian rantai suatu makanan tersebut yang akan menjadi jaring makanan.

3. Ekosistem di Laut

Ekosistem tak hanya di darat, ada juga di laut dengan berbagai organisme yang lebih beragam. rantai makanan yang terjadi juga bisa bervariasi. Susunan rantai suatu makanan di laut adalah peran produsen tingkat pertama dipegang oleh tumbuhan yang tumbuh di laut seperti algae, algae hijau, dan terumbu karang.

Kemudian konsumen tingkat pertama adalah plankton yang memakan tumbuhan. Lalu peristiwa makan-memakan terjadi di antara konsumen yang diakhiri dengan dekomposer bila organisme tersebut mati.

Beberapa contoh rantai suatu makanan di laut misalnya diawali dari algae-plankton-ikan badut-ikan hiu-dekomposer, algae-ikan kecil-ikan besar-dekomposer, terumbu karang-plankton-paus-dekomposer.

4. Ekosistem di Padang Rumput

Padang rumput atau savanna biasanya terletak di Afrika. Di Indonesia pun ada, seperti di Taman Nasional Baluran, Jawa Timur. Berbagai keanekaragaman flora dan fauna ada di sana dan dapat membentuk banyak rantai pada makanan. Produsen tingkat pertama yang menyediakan makanan adalah rumput, pohon, atau tanaman lain.

Selanjutnya rumput akan dimakan oleh hewan-hewan herbivora. Di Afrika banyak hewan herbivora besar yang hidup di sana seperti zebra, rusa, gajah, badak, dan lain-lainnya, Hewan -hewan tersebut kemudian akan menjadi mangsa hewan-hewan karnivora seperti singa, macan tutul, atau buaya.

Contoh rantai makanan di padang rumput antara lain: rumput-zebra-singa-dekomposer, rumput-rusa-macan tutul-dekomposer, rumput-gajah-manusia.

Jaring-jaring Makanan

Jaring-jaring makanan adalah rantai yang sangat banyak sehingga tergabung di dalam sebuah ekosistem. Sedangkan istilah rantai digunakan ketika organisme yang terlibat lebih sedikit. Dalam jaring-jaring makanan, organisme yang terlibat lebih banyak. Konsumen juga memiliki pilihan organisme lebih banyak untuk bisa dimakan,

Jaring-jaring makanan adalah rantai suatu makanan yang saling terhubung dalam sebuah ekosistem. Jika digambarkan, jaring-jaring makanan akan sangat kompleks, berbeda dengan suatu rantai pada makanan yang menghubungkan satu arah saja tiap organismenya. Jaring-jaring makanan juga bisa meningkatkan adaptasi dan persaingan bertahan hidup antar organisme.

Itulah beberapa hal yang perlu diketahui mengenai rantai makanan. Melalui hal tersebut, kita mengetahui peristiwa makan dan dimakan antar makhluk hidup. Harapannya, kita mampu mengurangi pencemaran lingkungan agar rantai yang ada tetap terjaga sebagai keseimbangan alam.

Hindari perburuan liar, penjualan binatang secara ilegal, jangan merusak ekosistem suatu makhluk hidup, dan saling menghargai pada setiap makhluk. Nah itulah yang harus kita lakukan agar ekosistemnya tidak terganggu.

Seberapa manfaat artikel ini untuk Anda?

Tinggalkan komentar