Tumbuhan Monokotil

Tumbuhan Monokotil – Jika diperhatikan banyak sekali ya tumbuhan di sekitar kita. Mulai dari tanaman hias, pohon berbuah hingga rumput liar sekalipun. Bisa pastikan orang awam menyebut semua tanaman itu merupakan jenis yang sama. Tapi tahukah kamu, diantara banyaknya jenis tumbuhan itu ada yang disebut tumbuhan monokotil.

Tentu saja istilah ini sudah sangat familiar bagi orang yang mengambil konsentrasi IPA terlebih ilmu Biologi pasti sudah mengetahui apa makna dibaliknya. Untuk kamu yang baru mencoba untuk mencari tau apa itu monokotil, di bawah akan dibahas ragam informasi terkait jenis tumbuhan satu ini. Jangan lupa siapkan notesnya ya!

Pengertian Tumbuhan Monokotil

Tumbuhan monokotil adalah kelompok tumbuhan yang memiliki biji berkeping satu atau tunggal. Jenis ini juga punya sebutan lain Monocotyledon. Monokotil benar – benar tidak memiliki belahan dalam bijinya. Inilah ciri yang sangat khas pada tumbuhan jenis ini. Jagung, padi dan bunga anggrek merupakan beberapa contoh yang termasuk dalam jenis ini.

Sekitar 60.000 jenis spesies tanaman termasuk ke dalam jenis tanaman monokotil. Hal ini juga yang membuatnya termasuk salah satu pengelompokan jenis tumbuhan paling besar dalam kingdom Plantae. Jenis lain yang sama – sama memiliki kelompok besar adalah jenis dikotil. Perbedaannya akan sangat mudah ditemukan lewat perbedaan biji yang berkeping dua.

Sebutan Lain Tumbuhan Monokotil

Pengelompokan yang mudah dipahami membuatnya banyak dipakai dan diterapkan oleh ilmuwan dalam sistem ciptaannya. Saking banyaknya ilmuwan yang memakai pengelompokan ini, imbasnya banyak sebutan lain terkait jenis monokotil. Hal ini bisa jadi ditujukan untuk melakukan penyesuaian dalam sistem dan sebutan yang dipakai. Di bawah merupakan list famili tumbuhan yang termasuk monokotil.

1. Monocotyledoneae

Sebutan Monocotyledoneae dipakai dalam sistem Engler dan sistem de Candolle

2. Monocotyledones

Sistem yang dibuat oleh Bentham, Hooker dan Wettstein menggunakan istilah Monocotyledones.

3. Kelas Liliopsida

Lain lagi, sistem Cronquist dan sistem Takhtajan mengartikan monokotil sebagai bagian dari kelas Liliopsida.

4. Turunan Kelas Liliidae

Penyebutan istilah turunan atau anak kelas dari Liliidae dipakai dalam sistem Dahlgren dan dalam sistem Thorne sekitar tahun 1992

5. Klad Monocots

Mananya berbeda ya dari yang lain. Klad yang juga berarti klas. Klad Monocots dipakai dalam sistem APG hingga berlanjut pada sistem APG II.

Ciri-ciri Tumbuhan Monokotil

Tentu saja jenis pengelompokan monokotil ini memiliki ciri tersendiri. Ciri khas itulah yang membedakannya dengan pengelompokan jenis lain karena hanya bisa ditemukan dalam tumbuhan berbiji tunggal. Apa saja? Berikut beberapa yang paling umum :

1. Biji tunggal

Tentu saja ciri yang pertama yaitu tanaman memiliki biji tunggal. Bisa juga disebut biji utuh, berkeping satu atau biji monokotil. Hal ini merupakan pembeda mendasar dari pengelompokan jenis lainnya. Karena ada satu lagi pembagian kelompok yang sejenis (berdasarkan keping biji) yaitu kelompok tanaman dikotil yang punya biji berkeping dua.

2. Letak pembuluh yang berbeda

Pembuluh angkutnya cenderung tersebar tak beraturan. Pada batang dengan tipe kolateral tertutup berkas vaskuler berupa xilem dan floem sangat banyak. Berbeda dengan dikotil yang penyebarannya cenderung lebih rapi.

3. Tidak berkambium

Umumnya tumbuhan monokotil merupakan tumbuhan dengan tipe kolateral tertutup. Yang seharusnya terdapat kambium, jenis ini tidak. Inilah yang menyebabkan penyebaran xilem dan floem tidak teratur. Selain itu efeknya pada pertumbuhan sekunder. Dimana beberapa jenis tumbuhan monokotil tidak bisa melakukannya sehingga tidak bisa membesar.

4. Cabang tidak banyak

Umumnya tanaman monokotil tidak memiliki cabang yang banyak bahkan juga sama sekali tidak memiliki cabang. Hal ini terjadi karena beberapa diantaranya hanya memiliki fase hidup yang relatif singkat.seperti tebu dan padi.

5. Akar serabut

Menyambung point sebelumnya, fase hidup beberapa tanaman monokotil yang singkat juga berdampak pada akar tumbuhan. Akarnya berupa serabut yang tentu saja kurang kuat jika dibanding akar tunggal. Hal ini juga merupakan penyesuaian pada tubuh tanaman yang tidak terlalu tinggi seperti pohon berbatang besar lainnya.

6. Punya lapisan pelindung

Lapisan ini terdapat pada ujung akar dan juga ujung batang. Ujung akar dilindungi oleh lapisan dengan nama koleoriza, sedangkan pada ujung batang lapisan pelindung itu bernama koleoptil. Keduanya tentu melakukan tugas yang sama.

7. Daun tunggal

Umumnya daun yang dimiliki tumbuhan monokotil ini berjenis daun tunggal. Artinya per tangkai daun hanya satu. Sehingga pohonnya cenderung tidak lebih rimbun dari tanaman dikotil. Namun berbeda pada tanaman jenis kalem. Bisa jadi daunnya berbentuk daun sejajar, melengkung atau juga berpelepah.

8. Kelopak bunga ganjil

Cara paling mudah untuk mengidentifikasi tumbuhan monokotil yaitu dengan melihat jumlah kelopak bunganya. Jika kelopak bunganya hanya ada tiga atau berkelipatan ganjil maka kemungkinan besar itu tumbuhan berbiji tunggal.

Tumbuhan Apa yang Termasuk Jenis Monokotil?

Tumbuhan monokotil terdiri dari berbagai jenis tumbuhan. Beberapa family di bawah termasuk dalam jenis tumbuhan berkeping satu. Jika dijabarkan ada 5 famili tumbuhan yang termasuk ke dalamnya. Jangan melihat angka “5”nya, karena dibalik itu terdapat hingga 60.000 jenis varietas monokotil. Banyak buka? Lalu apa saja suku atau family Plantae itu? Berikut ulasannya.

1. Anggrek

Famili Orchidaceae atau lebih familiar dengan sebutan anggrek merupakan tanaman berbiji tunggal. Dengan melihat kelopak bunga dan bentuk daunnya sudah bisa dipastikan anggrek termasuk dalam jenis monokotil.

2. Palem atau pinang

Pohon palem, pohon pinang atau pohon kelapa (apapun jenis kelapanya) termasuk dalam famili Arecaceae atau tumbuhan pinang – pinangan. Bisa dibayangkan ya, pohon jenis ini tidak memiliki biji berkeping dua.

3. Akar – akaran

Akar – akaran terlebih jahe banyak dimanfaatkan oleh keluarga Indonesia. Selain punya banyak khasiat, jahe juga bisa menyedapkan masakan. Tinggalkan penggunaan jahe ya, ternyata jahe dan jenis akar lainnya termasuk dalam jenis tumbuhan monokootil. Dimana sebenarnya tumbuhan ini memiliki biji berkeping satu. Wow, keren bukan?

4. Jenis tanaman pisang

Siapa yang tidak mengenal pisang? Kamu pasti sudah sering melihat atau bahkan memakannya. Pisang yang punya nama latin Musaceae ini termasuk dalam jenis tumbuhan dengan biji berkeping tunggal. Lihat saja biji pisang yang terdapat pada buahnya. Jika berhasil didapatkan coba belah dan liat strukturnya. Pasti bijinya tidak berkeping.

5. Rumput

Graminae atau Poaceae merupakan famili yang masuk ke list selanjutnya. Rerumputan tanpa disadari memiliki biji berkeping tunggal. Namun rumput bukan hanya rumput liar yang sering ditebas. Padi juga termasuk rerumputan. Jagung dan tebu juga demikian, tanamannya ternyata bagain dari suku rerumputan. Jadi tidak selamanya mengganggu ya.

Contoh Lain Tumbuhan Monokotil

Berikut list tumbuhan tunggal (tidak terkait filum atau apapun) yang termasuk jenis tumbuhan berbiji monokotil. Apa saja? Berikut listnya :

1. Jagung (Zea mays sp)
2. Sawit (Elais guinensis)
3. Padi (Oryza sativa)
4. Tumbuhan Pisang (Musa paradisiaca)
5. Tanaman Tebu (Saccharum sp)
6. Bunga Anggrek (Orchidacae)
7. Vanili (Vannili planifolia)
8. Kunyit (Curcuma longa linn)
9. Bawang Putih (Allium sativum)
10. Melon (Cucumis melo)
11. Buah Naga (Hylocereus undatus)
12. Nanas (Ananas comocus)
13. Pinang-Pinangan (palmae)
14. Aren (Arenga pinnata)
15. Sagu/Rumbia (Metroxylon sago)

Bagaimana? Seru bukan mengenal serba – serbi tumbuhan monokotil. Selain jenis ini ada juga lho pengelompokan yang sejenis bernama tumbuhan dikotil. Terus perkaya pengetahuan terkait dunia Biologi. Jangan lupa lestarikan flora khas Indonesia ya.

Tinggalkan komentar