Anecdote Text

Membaca mempunyai banyak manfaat, salah satunya adalah untuk menghibur diri. Ada beragam pilihan bacaan untuk menghadirkan hiburan, satu di antaranya adalah anecdote text. Hampir sama dengan anekdot dalam bahasa Indonesia, tulisan anekdot dalam bahasa Inggris juga berisi cerita lucu sehingga bisa memberikan hiburan bagi pembaca lho.

Pada dasarnya anekdot termasuk jenis narration text yang berisi cerita atau narasi tentang sebuah peristiwa. Tulisan ini disampaikan dengan gaya yang menarik sehingga semakin membuat pembaca lebih tertarik untuk menyelesaikan bacaan hingga bagian akhir. Bagi kamu yang penasaran dengan seluk beluk teks anekdot, jangan lewatkan pembahasan berikut ini.

Pengertian Anecdote Text

Tahukah kamu pengertian anecdote text? Sebenarnya anecdote berasal dari kata anekdota yang berarti tidak diumumkan. Maksudnya adalah anekdota sebenarnya merupakan cerita pribadi atau rahasia karena mengandung keganjilan. Namun terjadilah pergeseran makna sehingga anekdot dipahami sebagai cerita lucu yang bisa dikonsumsi oleh siapa saja.

Bermula dari hal tersebut, anecdote text dapat diartikan sebagai teks yang menceritakan kembali sebuah kejadian lucu atau peristiwa yang ganjil. Teks anekdot dapat berupa fakta yang dialami oleh penulis maupun cerita imajinatif sekedar untuk menghibur pembaca. Ditulis dengan struktur tertentu, anekdot bisa dipahami oleh semua pembaca.

Tujuan Anecdote Text

Mungkin kamu sudah bisa menebak fungsi dan tujuan dari teks anekdot. Yap, betul sekali! Anekdot bertujuan untuk menceritakan kembali peristiwa yang ganjil sehingga dapat menghibur pendengar atau pembaca melalui cerita tersebut. Semakin ganjil sebuah peristiwa, maka pembaca akan semakin terhibur.

Agar tujuan dapat tercapai, teks harus ditulis sesuai dengan kaidah yang berlaku. Misalnya penulisan harus sesuai dengan struktur, atau cerita harus disampaikan secara berurutan. Dengan demikian, pembaca dapat lebih mudah dalam mencerna isi cerita.

Ciri-Ciri Anecdote Text

Berbicara mengenai ciri-ciri, anekdot mempunyai karakteristik yang cukup unik. Kamu pasti tidak akan kesulitan dalam mengidentifikasi jenis teks yang satu ini. Kalau dalam bahasa Inggris, istilahnya a piece of cake atau mudah sekali. Hehe… Ini dia beberapa ciri yang dimiliki oleh anecdote text.

  • Menggunakan past tense (masa lampau)
  • Menggunakan pertanyaan yang tidak membutuhkan jawaban (rhetoric question) seperti do you know? Can you guess what happened next?
  • Menggunakan kata sambung waktu (conjunction of time)
  • Menggunakan action verba
  • Menggunakan kalimat perintah (imperative sentence)

Struktur Anecdote Text

Menuliskan cerita kejadian di masa lampau terlihat cukup mudah. Namun untuk mendapatkan sebuah teks anekdot yang baik, kamu harus mengikuti struktur baku yang berlaku. Anekdot dalam bahasa Inggris terbagi menjadi 5 struktur yaitu abstract, orientation, crisis, reaction, dan coda. Berikut penjelasan masing-masing bagian.

1. Abstract

Teks anekdot dimulai dengan abstract yang berisi pengenalan terhadap situasi atau kondisi umum saat kejadian. Bagian ini harus membuat pembaca penasaran dengan kejadian selanjutnya.

2. Orientation

Orientation merupakan bagian di mana penulis dapat memperkenalkan latar kejadian, waktu, dan tokoh dari sebuah peristiwa. Penyampaian yang jelas membuat pembaca lebih mudah mencerna kejadian yang diceritakan.

3. Crisis

Bisa dikatakan bahwa crisis merupakan klimaks atau puncak dari cerita. Pada bagian ini, penulis menceritakan keganjilan atau keunikan yang terjadi sehingga rasa penasaran pembaca semakin meningkat.

4. Reaction

Reaction merupakan bagian ketika penulis menjawab rasa penasaran pembaca terhadap keganjilan yang terjadi dalam cerita tersebut. Penulis dapat mencantumkan bagaimana tokoh memecahkan masalah. Biasanya, bagian inilah yang paling lucu dan menggelitik.

5. Coda

Sebenarnya coda bukanlah struktur wajib dalam sebuah anecdote text. Coda tidak selalu hadir dalam setiap teks anekdot. Tapi kamu bisa menggunakannya untuk mengundang tawa yang lebih banyak dari pembaca.

Contoh Anecdote Text

Contoh Anecdote Text #1

Washing by the Swimming Pool

I decided to take my 5-year old nephew for a picnic. I couldn’t decide where I would like to stop until I passed a water park. Without thinking too much, I directed my bike to the entrance and paid the fee.

My nephew looked so happy. I knew he liked to play in the water so I thought he would love it. Though I didn’t bring extra clothes, I decided to get into the water, played with him and taught him how to swim.

I was so excited to play until my nephew refused to get into the water. I did not know why he took off his clothes. Instead of walking to the water, he washed the clothes by the swimming pool.

The pool keeper laughed so hard. I was very embarrassed but I couldn’t do anything but waited for my nephew to have fun with his business. I decided not to get back to that park anymore.

Contoh Anecdote Text #2

Overconfident

One day, I was on a crowded bus. I saw a beautiful girl stood up because the seats were full. Suddenly a young boy who sat near the girl got up. Before he said anything, the girl pushed him back into his seat. The girl said, “You don’t necessarily need to do that. I prefer to stand.”

The young boy got up again and the girl did the same thing and said the same words.

The next time, the boy stood up and shouted, “I want to get off. I have passed my stop.”

The overconfident girl was so ashamed. Her face turned red and looked down for the rest of her trip.

Contoh Anecdote Text #3

A Wrong Love

I have a really bad experience with love when I was in the university. I was so young, spirited and blinded by romantic love stories from TV series.

It was my first year in the university. I had many new friends and most of them were boys. We were so close each other. We liked to share jokes and laughed so hard, as if we have been friended for years.

But I found one who was very special that I called him John. We cracked jokes and shared stories more than we did with other friends.

One day, John sent me a message. He told that he wanted to meet me in the cafeteria. I was so curious and happy at the same time. I thought he had something urgent to tell, maybe he wanted to say that he loved me.

When I was there, I saw John who was busy with his books. I approached him and asked what he wanted. Do you know what? I felt very disappointed when he told me that he wanted to borrow my book. He had an urgent assignment with immediate deadline. That’s all, nothing more.

It was a bad and embarrassing experience. I thought he would say that he loved me but all I got was he only wanted to borrow a book. I think this experience can be a great lesson for me to control my thought.

Seberapa manfaat artikel ini untuk Anda?

Tinggalkan komentar