Pengertian Ekosistem

Pengertian Ekosistem – Bicara mengenai ekosistem tak bisa dipisahkan dari masalah lingkungan. Salah satu cara untuk mempelajarinya secara khusus adalah dibutuhkan ilmu ekologi. Bagi Anda yang sedang menempuh studi, tentu sangat familiar dengan kata tersebut. Mulai daripendidikan dasar, pendidikan lanjutan hingga pendidikan tinggi, pelajaran tersebut hampir selalu disinggung.

Pengertian Ekosistem

pengertian ekosistem
pengertian ekosistem

Apa itu Ekosistem? Jadi, Pengertian ekosistem adalah sebuah habitat atau sistem ekologi yang dibentuk dari interaksi organisme-organisme yang ada dalam sebuah lingkungan. Berdasarkan pengertian tersebut artinya memiliki sumber energi yang sama yakni matahari. Energi yang berasal dari matahari diolah menjadi makanan oleh tumbuhan melalui fotosintesis, lalu tumbuhan akan dimakan oleh hewan-hewan.

Maka terjadi perpindahan energi antar organisme yang ada di suatu ekosistem tersebut. Itulah yang juga disebut rantai makanan. Sebuah ekosistem bisa memiliki banyak rantai makanan hingga memiliki jaring-jaring makanan.  Oleh karena itu, bisa disimpulkan sebagai penggabungan unit biosistem yang melakukan interaksi dan membentuk siklus tertentu yang berulang.

Komponen Ekosistem

Komponen Ekosistem
Komponen Ekosistem

Terdapat dua komponen ekosistem yang utama, yakni komponen biotik dan komponen abiotik. Keduanya saling berinteraksi sehingga membentuk sebuah ekosistem.

1. Komponen Biotik

Komponen biotik adalah penyebutan untuk komponen ekosistem yang hidup seperti tumbuhan dan hewan. Komponen biotik ini berperan sebagai produsen, konsumen, dan dekomposer dalam sebuah rantai makanan. Produsen adalah organisme yang bisa membuat makanan sendiri. Makhluk hidup yang termasuk produsen adalah tumbuhan yang berfotosintesis.

Lalu ada juga konsumen yang terdiri dari hewan. Berdasarkan jenis makanannya, konsumen dibagi menjadi 3 macam yakni karnivora (hewan pemakan daging), herbivora (hewan pemakan tumbuhan), dan omnivora (hewan pemakan segalanya). Dalam suatu habitat, ada juga decomposer yang berfungsi untuk menguraikan organisme yang mati.

2. Komponen Abiotik

Sedangkan komponen abiotik adalah penyebutan segala komponen ekosistem yang tidak hidup dalam suatu habitat. Komponen abiotikterdiri dari bahan organik, senyawa organic atau pun faktor yang mempengaruhi interaksi antar organisme. Faktor tersebut di antaranya adalah:

  1. Tanah, komponen abiotik ini berfungsi sebagai tempat hidup tanaman yang menjadi produsen. Pada tanah juga terdiri dari komponen berupa air, mineral, bahan organik. Tanah juga menjadi tempat hidup dekomposer atau organisme pengurai organisme yang mati.
  2. Cahaya matahari, komponen abiotik yang memberikan energi dalam sebuah habitat. Peran vital matahari adalah sebagai bahan utama tumbuhan untuk melakukan fotosintesis atau proses pembuatan makanan sendiri. Tumbuhan kemudian akan bisa dimakan oleh hewan dalam ekosistem tersebut.
  3. Air, juga menjadi salah satu komponen abiotik yang penting dalam suatu habitat. Seperti ekosistem laut, yang sangat tergantung pada air untuk tempat hidupnya. Bahkan, ekosistem darat juga membutuhkan air untuk kebutuhan makhluk hidup yang ada di sana.
  4. Udara, komponen abiotik yang tak terlihat namun justru bisa memberikan interaksi nyata antar organisme. Setiap organisme membutuhkan O2 untuk bernapas, kemudian mengeluarkan CO2 yang dimanfaatkan tumbuhan untuk bahan fotosintesis.
  5. Suhu, atau temperatur juga termasuk komponen abiotik. Makhluk hidup diklasifikasikan dapat hidup dalam suhu tertentu, suhu rendah, maupun tinggi. Suhu dapat memengaruhi sebuah keanekaragaman hayati dalam sebuah habitat suatu makhluk hidup.

Jenis-Jenis Ekosistem

jenis ekosistem
jenis ekosistem

Adapun jenis ekosistem secara garis besar dapat dibagi menjadi dua yaitu ekosistem alami dan ekosistem buatan. Namun, untuk lebih mudah dalam pembahasan kami akan bahas macam-macam ekosistem alami yang kami bagi menjadi dua yaitu ekosistem darat dan ekosistem air. Kemudian kita lanjut ke ekosistem buatan.

1. Ekosistem Darat

ekosistem darat
ekosistem darat

Pengertian ekosistem darat adalah sebuah tempat berinteraksinya antar organisme yang memiliki fisik mampu bertahan hidup di daratan. Habitat yang terdapat di darat dibedakan menjadi 8 bioma, yakni sebagai berikut.

  1. Hutan hujan tropis, yakni daerah hutan yang memiliki curah hujan tinggi tiap tahunnya. Keadaan hutan hujan tropis ditandai dengan kehadiran kanopi yang terbentuk oleh pohon -pohon besar yang membuat rindang. Hutan hujan tropis memiliki suhu sekitar 25 celcius derajat.
  2. Hutan gugur, yakni hutan yang menggugurkan daunnya saat musim gugur. Oleh karena itu, hutan ini terletak di wilayah yang memiliki 4 musim. Tak seperti hutan hujan yang punya curah hujan tinggi, hujan gugur punya kemampuan beradaptasi dengan perubahan iklim lebih fleksibel.
  3. Padang rumput, yakni wilayah padang yang sepanjang pandangan hanya ditemukan rumput. Biasanya wilayah ini ada di wilayah dengan curah hujan rendah dan beriklim tropis. Misalnya saja di benua Afrika, jenis ekosistem padang rumput akan banyak sekali dihuni berbagai hewan besar seperti singa, zebra, gajah, rusa dan lain-lain.
  4. Tundra, daratan yang ada di wilayah terdingin di bumi. Contohnya adalah di benua antartika, dengan sebagian besar wilayahnya tertutup es dan salju. Wilayah ini tak pernah dimasuki oleh cahaya matahari.
  5. Savana, yaitu wilayah yang mirip dengan padang rumput di daerah tropis, namun memiliki curah hujan yang lebih baik ketimbang padang rumput.
  6. Gurun, yakni tempat yang dapat membuat kita menemukan daratan yang dipenuhi dengan pasir. Curah hujan di wilayah ini sangat sedikit sekali. Bisa dibilang wilayah gurun adalah titik terpanas yang ada di bumi.
  7. Karst, yakni daratan yang terdiri dari batuan kapur dan batu gamping. Biasanya terletak di daerah tinggi dan beriklim subtropis.
  8. Taiga, adalah daratan yang berada di wilayah iklim dingin, terdiri dari pohon-pohon berdaun seperti jarum

2. Ekosistem Air

Pengertian ekosistem air adalah tempat hidup organisme yang sebagian besar terdiri dari air. Suatu habitat yang ada dalam air dibedakan menjadi dua jenis ekosistem saja, yakni air laut dan air tawar. Dua habitat air ini turut dipengaruhi oleh cahaya matahari yang masuk, suhu, dan jumlah sedimen.

1. Ekosistem laut

ekosistem laut
ekosistem laut

Ekosistem air laut dipengaruhi pergerakan air oleh angina dan juga memiliki kadar air yang tinggi tempat hidup organisme-organisme yang membentuk habitat di laut. Habitat yang ada di laut dibagi menjadi 4 yakni laut dalam, terumbu karang, estuari (pertemuan air tawar dan air laut) dan pantai pasir

2. Ekosistem Air tawar

ekosistem air tawar
ekosistem air tawar

Ekosistem air tawar, memiliki kadar air dan garam lebih sedikit dari air laut. Organisme yang hidup di habitat air tawar juga lebih sedikit ketimbang yang ada di laut. Habitat yang ada pada air tawar contohnya adalah ekosistem sungai.

3. Ekosistem Sungai

ekosistem sungai
ekosistem sungai

Ekosistem sungai juga bisa dibedakan menjadi 3 jenis juga yakni litoral (sungai dangkal yang mendapat sinar matahari), limnetic (sungai dalam, tapi masih bisa mendapatkan matahari) dan Profundal (sungai yang berada jauh di dalam hutan, tidak mendapat cahaya matahari).

3. Ekosistem Buatan

ekosistem buatan
ekosistem buatan

Pengertian ekosistem buatan adalah interaksi organisme yang dibuat secara sengaja oleh manusia. Terdapat berbagai fungsi mengapa ekosistem buatan diciptakan oleh manusia untuk menjaga agar berbagai habitat alami tetap ada, melestarikan organisme yang hampir punah, dan untuk fungsi hiburan.

Beberapa contoh ekosistem buatan adalah sebagai berikut.

  • Ekosistem kolam ikan,
  • Ekosistem sawah,
  • Ekosistem kebun binatang,
  • Ekosistem taman
  • Ekosistem waduk
  • Ekosistem suaka marga satwa dan lain-lain.

Nah demikianlah pembahasan kali ini mulai dari pengertian ekosistem, komponen, hingga berbagai macam jenis ekosistem. Yang mana masuk ke dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam. Matahari sebagai sumber utama kehidupan dalam suatu habitat, lalu ada interaksi antar makhluk hidup di dalamnya.

Termasuk juga ada rantai makanan dan jaring-jaring makanan. Semoga ekosistem yang terbentuk secara alami dapat tetap terjaga. Semoga bermanfaat!

Tinggalkan komentar