Indeks Harga dan Inflasi

Indeks harga dan inflasi adalah hal yang saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan. Tahukah Anda tentang kedua istilah tersebut? Jika belum tahu, maka Anda berada pada artikel yang tepat, karena pada artikel ini akan membahas tentang serba-serbi kedua istilah tersebut.

Serba-serbi yang akan dibahas bukan serabi ya, hehe. Kita akan membahasnya mulai dari pengertian, jenis, dan manfaatnya. Maka dari itu langsung saja simak artikel ini!

Pengertian Indeks Harga dan Inflasi

Kedua istilah ini memiliki pengertian yang berbeda ya. Indeks harga sendiri artinya adalah perbandingan antar harga. Harga yang dimaksud di sini adalah harga rata-rata dari tahun x ke tahun y, yang bisanya merupakan tahun sebelumnya.

Bagaimana dengan inflasi? Inflasi sendiri sebenarnya adalah istilah yang artinya kenaikan harga dan terjadi dengan skala besar. Maksudnya adalah inflasi ini memengaruhi hampir semua barang, bukan hanya barang tertentu saja.

Hubungan antara Indeks Harga dan Inflasi

Keduanya ini memiliki hubungan yang erat. Dengan adanya inflasi, maka indeks harga bisa saja semakin tinggi. Misalnya, ditahun A rata-rata harga adalah Rp 10.000, sedangkan pada tahun B sebesar Rp 12.000. Kenaikan harga diakibatkan oleh inflasi, sehingga indeks harganya pun lebih besar di tahun B. Secara sederhana, itulah hubungan antara indeks harga dan inflasi.

Inflasi, yang diukur menggunakan indeks harga tadi, khususnya indeks harga konsumen memiliki setidaknya tujuh kelompok pengeluaran, yang antara lain adalah sebagai berikut:

  1. Kelompok makanan yang berjenis bahan atau mentah.
  2. Kelompok sandang atau apa yang dikenakan.
  3. Kelompok berbagai makanan siap konsumsi, rokok, dan tembakau.
  4. Kelompok kesehatan.
  5. Kelompok pendidikan, olahraga, dan hiburan.
  6. Kelompok komunikasi, jasa finansial, serta komunikasi.
  7. Kelompok kebutuhan rumahan seperti listrik, gas, air, dan bahan bakar.

Jenis-jenis Indeks Harga dan Inflasi

Selanjutnya, Anda perlu juga mengetahui tentang jenis-jenis yang dimiliki oleh kedua istilah ini. Hal yang pertama adalah membahas tentang indeks harga ya. Jenisnya antara lain adalah sebagai berikut:

1. Indeks Harga Konsumen

Biasanya, istilah ini disingkat dan lebih dikenal dengan IHK. Ini kaitannya langsung kepada konsumen, yakni penggambaran ketika ada perubahan dari harga barang yang terdapat di pasar. Barang eceran tersebut dikonsumsi oleh konsumen pada waktu periode tertentu, itulah yang disebut dengan IHK.

2. Indeks Harga Produsen

Jika tadi IHK, yang satu ini disingkat menjadi IHP. Jenis satu ini hubungannya langsung kepada produsen, yakni barang dan jasa yang berupa bahan baku dan dibeli oleh produsen. Penggambaran perubahan harga bahan baku sangat penting untuk menentukan harga saat menjualnya nanti.

3. Indeks Harga Petani

IHP adalah harga yang dibayar dan atau diterima oleh mereka yang berprofesi sebagai petani. Harga yang dibayar itu, maksudnya adalah jumlah harga yang ada, agar petani dapat bertani. Sedangkan, harga yang diterima adalah angka yang sifatnya tafsiran dari pendapatan yang akan diperoleh oleh petani tersebut.

Jenis-jenis Inflasi

Setelah mengetahui indeks harga, penting juga untuk Anda mengetahui jenis dari inflasi. Waw inflasi ternyata ada jenisnya juga? Jawabannya antara lain adalah sebagai berikut:

1. Inflasi Ringan

Jenis yang pertama adalah dari tingkat keparahan yang masih tergolong ringan. Besaran kenaikan harga di jenis inflasi ringan ini adalah di bawah 10%. Pada tingkat inflasi ini, tidak akan membahayakan para pegawai tetap, tetapi malah meningkatkan investasi yang ada.

2. Inflasi Sedang

Jenis yang kedua adalah dalam kategori yang masih sedang, dalam rentang kenaikan mencapai 30% setiap tahunnya. Dalam jenis inflasi yang satu ini, pegawai yang gajinya tetap akan mulai merasakan dampak dari kenaikan berbagai harga barang dan jasa.

3. Inflasi Tinggi

Jenis inflasi yang satu ini termasuk parah dan bisa berbagai masalah ekonomi. Rentang kenaikan harga yang ada pada inflasi jenis tinggi ini mulai dari 30%-100%.

4. Hiperinflasi

Sedangkan, jenis inflasi yang satu ini mencapai 100% setiap tahunnya. Tahap ini sudah terbilang sangat parah dan perlu intervensi dari luar, karena umumnya berbagai kebijakan yang ada sudah tidak terlalu bisa berpengaruh atau berdampak.

Dampak Terjadinya Inflasi yang Harus Anda Ketahui

Tahukah Anda bahwa inflasi akan menimbulkan dampak atau efek pada berbagai aspek dalam kehidupan berbangsa dan bernegara? Ada banyak efek atau dampak dari adanya inflasi, yang antara lain adalah sebagai berikut:

1. Dapat Membuat Minat Beli Masyarakat Berkurang

Ketika inflasi terjadi, maka harga-harga akan menjadi naik. Hal ini membuat para konsumen menjadi malas atau mengurungkan niat untuk membeli produk. Tentu ini bukan kabar yang baik untuk roda perekonomian yang ada.

2. Membuat Rakyat Menjadi Sengsara

Saat inflasi mulai dari tahap sedang hingga hiperinflasi, hal itu akan memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap masyarakat. Untuk mereka yang bekerja sebagai pegawai dengan gaji tetap, sedangkan harga melambung tinggi, tentu bukanlah kabar yang baik.

3. Mengurangi Minat Orang untuk Menabung di Bank

Ketika inflasi tinggi, maka orang akan semakin enggan untuk menabung di bank. Hal ini disebabkan karena tabungannya akan semakin habis disebabkan oleh inflasi tersebut.

4. Pada Tahap Ringan akan Merangsang Investasi

Ini adalah dampak yang positif dari adanya inflasi, ketika tahapannya masih ringan. Adanya kenaikan harga yang cukup, maka orang akan berbondong-bondong untuk ikut berinvestasi, karena akan memberikan peluang yang baik di masa depan.

Cara Mengatasi Inflasi

Ada beberapa cara agar inflasi dapat segera reda atau setidaknya tetap berada pada kisaran yang ringan. Caranya adalah:

1. Mengurangi Pengeluaran Pemerintah

Ini merupakan kebijakan fiskal yang bisa dilakukan oleh pemerintah. Dengan mengurangi pengeluaran, maka akan mengurangi pula jumlah alat pembayaran dalam bentuk uang yang beredar di tengah-tengah adanya inflasi.

2. Memudahkan Masuknya Barang Impor

Jika dengan memudahkan barang impor masuk melalui perdagangan internasional, maka uang yang beredar akan semakin menuju titik yang seimbang. Ini bisa dilakukan dengan menurunkan bea dan juga menurunkan keketatan aturan yang ada.

3. Meningkatkan Hasil Produksi

Dalam hal ini, pemerintah akan memberikan bantuan berupa subsidi kepada para produsen, sehingga produksi dan proses produksi dapat berjalan. Dengan banyaknya hasil produksi, maka harga yang ada pun bisa ditekan dan banyak orang yang melakukan konsumsi. Jika sudah begini, maka inflasi angkanya dapat menurun perlahan.

Cara-cara tersebut adalah kebijakan pemerintah untuk mengatasi banyaknya jumlah uang yang beredar, sehingga nilainya menjadi menurun dan terjadi peningkatan harga. Meskipun inflasi dalam taraf ringan dan menguntungkan, tetapi yang berlebihan tetap saja tidak baik, bukan?

Kini pasti Anda sudah memahami dengan baik apa itu indeks harga dan inflasi. Keduanya saling berkaitan dan saling berhubungan dalam sistem ekonomi. Adanya inflasi akan membuat indeks harga menjadi naik dan juga sebaliknya, jika terdapat deflasi, maka indeks harga menjadi turun. Semoga adanya artikel ini memberikan manfaat kepada para pembaca ya, hihi!

Tinggalkan komentar