Struktur dan Fungsi Ribosom

Bagi seseorang yang sudah merasakan dunia pendidikan tentunya tidak asing lagi dengan biologi. Biologi merupakan salah satu pelajaran yang wajib diketahui oleh seorang siswa. Selain itu, di dalam biologi terdapat materi mengenai ribosom. Struktur dan fungsi ribosom ( organel sel ) merupakan salah satu bagian yang terdapat di dalam organel sel.

Untuk memahami mengenai struktur dan fungsi ribosom ( organel sel ) harus mengetahui terlebih dahulu mengenai jenis-jenis dari organel sel. Hal ini disebabkan karena ribosom merupakan bagian yang ada pada organel sel. Di dalam organel sel ribosom merupakan organel yang berada di dalam sel dan berukuran sangat kecil.

Struktur Ribosom (Organel Sel)

Di dalam ribosom terdiri dari dua bagian strukturnya yaitu berupa asam ribonukleat atau yang sering disebut juga dengan RNA dan yang kedua yaitu protein atau RNP. Kedua bagian dari ribosom tersebut dihubungkan dengan sebuah laju dari sedimentasi. Selain itu, laju sedimentasi ini juga dipengaruhi oleh bermacam-macam kepadatan dari sel yang satu dengan sel yang lainnya.

Ribonucleic acid atau RNA adalah tempat sintesis organel sel di dalam sel yang memiliki fungsi utama untuk menyimpan informasi atau bahan genetic dan sebagai perantara DNA dan protein dan ekpresi genetic, ribonucleic protein atau RNP membentuk subunit ribosom yang merupakan salah satu jenis protein. Pada masing-masing sel yang dimiliki ribosom terdapat perbedaan antara satu sama lain.

Pada struktur ribosom, mRNA dan tRNA memiliki fungsi mengumpulkan dan membawa asam amino. Subunit besar mempunyai satu tempat pengikatan ribosom di subunit kecil ( mRNA ) dan 3 tempat pengikatan tRNA dikenal tempat aminoasil untuk memikul asam amino. kemudian akan di tambah pada rantai polipeptida, Peptidil menempel pada rantai polipeptida dan exit yang tidak mempunyai muatan.

Ribosom memiliki tugas utama dalam pembuatan protein untuk sel. Dalam sebuah sel terdapat ratusan protein yang harus dibuat yang merupakan perintah dari inti RNA. Ribosom mengetahui cara membuat protein karena RNA akan mengirimkan kode khusus. Dalam pembuatan protein terdapat 2 langkah yaitu, transkripsi dan translasi. Untuk hal ini translasi adalah langkah dalam penggunaan Ribosom.

Translasi adalah proses penggantian protein dengan mengirimkan instruksi pada messenger RNA. Dalam membangun protein maka asam amino akan ditempel oleh ribosom. Subunit besar dan kecil bergabung dengan mRNA dan menemukan tempat starter yang disebut kodon. Ribosom akan bergerak ke bawah RNA dan Ketika mencapai kode stop maka proses pembangunan protein berhenti.

Terdapat dua macam persebaran butiran nukleoprotein pada permukaan ribosom. Di sitoplasma butiran nucleoprotein tersebar bebas yang biasa disebut dengan ribosom bebas yang memiliki peran penting dalam proses sintesis enzim. Butiran nukleoprotein yang menempel pada permukaan retikulum endoplasma biasa disebut ribosom terikat yang berperan dalam sintesis protein.

Analisis sedimentasi digunakan untuk menganalisis ukuran dari ribosom. Ribosom seperti banyak makromolekul dan perakitan multi molekul berukuran sangat besar dan sulit untuk menentukan beratnya. Cara untuk mengukur kecepatan dan pengendapan larutan padat digunakan 700.000 gram lebih untuk mengetahui hal tersebut pada ribosom.

Fungsi Ribosom ( Organel Sel )

1. Tempat sintesis protein

Memproduksi dan mensintesis zat protein yang berada di dalam sel adalah fungsi utama dari ribosom. Ribosom yang berada di sitoplasma memiliki fungsi bekerja dan memberikan manfaat yang hanya pada sitoplasma tersebut. Sedangkan ribosom yang berada pada retikulum endoplasma memiliki fungsi dalam memproduksi protein dan menyebarkannya hingga ke luar bagian sel.

Ribosom merupakan contoh organel yang tidak mempunyai membrane yang juga terdapat dalam organel sel hewan. Proses sintesis protein dalam proses penerjemahan mRNA menjadi sebuah protein dan ribosom memiliki peranan sangat penting dalam hal itu. Ribosom memiliki peran yang bebas dalam melakukan proses sintesis protein enzim yang berfungsi sebagai katalisator dalam cairan sitosol

Katalisator dalam cairan sitosol adalah fungsi yang terdapat pada ribosom yang memiliki peran bebas dalam melakukan proses sintesis protein enzim. Ribosom terikat melangsungkan sintesis protein yang fungsinya akan dilaksanakan oleh rRNA sebagai katalisator pembentukan ikatan peptide pada sintesis tersebut.

mRNA memiliki peranan sebagai tempat cetaknya protein. Dari molekul terdapat salinan pada gen DNA merupakan sitoplasma yang akan dikirim dengan tujuan dapat diterjemahkan sebagai protein yang dibantu oleh ribosom. Kodon memiliki bertugas untuk mendikte ribosom juga terdiri dari mRNA yang urutan asam aminonya diperlukan dalam proses sintesis protein.

Organel ribosom biasa disebut dengan dogma sentral dan terdapat proses produksi dan sintesis protein yang dilakukan baik itu dalam retikulum endoplasma maupun sitoplasma. Ribosom memiliki peran penting dalam metabolisme yang dilakukan oleh sel. Karena ribosom berperan dalam pembentukan sel yang sempurna dan mengumpulkan asam amino untuk jenis protein tertentu.

Sitoplasma diterjemahkan sebagai protein dengan bantuan ribosom yang nantinya akan di ekspor ke mRNA yang merupakan tempat cetak protein yang merupakan salinan suatu gen di dalam DNA. Dalam sintesis protein pada ribosom terdapat faktor inisiasi yang merupakan faktor pembentukan rantai peptida dan elongasi yang berperan sebagai pemanjangan rantai peptida sedangkan terminasi untuk penghentian pemanjangannya.

2. Sebagai translasi

Dalam pembentukan protein ribosom melakukan translasi yaitu ribosom menerjemahkan informasi genetic dari RNA menjadi protein. Asam amino akan ditempeli oleh ribosom dengan tujuan pembangunan protein. Selanjutnya subunit bersatu dengan RNA messenger yang pada akhirnya berproses untuk membangun protein terjadi.

Ketika mRNA atau RNA messenger terbentuk mRNA bisa membawa kode hasil salinan DNA ke ribosom. Kodon-kodon DNA ada isi dari mRNA. Ketika berada pada ribosom proses translasi dapat dilakukan. Ribosom merupakan penerjemahan kode DNA yang terjadi di proses translasi sehingga menghasilkan rantai polipeptida penyusun protein.

Tahap pertama translasi adalah kodon mRNA bertemu dengan ribosom yang disebut dengan kodon start. Kodon start ini adalah AUG kodon yang dibawa mRNA akan diterjemahkan menjadi asam amino. Setelah itu, masing-masing asam amino digabungkan oleh tRNA. Gabungan dari asam amino tersebut akan membentuk rantai polipeptida. Translasi berakhir Ketika salah satu kodon bertemu ribosom.

3. Berperan dalam metabolisme sel

Ribosom adalah bagian penting yang memliki peran pentik untuk membantu pembentukan sebuah sel yang sempurna. Fungsi ribosom selain itu juga memiliki peran yang sangat penting untuk aktivitas metabolisme dari sel itu sendiri. Hal ini sangat dibutuhkan agar sel tersebut bisa terbentuk dengan sempurna terutama ketika terjadi pembelahan sel.

Setelah mengetahui penjelasan lengkap mengenai Pengertian, Struktur dan Fungsi Ribosom ( Organel Sel ) tentunya akan menambah pengetahuan Anda. Anda tidak hanya tau makan saja untuk membentuk protein dalam tubuh wkwk. Akan tetapi, mengetahui juga bagaimana proses, tahapan dan dan fungsinya. Ribosom memiliki manfaat yang sangat menunjang bagi kehidupan yang ada saat ini.

Tinggalkan komentar