Fotosintesis

fotosintesis
fotosintesis

Seberapa manfaat artikel ini untuk Anda?

Tumbuhan merupakan salah makhluk hidup yang juga dapat tumbuh dan berkembang biak. Namun mereka mempunyai cara sendiri untuk bertahan hidup khususnya dalam hal makanan. Seperti tumbuhan, mereka tidak perlu berburu seperti hewan atau mengolah makanan seperti manusia. Sebab tumbuhan dapat menghasilkan makanannya sendiri melalui sebuah proses yang dinamakan dengan fotosintesis.

Secara harfiah, fotosintesis terdiri dari dua kata yakni photo yang berarti cahaya dan synthesis yang bermakna proses pengolahan sebuah bahan baku. Jadi pada intinya fotosintesis adalah proses tumbuhan dalam mengolah sesuai yang dibantu oleh sinar cahaya matahari. Hasil dari proses tersebut nantinya akan digunakan tumbuhan untuk bertahan hidup.

Pengertian Fotosintesis

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, fotosintesis adalah sebuah proses biokimia yang dilakukan tumbuhan untuk menghasilkan energi atau makanan. Tumbuhan yang melakukan proses ini biasanya mempunyai zat hijau atau klorofil. Energi dan makanan yang dihasilkan tersebut kemudian menjadi bahan baku untuk tumbuhan bisa bertahan hidup.

Dalam melakukan proses fotosintesis, tumbuhan memerlukan beberapa jenis zat, karbon dioksida, dan bantuan cahaya matahari sebagai proses pembakaran. Proses tersebut bukan hanya berguna untuk tumbuhan, juga memiliki manfaat untuk makhluk hidup. Bahkan beberapa di antaranya sangat bergantung pada proses ini.

Tujuan utama dari fotosintesis adalah menghasilkan makanan bagi tumbuhan tersebut. Tapi bukan hanya itu, proses ini juga menghasilkan oksigen yang tentunya sangat berguna untuk kehidupan di bumi. Seperti manusia dan hewan, serta beberapa makhluk hidup lainnya agar dapat terus bernafas dan kemudian dapat bertahan hidup.  Proses fotosintesis, tentunya mengurangi dampak pencemaran lingkungan.

Fungsi Fotosintesis

Secara pengertian fotosintesis merupakan sebuah proses yang menghasilkan sesuatu untuk tumbuhan tersebut. Namun bukan hanya sebuah reaksi biokimia dalam tumbuhan, juga memiliki fungsi utama sebagai sumber energi bagi tumbuhan. Selain itu, beberapa fungsi lain bagi makhluk hidup, yakni:

1. Memproduksi Glukosa

Fungsi pertama dari sebuah proses fotosintesis adalah memproduksi glukosa. Glukosa tersebut merupakan salah satu bahan dasar dalam pembuatan zat lain pada tumbuhan. Bisa dikatakan, glukosa sebagai bahan dasar makanan untuk membuat makanan lainnya pada tumbuhan.

Hasil dari pengolahan zat glukosa ini pada tumbuhan berupa lemak dan protein yang terdapat pada tumbuhan lain. Zat tersebut kemudian menjadi kandungan inti yang ada pada tumbuhan. Kemudian kandungan tersebut dapat berguna bagi makhluk hidup lainnya. Contohnya bayam yang mengandung banyak vitamin yakni vitamin A, B, C, zat besi, sehingga bisa berubah menjadi Popeye yang kuat, hehe.

2. Menghasilkan Oksigen

Selain menghasilkan makanan pada tumbuhan dan memberikan zat tertentu pada tumbuhan, proses ini juga menghasilkan oksigen atau O2. Oksigen ini dihasilkan dari reaksi yang terjadi dalam tumbuhan tersebut. Oksigen atau O2 ini sangat penting bagi kehidupan makhluk hidup lainnya. Hampir semua makhluk hidup seperti manusia, avesmamalia, dan hewan lainnya membutuhkan oksigen ini.

3. Mengurangi Karbon Dioksida (CO2)

Dalam proses ini pada tumbuhan, memerlukan beberapa unsur khusus. Di antaranya adalah karbon dioksida dan sinar matahari. Dengan demikian proses ini mampu mengurangi kandungan karbon dioksida (CO2) yang ada di lapisan udara dunia. Semakin banyak proses fotosintesis, kandungan CO2 ini bisa semakin berkurang dan kualitas udara menjadi bersih dan sehat.

4. Menghasilkan Batubara

Fungsi lain dari proses fotosintesis adalah menghasilkan batubara. Saat tumbuhan melakukan proses tersebut, tumbuhan menghasilkan zat ketika tertimbun tanah dalam waktu lama. Saat penimbunan itu batubara inilah mulai terbentuk. Kemudian oleh manusia batubara tersebut dikeruk sebagai salah satu bahan bakar yang cukup banyak digunakan, baik untuk pembangkit listrik dan lain sebagainya.

Proses Fotosintesis pada Tumbuhan

Hampir sebagian besar tumbuhan memiliki sifat autotroph. Artinya dapat memproses sendiri makanan langsung dari senyawa yang tidak hidup atau anorganik. Senyawa tersebut berupa karbon dioksida dan sinar matahari. Proses tersebut yang dinamakan dengan fotosintesis. Lalu bagaimana proses fotosintesis berlangsung?

Sebelum membahas proses fotosintesis, proses ini memerlukan beberapa zat yang digunakan sebagai bahan bakar. Ada beberapa bahan utama yang digunakan dalam proses tersebut ialah karbondioksida, cahaya matahari, klorofil pada tumbuhan, dan air sebagai pelarut.

Prosesnya dimulai dari pengambilan karbon dioksida yang ada di udara sekitar tumbuhan tersebut. CO2 ini diambil dari mulut daun atau stomata dan dibarengi dengan proses pengambilan daur air dari dalam tanah. Kedua zat tersebut kemudian dibawa jaringan xylem dan floem yang bertugas sebagai  transportasi pada jaringan tumbuhan.

Setelah kedua zat tersebut tersedia dalam tumbuhan, kemudian giliran klorofil menyerap sinar matahari tentunya pada siang hari. Sinar matahari ini kemudian diteruskan menuju mesofil. Sebelumnya melewati lapisan epidermis berupa lapisan transparan. Pada mesofil inilah semua proses dari unsur-unsur yang telah terkumpul diolah.

Proses fotosintesis pada mesofil ini yang kemudian menghasilkan beberapa zat. Seperti air yang diubah jadi glukosa atau gula dan oksigen. Selain itu proses ini akan menghasilkan makanan bagi tumbuhan untuk bertahan hidup. Setiap hasil dari fotosintesis ini juga memiliki tempat distribusi masing-masing.

Seperti oksigen yang dihasilkan dikeluarkan melalui stomata atau mulut daun. Hal ini terasa jika duduk di bawah pohon pada siang hari akan terasa teduh dan segar. Selain terhalangnya sinar matahari, kandungan oksigen juga lebih banyak. Kemudian zat lain seperti glukosa dan kandungan tertentu disimpan di dalam tumbuhan yang akan bermanfaat ketika jadi makanan makhluk hidup lainnya.

Faktor-faktor Memengaruhi Fotosintesis

Sebagai sebuah proses, fotosintesis juga bergantung pada beberapa faktor. Beberapa faktor ini juga sebagai penentu apakah proses fotosintesis dapat terjadi atau tidak. Faktor yang dapat berpengaruh langsung ini adalah kondisi lingkungan, seperti contohnya intensitas cahaya matahari, suhu lingkungan, hingga karbon dioksida.

Faktor yang tidak berpengaruh langsung seperti salah satu contohnya adalah beberapa fungsi organ dari tumbuhan tersebut yang terganggu. Fungsi organ ini merupakan faktor yang paling penting dalam proses fotosintesis. Selain itu, ada faktor yang lain yang memengaruhi proses fotosintesis pada tumbuhan, di antaranya adalah:

1. Konsentrasi Karbon Dioksida

Sebagai salah satu bahan baku dari proses fotosintesis, kandungan karbon dioksida sangat berpengaruh. Semakin banyak kandungan karbon dioksida pada udara, maka semakin banyak bahan baku yang tersedia. Dengan demikian proses fotosintesis dapat terjadi dengan baik.

2. Enzim

Proses fotosintesis pada tumbuhan juga dibantu dengan kandungan enzim yang ada pada tumbuhan tersebut. Enzim yang bekerja pada proses ini hanya dapat bekerja pada suhu yang baik. Proses fotosintesis ini akan meningkat hingga batas toleransi enzim pada tumbuhan tersebut.

3. Air

Proses fotosintesis juga bergantung pada kondisi dan kadar air. Ketersediaan air juga berpengaruh pada stomata atau mulut daun. Jika kekurangan air dapat menyebabkan stomata tertutup, hal tersebut dapat menghambat proses penyerapan karbon dioksida. Disisi lain karbon dioksida merupakan salah satu bahan baku dalam proses fotosintesis.

Pada dasarnya fotosintesis merupakan proses tumbuhan memproduksi makanannya sendiri. Ini juga merupakan salah satu kelebihan tumbuhan, selain dapat menghasilkan makanannya sendiri, ia juga menghasilkan sesuatu yang berguna untuk kehidupan di dunia ini, bisa dikatakan tumbuhan ini seperti pahlawan ya, hehe.