Keanekaragaman Hayati

Keanekaragaman Hayati – Pernahkah kamu memperhatikan lingkungan sekitar dan terpikirkan apa yang menyebabkan pohon berbeda bentuk dan warna? Padahal tumbuh di tempat yang sama. Hal itu ternyata bisa disebut dengan keanekaragaman hayati. Suatu kondisi keberagaman yang ada di sekitar kita.Bukan hanya tumbuhan tapi hewan, manusia dan segala yang terdapat di alam bisa jadi objek observasi.

Keberagaman unsur hayati ini sangatlah penting. Kehadirannya bisa berperan sebagai indikator perubahan sistem ekologi. Tertarik bukan untuk menelaah lebih dalam lagi? Kenali keanekaragamaan alam terutama alam Indonesia untuk lebih memperdalam wawasan dan memperdalam kesadaran akan pentingnya menjaga ekosistem.

Pengertian Keanekaragaman Hayati

Keanekaragaman hayati adalah suatu tingkat keberagaman organisme makhluk hidup termasuk manusia. Di dalamnya mencakup ekosistem, antar spesies atau seluruh alam semesta. Contohnya, laut dengan terumbu karang yang cukup beragam. Ditambah lagi dengan banyaknya jenis ikan yang ada di sekitarnya. Semua itu tergolong dalam salah satu ekosistem dan bisa digolongkan sebagai keanekaragaman.

Biodiversity atau keanekaragaman ini ternyata punya 3 tingkatan besar. Tingkatan itu mencakup keanekaragaman tingkat gen, tingkat spesies / individu dan tingkat ekosistem. Masing – masing memiliki isi dan ciri khas tersendiri. Mau tau lebih lanjut? Yuk, simak dan catat pembahasan di bawah ini.

1. Tingkat Gen

Genetik merupakan sesuatu yang melekat di seluruh makhluk hidup. Ringkasnya gen membawa turunan sifat. Ini juga yang bisa hal pendorong terjadinya keanekaragaman hayati tingkat gen. Ciri – ciri turunan gen itulah yang menentukan pengelompokan. Batasan tingkatan ini terletak pada jenis makhluk yang sama saja.

Contohnya, pada manusia perbedaan warna kulit. Ada yang kuning langsat, putih hingga berwarna gelap. Lalu pada tumbuhan, contohnya pada bunga anggrek. Ada bermacam – macam jenis bunga dengan beragam gen yang dibawanya. Keanekaragaman gen tentu saja tidak hanya mencakup warna pada umunya, ya. Bisa terkait bentuk ataupun yang lainnya.

2. Tingkat Spesies

Berbeda satu tingkatan, keanekaragaman tingkat spesies atau individu ini mencakup jenis makhluk hidup yang lebih beragam. Masih terpengaruh oleh foktor genetik namun, dengan bentuk yang berbeda. Hingga nyaris tidak terlihat dari turunan gen yang sama. Ini bisa terjadi karena faktor habitatnya.

Contoh dari keanekaragaman individu ini terdapat pada varietas pohon palem – paleman. Dimana pohon kelapa, kelapa sawit, pinang bahkan aren sekalipun terlihat mirip. Padahal bentuk pohonnya terlihat berbeda. Antara pohon aren dan kelapa terlihat berbeda karena pengaruh habitatnya. Bayangkan habitat pedalaman darat dengan pesisir pantai. Berbeda bukan?

3. Tingkat Ekosistem

Tingkatan ini merupakan tingkatan paling beragam. Keanekaragaman ekosistem mengikat seluruh populasi makhluk hidup dalam suatu cakupan wilayah. Adanya keanekaragaman tingkat ini ditentukan oleh beberapa faktor. Yaitu faktor abiotik dan faktor kelengkapan komposisi si populasi itu sendiri.

Contohnya, keanekaragaman ekosistem di hutan. Dimana kelengkapan komposisi makhluk hidup di hutan bisa menunjang terbentuknya tingkatan ini. mulai dari organisme kecil seperti cacing, berlanjut ke flora, fauna hingga manusia yang asli tinggal di pedalaman hutan (jika ada). Bagaimana, tertarik jadi bagian keanekaragaman ekosistem hutan?

Keanekaragaman Hayati di Indonesia

Untuk lebih memahami terkait topik yang dibicarakan, selanjutnya akan dibahas contoh konkrit terkait keanekaragaman hayati di Indonesia. Keberagaman alam Indonesia telah banyak di kenal oleh dunia. Banyak diantaranya ilmuwan yang sengaja datang untuk meneliti segala kekayaan varietasnya. Pengelompokannya sendiri dilakukan berdasar pada banyak hal.

Tentu bukan hal yang mudah untuk mengelompokan tingkatannya karena teritorial negara kita yang sangat luas. Kenapa Indonesia punya keanekaragaman yang bermacam dan banyak? Ragam faktor jadi penyebab tentunya, antara lain letak geografis juga astronomis, karakter wilayah, iklim dan faktor penyebaran organismenya dan lain sebagainya. Namun ada 2 yang penting, berikut pembahasannya.

1. Karakteristik dan letak geografis

Jika ditinjau dari letak wilayah, maka Indonesia merupakan negara dengan karakteristik wilayah lembab tropis. Terletak pada (koordinat indo) dengan lintasan matahari yang cukup, maka suhu daerahnya berkisar pada 26˚ C hingga 28˚ C. Curah hujannya pun cukup tinggi dengan tanah yang subur akibat dari zaman purba.

Indonesia juga terletak di jalur cincin gunung api atau yang disebut dengan “Ring of Fire”. Banyak gunung api dengan sumber mineral dan zat hara tinggi. Berimbas pada kesuburan tanah di berbagai wilayah terutama pulau Sumatera dan pulau Jawa. Terbukti dengan banyaknya varietas tanaman dari luar negri yang bisa tumbuh subur.

Keadaan abiotik inilah yang membuat Indonesia memiliki keragaman fauna dan flora. Sekitar total 50% fauna dan flora di dunia ada di Indonesia. Belum lagi spesies khas endemik yang hanya bisa ditemukan di negara kita. Kamu patut berbangga ya, akan semua yang tersedia di alam Indonesia.

2. Berdasarkan penyebaran organisme

Karena wilayahnya yang sangat luas, maka penyebaran organisme atau spesiesnya pun cukup luas. Berasal dari satu tempat yang sama. Lalu menyebar dan mengalami diferensiasi menyesuaikan lingkungan habitat yang ditempatinya. Tidak luput dari wilayah negara sekitarnya, fauna Indonesia termasuk ke pengelompokan Australia dan Oriental.

Penyebarannya mencakup fauna oriental di bagian Barat Indonesia dengan hewan seperti orang utan dan hariau sumatera. Fauna Australialis di wilayah timur, seperti burung kasuari, nuri, kangguru wallaby. Setra fauna jenis peralihan dimana hewan yang termasuk didalamnya mengalami kecenderungan hewan asal Australia.

Manfaat Keanekaragaman Hayati

Jangan ditanya lagi apa manfaat keragaman alam bagi manusia. Karena sangaatat banyak bahkan tidak terhitung manfaat yang dirasakan manusia. Dari dulu hingga saat ini manusia tetap bergantung pada alam sebagai sumber kehidupan. Semua unsur alam telah dimanfaatkan tanpa terkecuali. Manusia kini telah mengembangkannya bersamaan dengan teknologi.

Dalam kehidupan manusia keanekaragaman hayati seperti tumbuhan dan beberapa jenis hewannya sering dimanfaatkan dalam kehidupan sehari – hari. Baik memenuhi kebutuhan primer maupun sekunder. Jika dilihat – lihat hampir semua barang yang dipakai, dari baju hingga perabotan di rumah merupakan produk yang berasal dari alam.

Upaya Menjaga Keanekaragaman Hayati

Apa yang terjadi jika keanekaragaman itu sudah tidak beragam lagi? Tentunya ekosistem akan terancam. Termasuk kehidupan manusia. Karena tidak selamanya bahan kimia akan bertahan dan tidak akan selamanya alam menyuguhkan kebaikannya jika kita tidak menjaganya.

Maka dari itu keberadaannya sangatlah penting. Semua harus menjaga keseimbangannya. Jagalah alam mulai dari hal terkecil seperti mengurangi penggunaan plastik. Karena jika tidak dilakukan penjagaan lama – lama keanekaragaman hayati akan rusak dan punah. Akhirnya juga akan berimbas pada kehidupan manusia. Tidak mau kan?

Selain mengurangi penggunaan dan produksi plastik, ragam upaya juga tengah gencar dilakukan. Seperti reboisasi, penanaman pohon mangrove, pengadaan dan perluasan hutan lindung, program perlindungan satwa yang terancam punah dan lainnya. Itu semua diinisiasi pemerintah agar alam tetap terpelihara. Ayo, ikut kontribusi menjaga keanekaragaman hayati mulai dari saat ini.

Seberapa manfaat artikel ini untuk Anda?

Tinggalkan komentar