Kata Sapaan : Pengertian, Ciri-ciri, Jenis Kalimat dan Contohnya

Apa itu kata sapaan? Sadarkah Anda bahwa sering memakai kata sapaan dalam percakapan sehari-hari? Atau paling tidak, pasti Anda sering mendengarnya saat menonton siaran berita di media elektronik, seperti televisi atau kanal video di internet.

Penggunaan kata sapaan biasanya memperhatikan norma dan adat istiadat yang berlaku di masyarakat, serta menyesuaikan dengan tempat, waktu, dan situasi yang sedang terjadi pada saat percakapan berlangsung. Lebih jauh, berikut pembahasan singkat tentang kata sapaan.

Pengertian Kata Sapaan

pengertian kata sapaan
pengertian kata sapaan

Apa itu kata sapaan?

Pengertian kata sapaan berdasarkan hasil pencarian dari KBBI, sapa berarti ajakan untuk bercakap, teguran, atau ucapan. Serta kata atau frasa yang digunakan untuk saling merujuk dalam pembicaraan, dengan bentuk yang berbeda-beda menurut sifat hubungan para pelaku percakapan tersebut.

Masih menurut KBBI, pengertian kata sapaan adalah kata yang digunakan untuk menyapa seseorang. Namun, bukan berarti kata-kata ini dipakai hanya pada saat Anda menegur sapa, tetapi juga pada waktu berdialog dengan orang lain.

Menurut Badan Bahasa yang berada di bawah naungan Kemendikbud RI, pengertian kata sapaan adalah kata yang digunakan untuk menegur sapa orang yang sedang diajak berbicara (orang kedua) atau menggantikan nama seseorang lainnya dalam sebuah pembicaraan (orang ketiga).

Sejumlah ahli bahasa juga ikut berpendapat mengenai definisi kata sapaan. Salah satunya Kridalaksana (1982: 14) yang mengungkapkan bahwa arti kata sapaan merujuk pada kata atau ungkapan yang dipakai untuk menyebut dan memanggil para pelaku dalam sebuah peristiwa.

Terdapat tiga golongan pelaku yang dimaksud Kridalaksana dalam pengertian kata sapaan tersebut, yaitu pembicara atau orang pertama, lawan bicara atau orang kedua, serta orang yang sedang dibicarakan atau disebut dalam pembicaraan (orang ketiga).

Ciri-Ciri Kata Sapaan

ciri-ciri kata sapaan
ciri-ciri kata sapaan

Berdasarkan beberapa pengertian kata sapaan di atas, maka kata sapaan berarti juga dapat berfungsi sebagai kata ganti nama pelaku dalam dialog. Oleh karenanya, ciri-ciri kata sapaan yang paling utama, yaitu tidak memiliki perbendaharaan kosakata tersendiri.

Perbedaan kultur dan dialektika masyarakat juga memengaruhi cara penggunaan kata sapaan di berbagai wilayah. Di Indonesia sendiri, kelas kata ini sesekali mengambil beberapa istilah dari bahasa daerah penduduk setempat, yang kemudian dipakai dalam percakapan dan penulisan.

Selain itu, Indonesia memiliki norma pergaulan tersendiri, di mana orang tua, pejabat, atau mereka yang menduduki kelas sosial tinggi selalu mendapatkan penghormatan lebih dari kelompok masyarakat dengan derajat lebih rendah.

Tentunya, pilihan kata sapaan akan berbeda sesuai dengan tingkat atau kedudukan sosial para pelaku dialog. Kridalaksana secara praktis merumuskan dua faktor utama yang memengaruhi pemilihan bentuk kata sapaan, yakni berdasarkan status dan fungsinya.

Status bisa berarti derajat, posisi sosial, atau usia yang berbeda antara para subjek dalam peristiwa bahasa, baik pembicara, lawan bicara, maupun orang ketiga. Sementara, fungsi merujuk pada jabatan, profesi, gelar, atau kata pelaku untuk sebuah aktivitas tertentu.

Ciri kata sapaan turut mencerminkan norma etika yang berlaku di masyarakat. Pemilihan bentuk kata sapaan adalah salah satu jalan untuk memberi penghargaan kepada seseorang. Juga sebagai cara menjalin komunikasi dan hubungan interaksi sosial yang lebih akrab.

Baca juga artikel terkait:

Jenis Kata Sapaan

jenis kata sapaan
jenis kata sapaan

Agar lebih memudahkan pemilihan bentuk kata sapaan, terdapat beberapa penggolongan jenis-jenis kata sapaan. Setidaknya, ada lima jenis kata sapaan yang umum dikenal dalam bahasa Indonesia, baik pada sebuah dialog verbal maupun sebagai salah satu unsur literasi.

Adapun jenis-jenis kata sapaan tersebut, antara lain

  1. Kata ganti persona,
  2. Nama diri,
  3. Istilah kekerabatan,
  4. Gelar, pangkat, dan sebutan untuk profesi, serta
  5. Kata pelaku dengan penambahan awalan pe- atau menggunakan rumus pe + Verbal.

Praktik penggunaan kata sapaan begitu bervariasi, terutama dalam peristiwa komunikasi yang bersifat tidak resmi. Apalagi pada dialog kasual antar para pelaku yang memiliki kedudukan sederajat. Semakin dekat hubungan komunikasinya, semakin bervariasi pula kata sapaannya.

Seringkali kita juga menemukan penggunaan dua jenis kata sapaan secara beriringan. Misalnya, istilah kekerabatan diikuti dengan gelar, nama diri, atau kata pelaku. Pada situasi yang lebih formal, bahkan terjadi tiga jenis kata sapaan dipakai sekaligus.

Contoh Kata Sapaan

contoh kata sapaan
contoh kata sapaan

Jika melihat penjabaran di atas, terdapat banyak kesimpulan mengenai pengelompokan kata sapaan berdasarkan kondisinya masing-masing. Jadi, agar lebih mudah memahami bentuk dan penggunaannya, berikut beberapa contoh kata sapaan menurut masing-masing jenisnya.

1. Kata ganti persona

Jenis kata sapaan yang satu ini adalah sebutan untuk menggantikan nama subjek atau pelaku. Seperti telah diketahui bahwa sedikitnya terdapat tiga jenis pelaku percakapan, yakni orang pertama atau pembicara, orang kedua atau lawan bicara, dan orang ketiga.

Contoh kata sapaan untuk kata ganti persona adalah:

  • Untuk orang pertama, biasanya menggunakan kata aku atau saya.
  • Sementara orang kedua digantikan dengan sebutan kamu, engkau, kau, atau Anda.
  • Sedangkan sebutan orang ketiga bisa menggunakan kata dia, dirinya, beliau, atau menggunakan kata sapaan jenis lainnya.

2. Nama diri

Tentu saja jenis kata sapaan yang satu ini dipakai untuk merujuk langsung kepada sosok-sosok dalam pembicaraan. Nama diri berarti nama orang atau benda hidup lainnya.

Contoh kata sapaan untuk nama diri adalah:

  • Raja rimba,
  • Si kancil,
  • Tikus percobaan,
  • Robot asisten, dan lain sebagainya.

3. Istilah kekerabatan

Secara umum istilah kekerabatan mencakup sebutan-sebutan yang mencerminkan hubungan darah, seperti bapak, ibu, saudara, kakek, nenek, paman, bibi, dan sebagainya. Penggunaannya mencerminkan penghormatan terhadap subjek dalam pembicaraan.

Akibat pengaruh budaya, kita juga mengenal istilah kekerabatan sesuai daerahnya masing-masing.

Contoh kata sapaan istilah kekerabatan adalah:

  • Misalnya di Jawa, di mana orang sering menyebut mas atau mbak untuk menyapa orang yang lebih tua.
  • Ada pula istilah uda di Sumatera, atau bli untuk menyapa orang Bali.

4. Gelar atau pangkat

Kata sapaan gelar dan pangkat mencakup berbagai macam bentuk. Contoh sapaan tersebut, seperti profesor, pangeran, gubernur, guru, tukang masak, dan lain-lain. Jadi, maksudnya bukan hanya gelar pemberian dan bawaan, tetapi juga gelar keahlian dan profesi.

Kata sapaan jenis ini biasanya juga disertai dengan penggunaan sapaan jenis lainnya. Sebagai contoh penggunaannya secara beriringan.

Contoh kata sapaan untuk gelar atau pangkat adalah:

  • Ibu wakil presiden,
  • Pak camat,
  • Profesor,
  • Kyai,
  • Haji,
  • Bu guru, dan sebagainya.

5. Kata pelaku

Pelaku yang dimaksud adalah pelaku aktivitas yang sedang dibicarakan.

Contoh kata sapaan untuk pelaku adalah:

  • Pemirsa,
  • Pendemo,
  • Pemain bola,
  • Penyanyi, dan sejenisnya.

Kridalaksana memberikan rumus untuk jenis ini, yakni penambahan awalan pe- sebelum kata verbal atau kata kerja.

Tata Cara Penulisan Kata Sapaan

Dalam penggunaan kata sapaan biasanya terikat dengan sebuah adat-istiadat pada daerah setempat, adat kesantunan, beserta situasi dan kondisi percakapan yang terdapat disuatu tempat. Oleh karena itu, untuk kaidah kebahasaan tersebut seringkali terkalahkan oleh adat dari kebiasaan yang telah berlaku pada suatu daerah tempat bahasa Indonesia tumbuh dan berkembang.

Akan tetapi, yang harus kita ketahui dalam hal ini adalah bagaimana cara penulisan kata kekerabatan yang digunakan sebagai kata sapaan, yaitu ditulis dengan huruf awal dengan huruf kapital.

Dalam sebuah pedoman Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) pada umumnya, dijelaskan tata cara penulisan dalam kata sapaan di dalam kalimat sapaan, Untuk lebih jelasanya dapat kamu simak sebagai berikut:

  1. Penggunaan Huruf kapital sebagai huruf pertama dari kata penunjuk hubungan kekerabatan, contohnya seperti saudara, bapak, ibu, kakak, paman, kakek, nenek,adik, om, tante, yang digunakan untuk penyapaan atau sebagai pengacuan.
    Contoh penulisan kata sapaannya:
    Berapa harganya, Bu / Pak / Bude / Pakde / Kak / Bang?
  2. Penggunaan Huruf kapital sebagai huruf pertama kata penujuk hubungan kekerabatan yang tidak digunakan untuk penyapaan serta pengacuan.
    Contoh penulisan kata sapaannya:
    Untuk beberapa hari kedepan dia tinggal di rumah kakeknya atau Pamannya sendiri.
  3. Penggunaan Huruf kapital sebagai kata ganti Anda.
    Contoh penulisan kata sapaannya:
    Sekarang anda tinggal dimana ya?

Jenis Kalimat Sapaan dan Contohnya

jenis kalimat sapaan
jenis kalimat sapaan

Penggunaan kalimat sapaan dimaksudkan untuk menegur sapa seseorang, baik tunggal maupun jamak. Kalimat sapaan pasti mengandung kata sapaan yang dipilih berdasarkan tingkat keakraban dalam hubungan para pelaku pembicaraan.

[su_box title=”Jenis-jenis kalimat sapaan dan contoh kalimat sapaan, yaitu sebagai berikut.” box_color=”#020202″]

1. Sapaan hormat

Jenis kalimat sapaan hormat, biasa dipakai dalam situasi formal atau dalam pembicaraan yang memerlukan penghormatan atas status salah satu pelaku pembicaraan.

Contoh kalimat sapaan hormat bisa kamu simak seperti berikut:

  • Selamat pagi, Ayah.
  • Senang berkenalan dengan Nyonya.
  • Bapak ibu sekalian dipersilakan menempati kursi yang telah disediakan.

2. Sapaan biasa

Untuk jenis kalimat sapaan biasa, penggunaannya lebih ramah dan kasual, mencerminkan hubungan atau status para pelaku pembicaraan yang sederajat.

Beberapa contoh kalimat sapaan biasa adalah:

  • Halo, murid-muridku tersayang, hari ini kita akan belajar menggambar bentuk.
  • Tita, mengapa tidak masuk sekolah kemarin?
  • Maaf, Dik, sepertinya kedatanganku akan tertunda beberapa jam.

3. Sapaan kasar

Sedangkan jenis kalimat sapaan kasar, umumnya dipakai oleh para pelaku pembicaraan yang telah akrab atau mencerminkan sebuah peristiwa yang bersifat negatif.

Simak tiga contoh kalimat sapaan kasar sebagai berikut:

  • Pekerjaan ini sulit sekali, bos.
  • Dasar maling, perkakas di rumahku habis digondolnya.
  • Mbok, ayo lamarkan anak Pak Banu buatku.[/su_box]

Demikianlah penjelasan mengenai kata sapaan dan kalimat sapaan. Pembahasan ini dibuat berdasarkan kutipan dari sejumlah sumber tepercaya. Semoga artikel di atas dapat memberikan wawasan baru dalam berbahasa Indonesia secara baik dan benar.

Alhamdulillah akhirnya kita telah selesai membahas tentang kata sapaan mulai dari pengertian kata sapaan, ciri-ciri kata sapaan, jenis-jenis kata sapaan, contoh kata sapaan, jenis-jenis kalimat sapaan dan contoh kalimat sapaan. mudah-mudahan artikel kali ini bermanfaat untuk kamu.

Tinggalkan komentar