KALIMAT : Pengertian, Unsur, Jenis, dan Contohnya

kalimat
kalimat

Apa itu kalimat? Berikut adalah pembahasan mengenai pengertian kalimat menurut para ahli, unsur-unsur kalimat, jenis-jenis kalimat dalam bahasa indonesia lengkap dengan contohnya.

Dalam berkomunikasi maupun membuat cerita tentu saja tidak terhindarkan dari yang namanya kalimat. Hal tersebut wajar saja karena kalimat adalah penyusun dari sebuah percakapan maupun teks.

Nah, kalimat itu sendiri memiliki begitu banyak jenis. Untuk itu ada baiknya kamu mengetahui jenis-jenis kalimat beserta contohnya sehingga kamu benar-benar dapat memahaminya dengan baik.

Pengertian Kalimat

pengertian kalimat
pengertian kalimat

Apa itu kalimat?

Pada dasarnya, pengertian kalimat adalah satuan terkecil dari bahasa yang dapat mengungkapkan pikiran secara utuh baik melalui cara pengucapan (lisan) atau penulisan (tertulis) oleh seseorang kepada orang lain maupun sekelompok orang. Kalimat dapat merupakan gabungan dari dua kata atau lebih yang menghasilkan sebuah pengertian dan pola tertentu.

Kalimat yang diucapkan atau dilisankan selalu berwujud suara dengan ditandai oleh nada yang naik dan turun serta intonasi yang keras atau lembut. Kemudian, kalimat yang dituliskan atau berbentuk tulisan senantiasa menggunakan tanda baca dengan penggunaan huruf kapital atau huruf biasa bergantung pada konteks kalimat berupa pernyataan atau pertanyaan.

Pengertian Kalimat Menurut Para Ahli

pengertian kalimat menurut para ahli
pengertian kalimat menurut para ahli

Untuk mengetahui apa itu kalimat, maka kamu perlu melihat dari berbagai pendapat para ahli. Berikut adalah pengertian kalimat menurut para ahli lengkap.

<strong>Pengertian Kalimat Menurut Para Ahli</strong>

Pengertian Kalimat Menurut Dardjowidojo
Dardjowidojo (1988: 254) menyatakan bahwa

Pengertian kalimat adalah bagian terkecil dari suatu ujaran, teks atau wacana yang mengungkapkan pikiran yang utuh secara ketatabahasaan.

Pengertian Kalimat Menurut Slametmuljana
Slametmuljana (1969) menjelaskan:

Pengertian kalimat yaitu sebagai keseluruhan pemakaian kata yang berlagu, disusun menurut sistem bahasa yang bersangkutan; mungkin yang dipakai hanya satu kata, mungkin lebih.

Pengertian Kalimat Menurut Kridalaksana
Kridalaksana (2001:92) mengungkapkan:

Pengertian kalimat adalah satuan bahasa yang secara relatif berdiri sendiri, mempunyai pola intonasi final, dan secara aktual maupun potensial terdiri dari klausa; klausa bebas yang menjadi bagian kognitif percakapan; satuan proposisi yang merupakan gabungan klausa atau merupakan satu klausa, yang membentuk satuan bebas; jawaban minimal, seruan, salam, dan sebagainya.

Dari beberapa pengertian kalimat menurut para ahli di atas, maka dapat kita simpulkan bahwa pengertian kalimat adalah bagian terkecil dari suatu ujaran atau teks yang relatif berdiri sendiri dan disusun oleh kumpulan kata yang organisasi internalnya dapat diamati serta mematuhi sistem suatu bahasa sehingga bisa mengungkapkan pikiran pembicara dengan utuh.

Unsur-unsur Kalimat

unsur-unsur kalimat
unsur-unsur kalimat

Suatu kalimat senantiasa memiliki berbagai macam unsur yang perlu kamu ketahui. Adapun unsur-unsur dalam suatu kalimat di antaranya sebagai berikut.

<strong>Adapun unsur-unsur kalimat adalah sebagai berikut:</strong>

1. Subjek

Subjek adalah salah satu unsur penting yang menyusun suatu kalimat. Subjek menunjukkan pelaku atau pokok permasalahan dalam suatu kalimat. Secara umum, subjek dapat berupa benda maupun frasa yang merujuk pada benda. Di samping itu, wujud subjek bisa berupa seseorang maupun sekelompok orang atau yang menggunakan kata ganti orang seperti aku, kami, mereka, dia hingga nama orang tertentu.

Subjek seringkali ditemukan pada awal kalimat. Adapun contoh dari subjek sebagai unsur pembentuk kalimat ialah sebagai berikut.

  • Saya menanam bunga di depan rumah.
  • Jokowi memenangkan pemilu tahun 2019.
  • Mereka menaiki motor untuk pergi ke sekolah.

Yang termasuk ke dalam subjek pada tiga kalimat tersebut adalah saya, Jokowi dan mereka. Apakah kamu sudah memahami apa itu subjek?

2. Predikat

Unsur berikutnya yang selalu dipakai untuk menyusun sebuah kalimat adalah predikat. Predikat itu sendiri merupakan bagian dari suatu kalimat yang berfungsi untuk menyatakan tindakan maupun perbuatan yang dilakukan oleh subjek.

Predikat dapat berupa frasa maupun kata. Biasanya predikat ditemukan setelah penulisan subjek. Adapun contoh dari predikat adalah sebagai berikut.

  • Pak Anan sakit malaria.
  • Dewi tidak keluar kamar seharian.
  • Joko pergi ke Surabaya kemarin lusa.

Yang termasuk ke dalam predikat pada tiga kalimat tersebut ialah sakit, tidak keluar dan pergi. Apakah kamu sudah mengerti?

3. Objek

Unsur pembentuk suatu kalimat berikutnya yang perlu kamu tahu adalah objek. Kebanyakan orang sulit membedakan antara objek dan subjek. Padahal keduanya jelas sekali berbeda, lho! Jadi, objek sesungguhnya adalah bagian pelengkap dari suatu predikat. Pengertian tersebut tentu jauh berbeda dengan subjek, bukan?

Objek biasanya bisa berbentuk frasa, nomina hingga klausa sekalipun. Nah, istimewanya objek bisa berkedudukan sebagai subjek apabila suatu kalimat tersebut diubah dari kalimat aktif menjadi kalimat pasif. Adapun contoh dari objek di antaranya adalah sebagai berikut.

  • Indra menendang bola ke arah gawang.
  • Bola ditendang oleh Indra.
  • Ayah memancing ikan.
  • Ikan dipancing ayah.

Yang termasuk ke dalam objek pada empat kalimat tersebut di antaranya bola, Indra, ikan dan ayah. Apakah kamu sudah bisa memahami objek dan membedakannya dengan subjek?

4. Keterangan

Unsur penyusun kalimat berikutnya adalah keterangan. Keterangan adalah pelengkap dalam suatu kalimat. Keterangan adalah bagian dari suatu kalimat yang memberikan penjelasan lebih tentang subjek dan predikat dalam suatu kalimat. Keterangan dapat berupa keterangan alat, waktu, tujuan, cara, penyebab dan sebagainya. Adapun contoh dari keterangan adalah sebagai berikut.

  • Anik pergi ke pasar dengan sepeda.
  • Anisia meninggalkan mukenanya di mushala.
  • Pak Broji pergi ke pegadaian dengan mobil.

Yang termasuk ke dalam unsur keterangan pada tiga kalimat tersebut yaitu dengan sepeda, di mushola dan dengan mobil. Apakah kamu sudah mengerti tentang unsur keterangan?

Nah, setelah kita bahas mengenai pengertian kalimat menurut para ahli dan apa saja unsur-unsur kalimat seperti diatas. Tahap selanjutnnya untuk lebih mengenal apa itu kalimat, maka silahkan simak juga pembahasan tentang jenis-jenis kalimat dan contohnya sebagai berikut.

Jenis-Jenis Kalimat dan Contohnya

jenis-jenis kalimat dan contohnya
jenis-jenis kalimat dan contohnya

Jika kita berbicara tentang jenis-jenis kalimat, maka kalimat mempunyai begitu banyak jenis khususnya dalam bidang struktur gramatikal. Setidaknya terdapat lebih dari sepuluh jenis kalimat yang terbagi dalam kalimat tunggal dan kalimat majemuk.

Berikut ini adalah jenis-jenis kalimat dalam bahasa indonesia lengkap beserta dengan contohnya yang bisa kamu ketahui:

A. Jenis kalimat Berdasarkan Bentuknya

Adapun jenis kalimat berdasarkan bentuknya dibagi menjadi dua yaitu kalimat tunggal dan majemuk.

1. Kalimat tunggal

Kalimat tunggal adalah salah satu jenis kalimat yang terdiri dari satu subjek dan satu predikat. Kalimat tunggal seringkali disebut sebagai kalimat sederhana. Beberapa contoh dari jenis kalimat tunggal di antaranya adalah sebagai berikut.

  • Mahasiswa berdiskusi.
  • Andika belajar di ruang baca.
  • Ibu mengirimi saya uang.
  • Mereka mengadakan penelitian di luar negeri.

2. Kalimat majemuk

Kalimat majemuk adalah adalah salah satu jenis kalimat yang di dalamnya memiliki dua kalimat dasar maupun lebih. Kalimat majemuk itu sendiri memiliki begitu banyak jenis. Adapun jenis-jenis kalimat beserta contohnya dari bentuk kalimat majemuk ialah sebagai berikut.

<strong>Adapun jenis-jenis kalimat majemuk adalah sebagai berikut:</strong>

# Mejemuk setara

Kalimat majemuk setara setidaknya memiliki dua kalimat dasar yang masing-masing di antaranya dapat berdiri sendiri sebagai kalimat tunggal.

Contoh kalimat yaitu Jerman dan Jepang termasuk ke dalam negara maju, tetapi Indonesia termasuk ke dalam negara berkembang.

# Majemuk bertingkat

Kalimat majemuk bertingkat mengandung satu kalimat tunggal yang merupakan inti kalimat dan di antara kalimat kalimat dasar berfungsi sebagai pengisi salah satu unsur dari kalimat utama.

Contoh kalimat yaitu pembangunan kantor balai desa Sukamaju akan berjalan lancar jika saja seluruh masyarakat desa Sukamaju sudi untuk berpartisipasi.

# Majemuk campuran

Kalimat majemuk campuran adalah gabungan dari kalimat majemuk bertingkat dan kalimat majemuk bertingkat. Di dalam kalimat majemuk campuran setidaknya terdapat tiga kalimat tunggal.

Contoh kalimat yakni pekerjaan itu telah selesai ketika adik tiba dan ayah selesai minum kopi sore ini.

# Kalimat pernyataan

Kalimat pernyataan bisa digunakan apabila penutur hendak menyampaikan sesuatu dengan lengkap kepada lawan bicaranya.

Contoh kalimat yaitu Presiden Jokowi menyelenggarakan kunjungan ke luar negeri.

# Kalimat pertanyaan

Kalimat pertanyaan merupakan kalimat yang digunakan apabila penutur ingin memperoleh informasi atau jawaban yang diharapkan dari lawan bicaranya.

Contoh kalimat yakni kapan kamu berangkat ke München?

# Kalimat perintah

Kalimat perintah adalah kalimat yang digunakan apabila penutur ingin menyuruh atau melarang lawan bicaranya untuk melakukan sesuatu.

Contoh kalimat yaitu tolong buatkan saya kopi susu dengan gula sesuai takaran!

# Kalimat seruan

Kalimat seruan digunakan jika penutur ingin mengungkapkan perasaan yang kuat atau sesuatu hal yang terjadi secara mendadak.

Contoh kalimat yakni aduhai, bukan main cantiknya Dewi Sastro Wardoyo!

B. Jenis Kalimat Berdasarkan Pengucapannya

Adapun jenis kalimat berdasarkan pengucapannya maka dibagi menjadi dua jenis yaitu kalimat langsung dan tidak langsung.

1. Kalimat Langsung

Kalimat langsung adalah sebuah kalimat yang dikutip langsung dari pernyataan seseorang. Misalkan kamu bertemu dengan seseorang kemudian orang tersebut memberikan sebuah informasi yang berasal dari dirinya secara langsung, seperti sebuah pernyataan, atau jika kata-kata tersebut diambil akan sama seperti apa yang disampaikan oleh seseorang.

Contoh : 

Menurut Bapak Presiden Jokowi, “Menjaga hubungan bilateral dengan negara tetangga merupakan suatu langkah penting, untuk mempertahankan hubungan diplomatik antar negara”

2. Kalimat Tidak Langsung

Kalimat tidak langsung cara penyampaiannya adalah dengan memberikan pernyataan seseorang dengan tidak langsung, sehingga tidak perlu menggunakan tanda petik pada penulisannya dan menggunakan bahasa kamu sendiri.

Contoh :

Pak bos Teguh berkata, bahwa pada hari Kamis nanti sistem absen elektrik akan diberlakukan, demi menjaga kedisiplinan pegawai untuk masuk atau datang tepat waktu ke kantor.

C. Jenis Kalimat Berdasarkan Fungsi Subjektif

Adapun jenis kalimat berdasarkan fungsi sbjektifnya dapat dibagi menjadi dua yaitu kalimat aktif dan pasif

1. Kalimat Aktif

kalimat aktif biasanya subjek akan melakukan tindakan yang dijelaskan sebagai predikat, dengan suatu tundakan yang dilakukan terhadap objeknya tanpa perantara. Maka dari itu kalimat ini disebut sebagai kalimat aktif, dimana pengerjaannya akan dilakukan langsung oleh subjek dengan melakukan sesuatu terhadap objeknya.

Contoh : Roni mengerjakan PR dirumah dengan sangat rajin.

2. Kalimat Pasif

Tidak sama dengan kalimat aktif, pada kalimat pasif ini biasanya menjelaskan bahwa subjeknya terkena suatu tindakan, dalam hal ini biasanya tindakan tersebut dijadikan sebagai predikat oleh objeknya. Sehingga pada menjelaskannya pun akan berbeda dengan kalimat aktif, tentunya sesuatu yang dijelaskan oleh orang yang membicarakannya tidaklah dilakukan langsung oleh dirinya yakni dengan perantara.

Contoh : Roni mengerjakan PR dirumah dengan sangat rajin.

D. Jenis Kalimat di dalam Sebuah Paragraf

Adapun jenis kalimat yang terdapat dalam sebuah paragraf adalah kalimat utama dan kalimat penjelas

1. Kalimat Utama

Kalimat utama adalah kalimat yang isi didalamnya mengandung pokok pikiran dan gagasan utama yang berperan sebagai pengembang sebuah paragraf, gagasan utama ini bersifat umum dan merangkum semua isi yang ada dalam sebuah paragraf.

2. Kalimat Penjelas

kalimat penjelas merupakan kalimat yang menjelaskan, merinci memperdalam atau juga memperinci kalimat utama. Di dalam kalimat penjelas terdapat gagasan pendukung yang berfungsi mendukung kalimat utama.

Contoh: 

Metta adalah anak yang rajin. Dia selalu bangun pagi setiap harinya. Biasanya ia sering membantu ibunya berjualan sebelum berangkat kekampus. Bahkan, terkadang dia ikut berjualan di warung ibunya saat ada jam kosong di kampusnya.

Gagasan utama: Metta rajin.
Kalimat utama: Metta adalah anak yang rajin.
Kalimat penjelas:

  • Dia selalu bangun pagi.
  • Bisanya ia sering membantu ibunya berjualan di warung sebelum berangkat ke kampus.
  • Bahkan, kadang ia ikut berjualan di warung saat ada jam kosong di kampusnya.

Beberapa informasi terkait jenis-jenis kalimat beserta contohnya tersebut sekiranya bisa bermanfaat buat kamu. Jangan lupa untuk selalu bertutur kata dengan baik dan sopan, ya! Takut-takut justru kamu malah bisa melukai hati orang lain hanya dengan kalimat yang kamu ucapkan. Sebab, lidah tidak bertulang.

Nah ituulah pembahasan kita kali ini untuk mengetahui apa itu kalimat? dengan memahami pengertian kalimat menurut para ahli, unsur-unsur kalimat, jenis-jenis kalimat dan contohnya yang lengkap. Semoga bermanfaat.

rizki
Manusia biasa yang terus berjuang untuk memperbaiki diri