8 Teknik Dasar Renang untuk Pemula

Teknik dasar renang – Teknik berenang yang benar memungkinkan seseorang untuk bisa berenang dengan jarak yang lebih jauh meski dengan sedikit usaha. Tetapi jika teknik pukulan dasar tidak benar maka berenang bisa menjadi sebuah kerja keras yang menyulitkan.

Berikut ini adalah beberapa latihan renang sederhana untuk membantu Anda belajar dan meningkatkan teknik dasar renang yang benar.

Teknik Belajar Renang untuk Pemula

Berenang menawarkan manfaat kebugaran yang luar biasa. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit mengatakan bahwa hanya 2,5 jam berenang per minggu mengurangi risiko penyakit kronis.

Berenang meningkatkan suasana hati dan mengurangi kecemasan, dan daya apung air membuat berenang menjadi pilihan yang baik bagi mereka yang menderita artritis dan kondisi nyeri lainnya. Bahkan jika Anda tidak memiliki rencana untuk menjadi Michael Phelps berikutnya, keterampilan berenang dasar mudah dipelajari.

Berikut ini adalah cara yang bisa Anda lakukan untuk bisa berenang dalam air, teknik dasar renang diantaranya adalah :

1) Ambil napas

Keterampilan berenang yang sering diabaikan adalah kemampuan untuk mengatur waktu napas Anda. Jika Anda tidak nyaman bernafas saat berenang, Anda akan kesulitan melakukan gerakan yang terkoordinasi dengan lancar.

Ide dasarnya adalah bernapas melalui hidung dan mulut saat kepala Anda berada di bawah air, lalu angkat kepala Anda ke samping dan tarik napas penuh sebelum menjatuhkan wajah Anda kembali ke bawah permukaan. Lakukan gerakan ini saat memegang sisi kolam dengan tangan terentang.

2) Kenyamanan air

Keahlian berenang yang paling mendasar dan esensial adalah menjadi nyaman di air. Meskipun manusia dilahirkan dengan keterampilan air bawaan, banyak orang mengembangkan rasa takut terhadap air.

Ketika Anda tiba-tiba terendam dengan tidak disengaja, rasa panik pasti akan menghalangi pemikiran logis dan meningkatkan kemungkinan tenggelam. Untuk menjadi lebih nyaman di air, habiskan waktu di kolam yang dangkal atau mengarungi lautan. Jangan pernah masuk air sendirian tanpa bantuan pelampung, terutama jika Anda bukan perenang yang kuat.

3) Kontrol Nafas

Bernafas seringkali sulit bagi perenang pemula. Dengan air yang ada di sekeliling, memasukkan air ke hidung dan mulut adalah hal yang biasa. Beberapa perenang pemula panik karena merasakan air di hidung mereka, sementara yang lain kesulitan menahan nafas saat tenggelam. Belajar mengendalikan pernapasan adalah komponen kunci dalam belajar berenang.

Pengendalian napas dimulai dengan latihan sederhana seperti menarik napas, merendam, meniup gelembung dan kemudian muncul kembali untuk bernafas lagi. Saat keterampilan berenang Anda meningkat, Anda akan belajar teknik pernapasan khusus untuk berbagai pukulan. Bekerja dengan pelatih renang atau teman atau kerabat yang merupakan perenang adalah cara yang tepat.

4) Belajar Meluncur

Melayang di atas air adalah keterampilan penting untuk dikuasai sebelum Anda bahkan mempertimbangkan menendang dan mendayung. Meluncur membantu Anda terbiasa dengan sensasi bergerak melalui air terlebih dahulu.

Cobalah dengan lembut mendorong dinding sisi kolam dengan tangan Anda direntangkan di depan kepala Anda. Biarkan kepala Anda menghadap ke bawah di dalam air dan meluncur sampai Anda melambat.

5) Jaga Tubuh untuk Tetap Seimbang

Mengambang, atau menjaga tubuh Anda dalam posisi seimbang di dalam air, adalah keterampilan dasar air. Jika Anda secara tidak sengaja jatuh ke dalam air, Anda mungkin dapat melayang sampai Anda diselamatkan, bahkan jika Anda tidak cukup kuat untuk berenang hingga selamat.

Manusia secara alami ringan, dan untk bisa mengambang di air adalah cara yang tidak sulit. Namun, seperti halnya keterampilan lainnya, mengambang memang membutuhkan sedikit teknik. Anda harus latihan belajar menyeimbangkan badan agar bisa mengambang.

6) Lakukan Sepakan

Menendang memberikan dorongan melalui air. Setelah Anda nyaman dengan mengambang, menendang adalah teknik dasar berikutnya. Menendang juga digunakan dalam menginjak air, yang merupakan proses untuk tetap berada di satu tempat sambil menjaga kepala Anda di atas garis air.

Banyak pelatih menggunakan kickboard, atau perangkat pengapungan datar yang terbuat dari busa atau plastik, untuk mendukung tubuh perenang. Papan kickboard memungkinkan Anda untuk fokus hanya pada teknik menendang Anda tanpa khawatir tetap bertahan.

7) Lakukan gerakan stroke

Stroke adalah gerakan lengan yang digunakan untuk menarik tubuh ke dalam air. Perayapan depan, gerakan samping, gerakan dada, gaya punggung, dan kupu-kupu adalah lima gerakan renang yang paling umum. Setiap stoke menggunakan posisi tubuh yang berbeda, teknik pernapasan, dan gerakan lengan.

8) Koordinasikan Tubuh Anda

Perenang pemula sering menemukan diri mereka secara acak memotong air dengan anggota tubuh mereka. Tidak apa-apa. Butuh beberapa saat untuk merasakan gerakan kaki Anda tepat waktu. Anda juga harus terbiasa menggerakkan otot-otot di punggung bawah, perut, dan pinggul untuk mendorong Anda maju.

Demikian pula, cobalah untuk membiarkan kaki Anda muncul di belakang tubuh Anda dan pertahankan posisi ramping. Seiring waktu, cara ini mengurangi hambatan dari air dan membuat Anda menjadi perenang yang sedikit profesional.

Hal-hal yang Harus dihindari Saat Berenang

Pernahkah Anda mendengar ungkapan ‘melawan air’? Banyak kesalahan umum dilakuan oleh perenang pemula. Berikut adalah 4 kesalahan renang yang umum dilakukan oleh seorang perenang pemula.

1. Salah mengambil waktu nafas

Kesalahan ini terjadi ketika Anda bernapas pada saat yang salah dari stroke Anda. Sangat penting untuk menurunkan ritme pernapasan Anda dengan benar, sehingga Anda tidak perlu khawatir pingsan atau bernapas dalam genangan air.

Bernafas terlalu dini selama stroke adalah salah satu kesalahan umum. Mudah untuk memulai napas Anda saat lengan Anda mulai keluar dari air. Hal ini menyebabkan lengan Anda berada di depan wajah Anda dan meningkatkan kemungkinan menelan air.

Cara yang terbaik adalah memulai napas saat tangan Anda memasuki air untuk memulai bagian tarikan stroke. Lalu, selesaikan napas saat tangan Anda keluar dari air. Jangan lupa untuk memutar sisi mana yang Anda hirup juga!

2. Lutut bengkok

Insting pertama Anda membuat Anda berpikir bahwa semakin Anda menendang, semakin cepat Anda mendorong diri sendiri. Peningkatan kecepatan stroke lengan secara khusus terbukti berkorelasi dengan peningkatan kecepatan berenang di depan. Menendang pada langkah merangkak depan memang memberikan sedikit dorongan, tetapi peran utamanya adalah untuk mengatur posisi vertikal tubuh saat ditangguhkan dalam air.

Mengeluarkan seluruh energi Anda dalam tendangan bisa menjadi alasan mengapa kecepatan berenang Anda lebih lambat daripada seharusnya dan itulah kesalahan yang sering terjadi pada perenang pemula.

3. Tendangan lemah atau Over-kick

Anda mungkin telah memperhatikan selama set tendangan Anda bahwa Anda hampir tidak bergerak dan itu sering disebabkan oleh dua masalah yang terhubung – tendangan lemah dan tendangan berlebihan. Pertama-tama, Anda membutuhkan pergelangan kaki yang fleksibel untuk menghindari kram betis.

Nah, yang kedua adalah amplitudo dari tendangan yang tidak boleh terlalu lebar sehingga tidak mempengaruhi posisi tubuh Anda secara keseluruhan. Hal ketiga adalah sinkronisasi antara tendangan dan pukulan serta pernapasan Anda.

Sejauh ini konsumsi energi menjadi tendangan yang lemah sering mengakibatkan perenang melakukan banyak tendangan dan ini tidak akan membantu Anda sama sekali dalam latihan berenang.

Anda ingin bisa berenang? Semoga tips atau teknik-teknik dasar renang di atas bisa membantu Anda menjadi seorang perenang yang handal.

Leave a Comment