13 Penggunaan Huruf Kapital Beserta Contohnya Lengkap

Penggunaan huruf kapital – Bahasa Indonesia merupakan bahasa yang mudah dipahami, namun dalam penulisannya seringkali ditemukan kesalahan. Baik kesalahan dalam penggunaan huruf kapital, tanda baca dan lain sebagainya. Kesalahan dalam pemakaian huruf kapital terkadang membuatnya menjadi memiliki makna yang berbeda. Berikut adalah daftar pemakaian huruf kapital yang benar beserta contohnya.

1. Penggunaan Sebagai Huruf Pertama

Penggunaan pertama adalah sebagai huruf pertama untuk mengawali sebuah kalimat. Baik itu kalimat tanya ataupun kalimat biasa, wajib menggunakan huruf kapital. Contoh penulisan yang benar :

  • Dari mana kamu berasal?
  • Seorang polisi sedang mengatur lalu lintas.
  • Apakah kamu bisa mengerjakan soal tersebut?
  • Ibu pergi ke pasar dengan berjalan kaki.
  • Hobi saya membaca buku.

2. Penggunaan Untuk Nama Orang

Huruf kapital juga digunakan untuk menuliskan nama seseorang, termasuk julukan seseorang. Setiap huruf pertama dari unsur nama orang harus ditulis menggunakan huruf kapital. Contoh penulisan yang benar :

  • Jenderal Elang
  • Pangeran Diponegoro
  • Raja Alexander
  • Dewa Perang
  • Mathius Leonardo

Ada catatan tambahan terkait pemakaian huruf kapital untuk penulisan huruf pertama unsur nama atau julukan, yaitu tidak berlaku untuk satuan ukuran atau jenis benda. Contohnya :

  • mesin diesel
  • 15 volt
  • ikan nila
  • 10 ampere
  • korek api

Huruf kapital juga tidak digunakan untuk penulisan kata seperti bin, boru, binti, van dan lain sebagainya. Begitu juga tidak berlaku untuk huruf pertama dari unsur kata tugas. Contoh penulisan yang benar adalah :

  • Siti Marwah binti Muhammad
  • John van Dick
  • Cahaya dari Selatan
  • Richard boru Silalahi
  • Adam Malik bin Sholeh

3. Penggunaan Setelah Petikan

Penggunaan huruf kapital selanjutnya adalah setelah adanya petikan langsung dalam kalimat. Bisa juga digunakan dalam menulis sebuah dialog percakapan. Contoh penulisan yang benar :

  • Ibu bertanya kepadaku, “Kapan ujian kenaikan kelas diadakan?”.
  • “Kami bersyukur dapat memenangkan pertandingan hari ini,” ujarnya pada hari Selasa lalu.
  • Udin menasihati temannya, “Jangan pulang larut malam!”.

4. Penggunaan Untuk Agama dan Kitab

Huruf kapital digunakan pada saat menyebutkan huruf pertama dari agama, kitab suci, nama Tuhan ataupun kata pengganti untuk Tuhan. Contoh penulisan yang benar :

  • Islam
  • Kristen
  • Al – Qur’an
  • Alkitab
  • Yesus
  • Bunda Maria
  • Barang siapa berdoa kepada-Nya, maka Allah akan mengabulkannya.
  • Puji syukur atas berkah yang diberikan oleh Tuhan.

5. Penggunaan Untuk Kehormatan

Huruf kapital digunakan untuk menuliskan gelar kehormatan seseorang yang didapatkan secara turun temurun maupun tidak. Bisa juga digunakan untuk penulisan keturunan, gelar akademik hingga keagamaan. Contoh penulisan yang benar :

  • Nabi Ismail
  • Haji Syihab
  • Sultan Tumenggung Wicaksono
  • Doktor Cornelis Natha
  • Hilmi, Magister Hukum

Selain penggunaan untuk huruf depan atau sebutan gelar, huruf kapital juga bisa digunakan untuk kata sapaan jabatan, kehormatan dan lain sebagainya. Contohnya sebagai berikut :

  • Selamat pagi Sultan.
  • Mohon melapor Jenderal.
  • Selamat datang kembali Raja.
  • Terima kasih Yang Mulia.
  • Izin undur diri Kapten.

6. Penggunaan Untuk Jabatan atau Pangkat

Penggunaan selanjutnya adalah diperuntukkan huruf pertama dari unsur nama pangkat ataupun jabatan seseorang. Bisa juga digunakan untuk nama pengganti, tempat ataupun instansi pemerintah. Contohnya :

  • Presiden Soekarno
  • Gubernur Jawa Barat
  • Profesor Husein
  • Perdana Menteri Indonesia
  • Wali Kota Semarang

7. Penggunaan Untuk Suku, Bahasa dan Bangsa

Penggunaan selanjutnya untuk penulisan suku bangsa, bangsa hingga bahasa. Sebagai catatan, untuk penulisan suku bangsa, bahasa serta nama bangsa merupakan bentuk dasar dari kata turunan, sehingga tidak perlu ditulis menggunakan huruf kapital. Contoh penulisan yang benar :

  • bangsa Yunani
  • suku Jawa
  • bahasa Sunda
  • kemadura-maduraan
  • kebarat-baratan

8. Penggunaan Untuk Tahun, Bulan, Hari dan Peristiwa Sejarah

Selanjutnya adalah pemakaian huruf kapital untuk penulisan nama tahun, hari besar, hari biasa dan bulan. Huruf kapital juga berlaku untuk penulisan nama untuk peristiwa sejarah. Contoh penulisan yang benar :

  • bulan Juli
  • bulan Januari
  • hari Kamis
  • hari Galungan
  • hari Natal
  • tahun Kabisat
  • Perang Dunia II
  • Konferensi Meja Bundar
  • Perjanjian Renville
  • Konferensi Asia Afrika

Perlu diperhatikan bahwa pemakaian huruf kapital tidak semua berlaku untuk penulisan peristiwa sejarah. Ini dikarenakan peristiwa sejarah tersebut tidak digunakan sebagai nama. Contohnya seperti, “Persaingan teknologi nuklir antara Korea Utara dengan Amerika Serikat bisa menimbulkan perang dunia selanjutnya.”

9. Penggunaan Untuk Nama Geografi

Huruf kapital digunakan untuk menuliskan huruf pertama dari unsur geografi, termasuk penulisan negara, provinsi, pulau, sungai hingga gunung. Contohnya :

  • Bandung
  • Pulau Seribu
  • Korea Utara
  • Selat Sunda
  • Gunung Semeru
  • Provinsi Kalimantan Selatan
  • Kelurahan Krasak
  • Gang Mawar
  • Jalan Proklamasi
  • Danau Toba

Sebagai catatan, apabila nama geografi tersebut tidak termasuk nama, maka tidak perlu ditulis menggunakan huruf kapital. Contohnya adalah “….dia menyeberangi selat naik kapal.” Huruf kapital juga tidak digunakan untuk nama geografi yang digunakan sebagai nama jenis. Contohnya adalah jeruk bali, petai cina dan kacang bogor.

10. Penggunaan Huruf Kapital Untuk Kenegaraan

Kenegaraan yang dimaksudkan disini adalah penulisan untuk lembaga, organisasi, badan ataupun nama negara. Namun penggunaannya tidak berlaku untuk kata tugas, seperti untuk, dan, ke, dari serta di. Contoh penulisan yang benar :

  • Kerajaan Thailand
  • Dewan Perwakilan Rakyat Indonesia
  • Undang-Undang Hukum Tindak Pidana
  • Ikatan Doktor Gigi Indonesia

11. Penggunaan Untuk Judul Buku dan Sejenisnya

Huruf kapital digunakan untuk huruf pertama dari penulisan nama judul buku, surat kabar, majalah, karangan hingga artikel. Dalam hal ini, penulisan untuk unsur kata ulang sempurna juga ditulis menggunakan huruf kapital. Pengecualian untuk kata tugas, seperti untuk, ke, dan, di, ke dan dari yang posisinya tidak berada di awal kalimat. Contohnya :

  • Andin telah membaca novel Hujan karya Tere Liye.
  • Bambang merupakan seorang wartawan dari Jakarta Post.
  • Rini membuat makalah yang berjudul “Penerapan Asas-Asas Hukum Tindak Pidana.”

12. Penggunaan Untuk Singkatan Gelar

Penggunaan selanjutnya adalah untuk penulisan huruf pertama dari singkatan nama gelar, sapaan atau pangkat seseorang. Dalam penulisannya wajib menggunakan titik(.) di belakang singkatannya. Contohnya :

  • S.Psi. = Sarjana Psikologi
  • Hj. = Hajah
  • K.H. = Kiai Haji
  • Dt. = Datuk
  • Dr. = Doktor
  • Tn. = Tuan
  • Sdr. = Saudara

13. Penggunaan Untuk Kekerabatan

Huruf kapital juga digunakan untuk penulisan huruf pertama dari unsur hubungan kekerabatan, termasuk untuk penulisan kakak, adik, bapak, ibu, paman dan lain sebagainya. Beberapa sapaan lain yang memiliki arti sama juga ditulis menggunakan huruf kapital. Contohnya :

  • “Apakah Kakak hari ini pulang lebih awal?”
  • Wawan bertanya, “Kapan Bapak pulang Bu?”
  • Laporan Saudara sudah kami baca dan segera kami investigasi.

Perlu dicatat bahwa tidak semua sapaan atau pengacuan ditulis menggunakan huruf kapital, ini tergantung dari penggunaannya. Pengecualian untuk kata ganti Anda, wajib ditulis menggunakan huruf kapital. Contoh :

  • Hormatlah kepada bapak dan ibu agar mendapatkan restu.
  • Semua kakak saya telah berkeluarga.
  • Apakah Anda yang kemarin mengirim lamaran pekerjaan?
  • Dimana tempat tinggal Anda?

Dari penjelasan penggunaan huruf kapital di atas dapat disimpulkan bahwa setiap orang harus berhati-hati dan memahami pemakaian huruf kapital yang benar. Kesalahan fatal seperti dalam penulisan gelar ataupun jabatan seseorang bisa menimbulkan masalah.

Leave a Comment