Pelaku Ekonomi

Pada suatu negara, perekonomian negara tersebut dijalankan dan digerakkan oleh berbagai pihak. Pihak yang menjalankan perekonomian dalam negara inilah yang disebut sebagai pelaku ekonomi. Pelaku yang dimaksud bisa dalam bentuk individu atau dalam bentuk organisasi, baik dalam bentuk organisasi swasta dan juga pemerintahan.

Hal itu karena adanya perkembangan ekonomi yang terjadi, baik di dalam maupun di luar negeri dan sistem ekonomi memasuki era persaingan antar negara. Para pelaku ekonomi perlu memiliki pengetahuan lebih untuk dapat meningkatkan kinerja unit usaha yang dimiliki.

Pengertian dari Pelaku Ekonomi

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, pelaku ekonomi adalah individu dan kelompok masyarakat atau organisasi yang terlibat di dalam proses ekonomi baik dalam proses produksi, proses distribusi, maupun proses konsumsi.

Keterlibatan pelaku ekonomi atau economic agents di dalam kegiatan ekonomi merupakan keterlibatan yang saling berkaitan dan saling memengaruhi satu sama lainnya, di dalam suatu perekonomian negara.

Jenis–Jenis serta Peran dari Pelaku Ekonomi

Pelaku ekonomi dapat dikelompokkan menjadi lima jenis, di antaranya adalah rumah tangga, sektor usaha atau perusahaan, badan keuangan, pemerintah, dan dunia internasional. Untuk penjelasan mengenai jenis–jenis pelaku serta dengan perannya masing–masing, berikut ulasannya:

1. Rumah Tangga

Pelaku yang paling sering melakukan aktivitas ekonomi jika dibandingkan dengan pelaku yang lainnya adalah rumah tangga. Hal ini disebabkan setiap rumah tangga atau keluarga membutuhkan produk untuk memenuhi kebutuhan manusia sehari–hari.

a. Peran Rumah Tangga

Pada sistem ekonomi rumah tangga atau dalam kata lainnya merupakan konsumen memiliki dua peran yang bisa dilakukan, yaitu:

  • Peran rumah tangga sebagai konsumen yang menggunakan produk, baik dalam bentuk barang maupun jasa sebagai bentuk dari usaha untuk memenuhi kebutuhan hidup.
  • Peran rumah tangga sebagai penyedia faktor produksi, dalam hal ini misalnya adalah penyedia tenaga kerja, penyedia lahan, penyedia bahan baku, dan penyedia modal atau sebagai pengusaha.

b. Bentuk Pendapatan

Saat menjalankan perannya dalam sistem ekonomi, rumah tangga memiliki keterikatan yang tinggi dengan perusahaan. Rumah tangga atau konsumen bisa mendapatkan pendapatan yang berasal dari perusahaan. Adapun bentuk dari pendapatan tersebut di antaranya adalah:

  • Gaji atau upah sebagai imbalan yang diberikan oleh perusahaan untuk rumah tangga karena telah melakukan pekerjaan.
  • Bunga yang diberikan oleh perusahaan sebagai imbalan kepada rumah tangga, karena telah meminjamkan modal kepada perusahaan tersebut.
  • Sewa atau bayaran yang dilakukan oleh perusahaan terhadap rumah tangga yang telah menyewakan bangunan atau lahan kepada perusahaan untuk dapat melakukan produksi baik barang maupun jasa.
  • Laba adalah bayaran yang diberikan oleh perusahaan kepada rumah tangga sebagai imbalan akan pengorbanan tenaga, pikiran maupun keahlian yang dicurahkan untuk dapat membantu mengelola perusahaan, sehingga perusahaan bisa mendapatkan keuntungan.
  • Hasil penjualan atau imbalan yang diberikan oleh perusahaan kepada rumah tangga sebagai hasil dari menjual bahan baku.

2. Sektor Usaha

Sektor usaha atau perusahaan dalam sistem ekonomi memiliki peran sebagai mata rantai produksi. Adapun untuk peran dari sektor usaha atau perusahaan dalam sistem dan kegiatan ekonomi lainnya adalah:

  1. Sebagai pembeli atau pemanfaat faktor produksi yang ditawarkan oleh rumah tangga, untuk kemudian digunakan dalam kegiatan produksi yang dilakukan misalnya bahan baku, tenaga kerja, dan modal.
  2. Sebagai pengelola yang mengombinasikan beberapa faktor produksi untuk dapat menghasilkan produk, baik yang berupa barang maupun jasa atau dalam kata lainnya sebagai produsen.
  3. Sebagai penjual produk (barang atau jasa) yang dihasilkan oleh rumah tangga, masyarakat, pemerintah, dan lain sebagainya.
  4. Sebagai pengemban tanggung jawab akan kesejahteraan tenaga kerja yang dapat direalisasikan melalui pemberian upah kerja atau gaji di atas Upah Minimum Regional (UMR), keselamatan tenaga kerja, dan kesejahteraan masyarakat sekitar. Hal ini dapat direalisasikan melalui mengurangi dampak limbah perusahaan dan membina masyarakat untuk berdikari yang diatur dalam ketenagakerjaan.

3. Badan Keuangan

Badan atau lembaga keuangan yang dimaksud bukan hanya berupa bank, namun dapat juga berupa pegadaian, koperasi, bursa efek, dan lain sebagainya. Sebagai pelaku ekonomi, badan keuangan memiliki peranan terhadap sistem ekonomi di antaranya:

  1. Sebagai penyalur kredit atau kreditor kepada pihak yang membutuhkan.
  2. Sebagai lembaga yang melakukan pengumpulan dana.
  3. Sebagai lembaga yang menyediakan uang yang diperlukan dalam melaksanakan transaksi keuangan

4. Pemerintah

Pemerintah sebagai pelaku ekonomi memliki peran yang sangat luas. Hal itu karena pemerintah dapat berperan sebagai produsen, konsumen, dan regulator atau pengatur suatu sistem dan kegiatan ekonomi.

Pemerintah ketika melakukan peran sebagai produsen memiliki peran untuk dapat menghasilkan atau memproduksi produk yang berupa barang atau jasa layanan dan bisa ditawarkan kepada masyarakat secara umum. Sebagai contoh, pemerintah melakukan produksi minyak bumi melalui Pertamina, dan produksi listrik yang dijalanan melalui PT. PLN.

Pemerintah dapat berperan sebagai konsumen dalam sistem perekonomian karena pada dasarnya pemerintah masih membutuhkan produk berupa barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhannya, misalnya kebutuhan furniture kantor, kebutuhan alat tulis kantor, atau peralatan elektronik dan alat transportasi.

Dalam menjalankan perannya sebagai pengatur atau regulator dalam kegiatan perekonomian, pemerintah membuat peraturan atau kebijakan yang berkaitan dengan kegiatan perekonomian. Kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah tentu saja harus didasarkan oleh Pancasila dan UUD 1945 juga oleh Garis Besar Haluan Negara yang berlaku pada saat itu.

Kebijakan pemerintah mengenai perekonomian dapat berupa kebijakan fiskal atau yang berkaitan dengan pendapatan dan pengeluaran. Kebijakan moneter yang berkaitan dengan pengedaran uang, dan kebijakan keuangan internasional.

5. Dunia Internasional

Dunia internasional yang dimaksud dalam hal ini adalah seluruh masyarakat yang berada di luar negeri, baik individu, perusahaan maupun pemerintah negara lain. Suatu negara memerlukan pihak asing dalam menjalankan perekonomiannya. Hal ini disebabkan tidak semua negara dapat memproduksi semua hal yang menjadi kebutuhan masyarakatnya.

Hal itu karena adanya perbedaan dalam hal sumber daya, baik sumber daya alam maupun sumber daya manusia, sehingga produksi suatu negara terhadap produk menjadi terbatas. Hal ini jugalah yang mendorong suatu negara untuk menjalin hubungan kegiatan ekonomi. Hubungan perekonomian yang dapat dilakukan oleh suatu negara dengan dunia internasional di antara lainnya adalah:

  1. Melakukan kegiatan perdagangan yang dapat berupa kegiatan ekspor maupun kegiatan impor untuk saling memenuhi kebutuhan yang dimiliki oleh masing–masing negara.
  2. Melakukan investasi dengan melaksanakan peran sebagai kreditur atau pemberi pinjaman, hal itu untuk dapat membiayai pembangunan, baik yang dilakukan oleh pemerintah maupun perusahaan swasta.
  3. Melakukan pertukaran sumber daya manusia atau pertukaran tenaga kerja.
  4. Melakukan investasi sebagai penanam modal.
  5. Memberikan bantuan berupa proyek pembangunan atau kegiatan pelayanan masyarakat

Pelaku ekonomi seperti yang sudah disampaikan sebelumnya memiliki peran penting di dalam sistem perekonomian suatu negara. Anda yang sedang membaca ulasan ini juga merupakan pelaku ekonomi. Maka dari itu, untuk dapat melaksanakan peranan yang dimiliki, Anda harus belajar untuk memahami ilmu ekonomi lebih lanjut lagi.

Tinggalkan komentar