Mobilitas Sosial : Pengertian, Jenis, Karakteristik, Faktor, Saluran, Dampak

mobilitas sosial
mobilitas sosial

Mobilitas Sosial – Dalam kehidupan masyarakat Indonesia terdapat hierarki sosial, dengan adanya hierarki sosial itu diumpamakan sebagai tangga. Ada beberapa individu yang tersebar pada tingkatan tangga tersebut, yang menyebar di setiap bagiannya. Misalnya di bagian atas, bawah, atau tengah yang menuju ke puncak tangga. Individu/kelompok yang berusaha melakukan perpindahan sosial disebut mobilitas sosial.

Sebagian individu berlomba untuk merubah posisi sosialnya serta mencapai puncak hierarki sosial ini dengan cara yang alami. Mereka memiliki tujuannya masing-masing seperti misalnya demi memperoleh pengakuan dari masyarakat, supaya keluarganya lebih dihormati, dan lain sebagainya. Tujuan ini bisa berupa apa saja, tetapi selalu menjadi bagian dari mobilitas tersebut

Pengertian Mobilitas Sosial

Gerak perpindahan baik dari individu, keluarga atau bahkan kelompok masyarakat tertentu dari kelas sosial yang satu ke kelas sosial lainnya, dan dari satu lapisan ke lapisan yang lainnya disebut dengan mobilitas sosial. Bisa juga disebut dengan gerakan pindah yang berupa peningkatan atau penurunan atas status sosial yang ada, dari strata satu ke strata lainnya.

Status sosial ini bisa berupa apa saja, misalnya berupa penghasilan, dan pekerjaan/profesi atau jabatan. Adanya perubahan, peningkatan atau pergeseran dan penurunan status serta peran dari anggotanya disebut dengan mobilitas. Kata mobilitas itu sendiri artinya banyak gerakan dari tempat yang satu ke tempat yang lain, atau mudah dipindahkan.

Sedangkan kata sosial berarti gerakan yang di dalamnya melibatkan individu/kelompok di dalam kelompok sosial masyarakat. Perpindahan ataupun gerak sosial ini memiliki tujuan yaitu untuk memperbaiki kualitas hidup, yang dilakukan oleh individu ataupun kelompok masyarakat. Terdapat kategori pada beberapa kelas dan disebut dengan class system di dalam stratifikasi sosial.

Sistem itulah yang nantinya menempatkan mereka di kelas yang mana, yang sesuai dengan situasi yang ada saat itu. Namun mobilitas secara sosial ini bukan hanya tentang perpindahan posisi supaya tingkatannya lebih tinggi, tetapi ada juga perpindahan sosial pada posisi yang sama.

Istilah di dalam mobilitas dan hierarki sosial ini sangat berhubungan dengan meritokrasi, yang digunakan untuk memperlihatkan bagaimana tipe masyarakatnya masing-masing, dengan pendapatan, kekayaan hingga status sosial yang diperoleh secara kompetitif.

Jenis-Jenis

Ada beberapa jenis atau bentuk di dalam mobilitas sosial tersebut, yang di antaranya yaitu :

1.     Mobilitas Horizontal

Merupakan peralihan dari individu atau sebuah objek sosial dari kelompok yang satu ke kelompok yang lainnya dengan posisi sejajar atau sederajat. Tak ada perubahan apapun di dalam derajat status seseorang atau objek sosial ini dalam kategori mobilitas secara horizontal. Mobilitas ini terjadi dengan sendirinya atau bisa juga terpaksa karena adanya suatu ancaman.

Mobilitas horizontal yang atas dasar keterpaksaan contohnya adalah seorang petani yang pindah ke jenis pekerjaan lainnya karena bidang pertanian terancam kekeringan.

2.     Mobilitas Vertikal

Merupakan perpindahan individu atau objek sosial tertentu dari kedudukan sosial yang satu ke kedudukan sosial yang lainnya yang posisinya tidak sejajar/sederajat. Seseorang yang melakukan mobilitas vertikal bergantung pada kekakuan/keluwesan struktur sosial orang tersebut.

Maka mobilitas vertikal ini dibagi menjadi dua jenis yaitu sosial climbing dan sinking. Sosial climbing merupakan gerak perpindahan status/kedudukan sosial seseorang dari kelas yang rendah ke yang lebih tinggi. Sedangkan sosial sinking adalah perpindahan seseorang dari kelas sosial tertentu ke kelas sosial yang tingkatannya lebih rendah.

3.     Mobilitas Antar Generasi

Pada umumnya jenis mobilitas ini adalah mobilitas yang memiliki lebih dari satu generasi, misalnya generasi ayah dan ibu, anak, cucu dan sebagainya. Perkembangan taraf hidup yang lebih baik atau bahkan turun dalam generasi tersebut, adalah ciri dari mobilitas antar generasi ini.

Perpindahan sosial dari dari generasi yang satu ke generasi yang lainnya, menjadi lebih ditekankan di dalam mobilitas ini.

Karakteristik

Berikut ini beberapa ciri atau karakteristik dari mobilitas secara sosial :

  1. Gerak sosial yang melibatkan individu/kelompok masyarakat.
  2. Perpindahan sosialnya bisa dilakukan dengan cara individual tapi bisa juga berkaitan dengan banyak orang. Contohnya perkembangan secara umum yang memberi pengaruh pada taraf hidup banyak orang.
  3. Struktur sosial di dalam masyarakat akan memengaruhi individu/kelompok sosial dalam melakukan mobilitas secara sosial tersebut.
  4. Perpindahan ini bisa menimbulkan kecemasan atau ketegangan yang kehilangan haknya karena status sosialnya menurun.
  5. Adanya perubahan pada struktur sosial yang juga memengaruhi hubungan antar individu/kelompok.

Faktor

Ada beberapa faktor yang mendorong mobilitas sosial ini, di antaranya sebagai berikut :

1.     Faktor Struktural

Merupakan jumlah yang sifatnya relatif dari kedudukan yang tinggi yang harus dan bisa diisi dan terdapat kemudahan dalam proses meraihnya. Misalnya struktur pekerjaan bagi mereka yang mengandalkan kehidupan ekonominya di bidang pertanian, yang di mana perluasan pekerjaannya hanya menengah ke bawah.

2.     Faktor Individu

Merupakan kualitas seseorang yang ditinjau dari segala segi misalnya tingkat pendidikan, keterampilan secara pribadi, atau penampilan. Misalnya perubahan kemampuan yang dipengaruhi oleh pendidikan serta keterampilan orang tersebut.

3.     Status Sosial

Status sosial yang dimiliki oleh seseorang biasanya berasal dari status sosial orang tuanya. Ketidakpuasan status sosial pada seseorang menjadi dorongan orang itu untuk berupaya lebih keras, dalam mendapatkan status sosial yang lebih baik.

4.     Faktor Ekonomi

Keadaan ekonomi juga bisa menjadi salah satu faktor munculnya perpindahan sosial ini. Contohnya orang-orang yang tinggal di wilayah yang minus akan mendorong mereka untuk hidup di kota besar, untuk mendapatkan kehidupan ekonomi yang lebih baik lagi.

Saluran

Berikut ini beberapa saluran di dalam mobilitas sosial yang memungkinkan setiap individu untuk melakukan perpindahan :

1.     Institusi Pendidikan

Salah satu faktor penting dalam perpindahan ini adalah tingkat pendidikan yang mampu membuat status sosial seseorang mengalami peningkatan. Bukan hanya dalam bidang pendidikan formal tapi juga pendidikan non formal.

2.     Institusi Keagamaan

Beberapa tempat yang sering digunakan untuk kegiatan keagamaan juga akan memungkinkan setiap orang untuk melakukan mobilisasi.

3.     Organisasi Politik

Partai politik juga bisa menjadi salah satu saluran yang digunakan untuk proses perpindahan sosial secara vertikal bagi individu.

Dampak

1.     Dampak Positif

  • Dapat mendorong individu untuk berusaha memperbaiki kehidupannya.
  • Perubahan sosial di masyarakat menjadi lebih cepat dan menjadi lebih maju.
  • Mendorong terjadinya integrasi sosial yang terjadi di masyarakat.

2.     Dampak Negatif

  • Munculnya konflik sosial di antara individu yang di mana kelas dan kelompoknya pun berbeda. Bagi mereka yang memiliki perbedaan pada latar belakang etnisitas, ras, suku dan agama di dalam konflik generasi.
  • Ikatan sosial dengan solidaritas antar kelompok masyarakat menjadi berkurang.
  • Adanya kompetisi yang timpang.
  • Timbulnya gejala psikologis pada individu seperti misalnya ketakutan atau kecemasan.

Segala jenis mobilitas sosial yang dialami oleh setiap individu atau kelompok masyarakat akan bergantung dari upaya mereka sendiri. Hasilnya pada setiap orang tidak sama, begitupun dengan dampak yang terjadi dari perpindahan sosial yang dilakukan orang-orang itu sendiri.

rizki
Manusia biasa yang terus berjuang untuk memperbaiki diri