Keseimbangan Pasar

Ekonomi tidak pernah lepas dari perbincangan masyarakat. Terutama perihal pasar selalu menjadi menu utama dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Keseimbangan pasar merupakan salah satu elemen paling penting untuk dijaga. Dalam ruang lingkup ekonomi mikro, cakupan ini menjadi lebih mendetail seperti ulasan berikut ini.

Apa itu Keseimbangan Pasar

Market equilibrium atau dalam bahasa Indonesia keseimbangan pasar adalah suatu kondisi jumlah barang yang diminta setara dengan jumlah barang penawaran. Tentunya, memiliki batasan harga pada tingkat tertentu.

Ketika di titik tertentu keseimbangan pasar dapat tercapai, maka sudah tidak ada lagi potensi perubahan harga maupun harga yang tetap. Dalam artian, patokan harga merupakan hasil dari harga keseimbangan berasal dari pengaruh permintaan dengan penawaran.

Apabila permintaan pasar lebih kuat dibanding penawaran, secara otomatis akan mengalami kenaikan harga. Sebaliknya, penawaran yang menguat daripada permintaan menyebabkan harga produk turun.

Pada proses tawar-menawar harga, akan tercapainya keseimbangan ketika seorang produsen dan konsumen menyepakati harga. Dalam hal ini, produk berupa barang dan jasa termasuk objek transaksi. Produsen hanya akan menjual produk sesuai harga barang sejenis yang dijual dari kompetitor lainnya.

Fungsi Keseimbangan Pasar

Rupanya ada 2 fungsi utama yang memegang peranan penting terhadap proses pembentukan, lebih detailnya fungsi ini mencakup:

1. Fungsi Permintaan

Fungsi permintaan adalah persamaan menyajikan korelasi dari jumlah barang permintaan terhadap berbagai faktor berpengaruh. Pada fungsi tersebut berlaku hukum permintaan, yakni apabila harga barang meningkat, akibatnya permintaan barang semakin menurun.

Korelasi antara jumlah barang dengan harga dalam pandangan fungsi permintaan ini berbanding terbalik. Maksudnya adalah ketika harga barang menurun, maka permintaan naik dan sebaliknya. Kondisi tersebut mengakibatkan gradien fungsi permintaan selalu menunjukkan negatif.

Namun, saat harga barang pasaran lebih rendah daripada harga keseimbangan harga, maka akan menyebabkan market shortage atau kelebihan permintaan. Jadi, pada kondisi tersebut jumlah barang banyak dibanding jumlah barang yang biasanya ditawarkan dalam harga sehari-hari.

Akibatnya, bagi konsumen menjadi persaingan ketika mencari barang tersebut. Pasalnya, barang yang disediakan produsen terbatas. Lebih lanjut lagi, biasanya menyebabkan pendongkrakan harga agar permintaan dan penawaran tetap seimbang.

2. Fungsi Penawaran

Fungsi penawaran juga bisa dimaknai dengan persamaan suatu hubungan antara jumlah barang dan harga barang penawaran produsen. Kinerja fungsi ini berdasarkan hukum penawaran, yakni adanya kenaikan harga barang diikuti kenaikan jumlah barang. Apabila harga barang turun, maka dengan otomatis terjadi jumlah barang juga turun.

Adapun implementasi dari hukum penawaran menggunakan rumus dari cateris paribus. Hal itu ditemukan beberapa faktor lain yang mampu memengaruhi, tetapi dianggap tetap. Berhubungan dengan hal tersebut, harga dengan jumlah barang akan selalu menciptakan hubungan positif.

Selain itu, dapat juga terjadi kelebihan penawaran yang kondisinya menunjukkan jumlah barang yang ditawarkan lebih dari total permintaan barang. Harga yang ditentukan pun harus sesuai dengan harga pasar pada umumnya. Dalam kondisi ini, konsumen yang membutuhkan atau menginginkan barang berjumlah sedikit.

Proses Pembentukan Keseimbangan Pasar

Tentunya, banyak yang mempertanyakan proses terbentuknya keseimbangan pasar. Secara harfiah, tiap orang dapat melakukan kegiatan ekonomi dengan cara yang berperan sebagai produsen maupun konsumen.

Siapa saja yang berada dipihak produsen, rata-rata akan memimpikan keuntungan maksimal. Sehingga, kebanyakan produsen menetapkan harga barang yang tinggi, tetapi tetap bersaing dengan harga pada pasaran.

Sedangkan, ditinjau dari perilaku konsumen, umumnya menginginkan harga barang terendah dengan kepuasan penggunaan maksimal. Apabila pihak-pihak ini masih mempertahankan keinginan, hal itu akan menyebabkan sulitnya terjadi transaksi jual beli. Oleh karena itu, untuk meredam keinginan dari produsen maupun konsumen dilakukan proses tawar menawar barang.

Tujuan dari tawar-menawar ini berguna untuk memperoleh kesepakatan dari pembeli dan penjual. Setelah memperoleh harga tersebut, diharapkan terjadinya transaksi karena adanya kesepakatan harga. Menurut ilmu ekonomi, kesepakatan harga dapat menjadi cermin dari harga keseimbangan.

Kesepakatan harga dari jumlah barang permintaan dengan jumlah barang ditawarkan, akan terbentuk keseimbangan pasar. Saat hal ini terbentuk, dampak baiknya tidak ada barang yang dijual tersisa dan semua konsumen akan memperoleh barang.

Alhasil, kebutuhan semua pihak dapat terpenuhi. Tidak ada lagi pihak yang menurunkan maupun menaikkan harga dengan alasan cateris paribus. Pembentukan keseimbangan pada pasaran ini biasanya terbentuk seiring dengan harga keseimbangan. Jadi, baik konsumen dan produsen tidak mau menambah maupun mengurangi barang konsumsi.

Harga keseimbangan terjadi pada saat permintaan dengan penawaran setara. Pasar tidak alami kelebihan penawaran maupun permintaan. Ketika keseimbangan ini tercipta, posisi jumlah permintaan akan setara jumlah penawaran. Pada ilustrasi di atas, apabila kondisi keseimbangan pasar dinyatakan matematis yakni:

Permintaan (Demand): Penawaran (Supply)

QD = QS = QE

PD = PS = PE

Pengendalian Harga Pembentukan Keseimbangan Pasar

Di seluruh dunia, kondisi pasar tidak menentu dan sangat sulit diprediksikan. Ternyata ada berbagai faktor yang memengaruhi dan menyebabkan keseimbangan ini sulit terbentuk. Penggunaan asumsi cateris paribus tetap mengakibatkan keseimbangan dan akan dipersempit, meskipun telah mengabaikan beragam faktor lain yang memengaruhi.

Pada transaksi ekonomi, mekanisme pasar akan menentukan harga yang diberlakukan. Oleh karena itu, harga barang dapat mengalami fluktuatif atau terjadi fluktuasi. Adanya fluktuatif harga menyebabkan keseimbangan pasar sulit dibentuk.

Apabila harga terlalu tinggi, hal itu akan menyebabkan kerugian konsumen, sementara harga rendah menyebabkan produsen merugi. Demi menjaga harga tetap stabil, harus diadakan kebijakan ekonomi yang merupakan intervensi dari pemerintah.

Kebijakan ini dapat berupa produk undang-undang, tujuannya supaya harga barang esensial, utamanya bahan pokok tetap terjangkau bagi masyarakat. Apabila ditelusuri kebijakan ekonomi dan peraturan yang dikeluarkan, hal itu dilakukan agar menstabilkan harga. Selain itu, menjadi kontrol atas harga dan perusahaan.

1. Pengendalian Harga Mendasar

Pengendalian harga dasar dikatakan menentukan penentuan batas maksimum dari harga paling rendah. Kebijakan dari pemerintah, biasanya dirilis supaya produsen menjual barang tidak terlalu rendah yang berujung pada kerugian.

Adanya kebijakan tersebut dinilai sebagai upaya pemerintah agar terjadi harmonisasi penawaran dengan permintaan. Selain itu, bagi konsumen juga diharapkan agar permintaan mereka berkurang. Produsen juga dapat memanfaatkan momen tersebut supaya menaikkan harga penawaran barang.

Peningkatan jumlah barang ini dapat menyebabkan kelebihan penawaran yang ujung-ujungnya mengalami surplus. Apabila hal tersebut terjadi, pemerintah biasanya membeli kelebihan barang, menyimpan, dan baru menjualnya lain waktu. Kondisi surplus memungkinkan produsen mengekspor barang.

2. Pengendalian Harga yang Maksimum

Penetapan harga maksimum yaitu harga tertinggi dari barang dan ada batasnya. Penentuan harga penjualan barang maksimum ternyata diperbolehkan dari pemerintah. Adapun campur tangan atau intervensinya dilakukan saat harga barang melonjak naik dan sulit didapatkan konsumen.

Batasan harga maksimum juga wajib dipatuhi para produsen, bukan hanya imbauan semata. Tujuan akhirnya agar stabilitas harga tetap terjaga dan masyarakat tetap dapat menjangkaunya. Pada praktiknya, harga maksimum ini dapat ditentukan dengan mendorong peningkatan permintaan barang.

Sementara, pada sisi lain jumlah penawaran terhadap barang dari produsen akan menurun. Dampaknya dari kelebihan permintaan barang menimbulkan kelangkaan. Apabila hal tersebut terjadi, pemerintah akan menerapkan kebijakan impor sehingga volume produksi barang langka dapat teratasi.

Di dalam sebuah dunia bisnis, Anda tentunya dituntut untuk dapat memahami pasar dengan baik, hal itu dapat Anda prediksi dari kondisi keseimbangan pasar. Bagi Anda yang sedang atau akan berkecimpung di dunia pemasaran, Anda harus mampu membaca pasar dengan hati-hati.

Seberapa manfaat artikel ini untuk Anda?

Tinggalkan komentar