Pengertian Produk

Banyak orang yang sering mendengarkan istilah produk, tetapi tidak mengerti sebenarnya apa sih pengertian produk ini? Umumnya, istilah ini digunakan pada dunia perjual-belian ya. Misalnya, produk fashion. Tetapi lebih dari itu, Anda akan memahami banyak hal tentang produk pada kesempatan kali ini.

Anda tidak akan hanya memahami tentang pengertiannya saja, tetapi hal-hal lainnya yang relevan seperti macamnya dan juga contohnya, supaya Anda semakin paham dan memeroleh manfaat atas artikel ini. Manfaat yang bisa dipetik tersebut baik berupa akademis maupun praktis. Maka, tidak perlu lama-lama lagi berikut ulasannya hehe!

Pengertian Produk secara Umum

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia atau KBBI produk adalah barang atau jasa. Barang atau jasa tersebut dibuat melalui proses produksi dan menjadi hasil akhir untuk kemudian masuk ke proses distribusi. Selain itu, produk juga disebut sebagai hasil kerja. Umumnya, memang produk ini berhubungan erat dengan kegiatan jual beli.

Jika ditilik pada sisi dunia marketing pun tidak jauh berbeda. Istilah ini dianggap merujuk kepada apapun yang mencoba untuk ditawarkan kepada konsumen. Hal ini juga termasuk untuk memuaskan keinginan atau kebutuhan yang dimiliki oleh konsumen.

Pengertian Produk Menurut Para Ahli

Untuk memahaminya dengan lebih baik lagi tentang pengertian produk ini, meninjau tentang istilah produk berdasarkan definisi yang dibuat para ahli di bidangnya akan sangat membantu. Berikut adalah beberapa inti dari definisi para ahli tentang istilah produk:

1. Stanton (1996:222)

Stanton berpendapat bahwa produk adalah aset baik yang terlihat secara nyata atau tidak nyata. Dalam hal ini termasuk dengan kemasan, warna, kualitas harga, dan juga merek. Hal-hal tersebutlah yang menambah nilai atas pelayanan dan juga reputasi kepada para konsumennya.

2. Kotler dan Amstrong (1996:274)

Kotler dan Amstrong mendefinisikan produk sebagai sesuatu apapun yang bisa ditawarkan kepada pasar. Hal ini bertujuan untuk mendapatkan atensi, kemudian dibeli dan akhirnya dikonsumsi. Lebih dari itu, juga tentunya memuaskan kebutuhan dan keinginan pasar.

3. Tjiptono (1999:95)

Tjiptono memandang produk secara konseptual sebagai pemahaman yang subjektif dari para produsen. Pemahaman tersebut terhadap sesuatu yang ditawarkan oleh produsen tersebut untuk mencapai tujuan organisasi atau perusahaan yang dimilikinya. Hal ini dilakukan melalui memenuhi kebutuhan dan juga keinginan pasar berdasarkan kompetensi serta kapasistas yang dimiliki oleh perusahaan.

4. Philip Kotler

Philip Kotler memandang bahwa produk ini adalah suatu hal yang bentuknya bisa berupa barang dan jasa yang dapat ditawarkan kepada pasar, dimiliki, dan dikonsumsi. Produk dapat membuat konsumen merasa puas dan kebutuhannya terpenuhi. Dalam hal ini yang masuk dalam produk termasuk fisik, organisasi, jasa, gagasan, dan orang di dalamnya.

5. Basu Swastha dan Irawan

Basu Swastha dan Irawan memandang bahwa produk sebenarnya adalah suatu yang kompleks. Hal ini termasuk yang bisa diraba maupun tidak. Juga termasuk kemasana, warna, pelayanan, tingkat prestis perusahaan, dan lain sebagainya yang tujuan utamanya adalah memenuhi kebutuhan pasar atau pelanggan.

Jenis-jenis Produk dan Contohnya yang Harus Anda Ketahui

Salah satu kegiatan ekonomi salah satunya yaitu kegiatan produksi dimana dalam produksi ini terdapat pengelompokkan untuk produk. Produk yang ada kemudian dicoba klasifikasikan oleh Phlip Kotler. Phlip menyatakan ada beberapa jenis, yang antara lain adalah sebagai berikut:

1. Produk Konsumsi

Jenis yang pertama adalah seluruh dari produk yang dipergunakan oleh konsumen sebagai end user. Apa maksud dari end user? Maksudnya adalah produk yang ada tidak diperjualkan kembali atau langsung dikonsumsi. Kemudian yang menjadi produk konsumsi sendiri dapat dikategorikan lagi menjadi:

a. Convenience Goods

Jenis pertama ini maksudnya adalah kebutuhan sehari-hari yang akan segera habis jika dipergunakan. Kebutuhan sehari-hari tersebut akan sering dibeli kembali oleh para konsumen, karena untuk memenuhi kebutuhan yang sifatnya adalah mendasar.

Contoh dari produk konsumsi sehari-hari misalnya adalah beras, air minum, sabun mandi, dan lain sebagainya. Tentu itu adalah jenis barang yang cepat habis dan harus segera dibeli kembali.

b. Shopping Goods

Maksud dari barang belanjaan ini adalah produk yang dapat dibeli dengan cara membandingkan antara produk keluaran tertentu dengan produk yang lainnya. Hal ini ditinjau dari spesifikasi, harga, kuantitas, dan juga kualitas di dalamnya. Contoh dari shopping goods ini misalnya handphone, televisi, sepatu, dan lain-lain.

c. Specialty Goods

Artinya adalah produk khusus yang mempunyai kesan mewah dan berbeda dengan barang yang lainnya. Barang ini mendasar kepada konsumen yang mampu melakukan pembayaran dengan nilai uang tidak sedikit. Contoh dari barang-barang ini adalah handphone mewah, sepatu keluaran terbatas, perhiasan, dan barang-barang mewah terbatas lainnya.

d. Unsought Goods

Ini adalah produk yang tidak berada pada jangkauan pandangan konsumen. Bahkan, jika barang tersebut terlihat oleh konsumen, belum tentu dimanfaatkan oleh mereka. Contoh dari unsought goods adalah batu nisan, peti mati, dan lain sebagainya.

2. Produk Industri

Produk industri adalah produk yang berupa bahan mentah atau barang yang dapat diperjualkan kembali oleh produsen. Fungsinya tentu untuk menghasilkan barang baru untuk dijual kepada konsumen. Maka secara sederhana, produk ini adalah terspesialisasi dalam proses produksi. Kemudian, produk industri dibedakan lagi menjadi beberapa jenis antara lain:

a. Materials and Part

Artinya adalah bahan baku dan suku cadang. Contoh dari bahan baku dan suku cadang ini adalah kayu, tepung terigu, benang, komponen kendaraaan, dan masih banyak lagi. Ini kemudian diolah menjadi suatu produk yang semakin memiliki manfaat dan nilai guna kepada konsumen.

b. Capital Items

Memiliki nama lain dalam bahasa Indonesia berupa barang modal. Fungsinya adalah memudahkan untuk produsen melakukan produksi. Barang modal umumnya mempunyai masa pakai yang lama. Contoh dari barang modal ini adalah pabrik, kantor, mesin mesin untuk produksi, komputer perusahaan, dan lain sebagainya.

c. Supplies and Services

Ini artinya adalah perlengkapan serta pelayanan bisnis. Hal ini akan memudahkan pengelolaan produk. Umumnya, hal ini mempunyai daya tahan dengan jangka waktu yang lama. Contoh dari supplies ini misalnya adalah bahan bakar mesin, oli, ATK, dan lain sebagainya.

Bagaimana dengan contoh services? Contohnya antara lain berbagai periklanan produk, perawatan peralatan, konsultasi hukum, dan lain sebagainya. Tak hanya permintaan dan penawaran, baik service dan supplies sangat penting dalam menjalankan proses produksi untuk menjadikan barang atau jasa siap konsumsi atau terima oleh konsumen yang bersangkutan.

Selain dua jenis di atas, Philip juga mengategorikan berdasarkan wujud yakni barang dan jasa. Selain itu juga, daya tahan yang dikategorikan lagi menjadi barang tahan lama dan tidak tahan lama. Dengan pengklasifikasian oleh Philip ini, Anda menjadi tahu bahwa ternyata produk tersebut cakupannya sangat luas dan bukan hanya produk barang saja.

Pengertian produk di atas dan jenisnya telah membuka mata Anda bahwa produk bukanlah sesederhana barang yang dapat Anda beli saja. Lebih dari itu, ternyata produk ada banyak sekali dan sering bersinggungan di kehidupan sehari-hari. Semoga adanya artikel ini memberikan manfaat bagi Anda semuanya.

Tinggalkan komentar