Ekonomi Mikro dan Makro

Ekonomi dapat diartikan sebagai sebuah ilmu yang di dalamnya mempelajari aktivitas manufaktur, penjualan dan juga penerimaan, distribusi baik mengenai barang atau dapat juga berbentuk jasa yang ditawarkan oleh seseorang kepada orang lain. Untuk menjadikan ilmu ekonomi menjadi mudah untuk dipahami, ekonomi dibagi menjadi dua bagian yaitu ekonomi mikro dan makro.

Ekonomi memang luas cakupannya, makada dari itu pada ulasan hari ini, kami akan menjelaskan tentang kedua jenis dari ekonomi saja, baik ekonomi mikro maupun ekonomi makro. Simak ulasannya di bawah ini.

Pengertian Ekonomi Mikro dan Makro

Ekonomi mikro adalah sebuah studi yang difokuskan terhadap perilaku pengambilan keputusan yang dimiliki oleh sebuah individu, rumah tangga maupun perusahaan mengenai alokasi atau penggunaan sumber daya yang dimiliki. Ekonomi mikro bertujuan untuk menemukan faktor yang mendukung pengambilan keputusan juga mengenai dampak pengambilan keputusan itu sendiri.

Pendekatan yang dilakukan pada ekonomi mikro adalah pendekatan bottom-up yang berfokus pada pendekatan jenis ini. selain itu juga, dilakukan pada elemen dasar yang membentuk tiga sektor ekonomi, yaitu sektor pertanian, sektor manufaktur, dan juga sektor jasa. Ruang lingkup ekonomi mikro cenderung lebih kecil jika dibandingkan dengan ruang lingkup ekonomi makro.

Sedangkan, ekonomi makro adalah sebuah studi holistik atau studi secara menyeluruh dengan menggunakan semua aspek yang dapat memengaruhi perbuatan manusia sebagai bentuk pertimbangan terhadap struktur, kinerja, dan juga proses pengambilan keputusan mengenai perekonomian pada tingkat yang lebih besar yaitu tingkat nasional.

Berbeda dengan ekonomi mikro yang menggunakan pendekatan bottom-up, ekonomi makro menggunakan pendekatan top-down yang pendekatannya ini difokuskan untuk dapat memahami dan mengerti inflasi, pengeluaran, pengangguran, Produk Domestik Bruto atau GPD, kebijakan moneter, dan juga kebijakan fiskal atau penerimaan serta pinjaman di tingkat pemerintahan.

Dibandingkan dengan menganalisis ekonomi pada cakupan yang kecil seperti pada individu maupun satu perusahaan tertentu, ekonomi makro ini lebih ke menganalisis secara keseluruhan dan lebih luas seperti industri dan ekonomi.

Perbedaan Ekonomi Mikro dan Makro

Jika kita membahas mengenai perbedaan antara ekonomi mikro dan makro, jawaban mengenai hal tersebut tentu sudah jelas. Meskipun kedua bagian ekonomi tersebut mengeksplorasi mengenai elemen yang sama, namun sudut pandang yang digunakan oleh kedua bagian ekonomi tersebut sangat berbeda. Perbedaan lainnya mengenai kedua bagian ekonomi ini di antaranya adalah:

  1. Ekonomi makro berfokus terhadap individu, rumah tangga dan juga perusahaan, sedangkan ekonomi makro berfokus terhadap perspektif yang lebih luas yaitu pada tingkatan nasional.
  2. Ekonomi mikro menggunakan pendekatan bottom-up, sedangkan ekonomi makro menggunakan pendekatan top-down.
  3. Ekonomi mikro pada penawaran dan permintaannya berdasarkan kepada tren yang sedang terjadi pada pembeli dan penjual, sedangkan penawaran dan pembelian pada ekonomi makro berdasarkan dari siklus ekonomi yang terjadi, misalnya siklus utang baik jangka pendek dan jangka panjang serta siklus bisnis
  4. Komoditas barang yang biasanya terdapat pada lingkup ekonomi mikro adalah produk kebutuhan sehari-hari seperti bahan pangan, sedangkan komoditas barang pada ekonomi makro cakupannya lebih besar dan menyangkut kesejahteraan masyarakat luas
  5. Unit analisis yang biasanya dilakukan pada ekonomi mikro, biasanya adalah permintaan dan penawaran harga, laba rugi dan juga biaya produksi. Sedangkan, untuk unit analisis atau batas dalam perincian ekonomi pada ekonomi makro adalah inflasi, deflasi, dan neraca keuangan.
  6. Tujuan dari analisis yang dilakukan kepada kedua jenis atau bagian dari ekonomi ini juga berbeda, yaitu ekonomi mikro memiliki tujuan analisis untuk merinci perekonomian terkait dengan pengalokasian sumber daya, sedangkan tujuan analisis pada ekonomi makro adalah untuk mengetahui pengaruh dari kegiatan ekonomi pada skala yang luas yaitu skala nasional
  7. Fungsi dari kedua bagian ekonomi ini berbeda, meskipun berada dalam lingkup ekonomi. Ekonomi mikro memiliki fungsi untuk dapat menentukan harga sebuah produk baik barang maupun jasa. Sedangkan, ekonomi makro berfokus terhadap stabilitas untuk kemudian dapat menyelesaikan berbagai macam permasalahan ekonomi.

Ruang Lingkup Ekonomi Mikro dan Makro

Seperti yang sebelumnya sudah kami sampaikan bahwa ekonomi mikro berfokus terhadap hal yang lebih spesifik dan rinci, jika dibandingkan dengan ekonomi makro. Namun, ekonomi mikro tidak hanya mempelajari dan menganalisis mengenai masalah finansial saja. Selain itu, berikut beberapa hal yang juga dibahas di dalam ekonomi mikro:

1. Teori Harga

Teori mengenai harga ini merupakan tahap pertama yang harus dicermati mengenai proses permintaan dan penerimaan produk. Sebelum menentukan harga produk, alangkah baiknya jika dilakukan sebuah riset terkait harga pasar.

Jika harga yang dicantumkan pada produk tidak sebanding dengan harga pasar, konsumen tidak akan tertarik dan lebih memilih untuk membeli produk competitor, sehingga pemasaran produk akan cenderung lebih sulit. Selain memperhitungkan tentang laba yang akan didapat melalui penjualan, jangan lupa untuk selalu mempertimbangkan mengenai kepuasan pelanggan.

2. Teori Produksi

Teori mengenai produksi harus dipikirkan dan ditentukan terlebih dahulu sebelum kita dapat memberikan harga terhadap produk, agar pendapatan akan sesuai dengan pengeluaran yang dilakukan dan juga terhadap persentase laba yang seharusnya didapat dari penjualan produk tersebut.

Agar tidak mengalami kerugian di kemudian harinya, perhitungan mengenai kuantitas dan juga kualitas bahan dasar yang digunakan untuk produksi sebuah produk juga harus diperhatikan dan menjadi hal yang dicermati.

3. Teori Distribusi

Teori distribusi secara garis besar membahas mengenai pengeluaran yang dilakukan oleh badan usaha, misalnya seperti pembagian hasil penjualan dengan partner bisnis, pengeluaran menyangkut gaji karyawan, dan berbagai kebutuhan lainnya yang dilakukan untuk menjalankan dan juga memajukan usaha

Ruang lingkup pada ekonomi makro lebih luas daripada ruang lingkup ekonomi mikro. Hal yang dibahas pada ekonomi makro adalah inflasi dan deflasi, ketersediaan lapangan pekerjaan dan tingkat pengangguran, dan juga beberapa hal lainnya. Kebijakan yang dibahas di dalam ekonomi makro di antaranya adalah:

4. Kebijakan Fiskal

Kebijakan ini mengatur pendapatan juga pengeluaran dari suatu negara. Pendapatan negara dapat berasal dari pajak dan juga nonpajak misalnya denda, lelang, dan juga gratifikasi. Sedangkan, pengeluaran biasanya mencakup kegiatan impor. Kegiatan impor yang biasanya dilakukan oleh negara mengenai kebutuhan pokok seperti beras, gandum, dan lain–lain.

5. Kebijakan Segi Penawaran

Kebijakan ini berfungsi untuk membuat neraca keuangan menjadi stabil. Hal ini dilakukan untuk menekan anggaran produksi semaksimal mungkin, namun memastikan bahwa kualitas produk yang dihasilkan tetap tinggi. Biasanya, kebijakan segi penawaran ini dipakai atau digunakan satu tahun sekali setiap tanggal 1 Mei atau pada hari buruh.

6. Kebijakan Moneter

Kebijakan moneter memiliki fungsi unuk dapat mengukur keuangan yang dikeluarkan oleh bank sentral terhadap masyarakat. Jika perputaran uang di masyarakat semakin banyak, harga produk akan lebih tinggi karena tingkat inflasi juga meningkat. Sedangkan, jika perputaran uang di masyarakat rendah, maka harga barang relatif akan turun atau terjadi deflasi

Untuk mempelajari mengenai ekonomi, Anda harus menguasai kedua bagian dari ekonomi yaitu ekonomi mikro dan makro. Hal itu karena Anda akan mendapatkan wawasan mengenai perencanaan keuangan melalui ekonomi mikro dan Anda dapat menganalisis keadaan finansial negara dengan ekonomi makro.

Seberapa manfaat artikel ini untuk Anda?

Tinggalkan komentar