Permintaan dan Penawaran

Dalam perekonomian dunia tentunya selalu mengalami kenaikan harga dari segi kebutuhan bahan pokok. Kenaikan ini dapat terjadi menjelang perayaan hari raya berbagai agama. Paling seringnya kenaikan harga gas elpiji 3 kg, bahkan kerap kali mengalami kelangkaan. Hal tersebut terjadi karena pengaruh meningkatnya permintaan dan penawaran yang tidak seimbang.

Apabila dikaitkan dengan teori ekonomi, dapat digambarkan menjadi hubungan calon pembeli dengan penjual produk barang maupun jasa. Semakin tinggi permintaan dari barang, menyebabkan kelangkaan sehingga berdampak pada harga barang bertambah mahal.

Permintaan dan Penawaran

Secara harfiah, harga dari komoditas barang merupakan hasil interaksi penawaran dan permintaan dalam pasar. Harga tersebut dinamakan harga keseimbangan, pasalnya mewakilkan kesepakatan konsumen dengan produsen.

Jika ditinjau dari aspek perekonomian sebuah negara, permintaan dan penawaran menjadi dasar penentuan harga. Selain itu, didukung dari kuantitas barang yang terjual di pasaran. Dalam permintaan maupun penawaran memiliki peranan terpenting dalam dunia ekonomi. Hal inilah menjadi analisis ekonomi mikro, serta titik tolak semua model dan teori ilmu ekonomi.

1. Permintaan

Permintaan atau demand yakni jumlah keseluruhan dari barang dan jasa yang akan dibeli konsumen. Penjual biasanya mengambil antisipasi kelangkaan barang dengan kenaikan harga. Tujuannya untuk menekan minat atau ketertarikan konsumen terhadap suatu barang.

Pada kondisi seperti ini pihak paling diuntungkan adalah pengusaha karena perolehan laba lebih besar. Meskipun, pengusaha juga mengalami kerugian akibat kurang mampu menyediakan stok pada jumlah tertentu. Hal tersebut dikenal dengan permintaan produk.

2. Penawaran

Sementara itu, penawaran atau supply maksudnya jumlah barang ditawarkan kepada konsumen. Dalam penawaran oleh produsen ini menyajikan tingkat harga dan waktu khusus. Hukum penawaran mengatakan bahwa nilai harga yang semakin mahal menyebabkan jumlah penawaran juga bertambah banyak.

Jenis Permintaan

Faktanya, jenis permintaan dikategorikan berasal dari dua faktor, yakni daya beli dan angka permintaan. Detail dari jenis permintaan adalah sebagai berikut :

1. Daya Beli Konsumen

Permintaan terhadap produk barang dan jasa dapat terbagi berdasarkan daya beli dari konsumen. Dari sinilah ditemukan 3 jenis permintaan.

  1. Permintaan efektif, merupakan sejumlah permintaan yang dibarengi daya beli dari konsumen dan pembelian telah dilakukan.
  2. Permintaan potensial, merupakan sejumlah permintaan barang atau jasa disertai dengan daya beli. Namun belum bisa dilakukan atau dilakukan pada masa mendatang.
  3. Permintaan absolut, yakni suatu permintaan barang dan jasa namun tidak disertai adanya daya belidari konsumen. Permintaan satu ini lebih condong menjadi khayalan atau angan-angan semata.

2. Jumlah Permintaan

Berdasarkan jumlahnya permintaan terbagi dua jenis, antara lain:

  1. Permintaan individu, merupakan permintaan atas produk dari perorangan terhadap barang dan jasa tertentu.
  2. Permintaan pasar, merupakan hasil penjumlahan seluruh permintaan dari individu dihitung kolektif terhadap barang maupun jasa tertentu.

Jenis Penawaran

Jenis penawaran juga terbagi dua macam, yakni penawaran individual dan penawaran pasar. Pada penawaran individu atau perorangan diartikan sebagai jenis penawaran dilakukan produsen atas barang maupun jasa dengan harga tertentu.

Penawaran individu tersebut merupakan proses tawar menawar yang lebih luwes karena dilakukan secara per orangan. Sedangkan, penawaran pasar terbentuk dari total keseluruhan penawaran atas barang dan jasa pada harga tertentu. Biasanya, pada penawaran pasar tersebut sangat sulit tawar menawar, tetapi produsen menyediakan program diskon untuk menarik pembeli.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Permintaan

Pada dunia ekonomi ada permintaan dan penawaran yang menjadi faktor penting. Tenyata, berikut ini beberapa faktor memengaruhi dari permintaan suatu barang dan jasa. Faktor-faktor inilah yang mampu memprediksikan adanya turun naik harga. Terutama, permintaan tersebut dapat menelisik risiko inflasi. Berikut berbagai faktor mempengaruhi permintaan:

1. Harga Barang Itu Sendiri

Ketika harga barang semakin rendah, secara langsung permintaan barang ini semakin bertambah. Begitu juga sebaliknya, harga barang semakin tinggi menyebabkan permintaan juga menurun. Namun, tetap saja harga barang tersebut harus selalu dijaga agar tidak mengalami kelonjakan penurunan dan kenaikan harga.

2. Ketersediaan dan Perubahan Harga

Hal ini sering terjadi pada barang yang mudah langka. Umumnya, dapat dilakukan barang pengganti atau pelengkap karena harga cenderung lebih murah. Hal itu bertujuan supaya permintaan barang pokok berkurang. Namun, jika harga barang pengganti ini naik, maka permintaan barang di atasnya juga mengalami kenaikan harga.

3. Tingkat Pendapatan

Adanya daya beli konsumen bersumber dari tingkat pendapatan atau gaji yang diterima. Ketika pendapatan besar, umumnya pengeluaran maupun kebutuhan seseorang terhadap barang akan meningkat pula.

4. Selera Konsumen

Selera konsumen maupun kebiasaan memengaruhi permintaan dari suatu produk. Semakin tinggi selera konsumen akan produk tertentu, otomatis permintaan barang tersebut pun meningkat pula. Hal tersebut umumnya dirasakan oleh konsumen barang-barang mewah.

5. Jumlah Penduduk

Ternyata, jumlah penduduk selalu memengaruhi tingkat permintaan sepanjang masa. Semakin besar jumlahnya pada suatu daerah, maka kebutuhan terhadap barang tertentu akan meningkat. Jadi, jangan heran jika daerah padat penduduk banyak toko-toko berjualan.

6. Perkiraan Harga Masa Mendatang

Ada juga faktor dari perkiraan harga masa depan atas barang tertentu yang akan memengaruhi harga produk. Jadi, bagi orang yang menyadarinya akan memberi produk tersebut sesegera mungkin. Tujuannya agar dapat menghemat uang belanja di masa depan.

Faktor-faktor Mempengaruhi Penawaran

Sama halnya pada permintaan, penawaran juga dipengaruhi oleh faktor-faktor tertentu, antara lain:

1. Harga Barang Itu Sendiri

Biasanya, produsen yang memproduksi barang dan jasa yang mahal akan membuat banyak penawaran. Pasalnya, harga barang dipengaruhi dari permintaan konsumen, kualitas, dan target pasar yang telah dibidik.

2. Ketersediaan dan Perubahan Harga

Faktor yang satu ini biasanya terjadi pada barang pelengkap maupun barang pengganti. Misalnya, harga barang “A” yang sangat mahal dibanding barang “B”. Jadi, penawaran produsen jatuh pada barang “A” yang dianggap menguntungkan.

3. Biaya Produksi dan Teknologi

Saat memproduksi barang, para produsen juga memerlukan biaya produksi. Terutama barang produksi yang membutuhkan mesin berteknologi tinggi, agar mempercepat proses produksi. Dari sini diambil kesimpulan ketika biaya-biaya tersebut meningkat, maka harga barang menjadi naik.

Dalam praktiknya, beberapa produsen mencoba mengurangi jumlah produksi. Sehingga, jumlah penawaran terhadap barang mengalami pengurangan. Adapun penggunaan mesin teknologi membuat ongkos produksi bertambah murah. Akibatnya, hasil produksi meningkat dan mampu memenuhi kebutuhan pasar.

4. Jumlah Produsen

Banyaknya jumlah produsen akan memengaruhi penawaran barang. Bisa saja jumlah barang diperbanyak karena kebutuhan konsumen meningkat, biasanya dilakukan oleh perusahaan super power. Namun, bagi perusahaan baru umumnya, jumlah barang yang ditawarkan masih sedikit dan disesuaikan kondisi pasar.

5. Pajak dari Pemerintah

Ada pula kewajiban pajak dari pemerintah yang wajib dibayarkan perusahaan. Apabila beban pajak atas barang besar, maka dampaknya jumlah barang ditawarkan menjadi semakin rendah. Kondisi ini juga berlaku sebaliknya.

Permintaan dan penawaran barang harus berkesinambungan, agar tidak terjadi ketimpangan aspek ekonomi dan pasar. Dalam hal ini pemerintah juga memegang peranan agar pasar tetap seimbang. Semoga ulasan diatas bermanfaat.

Tinggalkan komentar