Pengertian Tanah: Konsep, Proses, Faktor, Komponen & Fungsi

Secara umum, tanah merupakan salah satu aset terpenting bagi orang di seluruh dunia. Tanah juga memiliki peran yang sangat vital bagi kehidupan semua makhluk di bumi. Mengapa? Sebab tanah mendukung kehidupan tumbuhan sebagai penopang akar sekaligus menyediakan hara dan air.

Tumbuh-tumbuhan tersebut akhirnya dijadikan sumber makanan oleh hewan dan manusia. Oleh karena itu, tanah disebut juga sebagai sumber daya tanpa biaya produksi. Tapi, tahukah Kamu apa itu pengertian tanah secara mendalam? Ini dia penjelasan lengkapnya

Pengertian Tanah

Tanah adalah bagian mana pun dari permukaan bumi yang tidak tertutup oleh air dan terdiri dari beberapa lapis, termasuk mineral dan bahan organik.

Konsep Tanah

Dalam keilmuan Kimia dan Geologi, konsep tanah adalah sebagai sumber hara yang dapat diserap oleh tumbuh-tumbuhan, sebagai pijakan bumi, sebagai mantel batuan yang lapuk, dan sebagai sistem 3 fase yang terdiri dari cairan, padatan, dan gas.

Proses Terbentuknya Tanah

Kamu mungkin sering bertanya-tanya, bagaimana ya tanah terbentuk? Ini dia 4 tahapan terbentuknya tanah.

  1. Pelapukan batuan: tanah terbentuk terus menerus dari kerusakan batuan secara bertahap melalui pelapukan. Pelapukan ini bisa merupakan proses fisik, kimia atau biologis.
  2. Proses pelunakan struktur: setelah menjadi rempahan batuan, selanjutnya rempahan keras akan menjadi lunak karena air dan udara.
  3. Proses tumbuhnya tumbuhan perintis: setelah struktur batuan melunak, maka tumbuhan perintis mulai tumbuh nih. Fyi, tumbuhan perintis adalah tumbuhan seperti lumut tapi lebih besar, yang akarnya dapat masuk ke dalam batuan lunak dan membuatnya terpecah menjadi serpihan yang sangat-sangat kecil.
  4. Proses penyuburan: tanah yang awalnya hanya mengandung mineral akan menjadi subur ketika mengalami pelapukan organik yang berasal dari hewan atau tumbuhan yang mati.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Produktivitas Tanah

Meskipun mengalami proses pembentukan yang sama, tapi berbagai bidang tanah bisa berbeda dalam hal kualitas atau produktivitas lho. Tahu kenapa? Karena ada fakto-faktor yang mempengaruhinya, yaitu:

1. Faktor Alam

Faktor-faktor alam seperti jenis tanah, iklim, curah hujan, topografi dan sifat garis pantai menentukan apakah tanah menghasilkan kualitas atau produktivitas banyak atau sedikit. Tanah berpasir dan iklim kering cenderung tidak produktif. Sementara tanah aluvial, iklim yang baik, dan curah hujan yang tepat waktu dapat menghasilkan tumbuhan yang subur.

2. Faktor Manusia

Sadar atau tidak, manusia termasuk makhluk yang tidak mudah menyerah pada alam lho. Jika alam tidak sedang dalam keadaan baik, maka manusia akan ‘berkelahi’ dan mencoba menaklukkannya. Eits, tapi ini ‘berkelahi’ dalam arti positif kok, hehe. Memang ada? Ada dong?

Misalnya nih, jika curah hujan sedikit, manusia akan membawa air kanal untuk membasahi tanah. Dan jika tanah tidak subur atau kurang dalam sifat-sifat tertentu, kualitas tanah dapat ditingkatkan dengan menambahkan pupuk, baik kompos maupun kimia. Jadi, manusia memainkan peran penting dalam memperbaiki kekurangan alam dan berkontribusi pada produktivitas tanah. Setuju, kan?

3. Faktor Situasi

Bukan hanya situasi dompet Kamu nih yang penting. Situasi tanah juga sangat penting lho, hehe. Misalnya, tanah subur yang terletak di sudut terpencil dan jauh dari pemukiman akan lebih jarang diperhatikan dan tidak digarap.

Mengapa? Karena biaya transportasi dan produksinya lebih mahal. Sedangkan tanah-tanah yang meskipun tidak begitu subur tapi dekat dengan perkotaan atau rumah-rumah penduduk, tentu akan lebih banyak dimanfaatkan.

Komponen Penyusun Tanah

Tanah terdiri dari beberapa komponen yang membentuk satu kesatuan yang utuh sehingga menghasilkan bagian baru yang lebih kuat. 5 komponen dasar tanah adalah sebagai berikut:

1. Mineral

Komponen tanah terbesar adalah mineral, di mana volumenya adalah 45-49%. Mineral ini berasal dari 2 mineral utama, yaitu primer dan sekunder. Mineral primer adalah bahan-bahan tanah yang mirip dengan bahan induk dari mana mereka terbentuk, misalnya pasir dan lanau.

Sedangkan mineral sekunder adalah hasil dari pelapukan mineral primer dan membentuk mineral baru yang lebih stabil, misalnya tanah liat.

2. Air

Air membentuk sekitar 2-50% dari volume tanah. Air berperan penting untuk mengangkut nutrisi ke tanaman dan organisme tanah. Juga, untuk memfasilitasi dekomposisi biologis dan kimia. Kapasitas tanah untuk menampung air sangat tergantung pada tekstur tanah. Semakin banyak partikel dalam tanah, semakin banyak air yang bisa ditahan oleh tanah.

3. Bahan Organik

Bahan organik ditemukan di tanah pada tingkat 1- 5%. Bahan organik berasal dari tumbuhan dan hewan yang mati dan karena itu memiliki kapasitas tinggi untuk dipegang dan / atau menyediakan unsur-unsur penting untuk pertumbuhan tanaman. Tanah dengan bahan organik tinggi juga memiliki kapasitas pertukaran kation tanah tinggi, dan oleh karena itu menjadi paling produktif untuk pertumbuhan tanaman.

4. Udara

Udara menempati ruang di dalam tanah sekitar 2-50%. Udara sangat penting untuk respirasi akar tanaman dan mikroba, yang berarti mendukung pertumbuhan tanaman. Karbon dioksida dan nitrogen juga penting untuk fungsi makhluk bawah tanah seperti bakteri pengikat nitrogen.

5. Mikroorganisme

Mikroorganisme adalah elemen dasar terakhir dari tanah dengan jumlah kurang dari 1% dari volume tanah. Perkiraan umum adalah satu bidang tanah yang penuh dengan tanah lapisan atas dapat menampung lebih dari 20.000 organisme mikroba. Nah, yang terbesar dari organisme ini adalah cacing tanah dan nematoda, sedangkan yang terkecil adalah bakteri, aktinomisetes, ganggang, dan jamur.

Mikroorganisme ini berperan sebagai pengurai utama bahan organik mentah. Pengurai kemudian menggunakan bahan organik, air, dan udara untuk mendaur ulang bahan organik mentah menjadi humus yang kaya akan nutrisi untuk pertumbuhan tanaman.

Fungsi Tanah

Ini dia 8 peran umum yang dimainkan oleh tanah:

  • Tanah menjadi tempat untuk hidup semua penduduk bumi. Bayangkan jika bumi ini hanya diisi oleh air dan udara, pasti Kamu tidak punya tempat untuk membangun rumah dan memijakkan kaki, bukan?
  • Tanah memodifikasi atmosfer dengan memancarkan dan menyerap gas (karbon dioksida, metana, uap air, dan sejenisnya) dan debu.
  • Tanah menyediakan habitat bagi hewan yang hidup di tanah (seperti groundhogs dan tikus) dan untuk organisme (seperti bakteri dan jamur).
  • Tanah menyerap, menahan, melepaskan, mengubah, dan memurnikan sebagian besar air dalam sistem terestrial.
  • Tanah memproses nutrisi daur ulang, termasuk karbon, sehingga makhluk hidup dapat menggunakannya berulang-ulang.
  • Tanah berfungsi sebagai media rekayasa untuk pembangunan pondasi, jalan, bendungan, bangunan, serta menghancurkan limbah dari manusia.
  • Tanah sebagai bahan dalam konstruksi dan seni. Misalnya untuk membangun rumah, membuat gerabah tanah liat, dll.
  • Tanah organik, terutama gambut, berfungsi sebagai sumber bahan bakar yang signifikan.

Setelah membaca artikel ini, sekarang Kamu jadi lebih memahami tentang pengertian tanah dan segala hal yang berhubungan dengannya, bukan? Karena tanah telah memberikan banyak hal untuk Kamu, maka menjaga kesuburan tanah adalah hal wajib yang harus Kamu lakukan ya.

Seberapa manfaat artikel ini untuk Anda?

Tinggalkan komentar