Klasifikasi Makhluk Hidup

Alam semesta yang luas ini memiliki banyak spesies makhluk hidup yang beraneka ragam. Termasuk manusia, ada banyak spesies lain yang tak terhitung jumlahnya. Untuk membedakannya, dibutuhkan klasifikasi makhluk hidup sebagai ilmu atau disiplin yang mengatur hal tersebut.

Pengertian Klasifikasi Makhluk Hidup

Klasifikasi Makhluk Hidup berarti pengelompokkan makhluk hidup berdasarkan golongan atau unit yang lebih spesifik.

Tujuan Klasifikasi Makhluk Hidup

Pengelompokkan atau klasifikasi tersebut bertujuan untuk:

  • Mempelajari makhluk hidup yang sangat banyak jenisnya, beraneka ragam sehingga mudah dipelajari oleh orang-orang.
  • Orang-orang bisa membedakan makhluk hidup yang satu dengan yang lainnya
  • Mengetahui hubungan kekerabatan makhluk hidup. Dengan menggunakan klasifikasi, maka kita bisa mengenali ciri suatu makhluk hidup akan punya hubungan kekerabatan dengan makhluk hidup lain.
  • Penyederhanaan objek studi untuk para siswa di bidang akademis. Ciri makhluk hidup yang berbeda dapat dikelompokkan secara lebih mudah dengan adanya klasifikasi ini.
  • Sebagai sarana pemberian naman suatu spesies makhluk hidup yang baru ditemukan (belum memiliki nama spesies).

Tingkatan Klasifikasi Makhluk Hidup

Ilmuwan bernama Carolus Linnaeus membagi tingkatan klasifikasi makhluk hidup ini menjadi 7 tingkatan. Tingkatan ini dibagi berdasarkan tingkatan paling umum hingga paling khusus atau spesifik.,

  • Kingdom, atau juga disebut Regnum yakni tingkatan paling tinggi pada klasifikasi makhluk hidup. Sebagai contoh, secara umum hewan akan masuk kingdom animalia, dan tumbuhan akan dikelompokkan ke kingdom plantae.
  • Filum atau Divisio, adalah tingkat klasifikasi kedua di bawah Kingdom. Pengelompokkan filum dibedakan berdasarkan ciri-ciri umum. Misalnya dari Kingdom Animalia, pada filum Arthropoda, yakni pengelompokkan hewan berdasarkan ciri memiliki kaki berbuku-buku. Contoh yang termasuk filum Arthropoda adalah Laba-laba. Kemudian filum mollusca dan lain sebagainya.
  • Kelas, yakni tingkatan klasifikasi yang lebih spesifik ketimbang Filum. Pengelompokkan ini memiliki kriteria yang lebih mendetail agar makhluk hidup dimasukan dalam satu kelas. Misalnya Filum pada tumbuhan, Spermatophyta (tumbuhan berbiji) dibagi lagi menjadi dua kelas yakni tumbuhan biji keping satu (Monocotyledonae) dan tumbuhan biji keping dua (dicotyledonae). Sementara untuk hewan, kelas mamalia dibagi lagi menjadi Harimau, sapi, kambing dan lain-lain.
  • Ordo, klasifikasi yang tepat di bawah kelas. Langsung saja kepada contoh yakni jika pada hewan, penamaan ordo berdasarkan jenis makanan yakni herbivora (pemakan tumbuhan), karnivora (pemakan daging) dan omnivora (pemakan segala)
  • Famili, tingkatan yang lebih spesifik lagi di bawah Ordo. Bila kita sering mendengar, maka istilah pengelompokkan pada family ini adalah kerabat. Pada tanaman, misalnya adalah family Rosaceae (kerabat mawar). Lalu pada hewan misalnya terdapat kerabat Felidae (kerabat kucing).
  • Genus, yakni tingkatan yang biasanya diberi nama dengan dua kata, kata pertama dicetak dengan huruf kapital, penulisannya pun dicetak miring. Dalam Bahasa Indonesia, genus juga disebut dengan marga. Misalnya hewan aves dan lain sebagainya.
  • Spesies, adalah tingkatan terakhir dalam pengelompokan makhluk hidup Berbicara spesies, maka sudah berbicara individu. Spesies melakukan perkawinan dengan jenisnya untuk menghasilkan keturunan fertil. Untuk penamaan, spesies terdiri dari dua kata. Kata pertama merujuk pada genus, kemudian kata kedua adalah spesiesnya.

Sistem Klasifikasi Makhluk Hidup

Beberapa sistem klasifikasi dipakai yakni dua, tiga, empat kingdom.

1. Sistem Klasifikasi 2 Kingdom

Sistem ini diperkenalkan oleh Aristoteles. Makhluk Hidup hanya dibagi menjadi dua kingdom besar yakni Kingdom Animalia (hewan) dan Kingdom Plantae (tumbuhan). Tumbuhan adalah makhluk hidup yang bisa membuat makanan sendiri dengan ciri-ciri berklorofil untuk melakukan fotosintesis. Dan berdinding sel. Contoh tumbuhan yaitu pohon mangga.

Sementara Kingdom Animalia, adalah makhluk hidup dengan ciri-ciri tidak dapat membuat makanan sendiri, memiliki kemampuan bergerak aktif, dan tidak memiliki dinding sel. Spesies manusia termasuk dalam kingdom animalia menurut beberapa pengelompokkan karena ciri-cirinya secara umum mirip. Perbedaan sel tumbuhan dan hewan akan dibahas lebih lanjut.

2. Sistem Klasifikasi 3 Kingdom

Sistem 3 Kingdom digunakan untuk mengelompokkan makhluk hidup menjadi 3 kingdom, yakni Animalia, Plantae dan Monera. Ilmuwan asal Jerman, Ernst Haeckel menjadi uyang perdana memperkenalkan sistem ini tepatnya pada tahun 1886. Pengelompokkan makhluk hidup menjadi 3 kingdom memudahkan untuk studi karena Monera juga memiliki ciri-ciri yang khas.

Kingdom Monera adalah makhluk hidup dengan ciri-ciri memiliki inti sel prokariot (tidak berselubung), tubuhnya multiseluler dan ukurannya mikroskopis. Ciri khas ini berbeda dengan makhluk hidup di kingdom Animalia dan Plantae. Dua contoh yang bisa menggambarkan kingdom monera adalah ganggang biru dan bakteri.

3.  Sistem Klasifikasi 4 Kingdom

Sistem klasifikasi makhluk hidup terus berkembang, termasuk penambahan hingga dibagi menjadi 4 kingdom. Pada 1958, ilmuwan Robert Whittaker merevisi penemuan sebelumnya miliki Ernst Haeckel. Ia menambahkan kingdom Fungi (jamur) dan membuat sistem klasifikasi 4 kingdom yang terdiri dari Animalia, Plantae, Monera dan Fungsi.

Penambahan Kingdom Fungi ini didasarkan oleh penemuan inti sel di dalam organel sel yang berkembang di bidang Biologi. Selain makhluk hidup di Kingdom Monera yang memiliki inti sel prokariotik, ada juga makhluk hidup yang inti selnya eukariotik (berselubung). Contoh dari kingdom Fungi adalah keluarga jamur-jamuran.

4.  Sistem Klasifikasi 5 Kingdom

Perkembangan tidak terhenti pada sistem klasifikasi 4 kingdom. Ada lagi penambahan dalam klasifikasi yakni pada tahun 1969 karena Ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin bagus. Ilmuwan yang memperkenalkan sistem klasifikasi 5 Kingdom adalah Robert H Whittaker. Selain Kingdom Animalia, Plantae, Monera, dan Fungi, ada penambahan yakni Kingdom Protista.

Sebenarnya kingdom Protista ini mirip dengan kingdom monera. Namun mereka dianggap memiliki ciri unik, dibedakan oleh membran intinya. Protista dibedakan menjadi 3 yakni Protista mirip hewan (biasa disebut protozoa), Protista mirip tumbuhan (Ganggang) dan Protista menyerupai jamur (misalnya adalah Mycota).

5.  Sistem Klasifikasi 6 Kingdom

Beberapa tahun berselang dari sistem klasifikasi milik Robert Whittaker, tepatnya pada 1977 ilmuwan asal Amerika Serikat, Carl Woese memperkenalkan sistem klasifikasi 6 kingdom. Ada beberapa perubahan dalam sistem pengelompokkan ini, yang terdiri dari Kingdom Animalia, Kingdom Plantae, Kingdom Protista, Kingdom Mycota (Jamur), Kingdom Eubacteria dan Kingdom Archaebacteria.

Perubahan ini didasari oleh penemuan Monera Archaebacteria yang terdapat di Samudra yang memiliki ciri-ciri berbeda dibanding Monera lainnya. Carl Woese pun memecah Kingdom Monera menjadi dua yakni Kingdom Eubacteria dan Archaebacteria. Banyak juga anggapan yang menyatakan bila Kingdom Monera tak perlu dibagi lagi karena Eubacteria dan Archaebacteria sudah masuk ke dalamnya.

6.  Sistem Klasifikasi 7 Kingdom

Sistem Klasifikasi 7 kingdom bisa dibilang adalah sistem pengelompokkan terbaru yang dirilis pada 1998 oleh ilmuwan bernama Cavalier-Smith. Sistem klasifikasi 7 kingdom terdiri dari Kingdom Animalia, Kingdom Plantae, Kingdom Protista, Kingdom Mycota, Kingdom Eubacteria, Kingdom Archaebacteria dan Kingdom Chromista.

Kingdom baru bernama Chromista ini merupakan pengelompokkan yang menyatukan beberapa kingdom fungi dan kingdom Protista. Contoh anggota Chromista adalah Bacillariophyta Xanthophyta, dan Oomycota. Klasifikasi 7 Kingdom ini lebih detail dan menyempurnakan sistem klasifikasi makhluk hidup sebelumnya,

Itulah pengelompokkan atau klasifikasi makhluk hidup yang telah kita pelajari. Pengelompokkan tersebut dimaksudkan agar semakin mudah untuk mengenali jenis-jenis makhluk hidup berdasarkan cirinya.

Tinggalkan komentar