Jaringan Tumbuhan

Jaringan Tumbuhan – Apa yang terlintas di pikiran jika mendengar kata jaringan? Lebarnya jaring ikan nelayan atau luasnya jaringan telefon seluler? Bisa jadi keduanya ya, semua punya pendapatnya masing – masing mengenai jaringan. Berbeda dengan jaringan tumbuhan yang punya arti dan kajiannya tersendiri. Kamu mungkin sempat atau akan mendengarnya saat belajar ilmu Biologi.

Apakah benar ada jaringan dalam batang tumbuhan? Tentu iya. Jika tidak, tumbuhan tidak akan pernah jadi tumbuhan utuh. Kali ini serba serbi jaringan pada tumbuhan akan tuntas dibahas. Mulai dari pengertiannya, fungsi, jenis dan cara kerjanya. Karena jaringan merupakan suatu kajiian yang kompleks banyak yang sulit memahaminya. Padahal itu tidak benar lho. Yuk, siap – siap jadi ahli tumbuhan.

Pengertian Jaringan Tumbuhan

Jaringan tumbuhan adalah kumpulan sel yang menempati seluruh bagian tumbuhan. Tentu saja keberadaan jaringan ini hanya ada pada tumbuhan. Yang menarik, sel – sel ini memiliki kelompoknya tersendiri. Setiap kelompok memiliki kesamaan bentuk termasuk strukturnya, manfaat hingga warna lho.

Sel – sel inilah yang bertanggung jawab atas pertumbuhan dan perkembangan pada suatu tumbuhan. Contohnya, pertumbuhan pohon mangga. Dari ukuran sangat kecil sampai menjadi pohon rindang berbatang besar dan berbuah. Sel akan terus aktif berdiferensiasi untuk menunjang hal tersebut hingga akhirnya pohon mati.

Apa Fungsi Jaringan Tumbuhan?

Setelah tau pengertiannya, tentu harus tau fungsinya juga dong. Ternyata salah fungsinya yaitu sebagai tempat penyimpanan berbagai zat yang dibutuhkan tumbuhan. Namun, harus diketahui bukan hanya itu satu – satunya fungsi jaringan. Ada banyak fungsi lain tergantung pada jenisnya jaringannya. Sejauh ini ada 5 jenis utama jaringan.

Ada beragam jenis jaringan dan letaknya juga berbeda – beda. Karena memiliki fungsi vital dalam kehidupan tumbuhan maka keberadaannya juga tersebar. Ragam jenis ini saling berkaitan, memiliki fungsi yang saling berkesinambungan. Lalu apa saja jenis – jenisnya?

Jaringan Dasar

Dengan fungsi utama sebagai pengisi “ruang”, jaringan dasar terdapat pada seluruh bagian tanaman. Jaringan ini punya nama lain Parenkim. Fungsi lainnya yaitu mengisi biomassa dan menopang tumbuhan agar tetap dalam bentuk ideal. Sesuai mananya jaringan ini mendasari pertumbuhan setiap bagian dari tumbuhan. Bisa jadi sel lain tidak bisa terbentuk tanpa adanya jaringan dasar.

Jaringan ini tersebar pada dedaunan di seluruh bagian tumbuhan. Daun muda maupun tua. Jaringan dasar yang mengisi ruang di daun disebut mesofil. Isinya meliputi jaringan palisade dan spons, ini yang membuat daun lebih bervolume atau lebih tipis. Selain itu, keduanya menyimpan kloroplas yang digunakan untuk fotosintesis tumbuhan.

Jaringan Meristem

Jenis pertama yaitu jaringan meristem. Sel didalamnya aktif membelah dan menghasilkan sel yang identik dengan “induk”nya. Cara pembelahan ini sering disebut juga dengan istilah mitosis. Meristem bekerja sebagai sel pertumbuhan utama pada semua jenis tumbuhan. Jika sel ini mengalami kerusakan bisa dipastikan pertumbuhan tanaman tidak akan maksimal atau malah terhenti.

Terletak pada ujung – ujung tumbuhan seperti ujung akar atau ujung batang. Bahkan beberapa orang beranggapan jaringan ini terdapat pada tunas. Selnya akan terus membelah dan membesar hingga akhirnya menemukan batasnya. Ada 3 jenis meristem berdasarkan letaknya pada tumbuhan.

1. Meristem apical

Terdapat pada ujung akar, sel – sel di dalamnya terus berkembang agar tumbuhan bisa menembus tanah untuk menemukan sumber mineral dan zat hara. Beberapa kemungkinan juga bisa terjadi. Sel ini bisa menumbuhkan tunas baru lewat akar. Contohnya pada tumbuhan mangrove.

2. Meristem lateral

Jenis meristem lateral terletak di samping – samping akar dan batang. Mirip lapisan yang mengelilingi selongsong. Fungsi utamanya adalah memperluas volume batang atau akar. Meristem lateral makin aktif seiring kematangan umur tumbuhan. Mempersiapkan tunas baru lewat pembuahan merupakan salah satu tugas pelengkapnya.

3. Meristem interkalar

Pernah melihat pohon rindang di tempat yang panas? Itu bisa juga diartikan sebagai bentuk adaptasi si tumbuhan pada lingkungannya. Pohon rindang dengan ruas batang yang banyak merupakan hasil dari pembelahan sel – sel pada jaringan meristem interkalar. Pekerjaan utamanya untuk memperbanyak bagian pada tumbuhan.

Jaringan Penguat

Jaringan tumbuhan jenis ini kuat sekuat baja, hehe. Tentu tidak ya, jaringan penguat maksudnya jaringan yang memiliki fungsi utama memproduksi bagian penyokong. Batang salah satunya. Pohon dengan sel penguat yang baik akan tumbuh tegak atau merambat (tergantung jenis tumbuhan) dengan kuat. Didalamnya terdapat kolenkim dan sklerenkim.

Kolenkim adalah sel terdapat pada bagian tanaman muda seperti pada ujung batang. Dinding selnya lebih elastis dibandingkan sel sklerenkim. Ketebalan dinding sel nya tergantung pada letak keberadaan juga jenisnya. Karena pada dasarnya kolenkim memiliki 4 jenis yaitu kolenkim lamellar, angular, annular dan lacunar.

Sedangkan sklerenkim adalah sel yang berupa dinding sel yang tebal namun akan berhenti membelah ketika tumbuhan telah dewasa. Diferensiasi difokuskan pada awal fase pertumbuhan. Sel ini biasanya menutupi kulit buah atau biji buah. Seperti pada buah durian dalam bentuk durinya atau buah kelapa pada sabut yang menyelimuti batok.

Jaringan Pengangkut

Jaringan pengangkut berfungsi layaknya pembuluh darah manusia. Namun pada tumbuhan jaringan ini mengangkut berbagai zat dan menyebarkannya ke seluruh penjuru tumbuhan. Zat yang diangkut meliputi zat hasil fotosintesis pada daun hingga zat hara dan mineral.Sehingga pertumbuhan lebih optimal berkat penyebaran nutrisi yang berimbang.

Xilem dan floem merupakan jenis sel yang termasuk pada jaringan pengangkut. Xilem merupakan jaringan yang berfungsi mengangkut air dan mineral dari akar. Hal itu dibutuhkan karena semua bagian tumbuhan memerlukan cairan. Sedangkan floem jaringan yang mengangkut hasil fotosintesis dari tempat asalnya seperti daun.

Jaringan Pelindung

Segala bentuk permukaan pasti ada lapisan – lapisannya. Seperti kulit pada tubuh. Jika kamu menyentuh dan sedikit mencubit kulit maka akan terasa bahwa di dalam kulit terdapat sistem yang kompleks. Begitu juga pada tumbuhan. Nama jaringan yang berfungsi untuk melindungi ini adalah jaringan pelindung. Bisa juga disebut jaringan epidermis.

Fungsi utama jaringan ini adalah melindungi permukaan dari gangguan luar secara langsung. Tersusun dari sel yang sangat rapat sehingga bisa mencegah penguapan dengan membentuk kutikula (lapisan lilin). Contohnya pada tumbuhan teratai atau eceng gondok. Daunnya yang lebar namun mengkilap mengindikasikan lapisan lilin pada tumbuhan ini.

Kondisi ini mendukung habitat asli teratai yang hidup di atas air tawar dengan lingkungan sekitar yang gersang. Sehingga kondisi ini efektif mengurangi penguapan. Selain teratai tumbuhan gulma lain seperti eceng gondok pun melakukan hal yang sama. Bukan hanya pada daun, batangnya juga ikut dilapisi oleh lapisan lilin.

Jaringan tumbuhan ternyata banyak jenisnya ya. Sudah tau fungsi dan letaknya berarti pengetahuan kamu telah bertambah. Untuk memperdalam pengetahuan tentang jaringan pada tumbuhan ini tentu butuh penelaahan lebih dalam. Bukan hanya jaringan pada tumbuhan, jaringan pada hewan bahkan pada diri sendiri juga tidak ada salahnya dicari tahu.

Tinggalkan komentar