Jaringan Meristem

Jaringan Meristem – Jaringan adalah sekelompok sel yang mempunyai susunan bentuk dan fungsi yang sama. Di dalam tubuh makhluk hidup, baik itu hewan maupun tumbuhan bisa ditemukan berbagai jaringan. Salah satunya yaitu seperti jaringan epitel dan meristem yakni jaringan yang mampu melakukan pembelahan diri melalui mitosis dan dilakukan secara terus-menerus.

Pembelahan tersebut bersifat embrional yaitu untuk menambah jumlah dari sel-sel tubuh yang terdapat pada tumbuhan. Sementara untuk meristem ini bisa ditemukan di bagian-bagian tertentu di dalam tumbuh-tumbuhan. Jaringan tumbuhan ini dapat membuat tanaman dapat tumbuh dengan baik dan menghasilkan jenis sel yang baru berkat letaknya yang berada di bagian atas.

Gambar Jaringan Meristem

gambar jaringan meristem
gambar jaringan meristem

Pengertian Jaringan Meristem

[su_note note_color=”#faedf6″]Apa itu jaringan meristem? Pengertian jaringan meristem adalah jaringan tanaman yang membuat tanaman untuk tumbuh. Yang terdapat pada jaringan meristem yaitu sel-sel yang terus membelah secara mitosis dan menyebabkan tanaman tumbuh. Meristem hanya terdapat dibagian tertentu saja pada tumbuh-tumbuhan.[/su_note]

Ciri-ciri Jaringan Meristem

ciri-ciri jaringan meristem
ciri-ciri jaringan meristem

Setiap proses pertumbuhan pada jaringan mampu menghasilkan tunas apikal dan daun. Secara umum, untuk sel-sel dari penyusunnya mempunyai dinding tipis vakuola relatif kecil dan dipenuhi dengan protoplasma. Sel dari meristem mempunyai sitoplasma ukuran lebih besar dan bagian dinding selnya yang cenderung lebih tipis.

Melalui pertumbuhan di dalam jaringan inilah yang dapat menghasilkan ranting-ranting baru, pembentukan bunga serta perpanjangan akar. Berikut ini ada beberapa ciri-ciri jaringan meristem di dalam tumbuhan di antaranya:

1. Ukuran dan Bentuk Sel

Jika dilihat dari segi ukuran dan bentuk sel, meristem ini mempunyai sel penyusun yang sama. Akan tetapi biasanya jaringan yang satu ini mempunyai satu atau bahkan lebih dari inti sel dan masing-masing berukuran besar.

2. Dinding Sel Tipis

Dinding sel tipis ini bisa Anda kenali dari meristem jaringan yaitu pada bagian dinding selnya yang cenderung lebih tipis. Bahkan untuk ruang antar sel pada dinding sel tipis ini biasanya tidak akan ditemukan.

3. Bagian Sel yang Dipenuhi Protoplasma

Pada bagian sel meristem ini telah dipenuhi dengan protoplasma yang mana hal ini dapat terjadi disebabkan banyaknya sel hijau yang nantinya akan membantu fotosintesis.

4. Isi Sel

Pada meristem, isi sel yang tidak memiliki kandungan berupa zat makanan, hal ini memang menjadi salah satu ciri jaringan meristem yang lebih mudah untuk dikenali. Hal ini dikarenakan untuk meristem tersebut menjadi jaringan yang tidak mempunyai fungsi sebagai jaringan dalam penyimpanan makanan.

5. Jaringan Sel Muda

Meristem memang sudah terkenal sebagai jaringan sel muda yang mempunyai ukuran lebih kecil. Ukurannya yang tidak besar tersebut menjadikan sel penyusun dari meristem selalu aktif membelah atau bersifat embrional.

6. Sel Penyusun

Di bagian sel penyusunnya meristem ini mempunyai dinding yang tergolong lebih tipis dibandingkan dengan sel penyusun yang lainnya. Selain itu juga lebih mudah dijumpai pada bagian ujung tanaman. Sementara untuk ruang antar sel secara umum tidak akan ditemukan.

7. Belum Mengalami Diferensiasi

Ciri jaringan meristem yang cukup mudah dikenali yaitu sel ini belum mengalami diferensiasi maupun spesialisasi. Diferensiasi maupun spesialisasi itu untuk memberikan dukungan pada fungsi tertentu yang ada pada tumbuhan.

8. Bentuk Sel

Sel jaringan ini mempunyai bentuk isodiametris yaitu lonjong prisma bulat polygonal dan kubis. Sedangkan pada bagian ukuran vakuolanya tergolong sangat kecil karena untuk plastida selnya secara umum belum sepenuhnya matang.

Struktur Jaringan Meristem

struktur jaringan meristem
struktur jaringan meristem

Jaringan yang ada pada tumbuhan ini memiliki sekumpulan sel punca yang berwujud secara aktif dalam membelah sel. Jaringan ini sangat mudah ditemukan, terutama pada bagian kambium maupun pada bagian batang. Di dalam bagian tersebut seringkali dikenal sebagai meristem primer. Hal ini dikarenakan pertumbuhannya mengawali dari pertumbuhan biomassa.

Biasanya meristem mudah dijumpai di bagian akar dan batang karena kedua bagian ini akan membentuk kambium. Pada batang terdapat dua jenis kambium yaitu kambium gabus atau felogen dan kambium vaskuler. Keduanya mempunyai tanggung jawab di dalam pertumbuhan sekunder atau ke samping. Hal ini seringkali disebut sebagai meristem sekunder.

Dalam pembentukannya, jaringan meristematik dapat dilakukan induksi atau sering kali disebut sebagai rangsangan. Caranya yaitu dengan melukai bagian tumbuhan atau dibagian kultur dari jaringan buatan. Jenis jaringan meristematik yang mulai terbentuk adanya induksi disebut sebagai kalus.

Bagian tumbuhan yang paling mudah untuk di induksi supaya bisa memperbanyak diri di dalam kultur jaringan yaitu pada bagian kambium dan meristem pucuk. Struktur Jaringan meristem dibagi menjadi 3 Jenis diantaranya seperti berikut:

1. Meristem Lateral

Apa itu meristem lateral? Pengertian meristem lateral adalah jenis jaringan yang terdapat pada bagian vaskular kambium dan cork cambium. Bagian kortel sebagai pembentuk lapisan dari kulit gabus yaitu bagian gabus kambium. Ketika proses pembentukan, maka kambium akan membatasi kulit kayu dan kolom kayu.

Pertumbuhan pada bentuk kayu bisa dilakukan melalui kambium dan dilakukan dari bagian luar supaya bisa membentuk bagian kulit kayu. Meristem yang telah ada pada bagian akar dan batang terbentuk dari gabus kambium maupun kambium vaskuler.

2. Meristem Interkalar

Apa itu meristem interkalar? Pengertian meristem interkalar adalah sebagai jaringan dalam mempercepat pertumbuhan pada setiap diameter batang. Selain itu, meristem interkalar juga berperan sebagai pembentukan bunga. Biasanya jaringan interkalar terletak di antara meristem primer dan meristem sekunder.

3. Meristem Apikal

Apa itu meristem apikal? Pengertian meristem apikal adalah sebagai jaringan ujung. Hal ini dikarenakan letaknya yang berada di ujung batang ujung akar serta ujung batang samping. Seluruh jaringan yang terdapat pada meristem apikal terbentuk pada jaringan apikal yang mampu memberikan dorongan terhadap pertumbuhan primer.

Fungsi Jaringan Meristem

fungsi jaringan meristem
fungsi jaringan meristem

Secara umum fungsi jaringan meristem yaitu sebagai penyokong dari pertumbuhan tanaman ke arah atas atau meninggi. Selain ke arah atas, meristem juga bisa memberikan penyokong pada arah samping supaya tumbuhan bisa membesar. Akan tetapi dari masing-masing jaringan tentunya memiliki fungsi yang tidak sama dan lebih spesifik.

Berikut ini fungsi jaringan meristem yang dapat kamu ketahui, di antaranya:

  • Berperan sebagai jaringan yang menyokong pertumbuhan ke arah samping, sehingga diameter batang menjadi lebih besar.
  • Dapat menimbulkan batang maupun akar menjadi lebih panjang hal ini berkat adanya meristem primer.
  • Dapat menjadikan tumbuhan mempunyai pertumbuhan yang lebih cepat sehingga akan berpeluang menjadi lebih besar.
  • Meristem lateral mempunyai fungsi untuk membuat ruas tumbuhan menjadi lebih panjang dan diameter menjadi lebih meningkat.

Pada dasarnya meristem mempunyai jaringan sel penyusun yang bersifat embrional. Sifat embrional itulah yang menjadikan bagian sel-selnya secara aktif melakukan pembelahan diri dengan tujuan agar jumlah sel tubuh menjadi bertambah. Wajar saja apabila bagian jaringan ini menjadi salah satu titik fokus dari proses pertumbuhan yang akan dialami hampir semua tanaman.

Berkat adanya meristem inilah yang menjadikan jaringan mempunyai sel-sel yang selalu bisa membelah diri dan memanjang untuk melakukan penyusunan dari setiap organ-organ tumbuhan. Selain itu meristem juga lebih memungkinkan bagi tumbuhan agar mengalami pertumbuhan secara terus menerus sepanjang hidupnya. Wah, keren ya? Hehe.

Tinggalkan komentar