Cara Menggambar Teknik Dussel Lengkap dengan Alatnya

Teknik Dussel
Teknik Dussel

Teknik dussel dalam menggambar ilustrasi berfungsi untuk menentukan gradasi pada suatu gambar agar halus dan terlihat seperti nyata. Adapun cara menggambar teknik dussel yaitu menggunakan pensil 2B, 3B ke atas kemudian digosok-gosok untuk menciptakan efek yang halus pada sebuah gambar.

Jika Anda bisa menggunakan teknik tersebut, bukan tidak mungkin akan menciptakan hasil karya seni rupa yang luar biasa. Karena aktivitas menggambar yang menggunakan media dua dan tiga dimensi bisa mengasah mental serta fisik. Yuk, cari tahu apa sih teknik dussel atau gosok secara tuntas melalui pembahasan berikut.

Pengertian Teknik Dussel

Pengertian Teknik Dussel
Teknik Dussel adalah

Teknik dussel (gosok) adalah teknik menciptakan efek bayangan pada objek gambar menggunakan jari tangan. Pengertian teknik dussel secara simpel bisa diartikan sebagai teknik menciptakan bayangan dan gradasi halus pada beberapa titik objek. Tujuannya tentu saja agar hasil akhir gambar bisa terkesan lebih hidup.

Sedikit tips dasar saat akan membuat gradasi lebih terang. Yakni, garis titis cukup digosok sedikit saja menggunakan jari. Namun jika ingin mendapatkan gradasi lebih gelap, tebalkan arsiran dan gosok menggunakan jari keluar garis gambar.

Jika menggambar menggunakan teknik dussel, ada baiknya menggunakan pensil 2B atau 3B saja. Teknik dussel memang hampir sama dengan teknik arsir. Sekilas seperti menggoreskan ujung pena dengan posisi miring atau lebih rebah.

Kelebihan dan Kekurangan Teknik Dussel

Setiap macam teknik menggambar pasti memiliki keunggulan dan kekurangan. Termasuk, Kelebihan dan Kekurangan Teknik Dussel sebagai berikut ini:

1. Kelebihan teknik dussel yaitu:

  • Biayanya lebih murah, karena alat dan bahannya mudah didapatkan. Seperti, tisu, kapas, jari tangan atau gulungan kertas yang dibentuk panjang.
  • Teknik dussel juga memiliki kelebihan yaitu berfungsi untuk membuat objek gambar menjadi lebih estetik dan nyata. Cukup goreskan atau memiringkan pensil pada garis-garis pada sketsa.

2. Kekurangan teknik dussel yaitu:

  • Ketika gambar atau objek memiliki garis (stroke) harus menghilangkannya dengan cara menggosok pakai ujung jari secara hati – hati. Asal-asalan dalam menggosok gambar juga akan membuat objek tidak terkesan realistis.

Ciri-Ciri Teknik Dussel

Apakah kamu sudah mengetahui apa perbedaan antara teknik dussel dan teknik arsir? Atau justru Anda masih berpikir kedua teknik ini sama? Sekilas memang kedua teknik ini sama – sama menggunakan pensil dan arsir. Yang membedakan pada teknik dussel umumnya akan menggunakan teknik gosok untuk menghasilkan efek bayangan atau arsiran halus.

Itulah yang akan membuat hasil gambar yang dibuat menggunakan teknik dussel jauh lebih nyata dibandingkan gambar arsiran biasa. Nah untuk memudahkan Anda mengenali perbedaan keduanya, mari simak ciri-ciri teknik dussel berikut ini.

  • Alat utama yang digunakan untuk mewarnai umumnya menggunakan pensil 2B atau 3B dengan tingkat kepekatan bagus dan halus.
  • Di sisi objek gambar ada arsiran atau gradasi warna lebih halus dan berbentuk seperti bayangan.
  • Gambar terlihat lebih redup/menonjol/gelap pastinya digosok dengan jari.
  • Hasil akhir biasanya objek gambar akan terkesan lebih nyata atau realistis

Kurang lebih seperti itulah ciri – ciri gambar yang dibuat menggunakan teknik dussel. Anda bisa mengenali perbedaan antara arsir dan dussel secara sekilas. Yakni pada sentuhan akhir objek gambar yang diarsir biasa atau digosok agar menciptakan bayangan yang lebih nyata.

Alat dan Bahan Teknik Dussel

Alat Teknik Dussel
Alat Teknik Dussel

Untuk bisa menggambar, tentu membutuhkan peralatan yang cukup memadai. Tidak terkecuali alat dan bahan teknik dussel yang akan Anda coba nantinya. Berikut ini daftar alat dan bahan yang perlu Anda siapkan sebelum menggambar menggunakan teknik dussel.

  • Kertas khusus gambar dengan ketebalan standar (tidak terlalu tipis).
  • Pensil 2B atau pensil 3B
  • Penghapus pensil
  • Cotton bud
  • Kapas atau tisu

Kurang lebih itulah daftar alat dan bahan yang diperlukan. Satu lagi media yang perlu disiapkan yakni jari tangan untuk menggosok gambar nantinya. Pastikan tidak ada noda yang tertinggal di jari, ya? Untuk memperhalus hasilnya, gunakan juga alat bantu untuk menggosok seperti kapas, tisu ataupun cotton bud.

Cara Menggambar dengan Teknik Dussel

Bagaimana, tentu sekarang Anda sudah mengetahui apa itu teknik dussel, ciri-cirinya, hingga alat dan bahannya. Kini saatnya Anda harus mempraktikan Cara menggambar dengan Teknik Dusel. Untuk pemula sekalipun, tidak ada salahnya mencoba menggambar dengan tahapan berikut ini.

1. Buatlah Sketsa Wajah

Pertama, buatlah sketsa wajah sesuai selera. Contohnya saja wajah perempuan, anak-anak, dan laki-laki. Cara untuk membuat sketsa wajah paling dasar yakni dengan menggambar seperti kacang almond. Ini untuk membentuk posisi kepala agar lebih presisi nantinya.

2. Membentuk Wajah

Kedua, bentuklah wajah mulai dari bagian mata terlebih dahulu. Gambar dengan tebal bagian pupil matanya. Lalu kemudian buat bagian alis dengan mengarsir warna di dalam garis alis hingga warnanya tebal.

Goreskan pensil pada bagian pipi objek secara miring dan tidak terlalu menekan ke permukaan kertas. Lalu, gosok secara perlahan dengan jari tangan untuk mendapatkan arsiran atau bayangan pada gambar tersebut.

3. Membentuk di Bagian Leher dan Kerah Baju

Jika ingin membentuk di bagian leher dan kerah baju, cukup goresan pensil di area bawah dagu objek. Anda bisa menggosok goresan tersebut menuju arah bawah. Hal ini bertujuan agar hasil bayangan objek bisa lebih rapi nantinya.

Kemudian buat gambar kerah baju sesuai selera, lalu tebalkan goresan di bagian kerah dalam “sebelah kiri.” Anda bisa membuat gambar kerah bagian atas dengan tingkat ketebalan tertentu agar hasilnya lebih nyata.

4. Tahap Penyelesaian (Finishing)

Sebenarnya membuat tahapan penyelesaian sangat mudah dilakukan. Seperti membuat bagian telinga, jangan lupa bagian tengah digoreskan tipis dan digosok dengan satu jari.

Tahapan selanjutnya yaitu membuat rambut. Ada dua pilihan cara yang bisa Anda coba. Pertama gosok menggunakan jari untuk menghasilkan efek bayangan hitam yang pekat. Dan cara kedua yakni dengan menggoreskan garis tebal yang dilakukan secara berulang-ulang.

5. Hasil Akhir

Anda menginginkan hasil arsiran yang lebih rapi dengan teknik tersebut? Maka, Anda bisa menghapus goresan pensil menggunakan penghapus. Caranya yakni hapus goresan pensil menggunakan penghapus secara tipis dan perlahan-lahan. Atur agar hasilnya nanti membentuk bayangan tipis di permukaan kertas.

Cara Menggambar Mata Menggunakan Teknik Dussel

Cara Menggambar Mata Menggunakan Teknik Dussel
Gambar Mata dengan Teknik Dussel

Masih bingung mengikuti tahapan menggambar yang sudah dijelaskan di atas? Anda bisa mulai berlatih membuat bagian terkecil dari gambar keseluruhan. Kita berikan contoh untuk menggambar bagian mata objek. Mari simak tutorial menggambar mata menggunakan teknik dussel berikut ini.

  • Tahap 1

Pertama, buat sketsa mata secara tipis-tipis menggunakan pensil 2B, 3B, 4B, 5B, 6B, 7B dan 8B. Isi bola mata bagian dalam dengan arsiran penuh hingga terlihat hitam pekat. Gambar sketsa untuk kelopak mata secara keseluruhan. Lengkapi juga bagian alis dengan cara menggambar bagian luarnya terlebih dahulu.

  • Tahap 2

Kedua, arsir area mata secara tipis-tipis pada beberapa bagian. Anda perlu mengarsir dengan memiringkan pensil agar detail yang dihasilkan lebih rapi. Dalam proses ini selipkan tisu di bawah tangan Anda. Tisu ini difungsikan sebagai alat bantu agar bidang gambar tetap bersih dari gesekan noda pensil yang menempel di tangan secara tidak sengaja.

  • Tahap 3

Jika diamati pada gambar di atas, tentu Anda bisa melihat bahwa hasil arsirannya sudah mulai memenuhi bagian dalam objek. Sekilas gambar mata juga mulai terlihat lebih nyata, bukan? Caranya yakni arsir tipis – tipis pada bagian dalam objek. Anda bisa memulai dari bagian pupil, iris, kelopak hingga alis seperti gambar di atas.

  • Tahap 4

Tahapan selanjutnya yaitu menggunakan teknik dussel atau mempertebal arsiran gambar dengan jari telunjuk. Dalam tahap ini, jari Anda benar – benar difungsikan untuk menggosok gambar yang sudah diarsir menggunakan pensil sebelumnya.

  • Tahap 5

Setelah arsiran gambar atau objek selesai didusel, timpa kembali dengan gosokan kedua. Anda bisa menggosok bagian tertentu menggunakan jari secara hati – hati. Fungsinya yakni agar hasilnya terlihat jauh lebih halus.

  • Tahap 6

Tahapan terakhir, berikan detail mata menggunakan ujung pensil yang sangat tipis. Lakukan tahapan tersebut seperti gambar di atas untuk memberikan kesan bulu mata yang lebih hidup.

Tips lainnya saat menggambar yang perlu diperhatikan yakni proses membuat sketsa perlu dilakukan secara tipis. Ketika ada kesalahan, Anda tentu bisa menghapusnya dengan lebih mudah. Jika ingin arsiran masih kurang rapi, Anda bisa menimpa lagi dengan cara menggosok menggunakan jari pada area tertentu sesuai dengan kebutuhan.

Unsur-Unsur Dalam Teknik Dussel

Unsur apa saja yang ada pada teknik dussel? Karena digambar hanya menggunakan pensil tentu saja unsur warna tidak akan dilibatkan. Berikut ini unsur-unsur dalam teknik dussel yang umumnya diterapkan pada objek gambar:

  • Gelap terang
  • Garis
  • Bidang
  • Bentuk
  • Ruang

Contoh Gambar Teknik Dussel

Sebenarnya ada beragam objek yang bisa Anda gambar menggunakan teknik dussel. Tidak hanya wajah manusia saja, ya? Anda juga bisa mencoba menggambar objek benda mati seperti teko dan lainnya. Bisa juga menggambar buah ataupun hewan menggunakan teknik dussel. Berikut ini dua contoh gambar teknik dussel yang cukup menarik untuk dijadikan referensi.

1. Contoh Gambar Teknik Dussel Wajah Manusia

Contoh Gambar Teknik Dussel Wajah Manusia
Gambar Teknik Dussel Wajah Manusia

2. Contoh Gambar Teknik Dussel Buah

Contoh Gambar Teknik Dussel Buah
Gambar Teknik Dussel Buah

Tips Menggambar dengan Teknik Dussel

Untuk mempercepat proses belajar Anda, tentu ada tips yang perlu disimak. Berikut ini beberapa hal yang akan membantu Anda menciptakan karya gambar dengan visual yang lebih menarik dan sesuai ekspektasi.

  • Gunakan peralatan yang terbaik, seperti pensil 2B atau 4B dengan kualitas bagus.
  • Cari suasana yang tenang dan nyaman agar Anda bisa lebih fokus menggambar dan tidak terdistraksi sekitar.
  • Latihlah tangan Anda agar selalu lentur untuk menghasilkan arsiran yang ideal.
  • Ketika menggambar, pelan-pelan saja agar hasilnya bisa sesuai ekspektasi atau menghasilkan efek 3D.
  • Terus mencoba hingga tercipta karya sesuai dengan ekspektasi Anda.

Kesimpulan

Demikian pembahasan mengenai teknik dussel secara lengkap. Mulai dari teori berupa pengertian hingga persiapan cara membuatnya sudah dibahas secara tuntas. Sekarang saatnya Anda praktik membuat gambar.

Hasil percobaan pertama mungkin masih jauh dari ekspektasi, namun jika konsisten Anda akan mendapatkan kualitas yang terus meningkat setiap harinya. Kuncinya konsisten menambah jam terbang menggambar, ya?

rizki
Manusia biasa yang terus berjuang untuk memperbaiki diri