Pasar Oligopoli

Dapat diperhatikan dalam aktivitas perekonomian sehari-hari, ada beberapa produk yang digunakan berasal dari satu merek saja. Setidaknya, beberapa berasal dari induk perusahaan sama. Rata-rata produk dimiliki perusahaan ini berhasil merajai pasar. Penguasaan pasar dianggap menguasai pasar oligopoli.

Banyak contoh di Indonesia berbagai perusahaan yang produk-produknya menjadi raja pasar, salah satunya PT. Indofood. Berbagai produk makanan dikeluarkan perusahaan dan permintaan pasar lebih tinggi. Hal tersebut juga menyebabkan pendapatan perusahaan menjadi lebih tinggi dan brand awareness perusahaan labih tercipta.

Pengertian Pasar Oligopoli

Menurut etimologi, oligopoli berasal dari kata ‘oligos’ berarti banyak serta kata ‘polein’ artinya menjual. Dari sinilah oligopoli diartikan sebagai menjual barang berjumlah banyak. Sementara, menurut ilmu ekonomi, oligopoli merupakan salah satu jenis pasar yang hanya terdapat beberapa produsen saja.

Dalam kondisi tersebut, ketika barang dijual cenderung bersifat homogen dan sangat sulit dibedakan. Oleh sebab itu, pasar oligopoli digolongkan menjadi salah satu jenis pasar persaingan tidak sempurna. Selain itu, jenis pasar ini dianggap lebih aman dibandingkan pasar monopoli.

Setiap perusahaan di sini, biasanya menempatkan diri menjadi bagian permainan pasar. Tentunya, perilaku perusahaan semata-mata bertujuan untuk mendapatkan keuntungan lebih dari hasil penjualan. Bahkan, keuntungan dari suatu perusahaan dapat ditentukan dengan perusahaan pesaingnya.

Ketika salah satu perusahaan paling berpengaruh, hal itu membuat kebijakan yang akan berdampak pada kebijakan lainnya. Disinyalir pula pola bahwa persaingan lebih ketat dan menyebabkan kualitas produk harus meningkat begitu juga harga barang.

Faktor Pembentuk Pasar Oligopoli

Pasar oligopoli ini terbentuk karena faktor-faktor tertentu, di antaranya:

1. Adanya Efisiensi Berskala Besar

Dalam jenis pasar ini, dapat terjadi karena adanya efisiensi atas perilakau penghematan teknologi serta biaya produksi. Jadi, setiap pelaku usaha akan semakin selektif ketika melakukan aktivitas pasar. Adapun efeknya akan dirasakan oleh segelintir perusahaan yang telah mengambil perannya.

2. Kompetensi Manajemen yang Kompleks

Kompleksnya kompetensi manajemen tersebut merupakan suatu kegiatan pasar yang terdapat persaingan bebas dengan tuntutan perusahaan-perusahaan agar mengambil peran. Tidak hanya sebatas peranan semata, tetapi juga langkah strategis demi pengembangan usahanya.

Hal tersebut nyatanya dibutuhkan sebagai penentu arah manajemen dan kebijakan ekonomi. Alhasil, perusahaan dapat menciptakan inovasi terbaru untuk membuat produksi barang selalu diminatai dan berkembang. Kompetensi manajemen perlu memiliki kompleksitas demi terbentuknya jenis pasar oligopoli tersebut.

Contoh Pasar Oligopoli

Pengetahuan tentang pasar jenis oligopoli dinilai penting, karena menentukan berbagai produk di pasaran. Lebih lanjut lagi pasar yang satu ini ternyata terdiri atas bentuk.

1. Pasar Oligopoli Murni

Artinya, suatu pasar yang di dalamnya ada berbagai produsen dengan produk penjualan yang sangat identik. Keidentikan ini dilihat dari bentuk, rasa, dan ukuran. Apabila ditinjau dari kehidupan kita, jenis pasar seperti ini memiliki memiliki contoh yang banyak. Sistem oligopoli seperti ini biasanya ditemukan pada penjualan pipa, helm, semen, dan air mineral.

2. Pasar Oligopoli Terdiferensiasi

Bentuk dari pasar ini terdiferensiasi yang penjual dan pembeli barangnya bersifat homogen, tetapi tetap dapat dibedakan. Maksudnya, konsumen lebih menyukai satu merek saja karena menilai merek lain tidak sesuai selera.

Contohnya sangat mudah ditemukan dalam kehidupan sehari-hari yakni sabun, sembako, shampo, skincare, rokok, dan kartu internet. Bahkan, kini pasar yang memperjualbelikan motor dan mobil tergolong pada jenis pasar ini.

Dari uraian pembagian 2 jenis oligopoli pasar tersebut dijelaskan, biasanya dialami oleh produk-produk yang sehari-hari digunakan. Produk-produk inilah dapat dinilai sebagai produk umum dari kebutuhan rumah tangga, kebutuhan dapur, hingga kebutuhan sandang.

Kekuatan perusahaan yang menguasai pasar ini juga dasyat pengaruhnya. Tidak segan pula perusahaan-perusahaan seperti ini membuat kompetitor atau perusahaan lainnya menjadi gulung tikar. Terutama ketika para konsumen menjadi pelanggan dari produk-produk bermerek yang dibuat dari perusahaan.

Ciri-Ciri Pasar Oligopoli

Sebenarnya, dari berbagai penjelasan di atas sudah dapat disimpulkan secara mandiri mengenai pengertian dari pasar oligopoli. Berbeda dengan pasar monopoli, terdapat beberapa ciri lainnya yang khas pasar oligopoli seperti ciri-ciri berikut ini.

  1. Hanya ditemukan beberapa produsen yang dianggap penguasa pasar dan mampu mendapatkan banyak konsumen pada pasar tertentu. Dalam keadaan seperti ini, biasanya jumlah produsen terdapat 10 atau lebih perusahaan.
  2. Produk diperjualbelikan rata-rata bersifat homogen, namun tidak menuntut kemungkinan produk-produk tersebut beragam.
  3. Sistem harga atas produk tertentu menjadi kaku, bahkan mengarah pada kesamaan harga karena produk perusahaan terkuat memimpin. Jadi, kepemimpinan harga ini dapat ditemukan pada produk perusahaan yang mereknya terlaris.
  4. Terdapat kurva permintaan yang menunjukkan elastisitas silang serta relatif tinggi.
  5. Setiap perusahaan biasanya menetapkan harga pasaran yang umum dijual pada konsumen.
  6. Inovasi dan promosi produk perusahaan termasuk strategi bisnis paling penting dan selalu dilakukan.
  7. Intensnya melakukan promosi melalui media cetak maupun sosial media. Dapat dilihat dari iklan-iklan yang terpampang di layar televisi adanya produk rumah tangga.
  8. Produk yang berlabel merek lain dari luar perusahaan sangat sulit memasuki pasar tersebut. Sebab, kekuatan dan pengaruh dari perusahaan sudah sangat melekat pada konsumen.

Kelebihan Pasar Oligopoli

Pada mekanisme pasar jenis ini sistem oligopoli juga menyajikan kekurangan dan kelebihan tersendiri. Berikut pembahasan kelebihan dari pasar oligopoli yang sering terjadi, baik secara disadari maupun tidak.

  1. Terutama dalam hal persaingan karena sangat ketat membuat setiap perusahaan yang terlibat di dalamnya memberikan kualitas terbaik.
  2. Persaingan yang terjadi sangat ketat dan membuat tiap perusahaan selalu melakukan inovasi produk dan menjaga kualitas.
  3. Harga produk yang dijual lebih pas dengan keinginan konsumen. Pasalnya persaingan antar produsen atau perusahaan terbilang ketat. Ujung-ujungnya, setiap produsen tidak akan memberikan harga yang terlampau tinggi.
  4. Walaupun tidak banyak produknya, tetapi berpengaruh besar terhadap konsumen. Dalam hal ini, konsumen telah menjadi pelanggan setia dari satu merek perusahaan.
  5. Mengakibatkan kegiatan produksi barang semakin efektif.

Kekurangan Pasar Oligopoli

Di samping kelebihan di atas, ternyata ada beberapa kekurangan dari jenis pasar satu ini, antara lainnya.

  1. Sangat sulit bagi produsen yang baru untuk memasuki pasar tersebut. Dampaknya, pertumbuhan ekonomi mengarah ke arah lambat disebabkan adanya persaingan antar beberapa produsen
  2. Keluarnya kebijakan dari produsen atau perusahaan terbesar yang biasanya produk dari mereka terlaris. Berbagai kebijakan tersebut sangat berpengaruh terhadap pasar yang berada di bawahnya.
  3. Pentingnya promosi barang, sehingga butuh modal atau biaya untuk memasang iklan. Sebenarnya dilain sisi menyebabkan terjadinya pemborosan karena kurang tepat sasaran.
  4. Perang dagang antar perusahaan atau produsen menjadi hal lumrah.
  5. Kemungkinan jumlah konsumen loyal alias setia terhadap produk perusahaan sangat besar. Otomatis perusahaan lainnya sangat sulit bersaing dan masuk dalam pasar.
  6. Memungkinkan adanya hak paten dari produk tertentu, berdampak pada pembatasan bergerak perusahaan lainnya.
  7. Sangat sulit meratakan laba atau pendapatan masing-masing perusahaan.
  8. Sangat berpotensi menimbulkan eksploitasi berlebihan atas barang agar kegiatan pasar bertambah besar.

Seperti itulah penjelasan mengenai pasar oligopoli. Intinya, pasar ini dapat ditemukan dengan mudah dalam kehidupan sehari-hari. Di samping itu, berbagai barang yang diperdagangkan adalah merek yang sama dalam satu perusahaan.

Tinggalkan komentar