Penyusunan Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa

Dalam mempelajari akuntansi, Anda pasti akan menemui istilah siklus akuntansi. Siklus tersebut tidak sama persis antara satu jenis perusahaan dengan lainnya. Untuk perusahaan jasa misalnya, siklus akuntansi dan penyusunannya berbeda dari perusahaan dagang. Agar bisa menyusunnya, Anda perlu mengetahui beberapa hal tentang penyusunan siklus akuntansi perusahaan jasa.

Apa itu Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa?

Sebelum Anda mencari tahu penyusunan siklus akuntansi perusahaan jasa, ada baiknya Anda memahami pengertian siklus akuntansi di perusahaan jenis ini terlebih dahulu. Dengan memahami pengertiannya, Anda dapat menyusun siklus tersebut dengan lebih mudah, supaya Anda memiliki pemahaman yang baik tentangnya.

Siklus akuntansi perusahaan jasa dipahami sebagai proses penyusunan laporan keuangan perusahaan jasa pada periode akuntansi tertentu. Perusahaan ini hanya menawarkan dan menjual jasa, maka lembar kerja yang digunakan lebih sederhana. Contohnya, transaksi penjualan pada perusahaan jasa hanya terdiri dari akun penjualan.

Pengertian lain menyebutkan bahwa siklus akuntansi merupakan tahapan aktivitas akuntansi yang perlu dilewati serta dilaksanakan secara berurutan dan kontinu, sehingga menghasilkan informasi akuntabel dan valid. Siklus akuntansi berfungsi untuk menghasilkan informasi akuntansi yang bisa dipertanggungjawabkan dan bermanfaat bagi para penggunanya dalam menentukan kebijakan.

Tahap Penyusunan Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa

Secara umum, tahap penyusunan siklus akuntansi perusahaan jasa dikelompokkan menjadi tiga kelompok. Setiap kelompok tersebut terdiri dari beberapa tahap. Berikut ini tahap-tahap tersebut.

1. Mencatat dan Mengelompokkan

Tahap pertama yang harus dilakukan dalam penyusunan siklus akuntansi perusahaan jasa adalah pencatatan data akuntansi. Data tersebut diperoleh dari semua transaksi keuangan perusahaan. Data ini harus memenuhi kriteria tertentu, yaitu akurat dan otentik. Sehingga, laporan yang nantinya dihasilkan dapat dipertanggungjawabkan dan valid.

Proses pencatatan ini harus dilakukan dengan teliti dan mendetail. Tidak boleh ada satu data pun yang terlewat atau lupa tidak dicatat. Selain itu, dalam pencatatan data kuantitatif ini juga tidak boleh ada kesalahan satu digitpun. Dengan demikian, laporan ini nantinya dapat dianalisa dengan baik dan hasil analisanya tepat.

Selama proses pencatatan berlangsung, Anda juga akan sekaligus melakukan proses pengelompokan. Proses ini berarti bahwa data tersebut dikelompokkan berdasarkan tanggalnya, jenis transaksinya, dan lain sebagainya. Sehingga, data-data tersebut akan dicatat pada akun yang berbeda-beda sesuai kelompoknya.

Secara garis besar, tahap pencatatan dan pengelompokan ini dilakukan dengan susunan berikut ini.

  1. Mengumpulkan nota, kuitansi, memo, faktur, dan bukti transaksi keuangan lainnya.
  2. Mencatat transaksi yang tercantum pada bukti transaksi pada jurnal umum.
  3. Data yang ada pada jurnal umum dipindahkan pada buku besar atau disebut juga pemostingan. Di buku besar, data akan dikelompokkan berdasarkan kriteria masing-masing.

2. Meringkas

Berikutnya, langkah penyusunan siklus akuntansi perusahaan jasa yang harus dilakukan adalah meringkas data keuangan yang sebelumnya telah dicatat dan digolongkan. Dengan adanya ringkasan ini, laporan keuangan akan lebih mudah dibaca, dipahami, dan dianalisa. Ketika melakukan proses ini, Anda perlu melakukan tahapan-tahapan berikut ini.

  1. Penyusunan Neraca Saldo

Proses penyusunan neraca saldo atau trial balance ini cukup mudah. Anda hanya perlu menyalin saldo dari seluruh akun yang terdapat pada buku besar.

  1. Penyusunan Jurnal Penyesuaian

Jurnal ini disebut juga adjustment entries. Penyusunan ini dilaksanakan pada akhir periode akuntansi dengan tujuan untuk menyesuaikan atau mengoreksi data yang ada dalam catatan dengan transaksi yang sebenarnya.

Contoh penyesuaian ayat jurnal pada tahap ini adalah sewa dibayar di muka, diubah menjadi beban sewa. Hal ini karena manfaat dari sewa yang dibayar di muka sudah digunakan. Contoh lain adalah perlengkapan diubah menjadi beban perlengkapan, karena perlengkapan ini sudah dipakai hingga habis.

  1. Penyusunan Neraca Saldo Setelah Penyesuaian

Tahap ini perlu dilakukan karena nominal pada tiap akun akan mengalami perubahan setelah dilakukan penyesuaian. Cara melakukan penyusunan neraca ini tidak sulit, Anda hanya perlu menambah atau mengurangi saldo yang ada pada neraca saldo dengan akun penyesuaian.

  1. Penyusunan Neraca Lajur

Neraca ini juga dikenal dengan istilah worksheet. Worksheet memuat seluruh data keuangan dari suatu perusahaan dan terdiri dari jurnal penyesuaian, neraca saldo, dan neraca saldo setelah penyesuaian. Selain itu, neraca lajur juga terdiri dari lembar laba rugi dan neraca.

Untuk menyusun lembar laba rugi, Anda perlu mengacu pada neraca saldo setelah penyesuaian. Kelompokkan akun temporal atau akun nominal yang ada pada neraca tersebut dan tuliskan pada kolom laba rugi. Sedangkan untuk menyusun neraca, Anda perlu mengelompokkan akun permanen atau akun riil dari neraca saldo setelah penyesuaian menjadi satu. Akun tersebut kemudian ditulis pada neraca.

3. Melaporkan

Tahap akhir dari penyusunan siklus akuntansi perusahaan jasa adalah menyajikan atau melaporkan laporan keuangan. Dalam pelaporan ini, ada laporan-laporan yang perlu dikomunikasikan. Laporan tersebut adalah:

  1. Laporan Neraca

Neraca didefinisikan sebagai laporan tentang kondisi keuangan perusahaan yang mencakup harta, utang, dan modal. Untuk membuat laporan ini, Anda perlu mengacu pada data yang ada pada neraca. Data tersebut nantinya akan disalin di laporan neraca.

  1. Laporan Laba Rugi

Laporan ini berkaitan dengan pendapatan yang diperoleh oleh perusahaan jasa serta biaya yang dikeluarkan. Untuk membuatnya, Anda perlu mengumpulkan data pendapatan jasa dari neraca dan menuliskannya pada laporan laba rugi. Setelah itu, kumpulkan data biaya dari neraca dan tuliskan pada laporan laba rugi.

  1. Laporan Perubahan Modal

Laporan ini menggambarkan perubahan modal perusahaan. Ada beberapa hal yang dapat menyebabkan terjadinya perubahan ini. Pertama adalah tambahan modal yang ditanamkan. Kedua adalah penarikan modal oleh pemiliknya. Selain itu, kerugian dan keuntungan juga memengaruhinya.

Setelah mencatat perubahan modal yang terjadi, Anda perlu menjumlahkannya dengan laba yang dibukukan oleh perusahaan atau menguranginya dengan kerugian yang diderita. Hasil dari penjumlahan atau pengurangan ini akan menggambarkan kondisi modal perusahaan tersebut.

  1. Laporan Arus Kas

Laporan ini disebut juga dengan cash flow report. Tujuan dibuatnya laporan ini adalah untuk mengomunikasikan aliran dana kas yang keluar maupun masuk perusahaan pada suatu periode akuntansi. Aliran kas ini berasal dari kegiatan operasional, pendanaan, dan investasi.

  1. Laporan Tambahan

Selain laporan di atas, ada juga laporan tambahan yang juga perlu untuk dilaporkan. Laporan ini adalah catatan tentang laporan keuangan yang isinya adalah informasi yang lebih mendetail atas akun-akun tertentu.

Pembuatan catatan ini bertujuan untuk memberi nilai yang lebih menyeluruh terhadap laporan keuangan suatu badan usaha maupun perusahaan Catatan ini berisi beberapa hal, misalnya masukan-masukan untuk memperbaiki kondisi keuangan perusahaan dan metode akuntansi yang dipraktikkan.

Akhir Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa

Siklus akuntansi perusahaan jasa sebenarnya tidak berhenti pada pelaporan. Setelah melaporkan, akuntan perlu menutup siklus ini. Penutupan siklus ini dilakukan dengan membuat jurnal penutup. Hal itu karena jurnal penutup, maka pembuatannya dilakukan pada akhir periode akuntansi.

Setelah siklus ini ditutup, maka perusahan memasuki periode akuntansi baru. Dengan terbukanya periode baru ini, siklus akuntansi perusahaan jasa akan dimulai dari awal lagi. Hal ini terus menerus dilakukan, sehingga siklus tersebut akan terus berputar dan tak pernah putus. Well, namanya juga siklus, hehe.

Tinggalkan komentar