Pendapatan Nasional

Bukan hanya Kita yang mempunyai pendapatan, tetapi juga negara. Apa istilahnya? Namanya adalah pendapatan nasional. Tahukah Anda tentang istilah tersebut? Memahaminya cukup mudah kok asalkan Anda memperhatikan apa yang dijelaskan pada artikel berikut ini.

Pengertian Pendapatan Nasional

Ini adalah istilah yang merujuk pada pendapatan yang didapatkan oleh anggota suatu negara. Anggota masyarakat tersebut adalah seluruh rumah tangga keluarga atau RTK. Pendapatan nasional ini dihitung dalam jangka waktu atau periode tertentu, yang umumnya adalah satu tahun.

Ada kata lain yang dapat mendeskripsikan istilah ini, yakni hasil produksi nasional. Artinya adalah hasil produksi yang dihasilkan oleh RTK dalam jangka waktu tertentu tadi.

Adanya pendapatan nasional ini dapat menjadi salah satu indikator untuk menentukan apakah pembangunan serta kesejhteraan di Indonesia ini sudah membaik. Metode penghitungan pendapatan ini akan membuat negara Indonesia semakin maju jika pemerintah bisa mengambil sisi positifnya.

Konsep Pendapatan Nasional

Ada beberapa konsep pendapatan nasional yang harus Anda ketahui. Konsep ini sangat penting karena nantinya setiap konsep digunakan untuk menghitung pendapatan nasional dan mendapatkan gambaran secara lebih mendetail.

1. GDP atau PDB

Konsep pertama adalah Gross Domestic Product atau disingkat GDP. Ini adalah konsep yang mana adalah akumulasi dari barang serta jasa. Akumulasi tersebut tetapi tidak diproduksi oleh semuanya, melainkan dibatasi dengan batas-batas wilayah negara dalam periode tertentu. Periode tersebut adalah selama satu tahun.

Dalam hal ini, orang-orang asing yang terdapat didalam negara tersebut masih masuk dalam hitungan GDP ini. Untuk memperjelas konsep ini, dapat diibaratkan sebuah perusahaan asing yang berasal dari Amerika Serikat yang membuka cabang di Indonesia, maka barang dan jasa yang dihasilkan juga dihitung dan menjadi akumulasi dari GDP atau PDB tersebut.

Jadi dengan begitu cara mengitung Gross Domestic Product sangat mudah. Caranya adalah dengan cara menjumlahkan pendapatan warga negara sendiri yang ada di dalam negeri ini ditambahkan pendapatan yang dihasilkan oleh warga negara asing yang ada juga didalam negeri.

2. GNP atau PNB

Yang kedua adalah Gross National Product atau disingkat dengan GNP yang dalam bahasa Indonesia artinya Produk Nasional Bruto. Ini adalah konsep yang menyatakan tentang akumulasi dari barang dan jasa yang dihasilkan oleh penduduk asli suatu negara, baik dia berada di dalam negeri tersebut atau berada di luar negeri.

Misalnya, Sinta bekerja di Malaysia. Maka, pendapatan yang ia hasilkan dalam satu tahun juga akan dihitung masuk dalam GNP ini. Dengan begini Anda pasti tahu cara mengitung GNPnya bukan? Caranya sangat mudah, yakni dengan menambahkan pendapatan warga negara yang terdapat didalam negeri kemudian ditambahkan pendapatan warga negara yang ada diluar negeri.

3. NNP atau PNN

Adalah kependekan dari Net National Product atau dalam istilah bahasa Indonesianya adalah Produk Nasional Netto. NNP ini ada hubungannya dengan GNP yang telah Kita bahas sebelumnya yakni penyusutan modal yang terjadi ketika proses produksi.

Atau dengan kata lain, konsep pendapatan nasional yang satu ini menekankan kepada laba atau profit yang didapatkan oleh negara. Maksut dari perhitungan NNP adalah mengetahui nilai bersih keuntungan atau laba produksi.

Untuk menghitung NNP dengan apa yang telah dijelaskan diatas sudah seperti yang Anda tebak. Cara penghtiungannya sangat simpel yakni dengan cara mengurakan nilai GNP dengan nilai penyusutan yang ada. Mudah sekali, kan?

4. NNI

NNI adalah kependekan dari Net National Income. Jika dibahasa Indonesiakan, maka istilah dalam perekonomian yang satu ini artinya adalah Pendapatan Nasional Netto. Ini adalah pedapatan yang didasari oleh akumulasi balas jasa yang diterima oleh penduduk suatu negara. Bukan sembarangan penduduk negara, maksutnya adalah sebagai pemilik faktor produksi.

Dalam menghitung NNI ini ada kaitannya dengan pajak tidak langsung dan juga subsidi. Hal ini dikarenakan pajak tidak langsung tidak dihitung dan tidak termasuk dalam balas jasa dari faktor produksi yang ada. Mengapa demikian? uang pajak adalah milik negara dan harus diserahkan kepada negara.

Sedangkan subsidi sendiri akan ditambahkan dalam mencari nilai NNI ini. Mengapa? karena meskipun harga barang menjadi murah, itu karena biaya produksinya mendapatkan subsidi atau bantuan. Maka dari itu cara menghitung NNI adalah dengan cara mengurangikan NNP dengan pajak tidak langsung dan kemudian ditambahkan dengan subsidi. Mudah, bukan? hehe.

5. PI

Personal Income atau PI adalah pendapatan nasional yang mana kaitannya dengan gaji atau pendapatan yang didapatkan setiap orang. Meskipun begitu, bukan serta merta langsung dijumlahkan tetapi dikurangi dengan laba ditahan, ditambah transfer payment, dikurangi asuransi, serta iuran jamsos.

Maka dari itu dapat dituliskan bahwa cara untuk menghitung PI sangatlah gampang. Anda hanya perlu menambahkan nilai NNI dengan transfer payment. Setelah itu, kurangkanlah hasilnya dengan laba ditahan, asuransi, dan juga iuran jamsos (jaminan sosial).

6. DI

Yang terakhir adalah disposable income yang juga masuk dalam konsep pendapatan nasional. Maksut dari konsep ini adalah tentang pendapatan yang siap dibelanjakan oleh negara untuk berbagai kepentingan.

Bagaimanakah cara menghitung konsep yang terakhir ini? Caranya adalah mengurangkan PI dengan pajak langsung. Urutan konsep diatas tentu akan membantu pemahaman Anda, bukan?

Manfaat Mengetahui Pendapatan Nasional

Adanya pendapatan nasional bukannya tanpa alasan, maksut, dan tujuan. Hal ini dikarenakan ada manfaat yang terkandung didalamnya yang harus diketahui oleh negara demi kepentingan bersama. Secara terperinci, manfaatnya antara lain adalah:

  1. Dengan adanya ini, maka negara dapat menjadikannya indikator penting tentang seberapa maju negara ini. Dalam hal ini kemajuannya tentu dibidang ekonomi. Dapat dikatakan ini membantu pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di Indonesia.
  2. Dapat dijadikan bahan sebagai analisis. Dengan adanya pendapatan nasional, maka akan dapat diketahui bagian manakah di negara ini yang kurang. Jika sudah begini, negara bisa menjadikannya pelajaran dan tentunya memperbaikinya.
  3. Untuk dijadikan alat sebagai pembantu merencanakan pembangunan kedepannya. Seberapa besar pendapatan nasional? berapakah dana yang siap dibelanjakan? disektor mana yang butuh pembangunan supaya dapat dirangsang dengan perencanaan yang ada, dan lain sebagainya.
  4. Untuk membandingkan apakah negara sudah lebih baik daripada periode sebelumnya. Ini akan menjadi indikator evaluasi yang baik untuk kemajuan dan kesejahteraan bangsa Indonesia. Hal ini juga bisa dilihat dari aspek ekonomi mikro dan makro.
  5. Sebagai pembanding antara pendapat negara satu dan lainnya, yang secara otomatis menjadi pacuan untuk menjadi lebih baik. Hal ini dikarenakan ini merupakan angka riil yang bisa dibandingkan secara langsung. Dengan begini Indonesia dapat memacu diri.

Kini pemahaman tentang pendapatan nasional semakin jelas bukan? hihi. Ya, karena sebenarnya istilah ini sederhana saja. Dengan memahami pengertian, konsep, dan manfaatnya maka kebingungan dan kerancuan informasi tentang hal ini akan menjadi semakin mudah.

Apa yang bisa dilakukan Kita untuk negara ini? Anda dapat membantu pembangunan Indonesia dengan meningkatkan PI Anda seperti pada salah satu konsep diatas.

Tinggalkan komentar