Jenis, Fungsi, Tujuan dan RangkaianTes Kebugaran Jasmani

Tes kebugaran jasmani – Saat Kamu akan mendaftar ikut grup sepakbola, basket, voli, dan olahraga lainnya, Kamu akan lebih dulu menjalani tes fisik. Serangkaian tes fisik ini bertujuan untuk mengukur seberapa kuat fisik Kamu jika harus dihadapkan pada latihan olahraga yang berat. Kamu biasanya harus menjalani tes kebugaran jasmani lebih dulu. Ternyata tes ini punya banyak fungsi dan manfaat loh.

Apa yang dimaksud dengan Kebugaran Jasmani

tes kebugaran jasmani indonesia
tes kebugaran jasmani indonesia

Kebugaran jasmani adalah kemampuan seorang individu untuk bisa melakukan suatu kegiatan fisik dalam waktu tertentu tanpa merasakan sakit atau capek yang berarti pada tubuhnya. Nah, kebugaran jasmani punya sebutan lain yaitu kebugaran fisik. Karena memang yang diukur adalah daya tahan dan kekuatan fisik seseorang.

Untuk mengukur sejauh mana kebugaran fisik seseorang, maka diperlukan sebuah perangkat tes. Namanya adalah tes kebugaran jasmani. Dan uniknya lagi, tes kebugaran fisik ini juga punya organisasi resminya sendiri. Jadi kebugaran jasmani dianggap sebagai salah satu tes olahraga resmi.

Di tingkat internasional, komite yang bertugas menyusun tes ini adalah International Commitee on the Standarization of Physical Fitness Test atau disingkat ICSPFT. Standar tes kebugaran di Asia diatur oleh sebua komite bernama Asian Commitee on the Standardization of Physical Fitness Test atau ACSPFT.

Tes untuk mengukur kebugaran jasmani seseorang ini sudah punya patokan dan standar pelaksanaan yang jelas. Sebelum Kamu menjalankan tes ini, Silahkan baca dulu mengenai apa saja faktor yang mempengaruhi kebugaran jasmani? Kemudian kamu juga harus tahu dulu apa saja petunjuk umumnya:

  1. Rangkaian tes dilakukan secara berurutan. Seluruh kegiatan tes atas petunjuk tim pelaksana. Kamu tidak diperkenankan untuk memilih jenis tes hanya yang disukai saja.
  2. Peserta tes kebugaran fisik ini harus benar-benar dalam kondisi sehat dan siap.
  3. Peserta tes diharuskan cukup istirahat pada malam sebelum tes berlangsung. Peserta juga disarankan untuk makan 2 jam sebelum tes dilaksanakan.
  4. Peserta tes harus paham akan teknik pelaksanaan tes dengan baik.
  5. Peserta harus bisa menunjukkan identitas yang lengkap dan detail.

Kalau Kamu berniat akan mengikuti tes kebugaran fisik, maka Kamu harus mematuhi peraturan yang berlaku yaitu:

  1. Peserta harus menggunakan seragam olahraga lengkap.
  2. Peserta harus menggunakan sepatu bersol karet dan tidak licin.
  3. Peserta harus benar-benar memahami jenis tes yang akan dilakukan. Peserta juga harus menguasai tes tersebut dan sudah melakukan pemanasan fisik sebelumnya.
  4. Peserta tes yang tidak melakukan tugas maka akan mendapatkan skor 0.

Jenis Tes Kebugaran Fisik

jenis tes kebugaran jasmani
jenis tes kebugaran jasmani

1. Lari Bolak Balik

Tujuan tes ini untuk mengukur seberapa lincahnya Kamu. Lintasan yang digunakan untuk tes ini berjarak antara 5-10 meter. Kedua ujungnya dibatasi oleh bendera atau garis yang terlihat jelas. Aturannya cukup sederhana. Kamu harus berlari ke ujung dan mengambil bola. Lalu meletakkan bola ke ujung satunya. Kamu harus mengulangi lari sampai jarak 20 meter.

2. Lompat Jauh Tanpa Awalan

Tes ini digunakan untuk mengukur explosive power dari otot Kamu. Penilaian lompat jauh ini dari jarak terjauh yang berhasil dilalui oleh peserta tes. Kamu harus berdiri di garis yang ditentukan, kemudian melompat ke depan sejauh mungkin. Untuk lebih detailnya silahkan baca teknik dasar lompat jauh.

3. Push Up

Tes push up memiliki tujuan untuk mengukur seberapa kuat otot lengan dan bahu Kamu. Biasanya, hasil tes diukur dari jumlah push up yang berhasil Kamu lakukan dalam waktu 1 menit. Gerakan push up yang masuk dalam hitungan hanya yang betul ya.

4. Sit Up

Kamu harus menjalani tes sit up untuk mengetahui kekuatan dan daya tahan otot perut. Sama seperti push up, penilaian dilakukan dengan menghitung jumlah sit up yang berhasil dilakukan dalam waktu 1 menit. Gerakan sit up yang tidak sempurna tidak masuk dalam hitungan ya.

5. Lari Jarak Jauh

Daya tahan jantung peserta tes kebugaran jasmani diukur melalui lari jarak jauh. Biasanya peserta diharuskan lari dengan jarak sampai 1 km. Penilaian tes ini berdasarkan waktu yang dibutuhkan masing-masing peserta untuk menempuh jarak atau sampai d garis finish. Semakin cepat waktu yang diperlukan, maka daya tahan jantung akan semakin baik.

6. Pull Up

Pull up adalah gerakan mengangkat tubuh dengan bantuan palang tunggal. Kamu harus bisa mengangkat tubuh saat tangan menggelantung pada palang tunggal. Tujuan tes ini untuk mengukur daya tahan otot-otot lengan Kamu. Penilaiannya berdasarkan jumlah pull up yang berhasil Kamu lakukan dalam waktu 1 menit.

7. Sprint

Sprint adalah lari jarak pendek. Dalam tes kebugaran jasmani, sprint dilakukan dengan jarak 50 meter saja. Tapi penilaiannya berdasarkan kecepatan Kamu berlari sampai garis finish. Semakin cepat, maka Kamu punya tingkat kecepatan lari yang bagus.

8. Loncat Tegak

Tes ini bertujuan untuk mengukur seberapa kuat otot-otot tungkai. Kamu harus berdiri tegak, kemudian meloncat setinggi-tingginya sampai tangan menyentuh papan ukur yang sudah disediakan. Kamu akan diberikan 3 kali kesempatan. Penilaiannya diambil dari lompatan tertinggi yang bisa Kamu lakukan.

Fungsi Tes Kebugaran Jasmani

fungsi tes kebugaran jasmani
fungsi tes kebugaran jasmani
  1. Meningkatkan kerja dan sirkulasi darah dalam jantung.
  2. Mencegah penyakit jantung.
  3. Meningkatkan kekuatan, kecepatan, daya tahan, dan stamina seseorang.
  4. Meningkatkan koordinasi gerakan tubuh.
  5. Pemulihan kondisi organ-organ tubuh.
  6. Menurunkan resiko penyakit diabetes.
  7. Menjaga kualitas hormon tubuh.
  8. Membakar kalori dan lemak berlebih.
  9. Meningkatkan stamina dan energi.

Tujuan Tes Kebugaran Jasmani

tujuan tes kebugaran jasmani
tujuan tes kebugaran jasmani

Tes kebugaran fisik ini memiliki tujuan baik bagi peserta yang mengikutinya dan juga bagi institusi tertentu. Nah, apa saja tujuan dari tes ini?

  1. Tes ini berguna untuk menilai kekuatan fisik secara obyektif.
  2. Mengetahui sejauh mana kondisi dan perkembangan kesehatan dan kebugaran jasmani seseorang.
  3. Sebagai acuan untuk memberikan bimbingan dan pelatihan dalam meningkatkan kebugaran jasmani peserta.
  4. Mengetahui kelebihan dan kelemahan daya tahan tubuh peserta.
  5. Bisa dijadikan sebagai acuan untuk meningkatkan kebugaran dan daya tahan tubuh peserta itu sendiri.

Rangkaian Tes Kebugaran Jasmani

rangkaian tes kebugaran jasmani
rangkaian tes kebugaran jasmani

Komite internasional ICSPFT telah memberikan standar rangkaian tes kebugaran jasmani. Standar ini bisa dijadikan acuan bagi semua pihak yang ingin menyelenggarakan tes. Bagaimana rangkaian tes tersebut?

  1. Lari cepat/sprint dengan jarak 50 m.
  2. Lompat jauh tanpa menggunakan ancang-ancang/awalan.
  3. Pull up (angkat badan full) untuk laki-laki usia 12 tahun ke atas. Fixed arm hang (menggantung dengan siku ditekuk) untuk wanita atau anak-anak di bawah 12 tahun.
  4. Grip strength (kekuatan peras).
  5. Shuttle run (lari bolak-balik) sejauh 4×10 meter.
  6.  Sit up 30 detik.
  7. Forward flexion of trunk.
  8.  Lari jauh dengan ketentuan:
    – Bagi anak-anak kurang dari 12 tahun sejauh 600 meter.
    – Bagi wanita lebih dari 12 tahun sejauh 800 meter.
    – Bagi laki-laki lebih dari 12 tahun sejauh 1000 meter.

Tes kebugaran jasmani banyak dilakukan oleh instansi-instansi yang akan merekrut orang dengan kemampuan fisik bagus. Misalnya jika Kamu ingin mendaftar sebagai prajurit TNI atau Polri. Para atlet juga secara teratur melakukan tes ini untuk mengetahui tingkat kebugaran fisik mereka.

Tinggalkan komentar