Struktur Pasar

Pasar dapat dikatakan sebagai tempat berlangsungnya kegiatan ekonomi. Dari sana pembeli akan menemukan penjual yang menyediakan kebutuhannya, sehingga terjadilah transaksi jual-beli dengan didahului kesepakatan nilai barang maupun jasa. Ruang lingkup pasar sangat luas dan memerlukan struktur pasar yang jelas.

Tidak semua pasar menjual barang atau jasa langsung ada saat itu juga. Adapula pasar yang mempertemukan pembeli dengan penjual secara tidak langsung, contohnya pasar saham. Hal paling penting dari aktivitas pasar yakni adanya interaksi antara pembeli dengan penjual. Sampai akhirnya, mendapatkan titik temu berupa keseimbangan harga.

Ciri-ciri Pasar

Sebelum masuk dalam penjelasan lengkap, hendaknya mengenali dahulu apa saja ciri-ciri pasar, yakni:

  1. Terdapat pembeli dengan penjual.
  2. Ditemukan proses jual beli barang maupun jasa.
  3. Terdapat permintaan atau terjadinya proses tawar dan menawar.
  4. Interaksi dilakukan oleh penjual dan pembeli.
  5. Tercapai kesepakatan terkait harga barang antara penjual dengan pembeli.

Fungsi Pasar

Selain dilihat dari ciri-cirinya, pasar juga memiliki berbagai fungsi utama yang sangat penting, terutama mendorong sirkulasi perekonomian dari suatu negara. Ada 3 fungsi utama dari pasar di antaranya yaitu sebagai berikut:

1. Pembentukan Harga

Pembentukan harga terjadi terhadap nilai atas barang dan jasa. Hal tersebut terjadi karena melalui pasar pembeli akan menemukan barang atau jasa yang ditawarkan penjual. Mereka berinteraksi hingga terciptanya kesepakatan harga.

2. Distribusi

Dalam pasar juga terjadi distribusi barang yang dapat memudahkan produsen. Barang ini dapat dijual melewati tangan distributor atau penjual yang langsung membeli grosir dari produsen.

3. Promosi

Sudah jelas bahwa pasar menjadi media paling pas untuk memperkenalkan barang atau jasa. Bahkan, disinyalir pasar menjadi media promosi paling pas yang disajikan langsung dihadapan calon konsumen secara langsung.

Struktur Pasar

Ternyata struktur pasar dibedakan atas beberapa golongan, mulai dari golongan produsen menjadi berbagai bentuk pasar. Hal itu dapat pula dilihat dari ciri-cirinya, misalnya industri atau bentuk perusahaan dan produk yang diharsilkan.

Beberapa hal paling penting dalam struktur pasar adalah jumlah penjual dan pembeli, jenis produksi, dan skala produksi. Hal-hal penting ini mampu mengubah kinerja pasar, hingga tingkah laku yang ujung-ujungnya mengubah struktur pasar. Berdasarkan analisa ekonomi, struktur tersebut secara garis besar terbagi dalam 3 macam, yakni:

1. Pasar Persaingan Sempurna

Dalam pasar tersebut, penjualan barang atau jasa hanya yang bersifat homogen, serta tidak dapat dibedakan. Cara mengenalinya dengan melihat produk-produk yang dijual sangat identik, bahkan sangat sulit dibedakan oleh pembeli.

Adanya perfect competition membuat jumlah penjual sangat banyak, berbanding lurus dengan jumlah pembeli. Biasanya, harga barang juga tidak tetap karena tercipta melalui interaksi proses penawaran dan permintaan barang.

Baik pembeli maupun penjual tidak bisa memegaruhi harga barang atau jasa. Jadi, hanya memegang peran untuk menyediakan barang yang asalnya dari produsen. Sehingga, tidak jarang ditemukan berbagai promosi dari produk penjual untuk menarik pembeli datang.

Pada pasar persaingan sempurna, perusahaan berjumlah sangat banyak. Sayangnya, kemampuan masing-masing perusahaan dianggap kecil dan tidak dapat membawa pengaruh terhadap pasar. Berikut ini karakteristik dari pasar persaingan sempurna yang mudah dikenali:

  1. Ditemukan berbagai perusahaan dalam pasar.
  2. Masing-masing perusahaan yang ada mengambil harga produk dari produsen.
  3. Mudahnya akses perusahaan untuk keluar dan masuk.
  4. Perusahaan mampu menghasilkan barang yang identik.
  5. Pembeli memiliki pengetahuan sempurna mengenai keadaan pasar.
  6. Jumlah pembeli dan penjual banyak, alias menjamur.
  7. Biasanya, menyediakan beragam barang yang sifatnya homogen.
  8. Informasi pasar mudah diperoleh dan terbilang lengkap.
  9. Penentuan harga karena pengaruh permintaan dan penawaran barang maupun asa.
  10. Bebas dari andil atau turut campur pemerintah.
  11. Pasar memiliki kekuatan tersendiri yang muncul karena aktivitas ekonomi.

Adapun kelebihan dari pasar persaingan sempurna ini, nilai harga tidak hanya ditentukan oleh satu pembeli atau penjual. Pasalnya, harga ditentukan dari transaksi tawar dan menawar. Jenis pasar ini juga tidak membutuhkan iklan karena barang yang dijual bersifat homogen.

Banyaknya penjual serta jumlah pembeli disinyalir efektif mendorong produksi. Dampaknya, produsen turut berlomba-lomba meningkatkan mutu barangnya. Sementara, bagi penjual dan pembeli produk bebas bertindak, artinya bisa lebih leluasa keluar dan memasuki pasar. Berbeda dari produsen ketika merugi akan langsung keluar dari pasar.

Adapun kekurangan dari pasar persaingan sempurna adalah gaji yang diterima karyawan rendah. Laba dari produk dan jasa yang diperjual-belikan juga pas-pasan. Produsen belum mampu memberikan nominal upah tinggi bagi para pekerjanya.

Jenis pasar ini juga tidak memiliki cukup dana, guna melangsungkan penelitian untuk mengembangkan produk. Para produsen kurang melakukan penelitian maupun inovasi baru. Pembeli juga terbatas memilih barang karena jenis dan bentuk yang ditawarkan hanya satu, sehingga barang tidak dapat disesuaikan selera dan pendapatan konsumen.

2. Pasar Monopoli

Selanjutnya, pasar monopoli merupakan sebuah bentuk atau jenis dari pasar yang memiliki satu kekuatan. Hanya ada satu perusahaan atau penjual yang menguasai semua penawaran. Dalam pasar monopoli, hampir tidak ditemukan saingan dari produsen, jadi dikatakan monopoli murni atau pure monopoly.

Satu-satunya perusahaan memonopoli ini, hanya memproduksi sebuah produk. Ciri-ciri dan bentuk produk ini khas, sehingga sulit untuk ditiru dan tidak ada perusahaan yang mampu memproduksinya dengan mirip.Contoh pasar monopoli yakni perusahaan negara, perusahaan migas (minyak bumi dan gas alam) dan lain-lain. Berikut ini karakteristik utama dari perusahaan monopoli, yakni:

  1. Penjualnya hanya ada satu.
  2. Produksi barang tidak dapat disamakan dengan barang lain, alias tidak ada penggantinya (barang non substituties) yang mirip.
  3. Pelaku pasar monopoli baik itu perusahaan maupun perorangan, bisa menentukan harga barang berdasarkan keinginan.
  4. Apabila perusahaan baru ingin masuk dalam pasar sangat sulit, hal itu karena berbagai hambatan dan rintangan.

3. Pasar Oligopoli

Pasar oligopoli merupakan pasar yang menawarkan sebuah barang dan dikuasai beberapa perusahaan. Biasanya, terdapat antara 3-10 perusahaan dan struktur pasar oligopoli. Pada jenis pasar ini, setiap perusahaan memosisikan diri menjadi bagian terikat dalam permainan pasar. Keuntungannya pun diperoleh berdasarkan tindakan yang dilakukan oleh pesaing atau kompetitor.

Dampak nyatanya, semua bagian periklanan, promosi, pengenalan produk baru dan perubahan harga sering kali terjadi. Tujuannya, semata-mata demi menjauhkan calon konsumen dari saingan atau perusahaan lainnya.

Praktik pasar oligopoli ini biasanya, dilakukan sebagai upaya menahan perusahaan lain agar tidak masuk dalam pasar. Sehingga, perusahaan yang berada dalam lingkaran pasar oligopoli bisa mendapatkan laba normal dan di bawah maksimum. Harga jual atas barang dan jasa yang diberlakukan juga terbatas.

Alhasil, kompetisi harga antara pelaku usaha dengan praktik oligopoli dilakukan secara perlahan dan akhirnya akan menghilang. Struktur pasar oligopoli akan terbentuk dalam industri-industri kapital intensif yang tinggi. Contoh pasar oligopoli sering ditemukan pada industri semen, industri mobil, industri baja dan industri kertas. Berikut ini karakteristik khusus dari pasar oligopoli, antara lain:

  1. Hanya ada beberapa produsen menguasai pasar.
  2. Produk atau jasa yang diperjualbelikan dapat berbeda corak (homogen).
  3. Masing-masing produsen maupun perusahaan condong menerapkan harga barang atau jasa yang umum.
  4. Ditemukan kepemimpinan harga (price leader) yang diciptakan oleh produsen terbesar atau perusahaan terbesar.

Uraian struktur pasar di atas sangat menarik untuk disimak dan menjadi pembelajaran. Sehingga, perusahaan Anda siap untuk memasuki dunia pasar dan dapat menentukan harga, iklan, hingga produk dengan tepat. Semoga ulasan di atas bermanfaat.

Tinggalkan komentar