Perbedaan Senyawa Organik dan Anorganik

Perbedaan senyawa organik dan anorganik dapat diketahui dan diidentifikasi dari beberapa hal. Seperti asal, struktur, unsur yang terkandung di dalamnya, hingga sifat-sifat kedua senyawa tersebut. Sebelum Anda melihat dan memahami perbedaannya, ada baiknya simak terlebih dahulu mengenai pengertian kedua senyawa ini.

Pengertian Senyawa Organik dan Anorganik

Senyawa merupakan zat tunggal yang tersusun atas dua unsur atau lebih. Senyawa ini bisa diuraikan menjadi lebih sederhana. Zat tunggal yang paling dekat dengan kehidupan seperti contohnya gula pasir, garam, air, dan sebagainya. Senyawa sendiri terbagi menjadi dua yakni organik dan anorganik, maksudnya adalah sebagai berikut:

1. Pengertian Senyawa Organik

Senyawa yang tersusun atas unsur karbon sebagai rangkaian utama kecuali oksida karbon, karbonat, dan karbida adalah pengertian dari senyawa organik. Senyawa organik bisa dideteksi dari sumbernya yakni makhluk hidup atau organisme. Di dalam proses penyusunannya, senyawa organik tidak lagi mempertahankan sifat asal unsur-unsur yang ada di dalamnya.

Senyawa organik bisa dibilang dekat dengan kehidupan manusia, sebab banyak digunakan untuk keperluan sehari-sehari. Contohnya seperti air, ia terbentuk dari gabungan dua unsur yakni oksigen dan hidrogen. Contoh lainnya adalah garam dapur atau istilah kimianya natrium klorida (NaCl). Garam tersebut terbentuk dari dua unsur yakni natrium dan klorin.

2. Pengertian Senyawa Anorganik

Pengertian senyawa anorganik sendiri kebalikan dari organik. Adalah senyawa yang tidak memiliki unsur karbon dan bisa terbentuk melalui bantuan unsur logam dan non-logam. Senyawa ini juga tidak membentuk ikatan molekul yang kompleks, sehingga tidak memungkinkan adanya unsur karbon. Contoh senyawa anorganik adalah asam sitrat, natrium klorida, karbon dioksida.

Dua jenis yang dimiliki oleh senyawa anorganik adalah poliatimok dan binner. Poliatimok adalah senyawa yang tersusun atas lebih dari 3 jenis unsur, sedangkan binner tersusun hanya dari dua jenis unsur yakni logam dan non-logam.

Perbedaan Senyawa Organik dan Anorganik

Hal yang paling dasar pada Perbedaan senyawa organik dan anorganik adalah unsur yang membentuknya. Fakta menunjukkan bahwa senyawa organik dihasilkan dari aktivitas makhluk hidup. Sedangkan, senyawa anorganik dihasilkan melalui proses alami yang tidak berkaitan dengan makhluk hidup. Bisa dikatakan senyawa anorganik adalah murni dari hasil percobaan manusia.

Perbedaan selanjutnya dari senyawa organik dan anorganik bisa dilihat dari kandungan senyawa. Senyawa organik tidak memiliki atom logam sedangkan anorganik memilikinya. Dari sifatnya, senyawa organik memiliki sifat biologis sedangkan anorganik adalah mineral yang murni dari alam.

Perbedaan senyawa organik dan organik juga juga bisa dilihat dari bagian kelas senyawa kimiawi. Senyawa organik memiliki molekul dengan kandungan karbon dan hydrogen. Senyawa organik banyak bersumber dari mineral dan sumber non-biologis. Sedangkan senyawa anorganik kebanyakan meliputi logam yang mengandung senyawa bahkan jika mereka terdapat pada organisme hidup.

Dari beberapa penjelasan tadi, bisa ditarik kesimpulan perbedaan senyawa organik dan anorganik sebagai berikut:

  1. Senyawa organik berasal dari hasil aktivitas makhluk hidup. Sedangkan senyawa anorganik diciptakan oleh hasil percobaan manusia di sebuah laboratorium.
  2. Senyawa organik dapat menghasilkan garam, sedangkan anorganik tidak mampu dan tidak mengandung garam.
  3. Senyawa organik terdapat zat karbon, sedangkan anorganik tidak terdapat karbon.
  4. Senyawa organik mempunyai ikatan karbon dan hydrogen, sementara anorganik tidak memiliki dua unsur tersebut.
  5. Senyawa organik tidak mengandung atom logam apapun, sedangkan senyawa anorganik mempunyai unsur tersebut.
  6. Senyawa organik merupakan bagian dari kelas senyawa kimiawi dari molekul yang mengandung karbon dan hydrogen, sedangkan anorganik kebanyakan meliputi senyawa yang mengandung logam.

Tabel perbedaan senyawa organik dan anorganik

Penjabaran mengenai perbedaan senyawa organik dan anorganik sudah dijelaskan di atas. Namun untuk lebih jelasnya, di bawah ini rangkuman dengan bentuk tabel. Dengan harapan dapat lebih mudah untuk memahaminya, tidak seperti memahami kehidupan cinta, hehe.

Perbedaan Senyawa Organik dan Anorganik
PembedaOrganikAnorganik
AsalDari makhluk hidup serta hasil reaksi unsur sintetisDari sumber daya alam mineral bukan makhluk hidup
StrukturRumitSederhana
Unsur karbonSemua mengandung unsur karbon di dalamnyaTidak semua mengandung unsur karbon
Unsur atom logamTersediaTidak tersedia
Reaksi dengan apiMudah terbakarTidak mudah terbakar
LarutMudah terlarut hanya dalam pelarut organicBisa larut dalam air maupun pelarut organik
ReaksiPelanCepat
SifatBersifat non-elektrolitBersifat elektrolit
Titik lebur dan didihRendahTinggi
Penyusun unsurCl, F, P, F, N, O, H, C,Hampir semua unsur
Ikatan kimiaCovalentCovalent polar dan ionic
IsomerTersediaTidak tersedia
ContohKarbohidrat, lemak, asam folat, vitamin, polimer, protein, dan lain-lainAsam kakodilat, asam karbonat, kalsium klorida, amoniak, asam sulfat, natrium klorida, dsb.

Contoh Senyawa Organik dan Anorganik dalam Kehidupan

Setelah mengetahui perbedaan senyawa organik dan anorganik, ada baiknya untuk mengetahui contohnya dalam kehidupan sehari-hari. Berikut ini adalah beberapa contoh senyawa organik dan anorganik dalam kehidupan sehari-hari:

1. Senyawa Organik

Contoh dari senyawa organik pada kehidupan sehari-hari adalah sebagai berikut:

  1. Glukosa, senyawa ini paling banyak digunakan sehari-hari dengan bentuk gula pasir. Senyawa ini berguna perasa manis.
  2. Asam askorbat merupakan contoh lain yang ada pada kehidupan sehari-hari. Senyawa ini sering dikenal dengan vitamin C untuk meningkatkan daya tahan tubuh.
  3. Ester, senyawa ini banyak digunakan pada sabun, pembersih, dan pewangi. Senyawa ini memiliki bau yang wangi dan sangat volatil.
  4. Propana dan butana adalah senyawa organik yang sering dikenal dengan gas LPG. Sekarang ini hampir semua rumah memilikinya untuk memasak.
  5. Asam palmitat, asam ini merupakan jenis lemak yang terdapat dalam minyak kelapa. Dalam kehidupan sehari-hari sering digunakan sebagai bahan makanan.

2. Senyawa Anorganik

Berikut ini beberapa contoh dari senyawa anorganik yang ada di kehidupan sehari-sehari:

  1. Air merupakan salah satu contoh yang sangat sederhana dan banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Air bisa jadi senyawa anorganik sebagai unsur utama.
  2. Asam sulfat atau senyawa anorganik ini cenderung merusak makhluk hidup. Contoh penggunaan dari senyawa ini adalah air aki pada mobil dan motor.
  3. Natrium hidroksida, senyawa ini merupakan senyawa yang banyak digunakan pada detergen dan produk pembersih. Namun nama senyawa ini sering tertutupi oleh merek, dijamin bingung kalau bilang akan membeli natrium hidroksida di warung, hehe.
  4. Magnesium hidroksida, senyawa ini banyak dijumpai pada obat-obatan untuk menyembuhkan penyakit maag.
  5. Boraks, dari sekian senyawa anorganik, bisa jadi ini yang paling terkenal. Apalagi setelah muncul untuk bahan pengawet makanan. Padahal sebenarnya digunakan dalam produk cairan pembersih.

Itulah perbedaan senyawa organik dan anorganik yang sudah dijabarkan dari berbagai aspek. Pada dasarnya kedua senyawa ini memiliki perbedaan dari beberapa sektor. Meskipun berbeda, kedua senyawa ini tetap ada di lingkungan sekitar, bahkan sering dipakai untuk kehidupan sehari-hari.

Tinggalkan komentar