Pencemaran Tanah: Pengertian, Penyebab, Sumber, Akibat, Solusi

Polusi lingkungan adalah topik yang sedang hangat saat ini, baik udara, air dan tanah sama-sama tercemar. Tanah sebagai “wastafel universal” bahkan menanggung beban terbesar dari pencemaran lingkungan, yang secara bertahap mengancam kelangsungan hidup makhluk bumi dan menjadi tantangan besar yang perlu diatasi untuk membangun lingkungan yang lebih sehat.

Dengan membaca artikel ini sampai akhir, Kamu akan segera tahu bagaimana berbagai bentuk aktivitas manusia bertanggung jawab atas sebagian besar jenis pencemaran tanah. Tak hanya itu, Kamu pun akan tahu beberapa hal-hal sederhana untuk mengurangi pencemaran ini.

Pengertian Pencemaran Tanah

Pencemaran tanah adalah turunnya kualitas atau rusaknya tanah karena adanya konsentrasi zat beracun yang tidak normal, yang juga menimbulkan resiko bagi kesehatan manusia dan / atau ekosistem.

Penting untuk dipahami bahwa semua tanah mengandung senyawa yang berbahaya / beracun bagi manusia dan organisme hidup lainnya.

Namun, konsentrasi zat-zat tersebut di tanah yang tidak tercemar cukup rendah sehingga tidak menimbulkan ancaman bagi ekosistem di sekitarnya. Ketika konsentrasi satu atau lebih zat beracun tersebut cukup tinggi, maka menyebabkan kerusakan pada organisme hidup dan tanah dikatakan terkontaminasi.

Penyebab Pencemaran Tanah

Kerusakan tanah dapat terjadi baik karena aktivitas manusia ataupun karena proses alami. Namun, sebagian besar disebabkan oleh aktivitas manusia, seperti:

1. Penggunaan Pestisida

Pestisida adalah bahan kimia beracun sintetik yang dapat membunuh berbagai jenis hama dan serangga yang menyebabkan kerusakan pada pertanian, tetapi juga memiliki banyak dampak ekologis. Pestisida umumnya tidak larut dalam air dan non-biodegradable, sehingga tidak dapat terurai secara bertahap dan terus menumpuk di tanah.

2. Racun organik terklorinasi

DDT (senyawa dalam pestisida) dan bahan kimia lainnya memang sangat berguna untuk pengendalian hama, tapi juga dapat bertindak sebagai racun yang berbahaya bagi saraf manusia, bahkan dapat menyebabkan kematian pekerja lapangan di beberapa bidang pertanian. Wah serem juga ya.

3. Herbisida

Herbisida memang dapat terurai dalam rentang beberapa bulan, tetapi juga mempengaruhi lingkungan dan tidak ramah lingkungan. Sebagian besar herbisida bahkan beracun dan menyebabkan cacat lahir jika terhirup ibu hamil. Selain itu, penelitian menunjukkan bahwa penyemprotan herbisida menyebabkan lebih banyak serangan serangga dan penyakit tanaman dibandingkan dengan penyiangan manual.

4. Pupuk Anorganik

Penggunaan pupuk nitrogen anorganik yang berlebihan menyebabkan pengasaman tanah dan mencemari tanah pertanian, yang juga dikenal sebagai polusi agrokimia.

5. Polusi Industri

Nah ini nih, ulah sadar manusia yang menyebabkan pencemaran tanah; polusi industri. Pembuangan limbah kimia yang sembarangan dari berbagai jenis industri dapat menyebabkan kontaminasi tanah yang dampaknya tidak main-main lho. Mulai dari tanah tidak subur, tanaman di sekitar mati, mencemari air dalam tanah, bahkan beberapa tanah tidak bisa ditanami kembali.

6. Praktek Irigasi Inferior

Metode irigasi yang buruk, pemeliharaan kanal dan saluran irigasi yang tidak tepat, kurangnya rotasi tanaman dan pertanian intensif dapat menurunkan kualitas tanah dari waktu ke waktu dan menyebabkan degradasi lahan.

7. Aktivitas Perkotaan

Perkotaan adalah tempat yang paling banyak menghasilkan limbah, dan kondisinya semakin parah karena banyak warga ‘nakal’ yang membuang limbahnya di sana sini, padahal tidak semua sampah dapat terurai. Belum lagi jika sampah dilempar ke sungai, sungai tidak mengalir dengan baik dan bisa menyebabkan banjir. Lantas, siapa yang dirugikan? Diri sendiri, bukan?

8. Limbah Radioaktif

Limbah radioaktif atau limbah nuklir adalah bahan yang dianggap tidak berguna lagi yang telah terkontaminasi dan mengandung radionuklida. Radionuklida adalah atom tidak stabil dari suatu unsur yang membusuk atau hancur secara spontan dan memancarkan energi dalam bentuk radiasi yang berbahaya dan beracun.

Untuk mengurangi resikonya, limbah radioaktif banyak dibuang di bawah, tetapi resiko lainnya adalah menyebabkan kerusakan tanah secara permanen, di mana tanah tersebut tidak bisa lagi ditanami atau ditinggali.

Sumber Pencemaran Tanah

Berikut ini adalah 3 sumber yang dapat mencemari tanah beserta masing-masing penjelasannya:

1. Sumber Pertanian

Beberapa praktik pertanian yang menyebabkan pencemaran tanah adalah limbah hewan, penggunaan pestisida jangka panjang, herbisida, fungisida, nematisida, dll.

2. Sumber Non-Pertanian

Polusi tanah oleh sumber-sumber non-pertanian biasanya merupakan akibat langsung dari aktivitas manusia yang disebabkan oleh pertambahan populasi yang cepat dan limbah per kapita yang tinggi.

Banyak sampah-sampah modern yang tidak mudah terurai dan terakumulasi dalam konsentrasi beracun, dengan demikian menjadi sumber pencemaran.

3. Deforestasi

Deforestasi adalah penghilangan banyak pohon secara permanen untuk membuat berbagai lahan kering seperti penggembalaan ternak, pertambangan, membuat jalan, dll. Padahal, pohon sangat dibutuhkan karena berbagai alasan.

Pohon tidak hanya menyerap karbon dioksida yang kita hembuskan, tetapi juga gas rumah kaca yang memerangkap panas yang dihasilkan oleh aktivitas manusia. Ketika gas-gas itu memasuki atmosfer, pemanasan global meningkat dan suhu yang lebih ekstrim sangat berbahaya bagi tanaman, hewan, manusia bahkan Bumi, yang selanjutnya juga memicu terjadinya pencemaran tanah lebih cepat.

Akibat Pencemaran Tanah

Pencemaran tanah merupakan masalah global yang menyebabkan efek berbahaya pada tanah dan lingkungan pada umumnya, yang jika terjadi secara terus-menerus dapat berakibat seperti berikut:

1. Kualitas Tanaman Menurun

Penggunaan pupuk kimia, anorganik, dan pestisida dalam jumlah berlebih atau dalam jangka panjang akan menurunkan kesuburan tanah dengan cepat dan mengubah struktur tanah, yang kemudian juga menurunkan kualitas tanaman.

2. Mengancam Kesehatan Manusia

Tanah terkontaminasi yang dijadikan tempat hidup, bekerja atau bermain dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan seperti pernapasan, penyakit kulit, iritasi mata, bahkan berpotensi mengakibatkan kondisi yang lebih serius seperti kerusakan ginjal dan hati, penyumbatan neuromuskuler serta berbagai bentuk kanker. Karena itu, jangan suka main tanah ya, hehe.

3. Sumber Air Terkontaminasi

Tanah yang tercemar menyebabkan air bawah tanah juga ikut rusak, baik air tanah yang sudah ada atau air hujan yang meresap ke dalam tanah. Air tercemar ini bisa mengalir ke mana saja suka-suka dia, termasuk ke sumber air yang biasa dipakai untuk minum atau mandi.

4. Merusak Ekosistem dan Keanekaragaman Hayati

Pencemaran tanah dapat menyebabkan ancaman kesehatan pada hewan yang merumput di tanah atau mikroorganisme yang hidup di dalam tanah.

Solusi Pencemaran Tanah

Ini dia, beberapa solusi yang bisa dilakukan guna mencegah pencemaran tanah, seperti:

  • Gunakan teknik pertanian yang benar
  • Daur ulang limbah sebelum dibuang
  • Metode pembuangan limbah rumah tangga dan industri yang tepat
  • Gunakan pupuk organik, bukan pupuk kimia dan pestisida
  • Pendidikan dan kesadaran masyarakat
  • Pemeliharaan sistem pembuangan limbah yang benar
  • Program reboisasi
  • Bioremidiasi (penjernihan atau pembersihan tanah dengan menggunakan bakteri dan jamur)

Pernahkah Kamu membayangkan jika suatu saat Bumi akan penuh dengan sampah atau bahkan tanah Bumi rusak? Lantas, kita mau tinggal di mana? Karena itu, cegah pencemaran tanah semaksimal yang Kamu bisa agar Kamu tetap bisa tinggal di bumi dengan damai bersama pasangan dan anak cucu kelak.

Tinggalkan komentar