Pengertian Inflasi

Anda yang merupakan anak generasi 90-an, mungkin masih ingat bahwa dahulu kita bisa membeli satu piring nasi goreng dengan harga Rp 3.000 saja saat masih duduk di bangku Sekolah Dasar. Bahkan, sepiring nasi goreng dengan harga Rp 5.000 saja sudah dianggap sangat mahal pada saat ini. Sedangkan saat ini, untuk mendapatkan sepiring nasi goreng Anda harus punya Rp 15.000.

Pernahkah Anda bertanya-tanya hal apa yang menyebabkan terjadinya hal tersebut? Naiknya nilai atau harga barang di pasaran adalah inflasi. Pada ulasan kali ini, kami akan membahas tuntas mengenai inflasi mulai dari pengertian inflasi, penyebab inflasi, jenis inflasi, dan cara untuk dapat mencegah terjadinya inflasi.

Pengertian Inflasi secara Luas

Inflasi dapat diartikan sebagai suatu keadaan atau situasi perekonomian yang terjadi di dalam suatu negara yang harga produknya baik berupa barang maupun jasa cenderung mengalami kenaikan dalam jangka waktu yang panjang.

Kenaikan harga produk dalam jangka waktu pendek atau sementara, misalnya menjelang hari raya Idul Fitri tidak bisa digolongkan dalam inflasi. Begitu juga jika kenaikan harga hanya terjadi pada satu atau dua produk, hal tersebut tidak bisa dikatakan sebagai inflasi.

Hal yang dapat menjadi daya ukur atau indikator akan terjadinya inflasi adalah Indeks Harga Konsumen atau IHK. IHK adalah indeks yang menyatakan rata-rata dari perubahan harga yang dimiliki oleh produk yang dikonsumsi dalam kurun waktu tertentu. Perubahan nilai IHK ini dapat mengindikasi terjadinya inflasi atau tingkat kenaikan maupun deflasi atau tingkat penurunan harga sebuah produk.

Kenaikan harga produk baik berupa barang maupun jasa dalam jangka waktu yang panjang dapat berpengaruh terhadap daya beli masyarakat. Jika terjadi inflasi, daya beli masyarakat akan menurun karena penghasilan yang didapatkan tidak akan cukup untuk membiayai kebutuhan hidup manusia.

Penyebab Terjadinya Inflasi

Selain pengertian inflasi di atas, Anda juga harus mengetahui bahwa ada beberapa hal yang menjadi penyebab dari terjadinya inflasi atau kenaikan harga produk dalam jangka waktu yang panjang. Secara umum, penyebab terjadinya inflasi di antara lain adalah:

1. Meningkatnya Permintaan akan Produk

Jika permintaan atau demand akan suatu produk tertentu meningkat, maka inflasi dapat terjadi. Hal ini dapat diakibatkan oleh menipisnya stok atau suplai dari produk tersebut, sehingga kemudian harga penawaran akan produk suatu barang tersebut juga akan meningkat.

2. Utang Negara dan Tingkat Peredaran Uang

Jika suatu negara dalam keadaan memiliki utang, negara tersebut memiliki dua jenis pilihan akan keputusan dan juga kebijakan yang harus dijalankan. Pilihan tersebut adalah untuk mencetak lebih banyak uang atau untuk menaikkan nilai pajak.

Jika pemerintah memilih untuk mencetak lebih banyak uang agar dapat melunasi utang yang dimiliki tersebut, maka peningkatan jumlah uang yang beredar dan kondisi ekonomi akan memicu inflasi dan itu tidak seimbang. Hal ini karena produk dalam jumlah yang tetap namun uang yang beredar meningkat, sehingga harga produk akan naik, bahkan kenaikan harga produk dapat mencapai hingga 100%.

3. Meningkatnya Biaya untuk Produksi

Jika biaya yang dibutuhkan untuk dapat memproduksi suatu produk naik, produsen kemudian akan menaikkan harga jual produk tersebut untuk dapat menutupi biaya produksi, sehingga produsen tidak mengalami kerugian. Naiknya biaya produksi dapat disebabkan oleh meningkatnya upah pekerja atau juga meningkatnya bahan baku produk

Jenis–Jenis Inflasi

Inflasi dapat dikengelompokkan berdasarkan beberapa hal, di antaranya adalah berdasarkan tingkat keparahannya, berdasarkan penyebabnya, dan juga berdasarkan sumber terjadinya inflasi tersebut.

1. Berdasarkan Sumbernya

Adapun untuk jenis inflasi berdasarkan sumbernya, dapat dibedakan menjadi 2 jenis, di antaranya:

a. Inflasi Domestik

Jenis inflasi ini memiliki sumber di dalam negeri. Hal ini biasanya terjadi disebabkan oleh banyaknya jumlah uang yang beredar di masyarakat, namun tidak diimbangi dengan tingkat produk, atau pada saat tingginya permintaan akan produk yang tidak diimbangi dengan stok atau suplai produk tersebut, sehingga harga akan meningkat.

b. Inflasi Impor

Jenis inflasi ini memiliki sumber di luar negeri, yang biasanya inflasi jenis ini terjadi terhadap negara yang melakukan perdagangan bebas. Jika harga suatu produk yang berasal dari luar negeri naik karena ada kenaikan harga yang terjadi di negara asalnya, maka hal ini dapat menyebabkan imported inflation atau inflasi impor.

2. Berdasarkan Tingkat Keparahan

Inflasi jika dikelompokkan berdasarkan dari tingkat keparahannya dapat dibagi menjadi 4 jenis, yaitu:

a. Inflasi Ringan

Inflasi ini cenderung untuk lebih mudah dikendalikan dan belum memiliki dampak yang dapat mengganggu perekonomian dari suatu negara. Tingkat kenaikan harga dari produk baik berupa barang maupun jasa berada pada nilai kurang dari 10% harga awal produk.

b. Inflasi Sedang

Inflasi sedang ini dapat mulai menurunkan kesejahteraan rakyat yang memiliki penghasilan tetap, namun belum memiliki dampak yang berbahaya terhadap perekonomian negara. Tingkat inflasi pada inflasi jenis ini berkisar di antara 10 hingga 30% harga awal produk per tahun.

c. Inflasi Berat

Jenis inflasi yang satu ini dapat mengakibatkan perekonomian suatu negara menjadi kacau. Hal ini karena bunga pada bank lebih rendah jika dibandingkan dengan nilai inflasi, masyarakat cenderung tidak mau menabung dan lebih memilih untuk menyimpan barang. Tingkat inflasi pada jenis inflasi ini berada pada kisaran 30 hingga dengan 100% dari harga awal produk per tahun.

d. Inflasi Sangat Berat

Inflasi sangat berat atau hyperinflation adalah satu jenis inflasi yang sulit dikendalikan dan sudah menyebabkan kekacauan di dalam perekonomian negara. Meskipun pemerintah sudah melakukan kebijakan, baik moneter dan fiskal, tidak dapat mengatasi dan mengendalikan jenis inflasi ini, Tingkat inflasi pada inflasi sangat berat pada nilai di atas 100% per tahunnya.

3. Berdasarkan Penyababnya

Sedangkan jenis–jenis inflasi yang dikelompokkan berdasarkan penyebabnya antara lain adalah:

  1. Demand pull inflation atau inflasi yang disebabkan oleh tingginya permintaan akan suatu produk dan tidak diimbangi dengan jumlah produk yang dapat dipenuhi oleh produsen.
  2. Cost push inflation atau inflasi yang disebabkan karena tingginya biaya produksi yang harus dikeluarkan oleh produsen, sehingga menyebabkan naiknya harga penawaran produk.
  3. Bottle neck inflation atau inflasi yang disebabkan karena campuran faktor penawarn dan juga faktor permintaan

Hal yang Dapat Dilakukan untuk Mencegah Terjadinya Inflasi

Untuk dapat mencegah terjadinya inflasi yang akan membahayakan perekonomian, tidak hanya bagi individu dan perusahaan, namun juga bagi kelangsungan perekonomian suatu negara adalah dengan sistem pengelolaan keuangan yang didasari dengan ilmu akuntansi yang baik. Hal itu karena pemahaman dan juga pengertian mengenai ilmu ekonomi menjadi penting dan krusial.

Meskipun inflasi dapat menyebabkan ketidakseimbangan yang terjadi di pasar, dampak terjadinya inflasi tidak selalu buruk. Apabila inflasi dapat dijaga dalam tingkat yang stabil dan juga sehat, hal tersebut dapat berdampak baik kepada peningkatan upah, hingga profitabilitas tinggi. Jangan lupa mengenai pengertian inflasi dan juga penjelasan lainnya, agar Anda lebih mengerti dan terhindar dari inflasi.

Seberapa manfaat artikel ini untuk Anda?

Tinggalkan komentar