Jaringan Epitel

Jaringan Epitel – Di dalam tubuh, baik hewan (animalia) maupun tumbuhan (plantae), terdapat jaringan yang memiliki beragam fungsi. Salah satu jaringan yang ada di dalam tubuh hewan adalah jaringan epitel dan jaringan meristem. Namun, yang akan kita bahas sekarang adalah Jaringan Epitel. Luas penampang dari jaringan ini sangat luas dan memiliki kepadatan sel yang rapat.

Secara umum, jaringan ini berguna untuk memberikan perlindungan bagi tubuh, yaitu sebagai penutup dan sebagai tempat penyusunan jaringan organ luar tubuh.

Pengertian Jaringan Epitel

gambar jaringan epitel
gambar jaringan epitel

Pengertian jaringan epitel adalah Jaringan yang termasuk ke dalam jaringan dasar. Hal ini dikarenakan jaringan ini termasuk krusial keberadaannya. Epitel inilah yang akan menjadi pelapis bagi struktur serta saluran. Jaringan ini berada di permukaan tubuh sebagai pembatas organ dalam dengan area luar organ tersebut.

Epitel yang menjadi pelapis bagi area luar tubuh disebut jaringan epitelium. Sedangkan yang menjadi pembatas rongga di dalam tubuh disebut mesotelium. Untuk jaringan epitel yang bertugas menjadi pembatas organ disebut dengan endotelium.

Klasifikasi Jaringan Epitel

Adapun klasifikasi jaringan epitel dibagi menjadi dua yiatu epitel lapis dan epitel berlapis.

1. Epitel Selapis

Dinamakan selapis, karena memang jaringan ini hanya memiliki satu lapisan sel saja atau disebut juga dengan simple epithelium. Tiap sel berhubungan secara direk dengan membran dasar. Karena jaringan ini tipis, maka memudahkan proses penyerapan.

Epitel selapis ini juga masih bisa dibagi lagi berdasarkan klasifikasi bentuk sel. Dalam klasifikasi tersebut, epitel selapis bisa dikelompokkan menjadi empat kelompok besar yaitu pipih selapis, silindris selapis, kubus selapis, dan transisi.

  • Epitel pipih selapis merupakan tempat terjadinya difusi pasif gas. Kegunaan lain dari epitel ini adalah sebagai tempat bertukarnya zat dari dalam ke luar tubuh dan sebagainya. Representasi epitel jenis ini adalah pembuluh limfa, lapisan perikardium, kapsula bowman, rongga peritoneal serta alveolus dalam paru-paru.
  • Epitel silindris selapis memiliki fungsi sebagai penyerap, sekretori maupun ekskretoris. Representasinya adalah kantong empedu, ginjal, jonjot usus, kelenjar ludah serta masih banyak lainnya.
  • Epitel kubus selapis atau kuboid selapis adalah jaringan epitel yang berada di area terselubung atau area serap. Epitel ini memiliki fungsi sebagai alat sekresi dan juga pelindung. Contohnya adalah di dalam dinding perut, kelenjar tiroid, permukaan ovarium  dan juga usus halus.
  • Epitel transisi ini bisa ditemukan secara luas di dalam sistem pernapasan baik di dalam hewan maupun manusia. Contohnya adalah di dalam trakea, rongga hidung dan lain sebagainya.

2. Epitel Berlapis

Tanpa perlu membuka kamus tentunya Anda sudah tahu bahwa bentuk dari epitel berlapis adalah lebih dari satu lapisan sel,maka dari itu juga disebut sebagai stratified epithelium. Karena susunannya yang tebal inilah, maka epitel berlapis berada di area lapisan tubuh yang kerap mendapat tekanan, baik secara mekanik maupun kimia sehingga rawan pengelupasan dan pengikisan.

Hal yang membedakan epitel berlapis dengan selapis terdapat dalam jaringan pada sel yang hanya bisa disatukan dengan desmosom. Namun, sama dengan epitel selapis, epitel berlapis juga terbagi menjadi empat kelas utama, yaitu pipih, silindris, kubus, dan transisi

  • Epitel pipih berlapis merupakan epitel yang dapat ditemukan di lapisan epidermis kulit.
  • Epitel kubus berlapis atau kuboid berlapis merupakan jaringan yang hanya bisa ditemukan di bagian tertentu saja di dalam tubuh. Jaringan ini bisa ditemukan di saluran besar dari beberapa kelenjar, sebagai contohnya adalah pada pangkal esofagus, kelenjar susu, dan juga kelenjar saliva.
  • Epitel silindris berlapis memiliki dua lapisan dan tidak banyak ditemukan di dalam tubuh. Jaringan ini berfungsi sebagai tempat penyerapan, pembuangan, dan juga perlindungan gerakan zat yang melalui permukaan. Contoh dari epitel ini adalah yang terletak pada konjungtiva palpebra.
  • Epitel transisional mampu berubah bentuk dan bisa didapatkan di dalam ureter dan juga buah pinggang.

Jenis-jenis Jaringan Epitel

jenis jaringan epitel
jenis jaringan epitel

Ciri-ciri Jaringan Epitel

ciri ciri jaringan epitel
ciri ciri jaringan epitel

Adapun ciri-ciri jaringan epitel adalah sebagai berikut.

  • Ada di semua bagian tubuh.
  • Memiliki bentuk kubus, pipih, batang, dan ada yang bisa berubah-ubah bentuknya.
  • Sel penyusunnya rapat.
  • Dirakit dari sel dan molekul ekstraseluler.
  • Berupa tonjolan jaringan yang berfungsi menambah luas permukaan serta memindahkan partikel asing.

Sifat Jaringan Epitel

Adapun sifat-sifat jaringan epitel adalah sebagai berikut.

  • Tersusun dari sel yang hanya memiliki satu lapisan dan juga beberapa lapisan.
  • Dapat beregenerasi.
  • Terdapat mikrovili, flagela, maupun stereosilia.
  • Bentuk sel bermacam-macam tergantung penyusunnya, fungsi serta letaknya.
  • Memiliki lamina basalis.

Letak Jaringan Epitel

letak jaringan epitel
letak jaringan epitel

Seperti yang sudah sedikit dibahas di atas, jaringan epitel terletak di dalam dan luar tubuh. Pada bagian lapisan paling luar di kulit, epitel yang ada di sana merupakan epitel pipih berlapis dan sel epitel keratin. Epitel pipih berlapis namun tidak memiliki keratin terdapat di dalam mulut, kerongkongan, dan rektum.

Rataan kornea bagian luar dibungkus dengan sel epitel yang berkembang cepat dan mudah beregenerasi. Dalam pembuluh darah, jantung, dan pembuluh limfatik juga terdapat epitel, namun epitel ini berbentuk spesial yang kerap disebut dengan endotel. Sedangkan mesothelium bisa kita temui di dalam dinding perikardium, pleura, dan peritoneum.

Fungsi Jaringan Epitel

fungsi jaringan epitel
fungsi jaringan epitel

Adapun beberapa fungsi jaringan epitel adalah sebagai berikut.

1. Perlindungan

Fungsi jaringan epitel yang ada di bagian kulit memiliki kegunaan sebagai pelindung jaringan yang berada di bawah jaringan mekanik. Epitel ini menjauhkan jaringan dari bahan kimia dan bakteri berbahaya yang masuk ke dalam kulit. Selain itu kegunaan lainnya adalah sebagai pencegah agar kulit tidak kehilangan air secara berlebihan.

2. Penerima Impuls

Karena epitel memiliki ujung saraf yang sensori, maka jaringan ini memungkinkan organ untuk peka terhadap impuls atau rangsangan yang mengenai areanya. Jaringan epitel semacam ini bisa ditemukan di bagian telinga, lidah, dan panca indera lainnya.

3. Alat Absorpsi

Fungsi penyerapan nutrisi hasil sistem pencernaan ini bisa dilakukan oleh sel epitel yang menyelimuti usus halus.

4. Alat Sekresi

Sel epitel pada fungsi ini berguna untuk mengeluarkan zat yang tidak berguna bagi tubuh. Contohnya, sel epitel yang ada di dalam ginjal maupun empedu.

5. Alat Penyaring

Fungsi jaringan epitel ini juga kerap disebut dengan filtrasi. Sel epitel yang memiliki fungsi ini berbentuk silia, contohnya adalah yang ada di dalam rongga hidung. Sel ini berguna untuk menghalau partikel debu masuk ke saluran napas.

6. Alat Ekskresi

Sel epitel ini bisa didapatkan di dalam ginjal yang berguna untuk penyerapan bahan makanan serta mengolah zat yang tidak berguna menjadi urin. Sel epitel yang ada di kulit juga termasuk di dalam kategori ini karena menghasilkan keringat berisi zat racun maupun yang tidak berguna.

7. Mengurangi Gesekan

Sel epitel berada di sistem peredaran darah berfungsi untuk mengurangi gesekan yang terjadi antara darah dengan dinding pembuluh yang dilaluinya.

8. Alat Difusi

Sel epitel yang berfungsi sebagai diffuser atau penyebar dan pelarut gas, cairan maupun nutrisi ada di seluruh tubuh dan berbentuk lapisan yang tipis. Sel ini kerap ditemui di paru-paru dan organ tubuh lainnya.

Mempelajari jaringan epitel membantu kita untuk memahami salah satu dari empat jaringan utama di dalam tubuh. Jaringan ini sangat kompleks, sehingga ketika mempelajarinya kita juga akan secara otomatis belajar tentang jaringan lain yang juga beririsan maupun bersinggungan dengannya.

Tinggalkan komentar