Klasifikasi Echinodermata

Klasifikasi Echinodermata – Filum hewan laut yang terdiri dari bintang laut, teripang, ataupun kerabat lainnya seringkali disebut sebagai Echinodermata. Jenis hewan ini sangat mudah dijumpai pada hampir setiap kedalaman laut. Jenis filum ini berada pada kisaran 7.000 spesies dan telah dikelompokkan menjadi spesies terbesar yang kedua setelah Chordatta dan Mollusca. Wow, banyak sekali ya? hehehe

Keberadaan dari filum Echinodermata memang sangatlah banyak, hal ini dikarenakan keberadaannya dipengaruhi ekosistem terumbu karang yang menjadi habitat yang baik bagi spesies ini. Spesies ini dapat dengan mudah dijumpai di bagian zona alga padang, terumbu karang, pertumbuhan zona tubir, dan lamun.

Pengertian Echinodermata

Pengertian Echinodermata
Pengertian Echinodermata

Tahukah kamu Apa itu pengertian Echinodermata? Echinodermata adalah berasal dari bahasa Yunani mempunyai arti derma dan berduri. Selain itu hewan ini juga termasuk sebagai salah satu hewan yang mempunyai habitat di air payau maupun di laut. Secara umum, hewan primitif ini bergerak secara lambat dan tidak ada yang dapat hidup secara parasit, beberapa jenis spesies ini hidup secara sesil atau menempel.

Makanan yang banyak dikonsumsi oleh spesies ini tergantung dari masing-masing jenisnya. Contoh makanannya yaitu berupa organisme yang membusuk atau sudah mati dan juga plankton. Sementara sistem reproduksi yang dimiliki oleh hewan simetri radial ini dapat dilakukan secara seksual. Namun ada beberapa spesies yang melakukan reproduksi melalui tunas atau secara aseksual.

Pengertian dari reproduksi aseksual ini yaitu melibatkan pembagian tubuh supaya menjadi fragmentasi atau dua bagian bahkan lebih. Kemudian regenerasi pada bagian tubuh yang hilang. Fragmentasi itu sendiri menjadi cara reproduksi yang secara umum dilakukan pada beberapa spesies asteroidea, teripang, dan ophiuroidea.

Reproduksi  seksual yaitu dengan cara bertelur dari betina maupun spermatozoa yang dilakukan dari jantan. Berada pada bagian pemijahan atau di dalam perairan, kemudian sel telur tersebut akan dibuahi. Pada siklus tahunan, kebanyakan dari Echinodermata akan bertelur.

Biasanya pada periode pemijahan ini akan berlangsung selama satu atau bahkan dua bulan ketika sedang berada di musim panas atau musim semi. Kedua musim tersebut adalah periode paling baik dan banyak untuk dilakukannya proses reproduksi seksual.

Ciri-ciri Echinodermata

Ciri-ciri Echinodermata
Ciri-ciri Echinodermata

Sebagian dari filum Echinodermata mempunyai gerakan pada bagian kaki ambulakral yaitu seperti bintang laut. Apabila lampu lainnya mengalami kontraksi maka bagian air mengalami penekanan sehingga masuk ke dalam kaki ambulakral. Jika hal ini terjadi maka dapat berubah menjulur panjang. Jika bintang laut bergerak pada sebelah kanan, bagian kaki sebelah kanan memegang benda yang ada dibawahnya.

Supaya lebih mengenal spesies Echinodermata, maka Anda bisa melihat beberapa ciri-ciri Echinodermata adalah sebagai berikut:

  • Mempunyai tubuh yang terdiri atas tiga lapisan.
  • Gerakan dilakukan dengan ambulakral yaitu dengan kaki tabung yang mempunyai lubang-lubang kecil untuk lubang tersebut mempunyai fungsi untuk menghisap.
  • Mempunyai tubuh berbentuk simetri bilateral ketika masih menjadi larva. Sementara ketika tumbuh menjadi dewasa mempunyai tubuh berbentuk simetri radial.
  • Mempunyai bagian sistem pencernaan yang sangat sempurna. Terkecuali pada spesies bintang laut yang tidak mempunyai anus.
  • Mempunyai sistem perkembangbiakan secara seksual.
  • Tidak mempunyai sistem ekskresi.
  • Pada bagian permukaan tubuhnya terdiri tonjolan-tonjolan yang hampir menyerupai seperti duri.
  • Mempunyai bagian sistem tabung pada jaringan hidrolik.
  • Untuk ukuran tubuhnya sangat bervariasi karena ada yang berdiameter 1 sampai 36 cm.
  • Bagian tubuhnya telah tersusun pada sumbu oral aboral, namun tidak mempunyai kepala.
  • Pada saat dewasa akan mengalami metamorfosis, sehingga dari bentuknya yang simetri bilateral menjadi simetri radial.
  • Mempunyai mulut berada di bawah dan bagian anus terletak bagian atas hal ini seringkali disebut sebagai triploblastik selomata.
  • Mempunyai kulit yang keras, hal tersebut karena spesies ini terbuat dari zat kapur.
  • Mempunyai sistem ambulakral melalui perubahan dari tekanan air yang terdapat di dalam pembuluh air dan hal ini diatur oleh selom.
  • Bagian sistem pencernaan yang dimilikinya sangatlah sempurna.

Klasifikasi Echinodermata

Klasifikasi Echinodermata
Klasifikasi Echinodermata

Tahukah kamu klasifikasi filum echinodermata? Jadi 5 klasifikasi echinodermata adalah asteroidea, ophiurodea, crinoidea, echinoidea dan holothuroidea.

1. Asteroidea

Klasifikasi echinodermata jenis ini adalah kelompok yang memiliki bentuk tubuh seperti bintang, diantaranya kelas Ophiuroidea dan Asteroidea.

2. Echinoidea

Klasifikasi echinodermata selanjutnya yaitu golongan bulu babi atau landak laut. Hewan ini pemakan ganggang, berbentuk bola keras berduri, memiliki susunan osikel yang sangat rapat sehingga membentuk “tempurung” keras dan hewanini tidak memiliki lengan.

3. Ophiurodea

Kategori ular laut yang memiliki lima lengan fleksibel dan panjang serta memiliki lambung buntu tanpa usus dan anus. Hewan ini pada umumnya detritivora.

4. Holothuroidea

Golongan teripang atau mentimun laut. Hewan ini pemakan endapan (sisa-sisa organisme), memiliki bentuk lonjong, susunan osikelnya sangat tersebar sehingga fleksibel. Hewan ini tidak memiliki lengan.

5. Crinoidea

Kategori lilia laut yang pada umumnya berbentuk seperti tumbuhan dan sesil.

Nah itulah 5 klasifikasi echinodermata yang dapat kamu ketahui, yuk simak pembahasan selanjutnya dibawah ini.

Cara Hidup Echinodermata

Cara Hidup Echinodermata
Cara Hidup Echinodermata

Bagaimana cara hidup echinodermata? Echinodermata adalah hewan yang hidup secara bebas yang artinya habitat echinodermata bisa berada dimana saja, seperti laut, pantai, hingga laut yang dalam. Adapun makanannya tergantung kepada jenisnya. Contoh makanan echinodermata adalah plankton, organisme yang mati atau yang membusuk.

Peran Echinodermata dalam Kehidupan Manusia

Adapun peran echinodermata bagi ekosistem ada yang menguntungkan juga ada yang merugikan manusia:

Peran Echinodermata yang menguntungkan dalam Kehidupan 

  1. Holothuria atau yang biasa disebut dengan mentimun laut bisa diperdagangkan sebagai teripang kering maupun kerupuk teripang. Hongkong adalah pusat perdagangan teripang di dunia. China memanfaatkan mentimun laut ini untuk dikeringkan dan dijadikan sebagai bahan obat-obatan.
  2. Echinodermata memakan bangkai-bangkai, yang membuat pantai menjadi bersih.
  3. Kemudia Bulu babi yang dimanfaatkan untuk diambil gonadnya sebagai dikonsumsi. Bahkan di jepang terdapat peternakan bulu babi yang luas. Adapun di Indonesia juga ada di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Kendari.

Peran Echinodermata yang merugikan 

  1. Achanbasther adalah hama pada terumbu karang, yang memakan polip Coelenterata.
  2. Bintang laut juga menjadi hama yang sering memakan kerang mutiara di tempat budidaya kerang mutiara.

Reproduksi Echinodermata

Tahukah kamu bagaimana cara reproduksi Echinodermata? Jadi, Echinodermata adalah hewan yang berkembang biak secara seksual, yang mana hewan jantan dan betina yang melepaskan sel gametnya ke air laut, dan proses fertilisasi yang berlangsung secara eksternal atau di dalam air laut. Berikut adalah contoh reproduksi echinodermata pada gambar dibawah ini.

Reproduksi Echinodermata
Reproduksi Echinodermata

Sistem Organ Echinodermata

Sistem Organ Echinodermata
Sistem Organ Echinodermata

Salah satu filum dalam Kingdom Animalia ini dikenal  hidup secara bebas dan memang mempunyai habitat yang bisa tinggal di mana saja, baik itu di laut dalam maupun di laut pantai. Selain ciri-ciri Echinodermata yang sangat mudah dikenali oleh masyarakat, ternyata filum Echinodermata adalah hewan yang mempunyai sistem organ seperti berikut ini:

1. Mempunyai Sistem Gerak

Pada bagian sistem gerak sebagian dari hewan ini menggunakan kaki pembuluh atau kaki ambulakral. Sementara gerakan yang terjadi pada kaki ambulakral ini bisa saja terjadi akibat adanya perbedaan pada tekanan air. Rongga yang terdapat pada kaki memiliki kegunaan sebagai kelanjutan dari sistem pembuluh air.

Bagian inilah yang mempunyai fungsi sebagai penggerak atau dijadikan sebagai pernafasan karena bisa membuka cangkang mangsa yang menjadi buruannya. Pada bagian sistem pembuluh air mempunyai beberapa bagian seperti:

  • Madreporit

Pembuluh air ini yaitu lempeng dorsal yang mempunyai lubang untuk tempat masuknya air laut dalam sistem pembuluh air.

  • Madreporikus  atau saluran batu

Saluran batu ini menjadi saluran penghubung yaitu antara saluran cincin dengan madreporit.

  • Sirkomolaris atau saluran cincin

Saluran cincin ini menjadi pembuluh air sebagai saluran melingkar yang akan mengelilingi bagian mulut.

  • Saluran radialis

Saluran radialis menjadi pembuluh air cabang pada saluran cincin kemudian menuju pada setiap lengan, sehingga berujung pada bagian kaki. Setiap kaki ambulakral atau kaki tabung ini berhubungan pada gelembung otot atau seringkali disebut sebagai ampula.

2. Sistem Saraf dan Peredaran Darah

Secara umum bagian sistem saraf dan peredaran darah Echinodermata telah tereduksi, namun susah diamati. Bagian sistem peredaran darah ini terdiri pembuluh darah yang mengelilingi bagian mulut, kemudian dihubungkan pada pembuluh radikal 5 buah pada setiap bagian lengan. Sementara sistem sarafnya mempunyai cincin saraf maupun tali saraf di bagian lengannya.

3. Bagian Sistem Pencernaan

Pada bagian sistem pencernaan dimulai dari mulut yang terletak di bagian oral atau bagian ventral, lalu dilanjutkan pada faring tenggorokan kemudian lambung, usus, lalu menuju ke bagian anus. Sebagian dari spesies ini mempunyai 5 cabang dan untuk masing-masingnya akan menuju ke bagian lengan.

4. Sistem Pernafasan

Echinodermata dilengkapi dengan paru-paru kulit sebagai sistem pernafasan. Sistem pernafasan ini menonjol pada bagian rongga tubuh di dinding. Bagian inilah yang akan mengalami adanya pertukaran dari gas oksigen dan karbondioksida. Sementara sisa-sisa yang terdapat pada metabolisme diangkat dan dikeluarkan dari dalam tubuh.

Hewan yang mempunyai bentuk tubuh simetri radial ini atau disebut juga Echinodermata mempunyai bagian tubuh yang mampu mendistribusikan pada susunan yang melingkar pada kisaran poros tengah. Apabila tubuh ditarik garis, yaitu dari depan ke belakang maka bagian tubuhnya akan terlihat sama yaitu antara bagian kanan dan bagian kiri.

Echinodermata juga termasuk sebagai hewan mikroskopis invertebrata transparan yang secara umum dapat berenang di laut secara bebas. Sebagai hewan yang hidup dengan bebas, maka habitat hewan ini artinya bisa tinggal di mana saja, baik itu di laut dalam maupun di laut pantai.

Mungkin itulah pembahasan kita kali ini mengenai filum Echinodermata, semoga penjelasan lengkap mulai dari pengertian, ciri-ciri, klasifikasi, peran, reproduksi, dan sistem organ echinodermata dapat menambah wawasan kita.

Tinggalkan komentar