Gotong Royong

gotong royong
gotong royong

Seberapa manfaat artikel ini untuk Anda?

Gotong Royong – Sebagai makhluk sosial, manusia tentunya saling membutuhkan satu sama lain guna memenuhi kebutuhan hidupnya. Membangun hubungan sosial yang baik dengan sesama merupakan salah satu kunci hidup rukun. Semangat membangun kehidupan yang lebih baik bersama-sama memunculkan sifat gotong royong yang melekat. Namun, sudahkah Anda mengetahui makna dari gotong royong itu sendiri? Simak ulasan menariknya di bawah ini.

Pengertian Gotong Royong

1. Pengertian Gotong Royong Secara Umum

Gotong royong merupakan aktivitas sukarela yang dikerjakan bersama-sama agar terasa lebih ringan sehingga tujuan lebih mudah tercapai.

2. Pengertian Gotong Royong Menurut Para Ahli

· Sakjoyo dan Pujiwati

Gotong royong merupakan kebiasaan tolong menolong antara warga dalam berbagai sendi kehidupan sosial. Hal ini dilakukan berdasarkan hubungan kekerabatan dan bertetengga yang efisien dan praktis.

· Koenjaraningrat

Kegiatan ini mengacu pada konsep yang berkaitan erat dengan kehidupan masyarakat Indonesia yang bersifat agraris. Selain itu, diartikan pula sebagai sistem pengarahan tenaga tambahan untuk menyelesaikan aktivitas produksi bercocok tanam.

· Mubyarto

Gotong royong adalah aktivitas yang dilakukan secara bersama-sama dalam satu tujuan akhir.

Unsur Gotong Royong

  1. Kerukunan
  2. Kekeluargaan
  3. Kebersamaan
  4. Kesatuan

Manfaat Gotong Royong

  1. Pekerjaan lebih cepat selesai karena dilaksanakan bersama-sama.
  2. Mempererat tali silaturahmi antar warga.
  3. Keamanan lingkungan yang lebih baik.
  4. Membuat kehidupan bermasyarakat lebih kondusif dan tentram.
  5. Dapat membuat kebersihan lingkungan lebih terjaga.
  6. Menjaga nilai solidaritas antar sesama.
  7. Membuat tatanan kehidupan masyarakat lebih baik.
  8. Menjadikan pengeluaran anggaran dana lebih bisa dihemat karena kegiatan sukarela.

Contoh Sikap Gotong Royong

1. Di Rumah

  • Bersama-sama membereskan rumah di hari libur.
  • Menanam tanaman untuk dinikmati hasilnya bersama-sama.
  • Saling membantu memperbaiki barang atau bagian rumah yang rusak.
  • Menyelesaikan permasalahan dengan musyawarah antar anggota keluarga.
  • Mendengarkan pendapat satu sama lain agar masalah cepat terselesaikan dengan cara paling solutif.

2. Di Sekolah

  • Mengadakan kerja bakti ketika ada kejadian bencana alam yang berdampak besar. Baik dampak terhadap lingkungan maupun korban.
  • Melakukan kegiatan membersihkan sekolah bersama-sama pasca libur panjang misalnya dengan membuang sampah, menyapu, memotong rumput liar, membersihkan ruangan-ruangan sekolah, dan lain-lain.
  • Ikut membersihkan puing benda-benda yang seringkali terdapat pada sekolah yang selesai direnovasi.

3. Di Masyarakat

  • Melaksanakan kerja bakti untuk membersihkan lingkungan secara berkala. Misalnya dengan membersihkan semak belukar yang tumbuh di pinggir jalan. Hal ini bermanfaat pula untuk meminimalisir kecelakaan yang berpotensi terjadi.
  • Berusaha menjadikan lingkungan tempat tinggal menjadi tempat yang indah, damai, dan bersih. Caranya dengan memberdayakan warga secara sukarela membersihkan sampah, rumput liar, membersihkan selokan, dan lain-lain.
  • Kegiatan kerja bakti ini juga dibarengi sejumlah warga yang menyediakan makanan dan minuman secara sukarela. Dengan demikian, rasa kebersamaan dan persatuan pun semakin erat.

Nilai Gotong Royong

Terdapat beberapa nilai pada sikap gotong royong yang dapat dijadikan semangat untuk mewujudkan tujuan. Dengan demikian, tujuan apapun yang bermanfaat bagi kehidupan masyarakat dapat tercapai bersama. Berikut beberapa nilai yang terkandung dalam gotong royong sehingga patut diteladani.

1. Rasa Kebersamaan

Kegiatan ini telah lama menjadi cerminan rasa kebersamaan yang tumbuh dari generasi ke generasi dalam masyarakat. Adanya kerja sama ini menjadikan seluruh warga kompak dan memiliki satu tujuan yang serupa. Terlebih apabila tujuannya membangun fasilitas publik yang tentunya sangat bermanfaat bagi kehidupan.

2. Persatuan

Rasa persatuan setiap anggota warga dilatih melalui kegiatan ini. Rasa kebersamaan semakin erat hingga mampu menjalin hubungan yang erat ketika terjadi permasalahan.

3. Rela Berkorban

Meski terkesan sederhana, sikap gotong royong dapat melatih rasa rela berkorban seseorang demi kepentingan umum. Rela berkorban dalam artian ini adalah meluangkan waktu, pikiran, tenaga, serta mengeluarkan sejumlah dana dengan sukarela.

4. Saling Menolong

Kegiatan yang penuh kebersamaan ini dapat menumbuhkan rasa saling menolong antar warga. Mengingat kebaikan sekecil apapun bisa bermanfaat bagi orang lain.

5. Hubungan Sosial

Setiap individu akan lebih mudah menyadari pentingnya melakukan sosialisasi yang baik antar sesama. Terutama lewat kegiatan gotong royong yang memiliki pencapaian yang sama. Kegiatan ini akan membuat masyarakat lebih mengenal satu sama lain. Terjaganya hubungan sosial yang baik tentunya akan bermanfaat di kemudian hari.

Tujuan Gotong Royong

  1. Bahu membahu membangun sifat individu yang senang bekerja sama guna memecahkan permasalahan di ruang publik.
  2. Suatu aktivitas pekerjaan akan lebih mudah dan cepat diselesaikan.
  3. Mempererat rasa kesatuan dan persatuan antar warga negara Indonesia.
  4. Meminimalisir pengeluaran yang besar
  5. Meningkatkan rasa kebersamaan dan persaudaraan antar warga.
  6. Membuat kegiatan sosial menjadi lebih mudah dilakukan karena warga akan saling mengenal lebih baik.

Implementasi Gotong Royong dalam Kehidupan Masyarakat

  1. Ikut berpartisipasi dalam kegiatan pembangunan rumah warga nilai kebersamaan dan kehidupan bertetangga lebih baik.
  2. Membangun fasilitas yang digunakan untuk publik, misalnya pembangunan jalan desa.
  3. Membangun lapangan sepak bola sederhana sebagai sarana hiburan dan olahraga.
  4. Melakukan penghijauan berupa penanaman pohon di sekitar pedesaan atau komplek.
  5. Ikut serta dalam pembangunan masjid.
  6. Membersihkan lingkungan dari sampah yang berserakan, misalnya di desa, komplek, pinggir jalan, dan lain-lain.
  7. Melaksanakan rapat desa secara rutin di hari minggu. Hal ini pada dasarnya juga bisa dikategorikan sebagai gotong royong membangun desa.

Konsep Gotong Royong

Dalam pelaksanaannya, gotong royong memiliki konsep sebagai berikut :

· Manusia sebagai Makhluk Sosial

Manusia pada dasarnya butuh orang lain untuk bertahan hidup. Hal ini dibuktikan dengan peran orangtua yang menjaga dan mengasuhnya sedari kecil.

· Saling Bergantung Satu Sama Lain

Pada hakikatnya, seluruh aspek kehidupan manusia bergantung pada hubungannya dengan sesama. Misalnya ketika lapar, manusia membutuhkan sumber makanan yang berasal dari kegiatan pengolahan manusia lain.

· Sifat Alamiah Manusia

Pada dasarnya manusia selalu berusaha memelihara hubungan yang baik antar sama. Terlebih hal ini didorong oleh rasa jiwa yang sama rasa dan sama rata.

Kendala Gotong Royong di Era Modern

  1. Berkembangnya pemahaman bahwa gotong royong sudah tidak relevan lagi dilakukan. Padahal kegiatan ini banyak manfaatnya apabila dilaksanakan dalam konteks yang benar.
  2. Rasa kepekaan sosial di kehidupan masyarakat sudah semakin memudar.
  3. Kurangnya contoh yang bisa diteladani terutama dari pihak pemerintah dan pejabat tinggi negara.
  4. Tidak adanya penjabaran secara menyeluruh mengenai nilai-nilai gotong royong. Hal ini menyebabkan kesadaran generasi muda terhadap gotong royong semakin berkurang.

Asas Gotong Royong

  1. Mengamalkan ketakwaan terhadap Tuhan yang Maha Esa mengenai pentingnya berbuat baik kepada sesama.
  2. Manusia sebagai makhluk yang tidak bisa hidup sendiri perlu membina hubungan yang baik dengan sesamanya. Hal ini dilakukan demi tercapainya kesejahteraan rohani dan jasmani.
  3. Manusia akan merasakan hakikat kehidupan yang lebih baik ketika mengutamakan nilai kebersamaan.
  4. Sudah sepatutnya sebagai makhluk sosial, rasa tenggang rasa dan saling mengasihi dijunjung tinggi.

Memahami hakikat gotong royong pada dasarnya tidak sulit dilakukan. Seperti yang telah dijabarkan di atas, manfaat kegiatan ini sangat banyak dan membantu warga dalam berbagai sendi kehidupan. Oleh karena itu, melestarikan nilai-nilai tersebut merupakan tanggung jawab bersama.

rizki
Manusia biasa yang terus berjuang untuk memperbaiki diri