Angiospermae

Tumbuhan merupakan salah satu penunjang kehidupan, hal ini disebabkan karena jika tumbuhan di muka bumi mulai habis maka manusia dan bumi akan ikut rusak pula seiring berjalannya waktu. Salah satu jenis tumbuhan yang ada yaitu Angiospermae atau yang sering disebut juga dengan tumbuhan dengan biji tertutup.

Tumbuhan dengan biji tertutup banyak sekali tumbuh di berbagai negara termasuk Indonesia. Jenis tumbuhan jenis ini memiliki ciri-ciri tersendiri sehingga bisa disebut dengan tumbuhan biji tertutup. Untuk mengetahui definisi yang tepat mengenai jenis tumbuhan jenis ini maka akan lebih baik jika mencari dengan detail apa itu Angiospermae.

Berikut merupakan beberapa penjelasan yang tepat tentang tumbuhan dengan biji tertutup.

Pengertian dari Angiospermae

Berbeda halnya dengan Gymnospermae, tumbuhan jenis ini biasa disebut dengan biji tertutup. Angiospermae memiliki arti angio yang artinya yaitu bunga sedangkan spermae itu sendiri berarti biji. Jadi, itulah mengapa tumbuhan jenis ini disebut dengan tumbuhan yang memiliki biji tertutup. Hal ini disebabkan karena bijinya diselubungi oleh kulit dari bakal buahnya.

Setelah itu, bagian-bagian lainnya yang terdapat akan berubah seperti misalnya dari bunga hingga menjadi buah. Bakal biji dari tumbuhan jenis ini akan menjadi biji serta tetap berada di dalam buah itu sendiri. Selain itu, buah ini juga sangat mudah diketahui, karena seseorang hanya perlu memastikan kalau bijinya berada di dalam.

Ciri-ciri yang Dimiliki Angiospermae

  1. Sesuai dengan artinya, ciri-ciri yang pertama dan bisa dilihat dari tumbuhan jenis ini yaitu bijinya terdapat di dalam sebuah megasporofil yang sudah dimodifikasi untuk menjadi karpel atau yang sering disebut dengan daun buah. Untuk membuahi ovumnya, serbuk sari diharuskan menembus jaringan tumbuhan pada daun buah dan dagingnya.
  2. Ciri yang selanjutnya biasa dimiliki oleh tumbuhan jenis ini yaitu daun dan dagingnya yang tebal. Contohnya semangka.
  3. Fungsi dari daun buah itu sendiri yaitu untuk melindungi bijinya agar tidak terjadinya kekeringan ketika dormansi atau saat benih itu sendiri berada di masa istirahat.
  4. Tumbuhan jenis ini juga terdapat salah satu pembuluh yang bernama pembuluh xilem. Selain itu, pembuluh ini juga diperkuat dengan serat yang memiliki dinding sel yang tebal serta berlignin.
  5. Daun dari tumbuhan jenis ini juga terdiri dari beberapa tipe yaitu, menjari, menyirip serta lurus.

Umumnya tumbuhan dengan biji tertutup ciri-cirinya hampir sama dengan tumbuhan yang memiliki biji terbuka. Akan tetapi, untuk tumbuhan dengan biji tertutup terdapat keunikan atau ciri khas tersendiri. Adapun keunikannya yaitu  bijinya yang sudah tersusun rapi oleh keping yang disebut dengan keping Lembaga atau kotiledon.

Klasifikasi dari Angiospermae

1. Monokotil

Adapun ciri dari tumbuhan monokotil yaitu akarnya yang memiliki bentuk serabut, batang yang beruas-ruas,pertulangan dari daunnya yaitu melengkung dan sejajar, jumlah dari bagian bunganya yaitu tiga ataupun kelipatan dari tiga itu sendiri, kepinglembaga atau kotiledonnya hanya berjumlah satu, serta tidak berkambium.

Berikut merupakan contoh dari family yang ada di dalam kelas monokotil

  1. Liliaceae, contohnya yaitu lilia gereja dan kembang telang
  2. Amaryllidaceae, contohnya yaitu kantala dan sisal
  3. Poaceae, contohnya yaitu padi dan jagung
  4. Zingiberaceae, contohnya yaitu jahe, laos, kencur dan juga kunyit
  5. Musaceae, contohnya yaitu pisang dan pisang manila

2. Dikotil

Ciri yang dimiliki oleh tumbuhan dikotilyaitu, batangnya bercabang dan beruas, akar yang dimiliki berbentuk tunggang, tipe berkasnya yaitu kolateral yang terbuka, pertulangan dari daunnya menyirip atau menjari, keping tembaga yang dimiliki tumbuhan jenis ini sebanyak dua, akar yang memiliki bentuk tunggang serta bagian dari bunganya memiliki jumlah sebanyak 4, 5 maupun kelipatannya.

Berikut merupakan contoh dari family yang ada di dalam kelas dikotil

  1. Euphorbiaceae, contohnya yaitu singkong dan para
  2. Moraceae, contohnya yaitu Nangka, beringin dan kluwih
  3. Papilionaceae, contohnya kacang Panjang, kacang tanah dan kacang hijau.
  4. Caesalpiniaceae, contohnya yaitu asam dan kembang merak
  5. Mimosaceae, contohnya yaitu putri malu, petai dan petai cina

Jenis-jenis Reproduksi yang Dimiliki Angiospermae

1. Reproduksi Vegetatif

Peleburan gamet jantan maupun betina merupakan cara reproduksi vegetatif. Sifat yang dimiliki dari reproduksi vegetatif adalah keturunan yang dihasilkan akan sama. Hasil dari keturunanya akan memiliki sifat yang sama persis dari induknya, reproduksi vegetatif dibagi lagi menjadi 2 yaitu :

a. Vegetatif alami, contoh dari reproduksi ini yaitu :

  1. Tunas muncul di batang bagian bawah yang merupakan bakal dari individu baru. Contohnya yaitu, pisang
  2. Akarnya rimpang merupakan batang yang tumbuh dari dalam tanah dan mendatar. Contohnya yaitu, jahe, lengkuas, kunyit dan alang-alang.
  3. Geragih tumbuh di atas permukaan tanah yang merupakan batang yang akan tumbuh dan menjalar. Contohnya yaitu, stroberi, pegagan dan arbei.
  4. Umbi akar merupakan bagian akar akan mengalami pembengkakan dikarenakan fungsi yang berubah untuk cadangan makanan. Contohnya yaitu, wortel dan lobak.
  5. Umbi batang merupakan pada bagian akan mengalami pembengkakan  diakibatkan oleh berubahnya fungsi menjadi cadangan makanan. Contohnya yaitu, kentang dan ubi jalar.
  6. Tunas adventif adalah tunas yang akan muncul selain dari batangnya. Contohnya yaitu, sukun dan cocor.

b. Vegetatif buatan, contoh dari vegetatif ini yaitu :

  1. Cangkok merupakan pengelupasan kulit dari tangkainya dan akan dibalut dengan tanah kemudian dibungkus kembali menggunakan serabut kelapa atau yang lainnya.
  2. Merunduk merupakan tangkai tanaman akan dibenamkan ke tanah kemudian akan tumbuh akarnya.
  3. Mengenten merupakan suatu batang dari tanaman akan dipotong kemudian disambungkan dengan batang tanaman yang lainnya, baik itu yang sejenis maupun tidak.
  4. Okulasi merupakan penempelan mata tunas dari suatu jenis tanaman ke tanaman yang sejenis lainnya.
  5. Stek merupakan memotong tanaman untuk ditanam agar menghasilkan tanaman yang baru.

2. Reproduksi Generatif

Reproduksi yang tidak melalui peleburan gamet jantan maupun betina merupakan reproduksi generatif. Bagi tumbuhan Angiospermae juga merupakan alat reproduksi pada bunga, fungsinya yaitu sebagai wadah untuk menyatukan gamet jantan dan betina agar menghasilkan biji. Macam-macam Bunga sebagai berikut :

  1. Berdasarkan kelengkapannya yaitu bunga lengkap dan ada juga bunga yang tidak lengkap karena tidak memiliki salah satu dari bagian bunganya.
  2. Berdasarkan alat reproduksinya yaitu bunga yang sempurna dan ada juga yang tidak sempurna atau bunga yang hanya memiliki salah satu diantara putik dan benang sari.
  3. Berdasarkan penyerbukannya terdiri dari bunga yang berasal dari serbuk sari dan juga bunga yang berasal dari perantara. Perantara ini bisa berupa angin, air, manusia maupun dengan bantuan hewan.

Setelah mengetahui penjelasan lengkap  mengenai Angiospermae tentunya akan menambah pengetahuan Anda. Sehingga Anda tidak hanya tau makan saja, hahaha, akan tetapi, mengetahui juga bagaimana proses, pembagian dan jenisnya. Jenis tumbuhan tertutup juga memiliki manfaat yang sangat menunjang bagi kehidupan yang ada saat ini.

Tinggalkan komentar