Perbedaan Tumbuhan Dikotil dan Monokotil

Perbedaan Tumbuhan Dikotil dan Monokotil – Perbedaan telah sejak lama menghiasi dunia ya. Tidak terkecuali dunia Botanikal dan Biologi. Pasti kamu sudah pernah mendengar kata-kata tumbuhan monokotil dan tumbuhan dikotil. Apakah keduanya berbeda? Kenapa namanya terdengar seperti satuan jenis tumbuhan?

Ya, keduanya berbeda. Walaupun keduanya didasari oleh keping biji tapi klasifikasi di dalamnya jauh berbeda. Perlu diketahui, perbedaan tumbuhan dikotil dan monokotil sebenarnya banyak. Perlu pengetahuan lebih untuk memutuskan perbedaannya. Karena pada umumnya keduanya sulit dibedakan dari kaca mata umum. Yuk, cari tau perbedaan dikotil dan monokotil dengan baca artikel di bawah.

Definisi Singkat Tumbuhan Monokotil dan Dikotil

perbedaan monokotil dan dikotil
perbedaan monokotil dan dikotil

Ada baiknya memulai dengan mengenal definisi antara tumbuhan monokotil dan dikotil sebelum jauh mengenal perbedaan keduanya. Tumbuhan dikotil adalah jenis tumbuhan dengan biji berkeping 2 atau berbelah. Sedangkan tumbuhan monokotil adalah tumbuhan dengan biji berkeping tunggal sama sekali tidak berbelah.

Perbedaan Tumbuhan Dikotil dan Monokotil

perbedaan dikotil dan monokotil
perbedaan dikotil dan monokotil

Dikarenakan perbedaan dikotil dan monokotil yang sangat banyak, kamu perlu tau beberapa hal mendasar yang bisa dijadikan patokan. Di bawah akan dibahas perbedaaan mendasar yang sering dijadikan patokan dalam menganalisis tumbuhan.

1. Keping biji

Hal mendasar yang menjadi perbedaan dikotil dan monokotil adalah keping bijinya. Kenapa? Karena pembagian klasifikasi ini berdasarkan jumlah keping. Dikotil memiliki 2 keping dalam satu biji. Sedangkan monokotil hanya memiliki 1 keping tanpa kepingan lain yang melekat dengannya. Dikotil juga memiliki 2 jenis berbeda di dalamnya.

Pertama, Gymnospermae yang memiliki biji berkeping 2 namun bijinya terbuka. Tidak ada lapisan penutup apapun seperti buah pada tumbuhan. Didalamnya juga dibagi lagi menjadi 5 kelompok. 3 diantaranya punah dan 2 sisanya masih bertahan. Didalamnya termasuk Ginkgophyta (Gingko), Pinophyta (Runjung), Cycadopyta (Pakis), Gnetophyta (Melinjo).

Kedua, Angiospermae yang berbeda dengan Gymnospermae, pada jenis tumbuhan ini memiliki biji tertutup. Tentunya tetap memiliki keping berbelah didalamnya. Contoh dari jenis ini adalah Solanum Lycopersicum (Tomat), Molinda Citrofolio (Mengkudu) dan Plameria Acuminata (bunga Kamboja).

2. Jumlah kelopak bunga

Ini cara paling mudah untuk melihat perbedaan dikotil dan monokotil yaitu dengan cara melihat jumlah kelopak bunganya, karena paling terlihat dengan kasat mata. Jumlah kelopak bunga untuk tanaman dikotil adalah kelipatan 2 atau sehingga disebut juga kelipatan genap. Sedangkan kelopak bunga untuk tumbuhan monokotil berjumlah kelipatan 3 atau kelipatan ganjil. Mudah untuk diidentifikasi bukan?

3. Bentuk akar

Umumnya tumbuhan dikotil memiliki ukuran yang sangat besar. Maka dari itu akar yang menunjangnya juga harus seimbang. Akar yang ada pada tumbuhan jenis ini adalah akar tunggang. Sedangkan tumbuhan monokotil memiliki akar serabut yang menyesuaikan dengan fase hidup tumbuhan jenis ini yang cukup singkat.

4. Bentuk daun

Tumbuhan dikotil umumnya memiliki jenis daun menyirip dan menjari. Ini cocok untuk tumbuhan besar dengan cabang yang banyak. Berbeda dengan monokotil yang umumnya memiliki daun sejajar dengan ruas yang berjauhan.

5. Batang

Batang erat kaitannya dengan kambium. Tapi taukah kamu bahwa ada tanaman yang tidak berkambium. Tanaman itu merupakan tanaman monokotil. Ya, jenis tanaman monokotil tidak memiliki kambium. Sedangkan dikotil memiliki kambium yang terus melebar dan berkembang jadi lingkar tahunan pada suatu pohon.

6. Letak xylem dan floem

Pada jenis tumbuhan dikotil letak xylem dan floem cenderung lebih teratur karena keberadaan kambium. Sedangkan pada tumbuhan monokotil cenderung berantakan tersebar dimana-mana karena tidak ada kambium.

7. Keberadaan tudung akar

Tudung akar berfungsi sebagai lapisan pelindung. Pada tumbuhan monokotil tudung akar ada di setiap serabut akarnya. Berbeda dengan tumbuhan dikotil yang tidak memiliki tudung akar di bagian akar manapun.

8. Cabang batang

Umumnya tanaman dikotil memiliki banyak cabang karena ditopang batang dan akar yang kuat dan kokoh. Berbeda dengan tanaman monokotil yang cenderung tidak memiliki batang karena lagi-lagi fase hidup yang singkat dan merupakan tumbuhan kecil.

Ciri-ciri Tumbuhan Dikotil dan Monokotil

ciri ciri tumbuhan dikotil dan monokotil
ciri ciri tumbuhan dikotil dan monokotil

Contoh Tumbuhan Dikotil dan Monokotil

contoh tumbuhan dikotil dan monokotil
contoh tumbuhan dikotil dan monokotil

Untuk melengkapi informasi sebelumnya mengenai definisi dan perbedaannya, kamu bisa mencari tahu apa saja tanaman tanaman spesifik yang masuk ke dalam tumbuhan dikotil atau monokotil. Apa saja tanaman tersebut? Berikut bagan yang bisa dijadikan sumber referensi.

No. Dikotil Monokotil
1. Karet (Hevea brasiliensis) Jagung (Zea mays sp)
2. Singkong/Ubi Kayu (Manihot utilissima) Padi (Oryza sativa)
3. Jarak (Ricinus communis) Sawit (Elais guinensis)
4. Tumbuhan Kapas (Gossypium sp) Tumbuhan Pisang (Musa paradisiaca)
5. Cabai Merah (Capsicum annum) Pohon Kelapa (Cocos nucifera)
6. Kentang (Solanum tuberosum) Tanaman Tebu (Saccharum sp)
7. Putri Malu (Mimosa pudica) Jahe (Zingiber officinale)
8. Bunga Dahlia (Dahlia sp) Bunga Anggrek (Orchidacae)
9. Tomat (Solanum lycopersicum) Buah Kurma (Phoenix dactylifera)
10. Jeruk (Citrus) Timun (Timonius sericcus)
11. Anggur (Vitis vinivera) Enau (Arenga pinnata)
12. Ceremai (Phyllanthus acidus) Kunyit (Curcuma longa linn)
13. Mangga (Mangifera indica) Bawang Merah (Allium cepa)
14. Jambu Air (Syzygium aqueum) Salak (Salacca edulis)
15. Kacang Kedelai (Glycine soja) Melon (Cucumis melo)
16. Bunga Flamboyan (Delonix regia) Kapulaga (Zingiberaceae)
17. Tembakau (Nicotiana tabacum) Buah Naga (Hylocereus undatus)
18. Cabai Rawit (C. frutescens) Buah Kiwi (Actinidia deliciosa)
19. Bunga Seruni (Chrysanthemum) Nanas (Ananas comocus)
20. Jambu Biji (Psidium guajava) Ubi Rambat (Dioscoreaceae)
21. Kakao (Theobroma cacao) Pinang-Pinangan (palmae)
22. Pohon Mahoni (Swietenia mahagony jaca) Talas (Colocasia esculenta)
23. Cengkeh (Syzygium aromaticum) Malaka (Phylantus emblica)
24. Kamboja (Plameria acuminata) Buah Persik (Prunus persica)
25. Johar (Senna siamea) Siwalan (Borassus sp)
26. Strawberry (Fragaria daltoniana) Kedondong (Spondias dulcis)
27. Ceremai (Phyllanthus acidus) Bacang (Magnifera foetida)
28. Sawo (Manilkara zapota) Aren (Arenga pinnata)
29. Melinjo (Gnetum gnemon) Jukut Ibun (Drymaria cordata)
30. Terong (Solanum melongena) Padi Ketan (Oryza glutinosa)
31. Kacang Panjang (Vigna sinensis) Blueberry (Vaccinium corymbosum)
32. Ranti/Leunca (Solanum nigrum) Rotan Lilin (Calamus javensis)
33. Takokak (Solanum torvum) Laos/Lengkuas (Alpinia galanga)
34. Kecubung (Datura metei) Asparagus (Asparagus officinalis)
35. Pohon Albasia (Albizia chinensis) Tulip (Tulipa)
36. Kacang Koro (Canavalia gladiata) Rumput Gajah (Penisetum purpureum)
37. Lamtoro/Petai Cina (Leucaena leucocephala) Bunga Lili (Lilium longiflorum)
38. Kamkuat (Citrus japonica) Hangkang (Palaquium leiocarpum) 
39. Bunga Seruni (Chrysanthemum indicum) Rumput-Rumputan (Kyllinga monocephala)
40. Waru (Hibiscus tiliaceus) Nibung (Oncosperma tigillarium)
41. Kembang Merak (Caesalpinia pulcherrima) Pandan Wangi (Pandanus amaryllfolium)
42. Durian (Durio zibberthinus) Safron (Crocus sativus)
43. Rosela (Hibiscus sabdariffa) Padi (Oryza sativa)
44. Bunga Sepatu (Hibiscus rosasinensis) Tumbuhan Pisang (Musa paradisiaca)
45. Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia) Palem Kipas (Livistona chinensis)
46. Jarak Pagar (Jatropha curcas) Palem Janggut (Coccothrinax crintia)
47. Kembang Merak (Caesalpinia pulcherrima) Pandan Wangi (Pandanus amaryllfolium)
48. Jeruk Bali (Citrus maxima) Jagung (Zea mays sp)

Sudah tau dong, apa saja perbedaan tumbuhan dikotil dan monokotil. Jangan sampai berhenti disini ntuk terus menggali pengetahuan terkait kekayaan flora dunia. Masih banyak materi lain yang menunggu kamu untuk lebih mengenal dunia.

Tinggalkan komentar