Batuan Beku

Batuan beku merupakan jenis batuan yang terbentuk melalui proses alam selama ratusan tahun. Batuan ini juga disebut dengan igneus yang memiliki arti menjadi api. Hal ini dikarenakan batuan ini terbentuk dari magma yang sudah dingin kemudian mengeras.

Ada banyak jenis batuan igneus. Batuan tersebut diklasifikasikan berdasar tekstur, massa, dan juga proses pembentukannya. Batuan yang membeku ini juga memiliki banyak manfaat berdasarkan tiap jenisnya.

Pengertian Batuan Beku

Batuan igneus atau beku merupakan jenis batuan yang terjadi karena proses pembekuan magma pada litosfer. Batuan ini memiliki dua jenis, yaitu batuan intrusif atau plutonik yang terletak di bawah permukaan bumi dan batuan ekstrusif atau vulkanik yang berada di atas permukaan.

Batuan intrusif terjadi karena kristalisasi atau pengerasan magma yang berada di bawah permukaan bumi. Sedangkan batuan ekstrusif adalah batuan yang terbawa ketika magma keluar dari perut bumi ke permukaan.

Ciri Batuan Beku

1. Warna

Salah satu cara membedakan batuan adalah berdasarkan warna, begitu pula ketika membedakan batuan igneus. Batuan ini memiliki beberapa warna tergantung pada klasifikasi jenisnya. Bahan penyusun batuan igneus tersebutlah yang memberikan warna pada batu. Secara umum, warna dari bebatuan beku ini adalah putih cerah, hitam, dan abu-abu.

2. Tekstur

Sama seperti warna, tekstur pada batuan ini tergantung dari material mineral yang menyusunnya. Perbedaan kandungan dan komposisi akan menghasilkan tekstur yang berbeda pula. Hal ini karena terdapat proses keterikatan dengan granularity, kristalinitas, dan bentuk kristal.

Tingkat Kristalisasi

1. Hipokristalin

Batuan yang memiliki tingkat kristalisasi hipokristalin berarti di dalam material penyusunnya terdapat gelas dan kristal dengan porsi kandungan dan komposisi yang seimbang.

2. Holokristalin

Massa penyusun batuan dengan tingkat holokristalin seluruhnya merupakan kristal.

3. Holohialin

Massa penyusun batu holokristalin terdiri dari gelas atau kaca.

Penampakan Granularitas

Granularitas merupakan sebutan dari ukuran batuan igneous. Pengamatan ukuran bebatuan dapat dilakukan dengan alat maupun dengan mata telanjang.

1. Fanerik

Bisa disebut juga dengan fanerokristalin. Ukuran dari tingkat granulasi ini bisa dilihat cukup jelas dengan mata telanjang atau megaskopis. Bentuk dari material penyusun batuan bisa berupa butiran, maupun kristal.

Kristal fanerik memiliki ukuran yang bermacam-macam, mulai dari yang sangat besar yaitu dengan ukuran diameter butir minimal 30 mm, kasar yaitu dengan ukuran diameter butir antara 5-30 mm, sedang yaitu dengan ukuran diameter butir antara 1-5 mm, serta halus yaitu dengan ukuran diameter butir maksimal 1 mm.

2. Afanitik

Kalau fanerik adalah bebatuan yang bulirnya megaskopis, maka afanitik merupakan batuan yang bulirnya miskroskopis atau hanya bisa dilihat menggunakan bantuan alat semacam kaca pembesar.

Macam ukuran batuan afanitik ada dua macam. Kriptokristalin dengan ukuran batuan sekitar 0.01-0,002 mm dan mikrokristalin yang mineralnya bisa dilihat melalui mikroskop karena ukuran butirnya antara 0.1-0.01 mm.

Bentuk Kristal

Jika dilihat dalam bentuk dua dimensi, maka terdapat tiga bentuk kristal yaitu:

  • Euhedral : bentuk kristalnya utuh atau sempurna. Ada pembatas bidang yang terlihat tegas dan ideal. Rapi seperti paskibraka sedang berbaris hehe. Batuan igneus dinamai idiomorfik granular atau panidiomorfik granular apabla teksturnya terdiri dari mineral dengan bentuk kristal euhedral.
  • Subhedral : Pembatas dalam bidang kristal tidak sejelas euhedral. Ada yang sebagian tegas dan teratur, ada sebagian yang tidak. Batuan igneus dinamai hipidiomorfik granular atau subidiomorfik granular, apabila tersusun atas mineral dengan bentuk kristal subhedral.
  • Anhedral : bentuk pembatas kristalnya tidak rapi. Batuan igneus dinamai dengan alotriomorfik granular atau xenomorfik granular, apabila terbentuk dari mineral dengan bentuk kristal anhedral.

Jika dilihat dalam bentuk tiga dimensi, maka terdapat tiga bentuk kristal, yaitu :

  • Kubus atau equidimensional jika dimensinya memiliki panjang yang sama.
  • Tabular atau papan jika satu dimensinya lebih pendek dibandingkan dengan dua dimensi lainnya yang sama panjang.
  • Prismatik atau balok jika satu dimensinya lebih panjang dari dua dimensi kristalnya lainnya yang sama panjang. Bentuk ini masih dibagi lagi menjadi prismatik pendek atau gemuk dan prismatik panjang atau kurus.

Contoh Batuan Beku dan Kegunaannya

1. Batu Apung

Warna dari batu apung adalah coklat dengan campuran abu-abu muda. Batu ini memiliki rongga yang menjadi ciri khasnya.Kegunaan dari batu ini adalah dapat digunakan untuk menghaluskan kayu serta menggosok pada bangungan.

2. Batu Granit

Butiran pada granit dapat terlihat dengan mudah karena bentuknya kasar dengan warna yang beragam, mulai dari putih hingga abu-abu. Untuk menemukan batu yang termasuk dalam batu beku dalam ini tidaklah sulit, cukup menyusuri pantai maupun sungai dan batu tersebut terhampar di sana. Kegunaan dari batu granit adalah sebagai bahan bangunan.

3. Batu Obsidian

Batu yang juga disebut dengan nama batu kaca ini mempunyai warna hitam dan juga terkadang coklat tua. Disebut sebagai batu kaca karena memang permukaannya yang mengkilap dan halus. Kegunaan dari batu ini adalah dapat digunakan sebagai pemotong atau sebagai bahan pembuatan barang-barang seni.

4. Batu Andesit

Warna dari batu andesit kebanyakan adalah putih, terkadang berpadu pula dengan warna abu-abu. Material penyusun dari batu andesit berbentuk butiran kecil. Kegunaan dari batu yang tergolong dalam batuan beku luar ini adalah sebagai bahan pembuatan arca di berbagai candi.

5. Batu Basal

Batu yang juga dinamai batu lava ini tersusun dari butiran kecil dan berwarna keabu-abuan. Batu basal yang merupakan batuan igneus luar ini berguna sebagai bahan bangunan.

6. Batu Kimberlite

Batu kimberlite tersusun atas kristal olivin yang merupakan gabungan dari beberapa mineral seperti karbonat, serpentine, phlogopite dan diopside. Batuan yang merupakan jenis batuan vulkanik ultrabasa ini adalah biji berlian sehingga sangat bernilai dan yang cukup langka.

7. Batu Granodiorit

Warna dari batu granodiorit ini bermacam-macam tergantung dari bagian-bagiannya yaitu hitam, putih dan abu-abu. Batuan ini merupakan batuan plutonik yang hampir mirip dengan granit.

8. Batu Gabro

Batu gabro juga termasuk di dalam jenis batuan plutonik gelap yang hampir sama dengan batu basal. Hanya saja, gabro tidak mempunyai feldspar alkali melainkan hanya plagioklas dengan kandungan kalsium yang tinggi.

Salah satu contoh batu gabro adalah kerak samudra karena butiran mineralnya yang besar yang berasal dari basaltik yang mendingin dan mengeras.

9. Batu Felsite

Berbeda dengan batuan lainnya, batu felsite cenderung memiliki warna yang terang. Batuan yang termasuk dalam batuan beku ekstrusif ini memiliki mineral penyusun dengan butiran yang halus. Akan tetapi mineral ini hanya terdiri dari mineral kuarsa saja dan tidak mengandung kaca, walaupun warna yang dipancarkannya lebih terang dari batu lainnya.

Mempelajari batuan beku sangat menarik, sebab batuan ini adalah salah satu peninggalan masa prasejarah yang masih tersisa. Dengan mempelajari batuan yang bermacam jenisnya ini, kita bisa lebih banyak mengetahui tentang alam.

Seberapa manfaat artikel ini untuk Anda?

Tinggalkan komentar