Seni Tari: Pengertian, Fungsi, Unsur, Jenis dan Contohnya

Seni tari – Satu atau beberapa orang dengan lemah gemulai membawakan gerakan yang diiringi oleh lagu, disertai dengan ekspresi yang memiliki makna tentu sangat indah untuk dilihat. Ya, seni tari adalah salah satu dari berbagai jenis seni yang banyak penikmatnya dari waktu ke waktu. Tahukah kamu apa sih sebenarnya kesenian tari itu? Apa fungsinya? Bagaimana dengan unsur, jenis, berserta contohnya?

Pengertian Seni Tari

pengertian seni tari
pengertian seni tari

Seni tari ialah seni yang menggunakan gerakan tubuh dengan cara mengikuti irama, yang mana dilakukan pada waktu dan tempat tertentu sesuai keperluan masing-masing, dengan pengungkapan perasaan, maksut, serta pikiran. Secara sederhana juga dapat dikatakan bahwa kesenian tari adalah perpaduan antara beberapa unsur yakni raga, irama, dan juga rasa.

Fungsi Seni Tari

fungsi seni tari
fungsi seni tari

Setiap seni disajikan memiliki fungsinya tersendiri. Begitu pula dengan fungsi dari seni tari. Apa sajakah fungsi dari seni tari? Antara lain adalah sebagai berikut:

1. Untuk Upacara

Ada berbagai tarian yang memang khusus diperuntukkan berbagai acara. Misalnya acara pernikahan, adat, atau mungkin keagamaan. Sebagai contoh adalah Tari Pendet yang berasal dari Bali, yang mana merupakan tari yang berfungsi sebagai sarana upacara keagaaman.

Pada upacara tersebut, para penari membawa bokor yang isinya adalah sesajian untuk persembahan.

2. Sarana Hiburan

Selain itu, tari juga dapat berfungsi sebagai sarana hiburan. Jenis tarian yang satu ini diperuntukkan menghibur masyarakat atau penonton. Umumnya, penonton yang melihat ini ikut terhibur dan kemudian menari bersama. Contoh dari tari yang berfungsi sebagai sarana hiburan misalnya adalah Tari Tayub yang berasal dari Jawa Tengah. Tari Tayub memiliki tema pertunjukkan sehabis petani memanen.

3. Sarana Pendidikan

Tari dalam menyajikan tariannya terkadang juga mengandung arti dan nilai moral sehingga orang yang menontonnya dapat mengambil pelajaran dari tari tersebut. Biasanya berisi paparan pentingnya bersikap dewasa dan tidak melanggar norma yang ada.

4. Sarana Pergaulan

Dalam tari kelompok, ia dilakukan oleh beberapa orang. Orang tersebut akhirnya berinteraksi dan menjalin kerjasama, inilah maksut dari fungsi tari sebagai sarana pergaulan.

5. Sarana Pertunjukkan

Seni tari yang satu ini dipentaskan dengan berbagai persiapan dari segi koreo, artistik, interpretasi, dan lain sebagainya. Umumnya, tari satu ini besar peranannya dalam mengembangkan pariwisata daerah. Contoh tari yang berfungsi sebagai sarana pertunjukkann contohnya adalah Sendratari Ramayana yang disuguhkan untuk wisatawan yang datang ke Yogyakarta.

6. Sarana Katarsis

Apa itu kartasis? Ia berarti pembersihan jiwa. Kesenian tari ini sebagai sarana katarsis yang mana umumnya dilakukan oleh orang yang memiliki penghayatan terhadap seni secara mendalam misalnya seniman.

Unsur Seni Tari

unsur seni tari
unsur seni tari

Ada berbagai unsur yang membentuk sehingga kesenian tari dapat dilihat dan dinikmati secara utuh. Apa sajakah unsur yang dimiliki kesenian tari? Antara lain adalah sebagai berikut:

1. Wiraga

Unsur pertama yang sekaligus menjadi unsur utama dari seni tari adalah raga atau wiraga. Jika dikaitkan pada konteks tari ini, maksutnya adalah gerakan. Sebuah tarian seharusnya menonjolkan gerakan tubuh yang ritmis, mengandung estetika, dan juga dinamis. Tanpa adanya gerakan, maka kesenian tari tidak bisa disebut sebagai tari dan hampa.

2. Wirama

Unsur kedua yang juga merupakan unsur utama dari sebuah kesenian tari adalah wirama atau irama. Tidak mungkin suatu gerakan estetis dapat bermakna tanpa adanya musik yang mengiringinya. Dengan adanya musik yang mengiringi, gerakan akan semakin hidup dan pesan yang ingin disampaikan pada sebuah tari tersebut dapat diekspresikan.

3. Wirasa

Wirasa atau rasa adalah pesan yang disampaikan oleh sebuah tarian melalui gerak dan ekspresi yang dibawakan oleh penari. Maka dari itu, seorang penari harus mampu menjiwai serta mengekspresikan seni tari yang ia bawakan. Akan percuma dua unsur utama tadi tanpa adanya wirasa yang melengkapinya.

Penari harus mengerti isi cerita yang terkandung pada tarian yang dibawakannya sehingga dapat membawakan wirasa dengan tepat. Misalnya, dalam tarian tersebut ia berperan sebagai gadis yang lemah lembut. Maka, selain gerakannya yang lemah gemulai, ia perlu juga memberikan mimik dan ekspresi yang mendukung.

Tiga unsur diatas adalah unsur utama yang wajib ada dalam sebuah tari. Selain unsur tersebut, ada beberapa unsur tambahan yang menjadi pelengkap dari tari sehingga tari tersebut dapat menjadi suatu seni yang lengkap dan menakjubkan. Unsur-unsur tersebut adalah sebagai berikut:

1. Tata Rias dan Kostum

Tata rias dan kostum akan menjadi pendukung sebagai penyampaian pesan dan maksut dari tarian. Misalnya, tari yang bercerita tentang petani yang sedang merayakan hari panen. Dengan adanya properti kostum dan tata rias, maka tari tersebut menjadi semakin lengkap dan menjiwai.

2. Pola Lantai

Pola lantai adalah pola yang dibuat untuk menggambarkan perpindahan penari dari posisi satu ke posisi tertentu. Dengan adanya pola lantai, gerakan tari menjadi semakin menarik dan dinamis karena tidak hanya terpaku pada satu tempat.

3. Setting Panggung

Setting panggung penting agar posisi penari dapat menyebar dan tidak monoton.

4. Properti

Properti pendukung seperti misalnya pepohonan, pegunungan, atau yang lainnya akan mendukung jalannya tarian sehingga tarian semakin menarik.

Jenis dan Contoh Seni Tari

jenis seni tari
jenis seni tari

Tari sendiri dibedakan beberapa jenis berdasarkan beberapa hal. Jenis tersebut antara lain adalah:

1. Berdasarkan jumlah penarinya

Dibedakan menjadi tiga yakni: tunggal, berpasangan, dan kelompok. Contoh dari tari tunggal misalnya Tari Gatotkaca yang berasal dari Jawa Tengah. Untuk tari berpasangan yang mana dibawakan oleh dua orang penari contohnya adalah Tari Topeng dari Jawa Barat. Tari berkelompok dibawakan oleh lebih dari dua orang. Contohnya adalah Tari Saman dari Aceh.

2. Berdasarkan alirannya

Berdasarkan alirannya, tari dibedakan menjadi tiga yakni:

1. Tari tradisional

Tari ini diwariskan dari masa ke masa, yang mana terus dilestarikan untuk kekayaan budaya. Ia memiliki pakem tertentu yang harus selalu digunakan ketika menampilkan sebuah tari mulai dari gerakan hingga tata rias. Contohnya adalah Tari Sang Hyang, Tari Pendet, Tari Yapong, Tari Gambyong, dan lain sebagainya.

2. Tari kreasi baru

Tari ini dibentuk dan dikembangkan oleh seorang koreografer. Seni gerakan yang dibawakan sangat jauh dari kesan kaku. Gerakan yang ditampilkan sifatnya bebas, meskipun begitu tetap dalam kaidah gerakan tari yang sesuai. Contoh tari kreasi baru adalah Tari Nguri, Tari Merak, Tari Kupu-kupu dan sebagainya.

3. Tari Kontemporer

Jenis tari berdasarkan alirannya yang terakhir adalah tari kontemporer. Tari ini didefinisikan sebagai tari yang menggunakan gerakan yang sifatnya simbolik, unik, dan juga memuat pesan tertentu dalam tariannya. Contoh dari tari kontemporer adalah Tari Setan Bercanda, Tari Yapong, Tari Barong-barongan, Tari Cak Rina, dan lain sebagainya.

Seni tari memang seni yang tidak pernah bosan untuk dinikmati. Gerakannya yang indah dan estetis takkan sanggup untuk ditolak begitu saja. Apakah kamu penikmat tari atau mungkin pelakunya? Dengan menikmati seni tari utamanya yang berasal dari Indonesia, maka kamu turut melestarikan budaya.

Leave a Comment