Pengertian, Ciri, Jenis Dan Contoh Tari Tradisional

Kamu pasti tahu Tari Kecak yang berasal dari Bali, atau Tari Piring dari Sumatera Barat, keduanya merupakan tari tradisional daerah di Indonesia. Gerakannya khas dan memiliki lagu yang juga tak akan bisa ditemukan di daerah lain. Tapi apakah kamu tahu apa sebenarnya tari yang masih dinilai tradisional itu?

Pengertian Tari Tradisional

Secara umum arti dari tari daerah atau tradisional merupakan tarian yang diciptakan oleh kelompok masyarakat di suatu daerah secara turun-temurun, dan dilestarikan hingga saat ini karena merupakan identitas budaya daerah itu sendiri.

Sejumlah ahli memiliki pendapat tentang pegertian dari tari tradisional tersebut seperti Soedarsono yang mengatakan bahwa tari jenis itu adalah eskpresi dari jiwa yang kemudian dipakai manusia dengan bentuk gerakan-gerakan tertentu dengan ritme masing-masing.

Sedangkan M. Jazuli mengatakan tari itu adalah gerakan dari tubuh yang seirama alunan music untuk mengungkapkan sebuah tujuan.

Ahli lainnya yaitu Suadarsa Pringgo Broto mengungkapkan bahwa tari itu adalah katuran dalam wujud gerakan tubuh yang gemulai dan indah dan dilakukan pada sebuah ruangan. Lain lagi I Gede Ardika yang menyimpulkan bahwa tarian tersebut merupakan karya yang menghubungkan berbagai hal, alhasil orang bisa menempatkan diri dan menyesuaikan dengan gerakan tari tersebut.

Ciri Tari Tradisional

Empat ciri berikut ini membedakan tari tradisional dengan jenis tarian lain, sehingga lebih mudah dikenali dan sangat melekat di tengah masyarakat.

  1. Menggunakan pakaian tertentu dan biasanya tergolong sederhana namun berhubungan dengan sebuah daerah.
  2. Terus dikembangkan dan dijadikan budaya dari generasi ke generasi, sehingga tak pernah musnah walaupun zaman sudah sangat modern dan canggih.
  3. Tari ini mulai berkembang di sebuah kelompok masyarakat, yang kemudian makin dikenal luas di berbagai daerah hingga dunia.
  4. Penampilannya selalu menggunakan musik atau lagu khas dari sebuah daerah, sehingga akan berbeda dengan tarian dari daerah lainnya.

Jenis Tari Tradisional

Ada tiga jenis tari tradisional yang berkembang di masyarakat, ada yang namanya tari klasik, tari jenis kerakyatan atau folklasik, dan tari kreasi baru. Masing-masing memiliki karakter masing-masing yang akan memudahkan siapa saja untuk membedakannya.

– Tarian Klasik

Adalah jenis tari yang sudah ada dan dikembangkan sejak zaman dulu khususnya feodal, kemudian dilestarikan oleh generasi berikutnya hingga saat ini. Biasanya berasal dari kerayaan atau keraton dan pewarisnya adalah kalangan selevel seperti para bangsawan atau yang berdarah ningrat.

Karakternya adalah sebagai berikut:

  1. Masing-masing erakan punya arti dan filosofinya sendiri yang diambil dari kehidupan atau berbagai hal di kalangan tertentu.
  2. Nilai seninya sangat tinggi dibandingkan jenis tarian lain
  3. Biasanya ditampilkan di depan kelompok masyarakat tertentu saja
  4. Gerakan dalam tarian ditetapkan oleh masyarakat itu sendiri tanpa campur tangan pihak luar.

– Tarian Folklasik

Merupakan tari rakyat yang diciptakan dari budaya masyarakat tertentu, kemudian dikembangkan hingga saat ini sejak zaman dahulu kala. Beberapa karakternya adalah :

  1. Mengacu kepada kebiasaan serta adat istiadat dari masyarakat setempat.
  2. Kostumnya sederhana, begitu juga dengan gerakan dan riasannya.
  3. Sangat berhubungan dengan kehidupan sosial.

– Tarian Kreasi

Adalah tarian klasik yang dikembangkan oleh para pakar dibidang tarian sesuai kondisi zaman saat ini. Tapi tak menghilangkan unsure dan nilai penting dari tari aslinya. Karakternya adalah :

  1. Merupakan inovasi dari tari tradisional tempo dulu
  2. Alat kelengkapannya sudah modern
  3. Gerakannya mengalami inovasi, begitu juga dengan riasan, hingga lagu yang mengiringi tarian tersebut.

Contoh Tari Tradisional

Kalau dijelaskan satu persatu akan sangat banyak contohnya, apalagi Indonesia terdiri dari 34 Provinsi yang memiliki keunikan tersendiri. Berikut ini beberapa contoh tari saja yang sangat terkenal dan memiliki makna mendalam untuk kamu ketahui.

1. Tari Kecak Dari Bali

Merupakan tari khas Bali yang mengangkat kisah dari Kitab Ramayana tentang tentara monyet Hanuman yang berasal dari Sugriwa. Tari tradisional ini dimainkan oleh puluhan laki-laki dan dibuat oleh orang Bali asli bernama Wayan Limbak.

2. Tari Buyung Dari Jawa Barat

Diangkat dari kebiasaan wanita pada zaman dahulu yang menimba air menggunakan kendi yang biasa disebut buyung. Kendi tersebut dibuat dari tanah liat dan dibawa dengan cara ditopang oleh para wanita.

3. Tari Saman Dari Aceh

Merupakan ungkapan kegembiraan masyarakat yang disajikan leat gerakan tangan yang diiringi oleh syair berbahasa Aceh dan Arab. Tarian ini diciptakan oleh tokoh Islam Syeh Saman sejak lama dan hingga saat ini menjadi salah satu tarian terkenal dari Aceh.

4. Tari Jaipong Dari Jakarta

Tari yang satu ini sangat kental nuansa betawinya dan memiliki makna penyambutan bagi tamu-tamu agung yang datang ke Jakarta. tari tradisional sudah ada sejak lama dan masih terjaga keasliannya.

5. Tari Remong Dari Jawa Timur

Tari yang satu ini merupakan perumpamaan dari perjuangan pangeran dari Jawa Timur saat berjuang pada medan peperangan. Dahulu laki-lakilah yang menarikannya dengan alunan music khas Jawa Timur, kini wanitapun bisa menarikannya pada berbagai acara seperti penyambutan tamu dan Ludruk.

6. Tari Gambyong Dari Jawa Tengah

Tarian ini mengedepankan gerakan lemah gemulai dari beberapa wanita asli jawa Tengah. Merupakan tari klasik yang dulu biasa ditampilkanpada berbagai acara hiburan atau kedatangan tamu kehormatan.

7. Tari Piring Dari Sumatera Barat

Adalah salah satu tari tradisional dari Sumatera Barat yang sejak dahulu sudah dikenal dan dimainkan oleh muda-mudi. Dalam penampilannya, setiap penari akan membawa sebuah piring sebagai properti. pada pertengahan tarian aka nada atraksi penari berjalan di atas pecahan piring tanpa mengalami luka. Menunjukkan kekuatan dan kegigihan orang Minang dalam hidupnya.

8. Tari Serimpi Dari Yogyakarta

Merupakan tarian klasik dari Yogyakarta yang sangat sakral, karena mengedepankan lembah lembut dan sopan santun. Dahulu hanya ditampilkan di Keraton Yogyakarta untuk acara keratin atau peringatan hari kenaikan tahta dari Sultan Yogyakarta. Tapi sekarang tari ini banyak ditampilkan di berbagai acara umum.

9. Tari Pendet Dari Bali

Satu lagi tari tradisional khas Pulau Dewata yang sangat indah, dibawakan oleh perempuan asli Bali untuk menyambut tamu. Mereka akan mengenakan pakaian khas bali sambil membawa untaian bunga di dalam sebuah mangkuk.

10. Tari Reog Ponorogo Dari Jawa Timur

Tarian ini sangat khas karena selain gerakannya yang unik, juga pakaian yang dikenakan para penari yaitu topeng Reog dan Warok yang merupakan tokoh legenda di Jawa Timur. Tarian ini biasanya ditampilkan pada acara perayaan tertentu, festival dan kegiatan skala besar lainnya.

Pastinya kamu sedang membayangkan bagaimana indahnya melihat tari tradisional dari berbagai daerah yang tentunya sangat otentik. Jangan pernah menyepelekan budaya daerah, karena ketika sudah melihat sendiri kamu tak akan berhenti berdecak kagum dan bersyukur menjadi bagian dari masyarakat majemuk yang kaya akan budaya yang luar biasa dan dikenal oleh dunia.

Tinggalkan komentar