Apa Saja Macam-macam Aliran Seni Rupa?

Siapa bilang seni rupa tidak memiliki aliran? Banyak aliran dari karya seni yang identik dengan lukisan dan seni pahat ini. Setiap aliran memiliki karakter yang berbeda dan mampu menampilkan hasil yang luar biasa. Ingat! Ini aliran seni, bukan aliran sesat, jadi kamu sebaiknya memahami dan melihat seberapa luasnya ilmu seni tersebut. Penasaran apa saja macam-macam aliran seni rupa tersebut?

16 Macam Aliran Seni Rupa

Berikut ini akan dijelaskan 16 aliran seni rupa yang berkembang sejak dulu hingga saat ini. Ada yang namanya naturalisme hingga gotik. Seperti apa ciri masing-masing dan contohnya? Simak informasi lengkapnya berikut ini sambil membayangkan seperti apa karya seni tersebut.

1. Naturalisme

Aliran ini mencoba merepresentasikan alam ke dalam seni lukis, biasanya akan banyak persamaan antara lukisan dengan kondisi yang ada di alam. Cirinya adalah tema utama tentang alam dengan pemilihan warna dan degradasinya yang sangat detil sehingga nyaris seperti foto asli sebuah lokasi alam.

Contoh dari salah satu dari macam-macam aliran seni rupa ini adalah lukisan pegunungan, pantai, sunset atau sunrise. Beberapa tokoh yang menganut aliran seni ini adalah Willian Bliss Baker, Wakidi Basuki Abdullan dan Sudrio Subroto, yang hasil karyanya banyak diapresiasi.

2. Romantisme

Biasanya memperlihatkan suatu bentuk lokasi atau kondisi yang tidak jelas atau absurd, ada juga yang mengantongi nilai tidak rasional, dramatis dan tentunya kental akan nuansa romantis. Cirinya adalah kandungan cerita terdapat di dalam karya seni ini yang bisa menarik sisi emosional dan dramatis setiap orang yang melihat.

Pemilihan warna juga beragam dan detilnya mampu menyentuh hati. Beberapa tokoh yang karyanya beraliran romantisme adalah Theoborre, Victor Marie Hugo dan Raden Saleh.

3. Realisme

Mengangkat tema tentang kehidupan sehari-hari di tengah masyarakat yang memiliki banyak objek. Salah satu dari macam-macam aliran seni rupa ini menitik beratkan karya dengan detil yang jelas. Contohnya kegiatan berkumpul di rumah tengah sawah, atau hiruk pikuk di jalan raya. Beberapa tokoh seni dengan aliran ini adalah Tarmizi, Honore Daumier dan Dede Erisupria.

4. Ekspresionisme

Aliran ini menampilkan kebebasan bereksresi dalam segi warna dan distorsi dari sebuah wujud, sehingga mampu menghasilkan emosi hingga sensasi tertentu bagi pencipta dan yang melihatnya. Biasanya merupakan isi hati dari pencipta. Cirinya antara lain warna yang dipilih sangat selektif sesuai dengan emosi yang ingin disampaikan.

Kamu kenal Affandi, Srihadi Soedarsono, atau Karl Schmidt? Mereka merupakan seniman yang menganut macam-macam aliran seni rupa kategori ini, terlihat dari hasil karyanya yang penuh emosional dan mampu menggetarkan jiwamu saat melihatnya.

5. Impressionisme

Mengedepankan kilasan dalam memahami sebuah karya, dimana para penganut aliran ini menghasilkan karya yang tak terlalu detil malah nyaris tak jelas. Contohnya saja manusia hanya dibuat berbentuk bayangan hitam, sedangkan cahaya menjadi salah satu objek yang diprioritaskan agar hasil karya menjadi lebih hidup.

6. Fauvisme

Merupakan aliran seni yang tak membatasi untuk mengekspresikan apapun, alhasil karyanya menjadi mencolok bahkan kontras dari kondisi asli. Keberadaan aliran ini terbilang baru yaitu di abad ke-20. Ciri utamanya adalah warna yang digunakan masuk kategori berani dan kontras, dan dipadukan secara acak. Rauol Dufi dan Paul Gauguin adalah penganutnya.

7. Kubisme

Aliran ini menggunakan bentuk geometris dalam pembuatannya, sehingga memiliki nilai seni tersendiri. Baik itu kubus, segitiga, lingkaran dan berbagai bentuk lainnya. permainan warna dibuat dengan mengusung nilai perspektif. Tokoh yang menganut salah satu dari macam-macam aliran seni rupa ini diantaranya Srihadi Sudarsono, Robert Delaunay dan Fajar Sidik.

8. Futurisme

Gerak dan warna yang indah merupakan ciri utama dari aliran ini. ditambah visual dan garis yang tegas. Diibaratkan kebalikan dari kubisme. Yang lebih banyak menggunakan makhluk hidup sebagai objeknya dan memiliki prinsip semua kelihatan dan unsure ekspersi melalui tipografi. Carlo Cara, Ruigi Russalo dan Severini adalah seniman penganut aliran ini.

9. Dadaisme

Sering juga disebut dengan aliran anti seni dan tidak berperasaan karena sering mengedepankan kekerasan, kasar dan semua yang sering terjadi pada kondisi perang. Kebanyakan hasil dari salah satu macam-macam aliran seni rupa ini mengandung sindiran, hingga plesetan dengan memilih warna-warna tegas dan detil yang jelas.

10. Surrealisme

Aliran ini mengedepankan unsure imajinasi dari mimpi seseorang yang tak akan pernah jadi kenyataan. Alam bawah sadar berperan besar dalam penciptaan karya seni ini, sehingga terkadang terlihat aneh karena penggabungan objeknya yang tidak biasa dilihat. Seniman yang menganut aliran ini diantaranya Andre Massin, Abdul Rahman dan Gusti Putu Saderi.

11. Pop Art

Kejenuhan pada objek seni yang sudah biasa melahirkan aliran ini, yang menjadikan benda apaoun bahkan yang tak terlintas dikepala sebagai objek seni, kemudian dibuat dari sudut pandang berbeda. Kebanyakan seni ini berbentuk karikatur sindiran, humor atau kritikan pada seseorang atau kelompok dan sering dipakai saat kampanye.

12. Abstraksionisme

Yang namanya abstrak identik dengan ketidakjelasan begitu juga dengan macam-macam aliran seni rupa yang satu ini. Imajinasi, intuisi seniman hingga mimpi merupakan latar belakang lahirnya aliran ini. Ciri utamanya adalah pemilihan warna dan objek yang sangat bebas. Bornet Newman, Mark Rothko dan Fajar Sidik menganut aliran seni rupa ini.

13. Kontemporer

Aliran ini tidak memiliki ikatan apapun dan terus berkembang dari dulu hingga saat ini. Inti dari aliran ini adalah refleksi dari sebuah kondisi dan waktu yang bersifat tematik. Pemilihan warna sangat dimanis, eksprsif dan cenderung mencolok, namun hasilnya tetap indah. Kalau Anda pernah melihat karya seni Nyoman Nuarta, dan Springka, seperti itulah seni aliran ini.

14. Neo Klasik

Lahir setelah terjadinya revolusi di Prancis, dengan karya seni gambar klasik tapi berkarakter tinggi. Karakter dari macam-macam aliran seni rupa yang satu ini adalah penggunaan warna yang jelas dan tegas, dan memilih bentuk yang hiperbola dan memiliki latar belakang akademis yang intelek atau istana dan kerajaan. Bartholome Vignos adalah penganutnya.

15. Konstruktivisme

Merupakan aliran yang menitik beratkan pada nilai seni dari sebuah bangunan, teritama estetika yang dianut. Sebuah bangunan yang jadi objek karya seni ini kemudian dibuat dari perspektif seni sehingga terlihat berbeda dan indah. Victor Pasmore, Moholy-Nagy, dan Jim Nyiman Nuarta adalah beberapa seniman yang menganut aliran ini.

16. Gotik

Penegasan didasari warna merupakan identitas dari macam-macam aliran seni rupa yang satu ini. Biasanya objek dibuat menggunakan garis-garis yang tebal. Karakternya bisa dilihat dari tokoh yang dilukis yaitu raja dan permaisurinya, kerajaan, kastil dan yang berbau klasik lainnya. Pieter Droughel dan Albert Durer adalah seniman yang menganut aliran ini.

Bagaimana menurutmu tentang macam-macam aliran seni rupa tersebut, sangat banyak dan mengagumkan bukan? karena masing-masing punya karakter yang tak terbantahkan dan karya seni yang dihasilkanpun benar-benar mampu memanjakan mata dan menguras pikiran untuk melihat ada pesan pa di baliknya.

Seberapa manfaat artikel ini untuk Anda?

Tinggalkan komentar