Perbedaan Statistik Dan Statistika

Dalam percakapan sehari-hari, kata-kata statistik dan statistika sangat umum digunakan. Statistik dan statistika merupakan dua kata yang hampir mirip dan banyak orang yang masih bingung tentang perbedaannya. Untuk mengetahui perbedaan statistik dan statistika, maka terlebih dahulu harus tahu artinya masing-masing. Mengapa kita harus mengetahui perbedaan antara statistik dan statistika?

Karena, perbedaan mengungkap definisi dari masing-masing kata dan mengeluarkan kita dari kebingungan. Maka dari itu, cermati konteks di mana kata itu digunakan dan Kamu akan lekas paham tentang keduanya. Ada kesalahpahaman yang sangat umum tentang kata dalam arti tunggal – “statistik” dan dalam arti jamak “statistika”.

Perbedaan antara Statistik dan Statistika

1. Statistik

Statistik adalah sepotong data dari sebagian populasi. Itu kebalikan dari parameter. Parameter adalah data dari sensus. Sementara itu, sensus merupakan kegiatan mensurvei semua orang. Statistik erat hubungannya dengan parameter, (seerat hubunganmu dengan pasangan gituu, heheheee). Sekarang, pikirkan seperti ini: Jika Kamu memiliki sedikit informasi, ini adalah statistik.

Jika Kamu melihat bagian dari kumpulan data, itu adalah statistik. Jika Kamu tahu sesuatu tentang 10% orang, itu juga statistik. Sementara itu, parameter adalah semua informasi. Dan semua informasi itu jarang diketahui. Itu sebabnya Kamu membutuhkan statistik.

• Memahami statistik

Kamu mungkin berpikir bahwa data adalah daftar angka. Namun dalam statistik, “Data” berarti sesuatu yang sedikit berbeda. Data berisi siapa dan bagaimana dengan sesuatu (“sesuatu” bisa berupa apa saja dari sebuah buku di toko buku hingga rata-rata pukulan hingga pilihan tentang pemilihan umum).

Data dapat memiliki angka yang memiliki makna. Misalnya, 1453767142 adalah ISBN untuk Buku Pegangan Statistik Praktis Kecurangan. Statistik merupaka cara untuk memahami data yang dikumpulkan tentang sesuatu dan dunia. Misalnya, setiap kali Kamu mengirim paket melalui surat, paket itu dilacak dalam database besar.

Basis data UPS adalah 17 terabyte – kira-kira sebesar jika Kamu membuat katalog setiap buku di Library of Congress. Semua data itu tidak ada artinya tanpa cara menafsirkannya, di situlah statistik masuk. Statistik adalah tentang data dan variabel. Ini juga tentang menganalisis data itu dan menghasilkan beberapa informasi yang bermakna tentang data itu.

• Jenis statistik

Statistik ada tiga jenis:

1. Statistik deskriptif

Statistik deskriptif berguna untuk menjelaskan data. Termasuk mean sampel atau median sampel. Statistik pesanan adalah bagian dari statistik deskriptif. Mereka memberi tahu Kamu sesuatu tentang bagaimana data diurutkan. Apa pun yang menggambarkan data adalah statistik deskriptif. Sementara itu, estimators digunakan untuk menebak parameter.

Dengan kata lain, sesuatu tentang suatu populasi. Ini sering diambil dari statistik deskriptif. Misalnya, jika Kamu tahu sampel berarti Kamu dapat menggunakannya untuk menebak apa artinya populasi. Ini digunakan dalam statistik inferensial. Dan statistik inferensial hanyalah “tebakan terbaik” tentang sesuatu, berdasarkan data.

2. Statistik uji

Statistik jenis ini digunakan dalam pengujian hipotesis nol. Di situlah Kamu mengambil fakta yang diketahui tentang suatu populasi dan kemudian menguji fakta itu untuk melihat apakah itu benar atau tidak. “Populasi” bisa jadi orang sungguhan dalam percobaan.

Atau bisa juga TV di pabrik. Statistik uji yang Kamu gunakan tergantung pada jenis data yang Kamu miliki. Beberapa contoh statistik uji: skor t, dan chi-square.

3. Statistik bisa lebih dari satu jenis

Sebagai contoh, standar deviasi sampel dapat digunakan sebagai statistik deskriptif untuk menggambarkan standar deviasi sampel. Ini dapat digunakan sebagai estimator: Untuk memperkirakan standar deviasi populasi. Dan itu dapat digunakan untuk menguji teori (hipotesis).

2. Statistika

Statistika adalah bentuk analisis matematika yang menggunakan model kuantitatif, representasi dan sinopsis untuk serangkaian data eksperimen atau studi kehidupan nyata. Metodologi studi statistika digunakan untuk mengumpulkan, meninjau, menganalisis, dan menarik kesimpulan dari data. Beberapa tindakan statistika meliputi: mean, analisis regresi, skewness, kurtosis, varians, dan analisis varian.

• Memahami Statistika

Statistika merupakan istilah yang digunakan untuk merangkum proses yang digunakan seorang analis untuk mengkarakterisasi set data. Jika kumpulan data tergantung pada sampel populasi yang lebih besar, maka analis dapat mengembangkan interpretasi tentang populasi terutama berdasarkan hasil statistika dari sampel.

Analisis statistika melibatkan proses pengumpulan dan evaluasi data dan kemudian meringkas data menjadi bentuk matematika. Statistika digunakan dalam berbagai disiplin ilmu seperti psikologi, bisnis, ilmu fisika dan sosial, humaniora, pemerintah, dan manufaktur. Data statistika dikumpulkan dengan menggunakan prosedur sampel atau metode lain.

• Jenis statistika

Ada dua jenis metode statistika digunakan dalam menganalisis data:

1. Statistika deskriptif

Statistika deskriptif digunakan untuk menyelaraskan data dari sampel yang menggunakan mean atau standar deviasi.

2. Statistik inferensial

Statistika inferensial digunakan ketika data dipandang sebagai subkelas dari populasi tertentu.

• Tindakan Statistika

Statistika adalah istilah umum dan luas, jadi wajar jika dalam statistika terdapat sejumlah model yang berbeda.

1. Mean

Mean adalah rata-rata matematika dari sekelompok dua atau lebih angka. Rata-rata untuk rangkaian angka tertentu dapat dihitung dalam berbagai cara. Diantaranya adalah rata-rata aritmatika yang menunjukkan seberapa baik kinerja komoditas tertentu dari waktu ke waktu.

Dan juga dan rata-rata geometris yang menunjukkan hasil kinerja portofolio investor yang diinvestasikan dalam komoditas yang sama selama periode yang sama.

2. Analisis regresi

Analisis regresi menentukan sejauh mana faktor-faktor spesifik seperti suku bunga, harga suatu produk atau jasa, atau industri atau sektor tertentu mempengaruhi fluktuasi harga suatu aset. Ini digambarkan dalam bentuk garis lurus yang disebut regresi linier.

3. Skewness

Skewness menggambarkan tingkat sekumpulan data yang bervariasi dari distribusi standar dalam satu set data statistik. Sebagian besar set data, termasuk pengembalian komoditas dan harga saham memiliki kecenderungan positif dengan kurva condong ke kiri rata-rata data, atau kecenderungan negatif dengan kurva condong ke kanan rata-rata data.

4. Kurtosis

Kurtosis mengukur apakah data berekor ringan (lebih rentan outlier) atau berekor berat (lebih outlier rentan) daripada distribusi normal. Kumpulan data dengan kurtosis tinggi memiliki ekor yang berat, atau outlier yang menyiratkan risiko investasi yang lebih besar dalam bentuk pengembalian liar sesekali.

Kumpulan data dengan kurtosis rendah memiliki buntut ringan, atau kurangnya outlier yang menyiratkan risiko investasi yang lebih rendah.

5. Varian

Varian adalah pengukuran rentang angka dalam satu set data. Varian mengukur jarak setiap angka dalam himpunan adalah dari rata-rata. Varian dapat membantu menentukan risiko yang mungkin diterima investor ketika membeli investasi.

Ronald Fisher mengembangkan analisis metode varian. Ini digunakan untuk memutuskan pengaruh variabel soliter terhadap variabel yang bergantung. Ini dapat digunakan untuk membandingkan kinerja berbagai saham dari waktu ke waktu.

Statistik adalah ringkasan data untuk membuat gagasan tentang parameter. Statistika adalah subjek di mana Kamu belajar cara membangun model statistik, memperkirakan parameter, menguji hipotesis. Perbedaan statistik dan statistika yang mencolok adalah statistik merupakan ukuran tunggal dari beberapa atribut sampel dan statistika adalah studi mulai pengumpulan sampai pada penyajian data.

Tinggalkan komentar