Penutupan Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa

Dalam satu periode akuntansi, akuntan akan menjalankan situs akuntansi. Siklus ini terdiri dari beberapa tahapan. Pada perusahaan jasa, akun buku besar yang terkait dengan siklus ini tidak terlalu banyak. Setelah melalui berbagai tahapan, akuntan harus melakukan penutupan siklus akuntansi perusahaan jasa. Untuk bisa melakukannya, berikut beberapa hal yang perlu Anda ketahui.

Kapan Penutupan Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa Dilakukan?

Seperti yang secara umum diketahui, siklus akuntansi perusahaan jasa harus ditutup pada akhir periode. Akan tetapi, proses penutupan siklus akuntansi perusahaan jasa tidak dapat langsung dilakukan begitu saja dan prosesnya juga tidak sederhana. Ada beberapa tahapan penutupan siklus akuntansi yang perlu dilakukan . Setiap tahapan ini cukup rumit dan perlu waktu untuk melaksanakannya.

Berikut penjelasan singkat tentang tahapan tersebut.

1. Pencatatan dan Pengelompokan

Pada tahap ini, Anda harus mencatat semua transaksi keuangan pada jurnal umum. Perlu diingat bahwa pencatatan ini harus dilakukan sesuai dengan bukti transaksi, misalnya faktur, nota, dan kuitansi. Selain itu, pencatatan juga harus dilakukan dengan teliti.

Setelah dicatat pada jurnal umum, semua transaksi tersebut harus dikelompokan pada buku besar. Dalam megelompokkan data transaksi tersebut, Anda dapat mengelompokannya berdasarkan tanggal, jenis, nomor akun, dll.

2. Peringkasan atau Pengikhtisaran

Pada tahap ini ada, banyak hal yang perlu dilakukan. Pertama adalah menjumlahkan saldo dari semua akun yang ada di buku besar. Setelah itu, ringkasan akun ini dicatat pada neraca saldo. Ringkasan ini perlu disesuaikan atau dikoreksi. Proses penyesuaian ini dilakukan pada jurnal penyesuaian.

Setelah penyesuaian dilakukan, Anda harus menyusun neraca saldo setelah penyesuaian. Selanjutnya, Anda perlu membuat neraca lajur. Neraca ini terdiri dari berbagai neraca yang disusun berderet. Neraca-neraca tersebut adalah neraca saldo, jurnal penyesuaian, neraca saldo setelah disesuaikan, kolom laba rugi, dan neraca.

3. Pelaporan

Pada tahap pelaporan, apa yang telah diringkas tersebut dibuat laporannya masing-masing. Dari laporan ini, pihak-pihak yang memiliki kepentingan dapat menggunakannya sebagai pertimbangan untuk memutuskan kebijakan.

Tujuan Penutupan Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa

Setelah semua tahap tersebut selesai dilakukan, Anda dapat memulai proses penutupan siklus akuntansi perusahaan jasa. Tujuan dilakukannya proses ini adalah untuk menutup siklus akuntansi dalam satu periode. Proses ini diawali dengan menyeimbangkan saldo semua akun, sehingga jumlah mereka nol.

Tujuan lain dari penutupan ini adalah untuk mengetahui apakah setiap akun memiliki jumlah saldo yang sesuai dengan kondisi yang sebenarnya di akhir periode akuntansi. Setelah proses ini selesai dilakukan, Anda dapat memulai siklus akuntansi baru untuk periode selanjutnya.

Apa yang Harus Dilakukan Dalam Penutupan Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa?

Tentunya setelah mempelajari proses penyusunan siklus akuntansi di suatu perusahaan, ada beberapa hal yang harus dilakukan dalam melakukan penutupan siklus akuntansi perusahaan jasa. Berikut ini tahapan penutupan siklus akuntansi.

1. Menyusun Jurnal Penutup

Sebelum menyusun jurnal pentutup, Anda perlu mengetahui lebih banyak tentang jurnal penutup terlebih dahulu. Jurnal penutup adalah jurnal yang disusun untuk membuat saldo perkiraan sementara bernilai nol, sehingga perusahaan dapat mengetahui laba atau rugi usaha selama satu periode. Sumber penyusunan ayat jurnal penutup berasal dari kertas kerja kolom laba/rugi.

Selain untuk mengetahui laba, jurnal ini juga berfungsi untuk membuat saldo pada rekening modal yang sama jumlahnya dengan modal akhir yang dilaporkan pada neraca. Selain itu, jurnal ini juga berguna untuk memisahkan saldo rekening sementara, dari periode saat ini dengan periode berikutnya.

Penyusunan jurnal penutup erat kaitannya dengan akun ikhtisar laba/rugi, akun pendapatan, akun beban, dan akun prive. Ketika menuliskan saldo dari tiap akun tersebut pada jurnal penutup, Anda harus menuliskan saldo mereka pada sisi debet/kredit yang berlawanan. Jurnal penutup disusun melalui tahapan berikut ini.

  • Saldo akun pendapatan dipindahkan pada akun ikhtisar laba/rugi. Cara melakukannya adalah dengan mengkreditkan saldo akun ikhtisar laba/rugi dan mendebetkan saldo akun pendapatan.
  • Saldo akun beban dipindahkan pada akun ikhtisar laba/rugi. Cara melakukannya yaitu dengan mendebetkan saldo akun ikhtisar laba/rugi dan mengkreditkan saldo akun beban.
  • Saldo akun prive dipindahkan pada akun ekuitas. Cara melakukannya adalah dengan mendebetkan akun ekuitas dan mengkreditkan akun prive.

2. Pemindahbukuan Jurnal Penutup pada Buku Besar

Setelah jurnal penutup selesai disusun, Anda perlu menutup buku besar. Untuk menutupnya, pindahkan saldo akun nominal pada akun ekuitas. Dengan demikian, akun saldo nominal akan memiliki saldo bernilai nol.

Selain itu, pemindahbukuan ini dapat dilakukan dengan cara memosting jurnal penyesuaian pada akun buku besar, memosting jurnal penutup pada akun buku besar, serta memberi dua garis pada bagian bawah saldo akun nominal. Cara terakhir tersebut dilakukan untuk memperlihatkan bahwa akun nominal tersebut tidak berlaku lagi untuk periode selanjutnya.

3. Menyusun Neraca Saldo Setelah Penutupan

Pada tahap selanjutnya, Anda harus menyusun neraca saldo setelah penutupan. Untuk menyusunnya, Anda memerlukan data yang ada pada akun buku besar saat akun sementara memiliki saldo bernilai nol atau jurnal penutup telah disusun atau dari neraca lajur.

Isi dari neraca saldo setelah penutupan adalah akun riil yang terdiri dari harta, utang, serta modal. Tujuan pembuatan neraca ini adalah untuk mencari tahu keseimbangan antara saldo debet dan kredit yang ada pada akun buku besar.

4. Menyusun Jurnal Pembalik

Setelah menyusun neraca saldo setelah penutupan, sebenarnya penutupan siklus akuntansi perusahaan jasa telah resmi ditutup. Namun karena siklus akuntansi adalah lingkaran yang tak terputus, maka pada tahap akhir ini, Anda perlu membuat jurnal pembalik guna memulai siklus akuntansi selanjutnya.

Jurnal yang disusun pada awal periode akuntansi ini merupakan jurnal untuk membalikkan ayat jurnal penyesuaian. Meski demikian, tidak semua ayat jurnal penyesuaian perlu dibalik. Berikut ini beberapa ayat jurnal yang memerlukan jurnal pembalik.

  • Pendapatan dibayar di muka.
  • Pendapatan yang masih harus diterima.
  • Beban dibayar di muka.
  • Beban diterima di muka

Tujuan penyusunan jurnal ini adalah untuk menghindari pengakuan pendapatan maupun beban berganda di satu periode akuntansi yang dikarenakan adanya jurnal penyesuaian tertentu saat tahap pengikhtisaran. Jurnal pembalik dipresentasikan dalam bentuk jurnal umum yang mengawali suatu periode akuntansi. Demikian, jurnal ini disusun di jurnal umum sebelum transaksi pertama dibukukan.

Perlu diketahui bahwa tidak semua perusahaan diharuskan untuk membuat jurnal pembalik. Hal ini karena setiap perusahaan memiliki pendekatannya masing-masing alias berbeda-beda dalam proses akuntansinya.

Perusahaan yang memerlukan jurnal pembalik adalah mereka yang menggunakan pendekatan beban dan pendapatan. Sekali mereka menggunakan pendekatan ini dan membuat jurnal pembalik pada satu periode akuntansi, mereka harus melakukannya secara konsisten di setiap periode akuntansinya.

Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa proses penutupan siklus akuntansi adalah proses yang sedikit rumit. Hal ini dilihat dari jumlah jurnal yang harus dibuat. Meski demikian, hal ini bukan berarti bahwa Anda akan menemui banyak kesulitan dalam melakukannya. Dengan mematuhi kaidah yang ada, Anda dapat menutup siklus dengan mulus, semulus jalan tol, hehe.

Tinggalkan komentar