Contoh Kata Baku dan Tidak Baku : Pengertian, Penggunaan, Fungsi, dan Ciri-cirinya

kata baku dan tidak baku
kata baku dan tidak baku

Contoh kata baku dan tidak baku – Ketika menonton televisi, ada banyak sekali ragam kata yang digunakan. Sebenarnya, kata-kata tersebut bisa dibagi menjadi dua, yaitu kata baku dan tidak baku. Perbedaan antara kata baku dengan kata tidak baku ini sebaiknya dipahami dengan betul oleh setiap warga negara Indonesia. Pasalnya, kedua jenis kata tersebut memengaruhi tingkat kesopanan dalam berinteraksi.

Penggunaan keduanya juga tidak sama loh. Apabila Anda sampai keliru menggunakan kata baku dan kata tidak baku tersebut, tidak menutup kemungkinan Anda akan berada dalam masalah yang cukup serius. Nah, sekarang sudah paham kan apa pentingnya memahami kedua jenis kata tersebut?

Sekarang, mari lanjutkan menyimak pembahasan singkat namun lengkap mulai dari pengertian, apa saja yang mempengaruhi, penggunaan, fungsi, ciri, dan contoh kata baku dan tidak baku. Yuk simak penjelasannya sebagai berikut.

Pengertian Kata Baku dan Tidak Baku

pengertian kata baku dan tidak baku
pengertian kata baku dan tidak baku

Mulai dari pengertiannya dulu. Secara singkat, pengertian kata baku adalah kata yang sesuai dengan pedoman atau kaidah yang ditentukan. Dengan kata lain, kata baku merupakan kata yang cara penulisannya telah ditetapkan secara resmi, baik melalui surat keputusan pemerintah, pejabat maupun maklumat, Selain itu, kata baku juga dapat diartikan sebagai kata yang diterima sesuai dengan kesepakatan umum.

Sementara untuk pengertian kata tidak baku adalah kebalikan dari kata baku yakni kata yang tidak memenuhi kaidah penulisan bahasa Indonesia. Dibandingkan dengan kata baku, kata tidak baku ini sifatnya lebih fleksibel, sehingga banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Tentunya, kata tidak baku tidak muncul begitu saja, tetapi ada beberapa faktor yang menyebabkannya, kurang lebih sebagai berikut.

<strong>Apa saja faktor yang mempengaruhi kata tidak baku?</strong>
  1. Adanya ketidaktahuan dari pemakai bahasa mengenai bentuk penulisan kata baku.
  2. Adanya kemungkinan pemakai bahasa terpengaruh oleh orang-orang yang terbiasa memakai kata tidak baku
  3. Adanya kemungkinan pemakai bahasa tidak mau memperbaiki kekeliruannya, sehingga tetap menggunakan bahasa tidak baku dalam kehidupannya.
  4. Ada kemungkinan juga bahwa si pemakai bahasa tersebut memang telah terbiasa menggunakan kata yang tidak baku.

Lalu, Bagaimana cara membedakan kata baku dan tidak baku? Untuk membedakan kata baku dan tidak baku sangatlah mudah, bahkan Anda tidak perlu bersusah payah. Cukup dengan mengeceknya dalam KBBI, baik itu KBBI buku maupun KBBI online. Apabila nanti kata yang Anda maksud itu ada dan cara penulisannya pun sama dengan KBBI, maka bisa disimpulkan bahwa kata tersebut adalah kata yang baku. Begitu pula sebaliknya, jika tidak ada dalam KBBI maka bisa disimpulkan bahwa kata tersebut merupakan kata tidak baku.

Nah setelah kita mengetahui apa itu pengertian kata baku dan tidak baku dan sudah bisa membedakan antara kata baku dan tidak baku. Maka selanjutnya kita akan belajar tentang bagaimana cara penggunaan kata baku dan tidak baku? Yuk, simak penjelasannya dibawah ini.

Penggunaan Kata Baku dan Tidak Baku

Penggunaan kata baku dan tidak baku
Penggunaan kata baku dan tidak baku

Sekarang, mari kita bahas tentang penggunaan kata baku dan kata tidak baku tersebut. Untuk penggunaan kata baku, baik itu yang bentuknya tulisan dalam sebuah paragraf maupun lisan, yakni digunakan dalam aktivitas atau kegiatan formal atau resmi. Sementara penggunaan kata tidak baku, dapat digunakan dalam aktivitas atau kegiatan yang sifatnya tidak formal atau resmi.

Contoh kegiatan formal atau resmi di antaranya kegiatan diskusi ilmiah, rapat, seminar dan lain-lain. Selain biasa digunakan dalam percakapan langsung, kata baku juga bisa digunakan dalam bentuk tulisan, misalnya:

  1. laporan resmi
  2. artikel ilmiah / karya ilmiah
  3. buku pelajaran
  4. surat menyurat antar lembaga
  5. pengumuman suatu instansi yang resmi
  6. undang-undang

Adapun penggunaan kata tidak baku, bisa digunakan saat berkomunikasi dengan teman maupun orang yang usianya lebih muda. Percakapan yang terjadi antara suami dengan istri juga terkadang menggunakan kata yang tidak baku.

Sama seperti kata baku, kata tidak baku selain digunakan dalam percakapan langsung juga sering digunakan dalam bentuk tulisan. Contohnya seperti novel, surat pribadi dan lain-lain. Jadi, semakin paham kan dengan perbedaan kata baku dan kata tidak baku? Oke, lanjutkan ke pembahasan yang selanjutnya ya, jangan pusing dulu hehe.

Fungsi Kata Baku dan Tidak Baku

fungsi kata baku dan tidak baku
fungsi kata baku dan tidak baku

Nah, dari perbedaan penggunaan kata baku dan kata tidak baku di atas, bisa diambil kesimpulan bahwa kedua jenis kata ini mempunyai fungsi yang berbeda. Yakni fungsi kata baku dan kata tidak baku bisa Anda simak sebagai berikut.

1. Fungsi Kata Baku

Kata baku mempunyai fungsi yang beragam, di antaranya fungsi kata baku biasanya digunakan dalam pembuatan karya ilmiah pembuatan surat lamaran kerja, pembuatan laporan, pembuatan surat resmi dan lain sebagainya. Selain itu, kata baku juga mempunyai fungsi sebagai pembawa kewibawaan dan sekaligus pemersatu serta pemberi kekhasan.

2. Fungsi Kata Tidak Baku

Fungsi kata tidak baku adalah sebagai bahasa dalam percakapan sehari-hari. Dengan adanya kata tidak baku ini, sebenarnya suasana bisa dibuat lebih santai. Tidak terlalu kaku seperti acara formal yang harus menggunakan kata baku.

Ciri-Ciri Kata Baku dan Tidak Baku

ciri-ciri kata baku dan tidak baku
ciri-ciri kata baku dan tidak baku

Sekali lagi, kata baku dan kata tidak baku itu tidak sama. Jadi wajar jika keduanya mempunyai ciri-ciri yang berbeda. Ciri-ciri dari kata baku maupun kata tidak baku tersebut bisa Anda perhatikan dalam daftar yang ada di bawah ini.

1. Ciri-ciri Kata Baku

  1. Arti kata baku adalah pasti, jadi kata ini tidak mempunyai makna yang rancu dan membingungkan.
  2. Kata baku tidak mengandung majas pleonasme atau menambahkan keterangan-keterangan tambahan yang sebenarnya tidak diperlukan.
  3. Kata baku seringkali digunakan dalam acara yang formal atau acara yang resmi. Jadi, tidak digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
  4. Kata baku menerapkan penggunaan imbuhan secara eksplisit atau tersurat.
  5. Kata baku mempunyai bentuk yang tetap dan tidak berubah-ubah.
  6. Kata baku tidak dipengaruhi oleh bahasa daerah maupun bahasa asing.
  7. Kata baku digunakan sesuai dengan konteks kalimat, serta tidak mengandung hiperkorek atau kesalahan dalam berbahasa yang diakibatkan oleh kegiatan membetulkan kata yang sebenarnya sudah benar menjadi salah.

2. Ciri-ciri Kata Tidak Baku

  1. Bentuk kata bersifat tidak tetap, sehingga bisa berubah-ubah.
  2. Kata tidak baku sudah terkontaminasi oleh bahasa daerah maupun bahasa asing.
  3. Kata tidak baku biasa digunakan dalam percakapan sehari-hari.
  4. Walaupun pengucapannya berbeda, kata baku tetap mempunyai makna yang sama dengan kata baku.

Kumpulan Daftar Contoh Kata Baku dan Tidak Baku

contoh kata baku dan tidak baku
contoh kata baku dan tidak baku

Kalau menyinggung soal contoh kata baku dan kata tidak baku, jelas ini ada banyak sekali. Bahkan mungkin, ada beberapa di antaranya yang sering Anda gunakan. Namun, sebagai penambah ilmu pengetahuan, mari simak daftar contoh kata baku dan tidak baku yang ada di bawah ini.

  1. Abjad (merupakan kata baku) – Abjat (merupakan kata tidak baku)
  2. Besok (merupakan kata baku) – Esok (merupakan kata tidak baku)
  3. Cabai (merupakan kata baku) – Cabe (merupakan kata tidak baku)
  4. Definisi (merupakan kata baku) – Difinisi (merupakan kata tidak baku)
  5. Ekspor (merupakan kata baku) – Eksport (merupakan kata tidak baku)
  6. Februari (merupakan kata baku) – Pebruari (merupakan kata tidak baku)
  7. Gladi (merupakan kata baku) – Geladi (merupakan kata tidak baku)
  8. Hafal (merupakan kata baku) – Hapal (merupakan kata tidak baku)
  9. Ijazah (merupakan kata baku) – Ijasah (merupakan kata tidak baku)
  10. Jenderal (merupakan kata baku) – Jendral (merupakan kata tidak baku)
  11. Karier (merupakan kata baku) – Karir (merupakan kata tidak baku)
  12. Lubang (merupakan kata baku) – Lobang (merupakan kata tidak baku)
  13. Maaf (merupakan kata baku) – Ma’af (merupakan kata tidak baku)
  14. Nasihat (merupakan kata baku) – Nasehat (merupakan kata tidak baku)
  15. Objek (merupakan kata baku) – Obyek (merupakan kata tidak baku)
  16. Paham (merupakan kata baku) – Faham (merupakan kata tidak baku)
  17. Risiko (merupakan kata baku) – Resiko (merupakan kata tidak baku)
  18. Saksama (merupakan kata baku) – Seksama (merupakan kata tidak baku)
  19. Tenteram (merupakan kata baku) – Tentram (merupakan kata tidak baku)
  20. Utang (merupakan kata baku) – Hutang (merupakan kata tidak baku)
  21. Vila (merupakan kata baku) – Villa (merupakan kata tidak baku)
  22. Wali Kota (merupakan kata baku) – Walikota (merupakan kata tidak baku)
  23. Yurisdiksi (merupakan kata baku) – Jurisdiksi (merupakan kata tidak baku)
  24. Zaman (merupakan kata baku) – Jaman (merupakan kata tidak baku)

Jika Anda perhatikan contoh kata baku dan kata tidak baku di atas, cara pengucapannya sama bukan? Sementara jika dari segi tulisan semuanya berbeda. Anda bisa mengecek berbagai kata baku serta kata tidak baku di atas di KBBI untuk membuktikan kebenarannya.

Nah alhamdulillah akhirnya selesai juga materi pembahasan kita kali ini tentang kata baku dan tidak baku mulai dari pengertian, apa saja yang mempengaruhi, penggunaan, fungsi, ciri, dan contoh kata baku dan tidak baku.

Sekarang Anda sudah tahu apa saja bedanya kata baku dan tidak baku. Jadi, sudah bisa dong mengidentifikasi kata baku dan tidak baku pada sebuah tajuk rencana kan? aku. Jangan lupa perbanyak latihan, agar semakin mahir mengingat dan membedakan kedua jenis kata tersebut ya. Semoga bermanfaat.