Pengertian Pers : Sejarah, Misi, Fungsi, dan Peranan

apa itu pers
apa itu pers

Pengertian Pers – Di zaman yang sudah serba teknologi saat ini, mendapatkan berbagai macam informasi semakin dipermudah. Anda bisa memanfaatkan teknologi untuk menjelajah apa yang sedang terjadi di belahan dunia lain dalam waktu singkat. Tahukah Anda siapa yang menyajikan segala macam informasi tersebut? Pihak yang paling berperan di sini adalah media massa atau yang lebih dikenal sebagai pers.

Mungkin Anda sudah sering mendengarnya di berbagai kesempatan. Dengan peran pers, Anda bisa memperoleh informasi baik lokal maupun internasional melalui media online atau offline. Nah, supaya mengenal pers lebih jauh, yuk simak ulasan berikut ini!

Pengertian Pers

Berikut adalah beberapa pengertian pers yang dapat Anda simak dibawah ini.

1. Pengertian Pers Menurut Istilah

Istilah pers berasal dari kata ‘press’ dalam bahasa Inggris yang berarti cetak atau tekanan. Secara umum pengertian pers bisa diartikan sebagai seluruh media dalam bentuk fisik (cetak), online, televisi, dan radio. Hal ini mengacu pada awal kemunculan pers yang menggunakan mesin cetak sebagai media utamanya.

2. Arti Pers lebih luas

Pengertian pers dalam arti yang lebih luas adalah penyiaran berita berupa pikiran dan gagasan. Sedangkan media utama yang digunakan tidak sekedar mesin cetak, melainkan juga film, acara televisi, dan siaran radio.

Pers mencakup tiga istilah yang perlu dipahami masyarakat, yaitu jurnalistik (kegiatan wartawan), media massa (hasil kegiatan jurnalis), dan pers yang mengacu pada perusahaan yang melakukan kegiatan penyiaran berita.

3. Pengertian Pers Menurut UU No. 40 Tahun 1999

Pengertian pers adalah lembaga sosial yang mencakup penyelenggaraan kegiatan jurnalistik, yaitu mencari informasi, memperoleh, memiliki, mengolah, menyimpan, kemudian menyiarkan informasi.

Sejarah Pers

Pada era pergerakan nasional, salah satu elemen penting untuk mengusung masa pra kemerdekaan adalah media massa. Dunia jurnalistik mengambil peran penting dalam membantu perjuangan kemerdekaan meski tidak secara langsung. Beberapa media massa mulai bermunculan saat itu, misalnya Benih Merdeka, Majalah Hindia Putra, Surat Kabar Mataram, Soera Rakyat, dan lain-lain.

Semenjak kedatangan penjajah Jepang pada 1942, media massa dibungkam dan tidak boleh beroperasi. Namun, beberapa wartawan dan pihak jurnalis lainnya tetap aktif memperjuangkan kemerdekaan. Pada saat itu, Jepang menggunakan media massa sebagai upaya propaganda.

Pers semakin berkembang di tanah air pasca proklamasi kemerdekaan. Media massa digunakan secara otoriter pada masa orde lama dan orde baru. Tak heran, pemerintah saat itu memegang kontrol penuh terhadap pers. Ketika memasuki era reformasi, aktivitas jurnalistik lebih bebas dilakukan secara penuh tanpa otorisasi pemerintah.

Pada masa itu, pemerintah hanya memberikan himbauan agar kegiatan jurnalistik tetap mematuhi hukum yang berlaku. Memasuki era demokrasi, media massa mulai menjadi wadah yang memihak pada pihak pro pemerintah dan oposisi. Hal ini menyebabkan perannya yang tidak lagi murni menyampaikan berita saja.

Dengan demikian, peran pers sudah menjadi lebih kuat dan bebas seperti yang berlaku di negara-negara liberal. Namun, tetap ada protokol yang harus ditaati dan dipertanggungjawabkan apabila terjadi pelanggaran.

Misi Pers

Pers semakin berkembang seiring berjalannya waktu, adapun misi-misi pers adalah sebagai berikut :

  • Mendokumentasikan bukti media yang berisi sejarah lingkup pemberitaan di seluruh Indonesia sejak era perjuangan kemerdekaan hingga sekarang.
  • Melakukan komunikasi dokumen dan koleksi media massa yang bernilai sejarah ke ruang publik untuk menunjang kepribadian bangsa.
  • Mewujudkan objek wisata ilmiah di bidang pemberitaan media massa agar literasi masyarakat menjadi lebih baik.

Fungsi Pers

Jika kita berbicara mengenai fungsi pers, maka dapat kita bagi menjadi dua yaitu fungsi pers secara umum dan fungsi pers menurut para ahli. Adapun penjelasan selengkapnya dapat Anda simak dibawah ini.

1. Fungsi Pers Secara Umum

Pers memiliki fungsi sebagai sarana komunikasi massa yang menyampaikan informasi dalam berbagai format misalnya teks, gambar, data, suara, grafik, video, dan lain-lain. Penyiaran informasi tersebut bisa melalui media cetak, elektronik, dan media lainnya yang memungkinkan pemberitaan.

Media massa yang bersifat nasional memiliki fungsi sebagai sarana informasi, pendidikan, lembaga ekonomi, kontrol sosial, dan media hiburan. Selain itu, media massa juga memiliki fungsi sebagai pengelola ekonomi untuk mendapatkan keuntungan bisnis.

2. Fungsi Pers Menurut Para Ahli

Harold D. Lasswell sebagai ahli komunikasi media massa menyatakan bahwa pers memiliki fungsi sebagai berikut :

  • Pers Sebagai Pengamat Sosial

Media massa kini menjadi social surveillance atau pengamat kehidupan sosial. Pada dasarnya, pers merupakan lembaga yang mengumpulkan dan menyiarkan informasi dengan sudut pandang yang objektif. Berbagai peristiwa yang terjadi di lingkungan masyarakat didistribusikan ke khalayak media agar mudah diketahui publik.

  • Pers Sebagai Media Sosialisasi

Fungsi lain dari pers adalah sebagai socialization atau alat sosialisasi untuk menyebarkan pemahaman sosial ke setiap generasi.

  • Pers Sebagai Penghubung Sosial

Media massa sebagai penghubung sosial artinya dapat mengkorelasikan berbagai kelompok sosial yang berbeda di masyarakat. Dengan demikian, penyebaran pandangan-pandangan mengenai suatu hal akan menciptakan suatu kesepakatan sosial.

Peranan Pers dalam Masyarakat Demokrasi

Suatu negara pasti memiliki media massa yang berpengaruh penting dalam tatanan kehidupan masyarakat. Termasuk Indonesia, terlebih sistem pemerintahan yang digunakan adalah demokrasi. Di mana pers dianggap menjadi salah satu kekuatan penting selain eksekutif, legislatif, dan yudikatif.

Media massa yang menyebarkan informasi berperan untuk mengendalikan pemerintahan agar berjalan sesuai porsinya. Berikut beberapa peranan pers dalam kehidupan masyarakat :

1. Sebagai Saluran Informasi Masyarakat

Pers dianggap memiliki kekuatan untuk menyebarkan informasi ke masyarakat luas dengan efektif. Dengan kata lain, media massa menjadi informasi dari masyarakat untuk masyarakat.

2. Menjadi Media Menyampaikan Opini

Peranan pers sebagai media massa, ini cukup penting mengingat masyarakat bisa menyampaikan pendapat, aspirasi, dan kritiknya terhadap suatu hal. Media akan menyediakan tempat khusus debat terbuka agar opini dapat tersampaikan dengan baik.

Landasan Hukum yang Mengatur Pers di Indonesia

Media massa yang berkembang di tanah air tidak seluruhnya netral dan efektif menjalankan perannya. Oleh karena itu, dibutuhkan landasan hukum agar pers di Indonesia bisa sesuai bisa berjalan demi kebaikan bersama.

1. Landasan Idiil

Landasan idiil media massa di Indonesia adalah pancasila. Sebagai pedoman negara, pancasila wajib ditaat oleh setiap lembaga yang menjalankan kegiatan jurnalistik.

2. Landasan Konstitusional

Media massa yang menyebarkan informasi di Indonesia juga harus sesuai dengan peraturan konstitusi yang berlaku, yaitu UUD 1945. Hal ini berarti lembaga pers tidak boleh sembarangan melakukan kegiatan jurnalistik. Terlebih jika sampai melakukan pengkhianatan terhadap landasan konstitusional yang telah berlaku sejak dulu ini.

3. Landasan Yuridis

Peraturan yuridis yang mengatur pers di Indonesia adalah UU No. 44 tahun 1999. Undang-undang tersebut mengungkapkan segala hal tentang media massa, mulai dari pengertian, panduan, persetujuan, dan lain-lain.

4. Landasan Kebebasan

Hal ini tercantum dalam UUD 1945 pasal 28-28F yang menyatakan media massa memiliki kebebasan menerima, mengolah, dan menyebarkan informasi.

5. Landasan Etis

Kode etik jurnalisme wajib ditaati oleh setiap jurnalistik dalam mencari, memperoleh, mengolah, dan menyebarkan berita.

6. Landasan Profesional

Landasan profesional dalam kegiatan jurnalistik meliputi kejujuran, saling menghormati, dan berani mengungkapkan perbedaan pendapat.

7. Landasan Kebebasan

Hal ini tercantum dalam UUD 1945 pasal 28-28F yang menyatakan media massa memiliki kebebasan menerima, mengolah, dan menyebarkan informasi.

Pers pada dasarnya bisa menjadi sarana yang efektif untuk menyampaikan informasi dan pendapat. Bahkan bisa memengaruhi masyarakat terhadap preferensi tertentu. Oleh karena itu, masyarakat pun ikut berperan dalam perkembangan media massa di tanah air.

rizki
Manusia biasa yang terus berjuang untuk memperbaiki diri