Tentang Teks Laporan Hasil Observasi: Pengertian, Tujuan, Fungsi

Teks laporan hasil observasi – Berikut adalah pengertian, tujuan, fungsi, ciri-ciri, sifat, struktur kaidah kebahasaan dan bagaimana cara menyusun teks laporan hasil observasi? Tenang saja kawan, semuanya akan kami bahas di dalam artikel kali ini. Tentunya dengan bahasa yang enak dan tidak membosankan seperti si dia hehe…..

Setidaknya sekali seumur hidup, kamu pasti pernah melakukan observasi. Baik di sekolah maupun lingkungan kerja, kegiatan yang satu ini dilakukan dengan berbagai tujuan. Apapun tujuan dari observasi tersebut, setelahnya kamu harus membuat teks laporan hasil observasi. Apa perbedaan teks yang satu ini dengan jenis teks lainnya?

Secara umum, teks laporan hasil pengamatan digunakan untuk menyampaikan informasi mengenai observasi yang telah dilakukan. Teks ini mempunyai tujuan, fungsi, dan ciri-ciri tertentu yang membuatnya berbeda dengan jenis tulisan lain. Daripada penasaran, lebih baik kamu menyimak penjelasan lengkap berikut ini mengenai observasi dan hasil laporan observasi.

Pengertian Observasi

pengertian observasi
pengertian observasi

Sebelum membahas mengenai laporan hasil observasi, terlebih dahulu kamu harus mengetahui apa yang dimaksud dengan observasi itu sendiri. Tentu tidak lucu bukan jika kamu sudah jauh-jauh mempelajari teks laporan hasil observasi tapi tidak mengetahui pengertian dari observasi itu sendiri. Haha…

Secara awam, observasi dapat juga diartikan sebagai pengamatan. Menurut pengertian yang lebih rinci, observasi berarti aktivitas pengamatan terhadap objek tertentu secara cermat dan langsung, dengan mencatat gejala-gejala yang diteliti secara sistematis.

Selain pengertian di atas, masih ada beberapa pengertian yang dikemukakan oleh para ahli. Beberapa ahli bahasa mempunyai pendapat lain mengenai pengertian observasi seperti yang akan kamu temukan berikut ini:

Pengertian Observasi Menurut Para Ahli

1. Suharsimi Arikunto

Menurut Suharsimi, observasi merupakan pengamatan yang dilakukan secara langsung terhadap suatu objek di lingkungan yang meliputi berbagai aktivitas perhatian terhadap objek tertentu menggunakan penginderaan.

2. Kartini Kartono

Pendapat lain datang dari Kartini Kartono yang mengemukakan bahwa observasi adalah proses pengujian dengan tujuan dan maksud tertentu untuk mengumpulkan skor, fakta, dan verbalisasi tentang objek yang diamati.

3. Sutrisno Hadi

Menurut Sutrisno Hadi, obervasi merupakan suatu kegiatan kompleks yang terdiri dari beragam proses, baik biologis maupun psikologis yang mementingkan ingatan dan pengamatan.

Itulah beragam pengertian observasi para ahli. Jadi kegiatan kamu mengamati si dia juga bisa dibilang sebagai observasi, ya! Haha…

Sementara itu, teks laporan hasil observasi merupakan teks yang memuat penjabaran umum atau laporan mengenai hasil dari pengamatan yang telah dilakukan. Teks ini juga disebut sebagai teks klasifikasi dikarenakan memuat klasifikasi berbagai hal berdasarkan suatu kriteria tertentu.

Tujuan Teks Laporan Hasil Observasi

tujuan teks laporan hasil observasi
tujuan teks laporan hasil observasi

Laporan hasil pengamatan tentu saja dibuat dengan tujuan tertentu. Tidak seperti kebanyakan teks yang dibuat dengan tujuan sekedar untuk memberikan informasi bagi audiens, teks yang satu ini mempunyai tujuan yang lebih mendalam. Berikut ini beberapa tujuan dan maksud dari teks hasil observasi:

Tujuan teks laporan hasil observasi

– Mengatasi suatu persoalan terkait dengan pengamatan yang dilakukan.
– Mengambil keputusan secara efektif dan terbaik sesuai dengan hasil pengamatan.
– Menemukan teknik terbaru untuk mengatasi segala permasalahan yang berhubungan dengan observasi.

Berbagai tujuan tersebut hanya bisa tercapai dengan membuat teks hasil observasi. Melalui teks tersebut, hasil pengamatan akan dipaparkan secara rinci dan detail sehingga membuat audiens dapat mengambil keputusan yang dirasa paling tepat.

Fungsi Teks Laporan Hasil Observasi

fungsi teks laporan hasil observasi
fungsi teks laporan hasil observasi

Tidak hanya tujuan, teks laporan hasil observasi juga mempunyai beragam fungsi. Teks laporan yang baik seharusnya bisa melaksanakan fungsinya dengan baik. Apa saja fungsi dan kegunaan dari teks hasil observasi? Di bawah ini kamu akan menemukan fungsi dari teks yang satu ini:

Fungsi teks laporan hasil observasi
  • Menjadi dasar untuk penyusunan kebijakan, keputusan, dan pemecahan masalah tertentu.
  • Digunakan sebagai sumber informasi yang valid dan terpercaya.
  • Sarana dokumentasi
  • Laporan pertanggungjawaban.

Ciri-Ciri Teks Laporan Hasil Observasi

ciri-ciri teks laporan hasil observasi
ciri-ciri teks laporan hasil observasi

Bagaimana cara membedakan laporan hasil observasi dengan teks jenis lain? Mengidentifikasi teks yang satu ini tidak serumit menyatakan perasaanmu pada orang lain, kok. Hihi…

Seperti halnya teks lain, laporan hasil observasi mempunyai ciri-ciri dan karakteristik khusus yang membuatnya berbeda dari jenis teks lainnya. Simak ciri-ciri laporan hasil observasi berikut:

Ciri-ciri teks laporan hasil observasi
  • Objek yang dibahas merupakan objek tunggal.
  • Teks ditulis secara lengkap.
  • Teks bersifat objektif dan universal.
  • Tidak mengandung praduga yang tidak sesuai.
  • Informasi yang dimuat merupakan hasil pengamatan terkini yang telah terbukti benar.
  • Teks ditulis sesuai dengan fakta pengamatan.

Dari ciri-ciri di atas, kamu bisa mengenali teks hasil observasi dengan mudah. Yang menjadi kunci penting adalah teks ditulis berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan dengan menyuguhkan fakta-fakta.

Sifat Teks Laporan Hasil Observasi

sifat teks laporan hasil observasi
sifat teks laporan hasil observasi

Selain ciri-ciri, teks hasil observasi juga mempunyai sifat tertentu. Seperi manusia saja, ya! Haha… Sifat dari teks laporan hasil observasi antara lain informative, komunikatif, dan objektif. Ketiga sifat tersebut harus terpenuhi agar laporan observasi dianggap valid dan dapat digunakan sebagai sumber informasi terpercaya.

Struktur Teks Laporan Hasil Observasi

struktur teks laporan hasil observasi
struktur teks laporan hasil observasi

Teks hasil observasi mempunyai struktur khusus yang terdiri dari dua bagian yaitu Klasifikasi dan Anggota. Kedua bagian tersebut mempunyai muatan yang berbeda. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai struktur teks laporan observasi, simak penjelasan ini:

Struktur teks laporan hasil observasi

1. Klasifikasi

Bagian ini juga disebut sebagai pernyataan umum. Klasifikasi merupakan bagian pengantar mengenai hal yang akan dilaporkan. Pada bagian ini, disampaikan bahwa benda-benda dapat diklasifikasikan berdasarkan kriteria tertentu.

2. Anggota

Bagian ini merupakan inti pembahasan laporan. Pembahasan akan mengacu pada rincian mengenai objek yang telah diamati.

Kedua struktur tersebut wajib dipenuhi jika kamu ingin membuat sebuah teks laporan observasi. Tanpa adanya salah satu bagian, maka teks laporan observasi menjadi kurang valid dan tidak dapat dijadikan rujukan. Tentu kamu tidak mau kerja keras berakhir sia-sia, bukan?

Kaidah Kebahasaan Teks Laporan Hasil Observasi

kaidah kebahasaan teks laporan hasil observasi
kaidah kebahasaan teks laporan hasil observasi

Teks laporan observasi menggunakan kaidah kebahasaan tertentu yang membedakannya dengan jenis teks lain. Berikut ini kaidah kebahasaan yang digunakan oleh teks laporan observasi:

Kaidah kebahasaan teks laporan hasil observasi
  • Menggunakan frasa nomina.
  • Terdapat paragraf dengan kalimat utama untuk merangkai informasi utama, kemudian diikuti oleh rincian aspek yang akan dilaporkan.
  • Menggunakan kata ilmiah seperti mutualisme, phobia, syndrom, dan lain sebagainya.
  • Perilaku dijelaskan menggunakan verba aktif alam seperti bereproduksi, bertelur, makan, dan lain sebagainya.

Langkah Menyusun Teks Laporan Hasil Observasi

langkah menyusun teks laporan hasil observasi
langkah menyusun teks laporan hasil observasi

Tidak sabar untuk membuat teks laporan observasi? Tunggu dulu, jangan buru-buru. Hehe… Kamu masih harus mengetahui langkah menyusun teks ini dengan tepat seperti di bawah ini:

Langkah-langkah menyusun teks laporan hasil observasi

1. Menentukan topik pengamatan yang akan ditulis. Topik berkaitan dengan pengamatan yang telah dilakukan sebelumnya.
2. Menyusun kerangka laporan. Kerangka disusun berdasarkan informasi yang akan disampaikan dalam laporan sesuai dengan struktur teks laporan observasi.
3. Mengembangkan paragraf dengan menyertakan fakta-fakta selama pengamatan.
4. Buat kesimpulan dari pengamatan yang telah dilakukan.

Bagaimana menurut kamu? Ternyata tidak terlalu sulit untuk membuat teks laporan hasil observasi. Setelah mengetahui seluk beluk teks yang satu ini, mulai dari pengertian, tujuan, fungsi, ciri-ciri, sifat, struktur kaidah kebahasaan dan bagaimana cara menyusun teks laporan hasil observasi itu sendiri. Inshaallah dengan memahami artikel di atas kamu sudah bisa mengidentifikasi bahkan menulis laporan hasil observasi sendiri. Pastikan data dan informasi dari pengamatan kamu valid ya. Semoga beruntung!

Leave a Comment