Teks Negosiasi : Pengertian, Fungsi, Ciri-ciri, Struktur, dan Kaidah atau Unsur

Apa itu teks negosiasi? berikut adalah pengertian, fungsi, ciri-ciri, struktur, kaidah/unsur kebahasaan teks negosiasi beserta pola penyajian dan faktor keberhasilan dari teks negosiasi. Oke, langsung saja simak penjelasan di artikel kali ini.

Tawar menawar adalah hal yang wajar dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Jika biasanya proses tawar menawar dilakukan secara lisan, ternyata juga ada tawar menawar dalam bentuk tulisan. Kamu pasti baru tahu kan? Hehe… Inilah yang dinamakan dengan teks negosiasi.

Apa itu teks negosiasi?

Negosiasi sendiri dapat diartikan sebagai tawar menawar yang dilakukan oleh dua pihak berkepentingan. Dalam hal tulisan negosiasi, teks ini biasa dibuat oleh perusahaan yang ingin menawarkan produk. Kamu juga bisa membuat teks yang berisi percakapan negosiasi antara dua orang. Semakin penasaran? Mari simak penjelasan lebih lanjut mengenai teks yang satu ini.

Pengertian Teks Negosiasi

pengertian teks negosiasi
pengertian teks negosiasi

Menurut pengertiannya, tulisan negosiasi merupakan sebuah teks yang berisi proses mencapai suatu kesepakatan atau perjanjian antara dua pihak. Demi mencapai kesepakatan tersebut, kedua belah pihak mempunyai hak untuk menyampaikan pendapat masing-masing. Hasil akhir dari negosiasi ini adalah kesepakatan yang disetujui bersama dan tidak merugikan salah satu pihak.

Meskipun terdengar rumit, namun pada kenyataannya teks ini cukup mudah untuk diidentifikasi. Karena merupakan bagian dari proses pencapaian kesepakatan, kamu pasti akan menemukan kalimat-kalimat yang menyatakan tujuan dari kedua belah pihak. Selain itu, di akhir teks kamu juga bisa menemukan hasil akhir kesepakatan. Mudah sekali, bukan? Hehe…

Faktor Keberhasilan Teks Negosiasi

faktor keberhasilan teks negosiasi
faktor keberhasilan teks negosiasi

Dalam negosiasi, terdapat beberapa faktor yang menentukan keberhasilan. Perbedaan kepentingan seringkali menimbulkan pertentangan dari kedua pihak. Demi mengatasi pertentangan tersebut dan tercapainya kesepakatan, maka berikut ini beberapa faktor yang perlu diperhatikan saat membuat tulisan negosiasi:

Faktor keberhasilan teks negosiasi

• Kedua belah pihak harus mencapai kesepakatan.
• Kesepakatan yang didapatkan tidak merugikan salah satu pihak.
• Kesepakatan harus praktis serta mudah dilaksanakan oleh kedua belah pihak.
• Harus berdasarkan alasan yang kuat.

Fungsi Teks Negosiasi

fungsi teks negosiasi
fungsi teks negosiasi

Menurut kamu, apakah fungsi dari tulisan negosiasi? Sebagai teks yang memuat interaksi sosial antara dua pihak yang berkepentingan, secara garis besar negosiasi berfungsi untuk mencapai keputusan di antara kedua belah pihak tersebut. Selain itu ada beberapa fungsi lain yang dapat kamu rumuskan sebagai berikut:

Fungsi teks negosiasi

– Mencapai keputusan dan kesepakatan antara pihak yang bernegosiasi.
– Memberikan hak kepada masing-masing pihak atas hasil akhir yang didapatkan.
– Tercapainya kondisi yang saling menguntungkan dan tidak ada pihak yang dirugikan.

Berbagai fungsi tersebut hanya bisa berjalan apabila negosiasi dilakukan dengan baik melalui tulisan. Agar proses negosiasi berjalan baik, maka dibutuhkan kaidah kebahasaan yang tepat agar lebih mudah diterima oleh pihak-pihak yang bersangkutan.

Struktur Teks Negosiasi

struktur teks negosiasi
struktur teks negosiasi

Seperti halnya jenis teks lain yang mempunyai struktrur khusus, teks negosiasi juga mempunyai struktur tertentu yang harus kamu ketahui. Teks yang satu ini mempunyai empat struktur utama, antara lain Orientasi, Pengajuan, Penawaran, serta Persetujuan. Penasaran dengan penjelasan masing-masing struktur? Terus gulir ke bawah ya! Hehe…

Struktur teks negosiasi

1. Orientasi
Bagian pertama dari sebuah tulisan negosiasi adalah orientasi. Bagian ini merupakan pembukaan yang biasanya berisi salam atau sapaan untuk mengawali percakapan.
2. Pengajuan
Ini merupakan bagian di mana salah satu pihak mulai mengutarakan keinginannya terhadap sesuatu kepada pihak kedua. Pengajuan tersebut dapat berupa permintaan barang atau jasa.
3. Penawaran
Pada tahap ini, teks mulai menyampaikan negosiasi antara kedua belah pihak. Proses tawar menawar mulai terjadi demi mencapai kesepakatan bersama.
4. Persetujuan
Sebagai bagian akhir dari teks, persetujuan merupakan kesepakatan yang telah dicapai setelah melalui proses negosiasi.

Demi membuat teks negosiasi yang baik, kamu harus memperhatikan urusan tersebut. Jangan sampai persetujuan diletakkan di awal, padahal belum terjadi tawar menawar. Tentunya ini akan menjadi tulisan negosiasi yang aneh, bukan? Haha…

Kaidah/Unsur Kebahasaan Teks Negosiasi

unsur kebahasaan teks negosiasi
unsur kebahasaan teks negosiasi

Sebelumnya telah disinggung bahwa untuk membuat tulisan negosiasi yang baik, kamu perlu mempertimbangkan kaidah kebahasaan yang biasa digunakan dalam teks ini. Tidak seperti tulisan lain, kamu harus memperhatikan pemilihan kata agar terlihat lebih natural.
Untuk mengetahui lebih lanjut tentang kaidah kebahasaan dalam teks tawar menawar, jangan lewatkan penjelasan di bawah ini:

Kaidah/unsur kebahasaan teks negosiasi

• Bahasa santun
Teks tawar menawar biasanya menggunakan bahasa yang santun. Pasalnya kedua belah pihak mempunyai kepentingan dan bahasa santun menjadi pembuka jalan untuk proses negosiasi yang baik demi tercapainya kesepakatan.
• Menggunakan ungkapan persuasif
Dalam teks ini, kamu juga bisa menggunakan ungkapan yang bersifat persuasif. Hal ini bertujuan untuk menggambarkan proses tawar menawar yang sesungguhnya.
• Berisi pasangan penutur
Tentu saja kamu tidak bisa berdialog seorang diri. Haha… Oleh karena itu, pastikan ada pasangan penutur yang bernegosiasi.
• Bersifat memerintah dan memenuhi perintah
Dalam teks, terdapat pula bahasa yang menunjukkan adanya pihak yang memerintah dan memenuhi perintah.
• Jangan menyela argumen
Bahasa yang digunakan saat tawar menawar harus berurutan. Tidak boleh ada pihak yang menyela argumen.

Ciri-Ciri Teks Negosiasi

ciri-ciri teks negosiasi
ciri-ciri teks negosiasi

Demi memudahkan kamu untuk mengidentifikasi teks negosiasi dengan jenis teks lain, diperlukan pemahaman mengenai ciri-ciri yang dimiliki oleh teks ini. Ciri khas tersebut berfungsi untuk membedakan teks tawar menawar dengan teks lain yang juga mempunyai ciri berbeda.

Lantas, apa saja ciri-ciri teks tawar menawar? Temukan jawabannya di bawah ini:

Ciri-ciri teks negosiasi

– Berorientasi pada tercapainya kesepakatan
– Kepentingan bersama adalah prioritas
– Tidak ada pihak yang dirugikan
– Digunakan sebagai sarana untuk menyelesaikan masalah
– Mempunyai tujuan praktis.

Setelah mengetahui beragam ciri tersebut, kini kamu tidak perlu bingung jika harus membedakan teks tawar menawar dengan teks lainnya. Sstt… ingin tahu rahasia lain untuk mengenali teks ini? Teks tawar menawar pasti melibatkan dua pihak yang bernegosiasi dalam bentuk dialog. Dengan memperhatikan isi dialog tersebut, kamu bisa langsung menentukan bahwa teks ini adalah negosiasi.

Pola Penyajian Teks Negosiasi

pola penyajian teks negosiasi
pola penyajian teks negosiasi

Meskipun teks tawar menawar sering hadir dalam bentuk dialog, namun ada pula bentuk penyajian lain yang harus kamu ketahui. Inilah tiga pola penyajian yang biasa digunakan dalam teks:

Pola penyajian teks negosiasi

1. Cerita pendek
Negosiasi dapat ditulis dalam sebuah cerita pendek. Meskipun berbentuk cerita, namun di dalamnya tetap memuat percakapan kedua belah pihak. Cerita tersebut juga berisi tentang proses penawaran yang dilakukan oleh pihak-pihak yang berkepentingan.
2. Dialog
Pola penyajian ini adalah yang paling lazim. Selain mudah dipahami, pola seperti ini juga praktis dan tidak membutuhkan terlalu banyak kalimat. Dengan cara seperti ini juga lebih mudah untuk menuliskan percakapan penawaran.
3. Gabungan
Pola penyajian yang satu ini menggabungkan antara cerita pendek dan dialog. Narasi menekankan pada kronologi kejadian, sedangkan dialog membuat penawaran lebih mudah untuk dipahami oleh pembaca. Meskipun demikian, isi dari teks ini lebih condong kepada penyajian peristiwa.

Singkatnya, pengertian teks negosiasi adalah jenis teks yang berisi tawar menawar antara dua pihak. Kamu tidak perlu bingung karena teks yang satu ini cukup mudah dikenali, mulai dari pola penyajiannya dan melihat kaidah/unsur kebahasaan teks negosiasi yang sudah kita bahas di atas. Daripada bingung, kamu bisa mencoba membuat sendiri teks tawar menawar dengan memperhatikan ciri dan strukturnya. Selamat mencoba!

Leave a Comment