Teks Cerita Fiksi: Pengertian, Ciri, Jenis, Contoh, Unsur, Struktur, Kaidah Kebahasaan

Apa Itu Teks Cerita Fiksi? Nama Cinderella mungkin tak asing bagi kamu, hampir semua orang kenal tokoh karakter dari teks cerita fiksi yang kemudian difilmkan ini. Kalau dilihat dari segi psikologis cerita fiksi memberikan nilai positif bagi perkembangan otak manusia, karena mampu meningkatkan kreativitas dan imajinasi. Untuk lebih kenal dengan yang namanya cerita fiksi, daripada bengong kamu bisa simak informasinya.

Yang mana dalam kesempatan kali ini kita akan bahas tuntas mengenai teks cerita fiksi lengkap mulai dari pengertian cerita fiksi menurut para ahli, ciri-ciri cerita fiksi, jenis-jenis cerita fiksi, contoh cerita fiksi, struksur cerita fiksi dan kaidah kebahasaan cerita fiksi. Nggah usah lama-lama ya, yuk  langsung saja simak penjelasan selngkapnya di bawah ini.

Pengertian Cerita Fiksi Menurut Para Ahli

pengertian cerita fiksi
pengertian cerita fiksi menurut para ahli

Tahukah kamu apa pengertian cerita fiksi? ya, jadi cerita fiksi yang berupa teks merupakan sebuah hasil karya pada bidang sastra yang isinya tentang angan-angan atau fantasi, yang dituangkan dalam bentuk cerita menarik, sehingga mampu membuat seseorang berimajinasi tentang alur cerita, karakter, dan semua hal di dalamnya.

Walaupun terbilang mustahil terjadi, namun cerita fiksi yang bagus adalah yang tetap bisa diterima oleh akal sehat seseorang. Bahkan ada yang benar-benar terjadi namun didramatisir sedemikian rupa agar menjadi lebih menarik untuk dibaca. Karena biasanya pembaca cerita ini menginginkan alur yang enak seperti coklat, tokoh yang keren seperti Leonardo Dicaprio dan Angelina Jolie.

Latar belakang dibuatnya sebuah cerita fiksi diantaranya bisa dari sebuah kejadian tertentu yang pernah dialami oleh pengarang atau orang-orang di sekitarnya. Bisa juga diangkat dari pengalaman hidup atau sejarah, yang kemudian dikembangkan menjasi sebuah teks cerita fiksi menarik, tidak membosankan dan akhirnya jadi trending topic.

[su_box title=”Pengertian Cerita Fiksi Menurut Para Ahli” box_color=”#020202″]

1. Krismarsanti

Menurut krismarsanti pengertian fiksi adalah sebuah karangan yang berisi tentang suatu kisah atau cerita yang pembuatannya berdasarkan khayalan atau imajinasi dari pengarangnya.

2. Thani Ahmad

Menurut Thani Ahma pengertian fiksi adalah cerita naratif pengarang yang timbul karena imajinnasinya dan tidak memperdulikan fakta dari sejarah.

3. Henry Guntur Tarigan

Menurut Henry Guntur Tarigan Definisi fiksi adalah suatu karya sastra yang bersumber dari hasil imajinasi penulis cerita tersebut.

4. Semi

Menurut Semi pengertian fiksi merupakan jenis narasi literer dan berupa cerita rekaan dari pengarang serta tidak memperdulikan realitanya.[/su_box]

Ciri-ciri Cerita Fiksi

ciri-ciri cerita fiksi
ciri-ciri cerita fiksi

Melihat dari pengertian cerita fiksi di atas, maka untuk mengetahui sebuah karya fiksi bisa dengan mengenali ciri-ciri cerita fiksi sebagai berikut:

  1. Karya fiksi memiliki sifat rekaan atau imajinasi dari pengarang.
  2. Dalam karya fiksi kebenarannya bersifat relatif atau tidak mutlak.
  3. Pada umumnya karya fiksi memakai bahasa yang sifatnya konotatif atau bukan yang sebenarnya.
  4. Sebuah Karya fiksi juga tidak mempunyai sistematika yang baku.
  5. Biasanya karya fiksi lebih menyasar kepada emosi atau perasaan pembaca, bukan ke logika.
  6. Dalam karya fiksi juga terdapat pesan moral atau amanat tertentu dari pengarang.

Jenis-jenis Cerita Fiksi dan Contoh karya Fiksi

contoh cerita fiksi
jenis-jenis cerita fiksi dan contoh cerita fiksi

Ada tiga jenis karya fiksi yang bisa kamu ketahui yaitu novel, roman, dan cerpen. Agar kamu tidak bingung dengan ketiga jenis cerita fiksi ini, yuk langsung saja simak berbagai contoh teks cerita fiksi dari jenis-jenis cerita fiksi yang nanti bisa kamu baca sendiri, atau mungkin kamu sudah pernah baca salah satu dari contoh teks cerita fiksi tersebut.

  1. Contoh cerita fiksi dalam novel yaitu seperti: Dilan 1990, Siti Nurbaya, Tenggelamnya Kapal Vander Wick, Ketika Cinta Bertasbih dll.
  2. Contoh cerita fiksi dalam roman yaitu seperti: Katak Hendak Jadi Lembu (Roman Psikologi), Gadis Empat Zaman (Roman Percintaan), Si Dul Anak Jakarta (Roman Anak dan Remaja), Neraka Dunia (Roman Pendidikan), Mencari Pencuri Anak Perawan (Roman Kriminal dan Detektif) dll.
  3. Contoh cerita fiksi dalam cerpen yaitu seperti: Dear Mantan (karya Rizki Dwi Lestari), Piala Untuk Riska (karya Yacinta Artha Prasanti), Maafkan Aku Rakyatku (karya Hamka Firmansyah), Menyesal (karya Flawless), Sekardus Uang Cinta Untuk Lala (karya Benny Hakim Benardie) dll.

Unsur-unsur Cerita Fiksi

unsur-unsur cerita fiksi
unsur-unsur cerita fiksi

Sebuah teks cerita fiksi yang bagus harus memenuhi unsur-unsur penting dalam sebuah cerita. Ada yang namanya unsur intrinsik cerita fiksi yang fungsinya menciptakan sebuah fiksi yang menarik. Adapula yang namanya unsur ekstrinsik cerita fiksi yaitu unsur yang berfungsi membentuk karakter sebuah cerita menjadi benar-benar sempurna, ibarat minum kopi rasanya tak lengkap kalau tak ada pisang gorengnya bukan? Yuk simak unsur-unsur cerita fiksi sebagai berikut.

1. Unsur Intrinsik Cerita fiksi

Di dalam unsur intrinsik cerita fiksi terbagi atas delapan poin penting yang harus kamu ketahui yaitu

1. Tema

Merupakan ide yang mendasari atau menjadi landasan pembuatan sebuah teks cerita fiksi. Misalnya tema masa depan, atau tema tentang percintaan.

2. Tokoh

Adalah sosok yang menjadi pemain dalam cerita tersebut, ada yang menjadi tokoh utama, tokoh pembantu hingga tokoh antagonis yang berseberangan dengan tokoh sentral.

3. Alur Cerita

Merupakan rangkaian cerita dari awal hingga akhir yang berkesinambungan dan menjadi sebuah kesatuan cerita. Seperti alur cerita cintamu dengan si dia yang dipenuhi bunga-bunga cinta.

4. Konflik

Sebuah cerita fiksi tak akan enak dibaca jika tak ada masalah di dalamnya. Karena masalah itulah yang membuat keseruan sebuah cerita, sehingga terlihat bagaimana para tokoh berupaya memecahkan masalah tersebut dengan cara-cara yang menarik,unik dan menggelitik tapi tidak membuat geli.

5. Klimaks

Merupakan titik balik atau akhir dari sebuah teks cerita fiksi. Dimana pembaca dibuat benar-benar merasakan gairah, atau perasaan emosional yang tak terbendung, baik itu kegembiraan atau bahkan kesedihan.

6. Latar

Adalah segala sesuatu yang menjadi penanda dari cerita tersebut. baik itu tempat, suasana tertentu atau waktu kejadian dari semua alur cerita.

7. Amanat

Tak ada cerita fiksi yang tak memiliki amanat, atau boleh dibilang pesan bersifat moral yang tersampaikan untuk pembaca. Misalnya, cerita Cinderella tadi, yang memiliki amanat untuk sabar dan tidak boleh membenci siapapun.

8. Sudut Pandang

Aku, kamu dan mereka merupakan upaya pengarang untuk memberikan penegasan tentang posisi dari setiap tokoh. Kemudian sudut pandang dari segi tindaka yang dilakukan tokoh ditetapkan sesuai keinginan dari pengarang sebuah teks cerita fiksi. Selain itu sudut pandang tentang berbagai peristiwa di dalam cerita yang ditulis.

2. Unsur Ekstrinsik Cerita fiksi

Yang kedua yaitu unsur ekstrinsik cerita fiksi, ini juga sangat penting dalam sebuah cerita fiksi, ada tujuh poin yang harus kamu ketahui yaitu:

  1. Karakter pengarang, hingga keyakinan dalam hidupnya sendiri
  2. Keyakinan
  3. Bagaimana seorang pengarang memandang hidup, karena secara langsung atau tidak langsung akan sangat berpengaruh pada cerita yang ditulisnya.
  4. Unsur psikologi yang merupakan kondisi psikologi dari seorang pengarang, baik dari sisi sosial, ekonomi hingga politiknya
  5. Bagaimana suatu bangsa memandang sebuah peristiwa
  6. Karya seni dan semua poin yang bisa saja berhubungan dengan sebuah karya fiksi
  7. Kaidah kebahasaan teks cerita fiksi

Struktur Cerita Fiksi

struktur cerita fiksi
struktur cerita fiksi

Salah satu cerita fiksi yang memiliki struktur yang bagus adalah Romeo dan Juliet, karena memenuhi enam bagian struktur teks fiksi yang penting dalam sebuah cerita fiksi. Apa saja struktur cerita fiksi yang utama tersebut, mari sama-sama kita simak sambil makan cemilan keripik singkong balado.

1. Abstrak

Adalah sekelumit penjelasan tentang inti cerita yang akan disampaikan. Ada pengarang yang menggunakan poin ini, tapi ada juga yang tidak dan membuat para pembaca penasaran untuk mulai membaca.

2. Orientasi

Pada awal cerita biasanya akan disampaikan secara alami tentang semua hal seperti tema dari cerita, bagaimana latar belakang yang membuat cerita ini muncul dan yang tak boleh dilupakan adalah memperkenalkan tokoh-tokoh yang ada dalam cerita.

3. Komplikasi

Komplikasi adalah titik klimaks dari teks cerita fiksi dalam novel yang mana dibagian inilah mulai muncul berbagai persoalan, dan pada bagian komplikasi dalam novel biasanya memiliki daya tarik tersendiri yang paling diminati oleh pembaca.

4. Evaluasi

Pada bagian struktur evaluasi dalam teks cerita fiksi dalam novel yakni berisi tentang awal dari pembahasan mengenai penyelesaian atau solusi dari masalah yang diangkat.

5. Resolusi

Kemudian pada bagian resolusi dalam cerita fiksi adalah bagian yang berisi tentang inti dari pemecahan masalah dari dari berbagai persoalan yang dialami oleh pelaku utama dari cerita fiksi tersebut.

6. Koda (reorientasi)

Struktur cerita fiksi yang terakhir yaitu koda yang merupakan pesan-pesan amanat atau pesan moral positif yang ingin disampai oleh penulis kepada pembaca, sehingga pembaca dapat mengambil pelajaran dari sebuah naskah teks cerita fiksi tersebut.

[su_note note_color=”#ed94a1″]NB: untuk struktur teks cerita fiksi dalam novel terkadang tidak semua ini ada, yakni strukturnya hanya evaluasi, orientasi, resolusi dan komplikasi.[/su_note]

Kaidah Kebahasaan Teks Cerita Fiksi

kaidah kebahasaan cerita fiksi
kaidah kebahasaan cerita fiksi

Apasih kaidah kebahasan teks cerita fiksi dengan teks lainnya yang membuat berbeda, Yuk simak 3 kaidah kebahasaan teks cerita fiksi yang harus kamu ketahui di bawah ini.

  1. Metafora, yaitu perumpamaan yang biasa digunakan untuk membandingkan suatu benda untuk menggambarkan secara langsung atas dasar sifat yang sama.
  2. Metonimia, adalah gaya bahasa yang digunakan, kata-kata tertentu yang dipakai untuk mengganti kata yang sebenarnya, akan tetapi pemakaiannya hanya untuk kata yang mempunyai pertalian yang begitu dekat.
  3. Simile (persamaan), digunakan untuk pembanding yang memiliki sifat eksplisit dengan tujuan untuk menyatakan sesuatu hal dengan hal lainnya. Misalnya: seumpama, selayaknya, laksana dll.

Nah alhamdulillah akhirnya telah selesai materi pembahasan kita kali ini mengenai teks cerita fiksi lengkap mulai dari pengertian cerita fiksi menurut para ahli, ciri-ciri cerita fiksi, jenis-jenis cerita fiksi, contoh cerita fiksi, struksur cerita fiksi dan kaidah kebahasaan cerita fiksi. Semoga bermanfaat ya.

Tinggalkan komentar