Kritik Seni: Pengertian, Fungsi, Jenis, Bentuk, Contoh

Kritik seni – Seni adalah ekspresi atau penerapan keterampilan dan imajinasi kreatif manusia, biasanya dalam bentuk visual seperti lukisan atau patung, menghasilkan karya yang dihargai terutama karena keindahan atau kekuatan emosional mereka. Sementara kritik seni adalah upaya untuk menelaah hasil dari karya seni itu sendiri.

Kamu pasti tidak asing dengan yang namanya seni, karena seni sebenarnya hadir di sekitar manusia. Sadar atau tidak sadar, kamu sendiri pasti pernah yang namanya mengeluarkan kritikan terhadap seni meski secara latah, sih hehe…..Nah, untuk lebih lanjut mengenai apa itu kritik seni dan seperti apa fungsi kritik ini, cari tahu jawabannya di bawah ini, yuk….

Pengertian Kritik Seni

pengertian kritik seni
pengertian kritik seni

Kritik seni, adalah sebuah analisis dan evaluasi karya seni. Secara lebih halus, kritik seni sering dikaitkan dengan teori baik itu interpretative. Kritik seni sendiri melibatkan upaya untuk memahami sebuah karya seni tertentu dari perspektif teoretis dan untuk menetapkan signifikansinya dalam sejarah seni.

Ya, secara umum kritik seni adalah menganalisis dan mengevaluasi karya seni. Sebagai kritikus seni, ketika kamu melihat lukisan, patung, atau bentuk seni lainnya, secara alam sadar maka akan muncul sesuatu yang kamu suka atau tidak kamu suka.

Misalnya, apakah karya seni itu mewakili zamannya, gerakan, atau gaya tertentu? Dalam mendekati kritik seni, anggap saja diri kamu sebagai seorang detektif. Dengan kata lain, apa yang membuat seni itu terlihat ‘seni’? Berikut adalah langkah untuk melakukan kritik seni.

1. Lihatlah seni dengan jelas

Saat mengkritik karya seni, kamu harus mencari jenis informasi yang jelas dan detail karena kritik juga memerlukan pengetahuan yang cukup, jadi tidak asal kritik ya. Misalnya, apa nama karya itu? Apa nama lukisannya? Dari negara mana dia berasal? Media apa yang digunakan seniman,?

2. Menganalisis Karya Seni

Selanjutnya kamu harus menggambarkan karya seni dalam hal materi, warna, dan gayanya. Misalnya, jika kamu melihat lukisan, apakah kamu melihat orang, pemandangan, atau objek? Katakanlah kamu melihat seorang wanita. Apakah dia tersenyum? Apakah dia mengerutkan kening? Apa yang ia kenakan? Apakah dia melakukan sesuatu?

3. Tentukan penafsiran

Sekarang setelah kamu memeriksa karya seni, apa artinya semua itu? Terkadang interpretasi kamu mungkin lebih mudah, di lain waktu, kamu harus mencari tafsir pada makna tersembunyi karena banyak pelukis surealis yang memiliki makna tersembunyi dalam lukisannya yang kadang berasal dari trauma seksual hingga sains dan agama.

4. Lakukan penilaian

Terakhir, namun tidak kalah pentingnya, seorang kritikus seni perlu membuat penilaian. Misalnya, apa pendapat kamu tentang karya seni? Pada langkah ini kamu tidak hanya berkata suka atau tidak suka saja.

Dalam membuat penilaian kamu perlu bertanya pada diri sendiri apakah penilaian itu berhasi?. Misalnya, apakah itu menyampaikan pesan yang diinginkan? Apakah komposisi, warna, dan kualitas garis berhasil?

Fungsi kritik seni

fungsi kritik seni
fungsi kritik seni

Berkaitan dengan peran kritik dalam menghubungkan sebuah karya seni dengan wacana publik, selalu ada kebutuhan untuk perspektif yang lebih bervariasi tentang hubungan ini. Dengan demikian, dunia seni selalu membutuhkan lebih banyak kritik seni.

Dengan meningkatnya industri kreatif, karya seni sering diperlakukan sebagai fenomena kreatif daripada titik awal dialog kritis. Kritik bukanlah masalah mengatakan bahwa segala sesuatu tidak benar sebagaimana adanya.
Kritik seni adalah menunjukkan jenis asumsi, apa jenis cara berpikir dan penilaian apa yang sekranya bagus untuk kemajuan seni itu sendiri.

Kritik adalah masalah membuang pemikiran yang kamu miliki dan mencoba mengubahnya. Fungsi kritik dalam seni adalah untuk menunjukkan hal-hal yang tidak terbukti dengan sendirinya seperti yang diyakini orang.

Jenis-jenis Kritik Seni

jenis-jenis kritik seni
jenis-jenis kritik seni

Ada beberapa jenis kritik seni di antaranya adalah :

1. Kritik jurnalisme

Kritik jurnalisme adalah berupa analisis atau evaluasi yang menggunakan jurnalisme. Jurnalistik adalah sarana membuat penilaian seni di bidang jurnalisme dengan menuliskan di media massa. Siapa saja bisa menuliskan kritik dengan menggunakan media jurnalistik karena hampir semua negara saat ini memiliki kebebasan pers.

2. Kritik pedagogic

Pedagogi kritis adalah filosofi pengajaran progresif yang menantang siswa untuk memeriksa struktur kekuasaan dan pola ketidaksetaraan dalam status quo. Dengan mempertanyakan otoritas, siswa dapat mengendalikan pembelajaran mereka sendiri dan secara kritis mengevaluasi pendapat yang telah diajarkan kepada mereka.

3. Kritik ilmiah

Sesuai dengan namanya, kritik ilmiah ini adalah melakukan telaah dan evaluasi pada seni yang berdasarkan dengan pertimbangan-pertimbangan ilmiah atau melalui critical judgment. Kritik ilmiah ini memiliki sifat yang sangat terbuka untuk siapa saja. Jenis kritik ini muncul untuk meningkatkan kualitas dan efisiensi penelitian ilmiah dengan meningkatkan proses ilmiah.

4. Kritik Populer

Kritik populer sangat berkembang di berbagai negara dan kritik ini bisa dilakukan oleh siapasaja tanpa perlu menggunakan analisis dan teori yang mendalam.

Bentuk Kritik Seni

bentuk kritik seni
bentuk kritik seni

Ada beberapa bentuk dari kritik seni di antaranya adalah :

1. Pendekatan Formalistik

Metode formalis kritik seni berpusat pada evaluasi karya seni yang diberikan dalam hal estetika saja. Formalisme menekankan unsur-unsur komposisi seperti warna, garis, bentuk, tekstur, dan aspek persepsi lainnya daripada konten, makna, atau konteks historis dan sosial.

2. Pendekatan ekspresif

Pendekatan ekspresif mendefinisikan karya seni sebagai ekspresi, atau meluap, atau ucapan perasaan, atau sebagai produk dari perasaan seniman. Pendekatan ini cenderung menilai karya dengan ketulusannya pada visi seniman atau keadaan pikiran dalam seniman.

3. Pendekatan Instrumentalistis

Seni instrumentalis memiliki pesan atau tujuan, tetapi masih dapat memiliki kualitas formal, atau emosional dan karenanya menghasilkan respons estetika. Teori estetika instrumentalisme percaya bahwa seni harus memengaruhi masyarakat.

Seni yang dianggap instrumental pada umumnya bersifat didaktik, dalam arti mengajarkan, membujuk dan menginformasikan karena mengandung pesan moral.

Contoh Kritik Seni

contoh kritik seni
contoh kritik seni

Ketika kita mengamati seni, pikiran kita mengalami suatu proses. Proses ini secara alami diterjemahkan ke dalam langkah-langkah kritik seni. Mengikuti langkah-langkah ini akan membantu kamu mengevaluasi seni secara efektif.

Penting bagi kamu untuk dapat mengevaluasi seni. Jika kamu adalah seniman, kamu harus mengenali apa yang baik dan apa yang buruk, sehingga kamu bisa menjadi lebih sukses di kerajinan kita.

Jika kamu menemukan kualitas ekspresif dari sebuah karya seni yang paling penting, kamu mungkin seorang emosionalis. Seorang emosionalis mencari pesan yang disampaikan oleh karya seni tersebut, mengevaluasi bagaimana sang seniman mengkomunikasikan pesan ini, dan mulai mengevaluasi keberhasilan karya seni pada gagasan ini.

Jika kamu mencari skema warna, penggunaan elemen dan prinsip seni, komposisi dan kualitas formal lainnya untuk mengevaluasi karya seni maka kamu adalah contoh dari seorang formalis.

Mengevaluasi karya seni berbeda masing-masing semua orang. Kamu semua akan melihat karya seni secara berbeda. Namun contoh kritik seni tidak harus melulu dari soal formalis atau emosionalis, kok. Kamu bilang tidak suka dengan lukisan yang kamu lihat di pameran saja, itu juga sudah merupakan suatu kritik. Sederhana sekali bukan?

Tinggalkan komentar