Integrasi Sosial: Pengertian, Proses, Syarat, Faktor, Contoh, Bentuk, Manfaat

integrasi sosial
integrasi sosial

Integrasi Sosial – Negara kita Indonesia merupakan negara yang unik tapi menarik. Salah satu keunikan kita adalah adanya perbedaan yang dimiliki oleh masyarakat Indonesia. Sayangnya, terkadang perbedaan itu bisa memicu permusuhan yang bisa terjadi antar kelompok. Kita tentu tidak ingin negara kita yang penuh keunikan ini terpecah belah, bukan? Untungnya, ada integrasi sosial yang bisa menyatukan kita.

Siapkan camilan dan minuman dingin yang akan tetap membantu pikiran Anda fokus selama mempelajari integrasi sosial lagi. Setelah semua siap, mari kita mulai dengan yang paling mendasar, definisi dari integrasi sosial.

Pengertian Integrasi Sosial

Integrasi sosial itu apa ya? Biasanya pertanyaan ini ditanyakan oleh para siswa di sekolah menengah. Tapi bagi yang sudah lulus dan lupa dengan jawabannya juga boleh mempelajari hal ini lagi kok, hehe. Integrasi merupakan pembauran yang menjadi sebuah kesatuan yang bulat atau utuh. Sedangkan sosial merupakan segala sesuatu yang berhubungan dengan masyarakat.

Sehingga bisa kita simpulkan bahwa pengertian dari integrasi sosial yaitu pembauran yang terjadi dalam berbagai lapisan masyarakat yang menyebabkan perbedaan tersebut menjadi tidak tampak, tetapi digantikan oleh sebuah kesatuan yang bulat atau utuh. Kesatuan itulah yang bisa kita lihat, bukannya perbedaan dalam masyarakatnya. Sangat penting bukan integrasi sosial ini?

Gillin, seorang pakar sosiologi mengatakan bahwa integrasi sosial adalah bagian dari rangkaian proses sosial. Integrasi ini terjadi sebagai akibat dari adanya perbedaan, dalam segi emosional, budaya, fisik, ataupun perilaku. Menurut Pak Michael Banton, integrasi merupakan pola sebuah hubungan yang menerima dan mengakui perbedaan berupa ras yang ada dalam masyarakat.

Faktor yang Mendorong Terbentuknya Integrasi Sosial

Berikut adalah faktor-faktor integrasi sosial yang dapat Anda ketahui sebagai berikut.

1. Homogenitas sebuah Kelompok

Integrasi sosial dalam masyarakat memiliki kecepatan proses yang dipengaruhi oleh tingkat kemajemukan masyarakat itu sendiri. Semakin heterogen atau majemuk masyarakat, semakin sulit dan lama pembentukan integrasi sosialnya. Jika masyarakat lebih homogen, terwujudnya integrasi sosial akan terjadi dengan lebih mudah dan dalam kurun waktu lebih singkat.

2. Jumlah Anggota dalam Kelompok

Jika anggota dalam masyarakat semakin banyak, hal ini akan membuat tingkat kemajemukan masyarakat meningkat. Sehingga proses terwujudnya integrasi sosial akan lebih dipersulit.

3. Perpindahan Penduduk

Perpindahan penduduk dalam suatu wilayah yang juga disebut sebagai mobilitas geografis juga memengaruhi pembentukan integrasi sosial. Anggota baru dari sebuah kelompok di satu wilayah harus menyesuaikan diri dengan nilai-nilai serta norma-norma yang diberlakukan di area tersebut. Jika sang anggota baru tidak mau menuruti norma yang berlaku, tentu integrasi tidak terwujud.

4. Efisiensi serta Efektivitas Komunikasi

Dua hal di atas membawa pengaruh besar dalam memengaruhi perkembangan integrasi sosial. Komunikasi adalah satu syarat utama terjadinya interaksi. Interaksi itu sendiri adalah syarat yang menyebabkan terjadinya konflik sosial serta integrasi sosial. Jika komunikasi tidak dilakukan secara efisien dan efektif, bisa jadi integrasi sosial justru akan digantikan oleh konflik sosial.

Syarat Terjadinya Integrasi Sosial

Karena integrasi sosial tidak mungkin terjadi dengan sendirinya seperti makanan tidak jatuh dari langit, kita harus mengolahnya agar integrasi sosial bisa bertumbuh dengan baik dan kitapun menikmati hasilnya, yaitu persatuan. Berikut syarat untuk mewujudkan integrasi sosial menurut para ahli, Bapak William F. Ogburn serta Mayer Nimkoff.

1. Saling Memenuhi Kebutuhan Satu Sama Lain

Jika para anggota dalam kelompok merasa bahwa mereka berhasil saling memenuhi kebutuhan sosial serta fisik satu sama lain, maka setiap anggota akan saling menjaga hubungan yang terjalin serta keterikatan antar anggota. Hal ini akan sangat membantu pertumbuhan integrasi sosial.

2. Bekerja Sama Menciptakan Kesepakatan

Integrasi sosial akan berkembang dengan baik ketika masyarakat berhasil mewujudkan konsensus atau kesepakatan bersama mengenai nilai-nilai serta norma sosial yang dijadikan pedoman dan dilestarikan.

3. Kepastian Nilai serta Norma Sosial

Integrasi sosial harus didukung oleh nilai serta norma sosial yang berlaku dalam rentang waktu cukup lama, dijalankan oleh semua anggota masyarakat secara konsisten, serta tidak mudah berubah. Apabila norma yang mengatur kelancaran integrasi tidak dijalankan dan berubah-ubah atau tidak pasti, bagaimana mungkin integrasi sosial bisa terwujud?

Bentuk dan Contoh Integrasi Sosial

Adapun bentuk integrasi sosial dibagi menjadi tiga yaitu integrasi koersif, fungsional, dan normatif. Yuk simak penjalasan dari bentuk-bentuk integrasi sosiaol beserta contohnya yang ada dibawah ini.

1. Integrasi Koersif

Merupakan integrasi yang dibentuk berdasarkan kekuasaan dari penguasa. Guna menciptakan integrasi, sang penguasa menerapkan beberapa cara kekerasan atau koersif. Salah satu contoh dari integrasi sosial ini adalah polisi menghentikan kekacauan sebuah kerusuhan dengan menggunakan gas air mata.

2. Integrasi Fungsional

Yaitu integrasi yang tercipta karena adanya fungsi-fungsi dalam masyarakat. Sebagai contoh, suku Bugis suka melaut sehingga berfungsi sebagai penyedia hasil laut. Kemudian ada pula suku Minang yang berfungsi sebagai pedagang hasil laut dikarenakan kepandaian mereka dalam berdagang. Fungsi dari berbagai pihak dalam masyarakat diutamakan untuk membentuk integrasi.

3. Integrasi Normatif

Adalah integrasi yang disebabkan oleh adanya norma yang dijalankan dalam masyarakat. Indonesia merupakan contoh bagus integrasi normatif yang dipersatukan oleh Bhinneka Tunggal Ika sebagai norma utama. Norma ini berfungsi untuk mengintegrasikan perbedaan masyarakat kita yang sangat beragam sehingga Indonesia tidak terpecah belah, semoga untuk selamanya.

Proses Pembentukan Integrasi Sosial

Integrasi sosial terwujud secara bertahap. Berikut tahapan untuk mencapai integrasi sosial.

1. Akulturasi

Yaitu sebuah proses penyatuan dua kebudayaan yang berbeda. Hal ini akan terjadi jika sebuah kelompok yang memiliki satu kebudayaan dihadapkan pada sebuah kebudayaan asing dan berbeda. Proses akulturasi akan berlangsung sampai unsur dari kebudayaan asing diterima oleh masyarakat kemudian diolah dalam kebudayaan masyarakat itu sendiri.

2. Asimilasi

Adalah proses di mana anggota sebuah kelompok masyarakat berusaha mengurangi semua perbedaan di antara mereka. Setiap individu yang tergabung dalam kelompok akan berusaha menjunjung tinggi kesatuan tindakan serta sikap dengan memperhatikan tujuan serta kepentingan bersama. Masing-masing anggota tidak akan membedakan diri lagi dari anggota lain.

3. Akomodasi

Merupakan proses usaha individu untuk mencapai kestabilan dengan meredakan pertentangan. Akomodasi diharapkan mampu menyelesaikan konflik atau pertentangan dalam masyarakat tanpa menghancurkan lawan. Akomodasi akan menciptakan interaksi yang sifatnya damai setelah konflik mereda.

Manfaat Adanya Integrasi Sosial

Integrasi sosial dalam masyarakat akan memberikan beberapa manfaat seperti:

  1. Membuat kehidupan masyarakat menjadi jauh lebih tenteram dan damai.
  2. Memberikan kenyamanan dalam berhubungan sosial dengan tetangga dan semua individu di lingkungan kita.
  3. Melahirkan sebuah kebudayaan baru tanpa meninggalkan ciri kebudayaan asli yang telah ada sebelumnya dengan bersatunya dua kebudayaan yang berbeda.
  4. Menghadirkan sikap peduli antar masing-masing individu meskipun setiap orang memiliki perbedaan suku, negara, budaya, serta perbedaan lain.

Setiap pihak atau individu terlibat dan mempunyai peranan besar dalam mewujudkan integrasi sosial dan tentunya persatuan. Sangat penting bagi kita untuk memulai proses individu dari diri kita sendiri. Mari kita latih diri sendiri serta keluarga kita untuk menjalin hubungan sosial yang baik dengan individu lain, menerima serta menjalankan norma yang ditetapkan dalam masyarakat, agar terbentuk integrasi.

rizki
Manusia biasa yang terus berjuang untuk memperbaiki diri