Elemen Sistem : Pengertian, Elemen Sistem, Jenis, Karakteristik

Apa itu sistem? Sistem dapat terbentuk karena mengandung beberapa elemen penting. Elemen sistem tersebut terdiri atas beberapa hal yang akan diulas bersama dengan jenis dan karakteristik sistem. Selain itu, disajikan juga pengertian sistem menurut para ahlinya yang dapat mempermudah pemahaman Anda.

Pengertian Sistem Menurut Para Ahli

pengertian sistem
pengertian sistem menurut para ahli

1. Henry Prat Fairchild

Menurut pendapat Henry Prat Fairchild, Pengertian sistem adalah rangkaian yang saling berkaitan antar bagian mulai dari hal-hal terkecil. Apabila satu bagian mengalami gangguan maka bagian lainnya turut merasakan juga.

2. L. James Haver

Menurut pendapat L. James Haver, Pengertian sistem adalah suatu prosedur yang bersifat rasional dan logis serta berguna untuk merancang serangkaian komponen yang memiliki keterkaitan satu sama lain.

3. John Mc. Manama

Menurut pendapat John Mc. Manama, Pengertian sistem adalah struktur yang tersusun atas berbagai macam fungsi dan saling terkait membentuk sebuah kesatuan guna meraih hasil sesuai keinginan secara efisien dan efektif.

4. Salisbury

Menurut pendapat Salisbury, Pengertian sistem adalah sekelompok komponen atau bagian yang saling bekerja sama menggunakan kesatuan fungsi.

5. L. Ackof

Menurut pendapat L. Ackof, Pengertian sistem adalah satu kesatuan yang bersifat konseptual serta terdiri atas beberapa bagian dalam kondisi saling bergantung satu dengan yang lain.

6. Jogianto

Menurut pendapat Jogianto, Pengertian sistem adalah kumpulan elemen-elemen yang berinteraksi untuk mendapatkan suatu pencapaian beserta tujuan tertentu.

7. Poerwadarminta

Menurut pendapat Poerwadarminta, Pengertian sistem adalah bagian dari beberapa kelompok dalam wujud alat atau sesuatu yang lain dan bisa bekerja sama demi terlaksananya suatu tujuan.

8. Murdick, R. G.

Menurut pendapat Murdick. R. G, Pengertian sistem adalah seperangkat elemen yang membentuk kumpulan prosedur pengolahan untuk mencari tujuan bersama dengan cara mengoperasikan baik data maupun barang agar dihasilkan informasi atau barang.

Elemen Sistem

elemen sistem
elemen sistem

1. Tujuan

Setiap sistem dilengkapi dengan tujuan meskipun jumlahnya hanya satu atau bahkan lebih. Tentunya, masing-masing sistem memiliki tujuan yang berbeda-beda. Tujuan adalah salah satu elemen sistem yang berperan sebagai motivator untuk mengarahkan sistem. Tanpa keberadaannya, sistem tidak akan terarahkan dengan baik sehingga tidak terkendali, hehe.

2. Masukan

Masukan adalah semua yang masuk pada sistem dan akan dijadikan sebagai bahan untuk diproses ke tahap selanjutnya. Masukan dapat berupa hal-hal berwujud dan terlihat secara fisik seperti bahan mentah dan berupa sesuatu yang tidak dapat dilihat oleh mata seperti informasi permintaan jasa dari pelanggan.

3. Proses

Proses adalah bagian terpenting yang terlibat dalam transformasi atau perubahan dari input menjadi output yang lebih bernilai dan berguna, contohnya produk dan informasi. Namun, bisa juga berwujud sesuatu yang tidak berguna seperti limbah atau sisa pembuangan yang sudah tidak dapat dipakai kembali.

Proses yang terjadi berbeda-beda tergantung input yang masuk. Di sebuah pabrik pembuatan obat, prosesnya berupa pengolahan bahan mentah menjadi obat. Lain halnya dengan proses di rumah sakit yang bisa berupa tindakan pembedahan seorang pasien.

4. Keluaran

Keluaran adalah hasil yang diperoleh dari pemrosesan. Keluaran wujudnya berbeda-beda tergantung masukan yang diberikan. Misalnya pada sistem informasi, keluaran yang dihasilkan adalah sebuah informasi, cetakan laporan, saran dan lain sebagainya.

5. Batas

Batas menjadi pemisah antara sistem dengan lingkungan atau area di luar sistem. Batas tersebut sangat menentukan ruang lingkup, konfigurasi dan kemampuan sistem.  Contohnya tim bola voli memiliki aturan main dan keterbatasan dalam hal kemampuan pemain.

Sebuah toko kelontong pertumbuhannya sangat dipengaruhi oleh pembeli, pesaing dan keterbatasan jumlah dana bank. Namun, Anda bisa mengurangi ataupun melakukan modifikasi terhadap batasan sistem sehingga perilaku sistem akan berubah. Anda dapat mengambil satu contoh seperti penjualan saham menyebabkan sebuah perusahaan  mampu mengurangi keterbatasan jumlah dana.

6. Mekanisme Pengendalian Dan Umpan Balik

Wujud mekanisme pengendaliannya adalah dengan umpan balik atau feedback. Feedback dipakai dalam mengendalikan input dan proses. Hal ini ditujukan untuk mengelola sistem sehingga bisa berjalan sesuai tujuan yang ingin dicapai, hehe.

7. Lingkungan

Lingkungan sebagai salah satu elemen sistem mencakup semua yang berada di luar sistem. Lingkungan mempengaruhi operasi sistem. Artinya, dapat merugikan atau sebaliknya justru memberi banyak keuntungan.

Apabila lingkungan merugikan maka harus dikendalikan dan ditahan sehingga tidak akan mengganggu berjalannya operasi sistem. Namun, jika menguntungkan maka harus dijaga dengan baik karena menjadi pemacu kelangsungan hidup sebuah sistem.

Jenis-jenis Sistem

jenis-jenis sistem
jenis-jenis sistem

Adapun jenis sistem dibagi menjadi dua berdasarkan kategorinya, diantara lain yaitu:

1. Berdasarkan Keterbukaan

  • Sistem terbuka, yaitu sistem dengan akses terbuka sehingga bisa dipengaruhi oleh pihak dari luar.
  • Sistem tertutup, merupakan sistem yang aksesnya tertutup sehingga tidak ada pengaruh dari pihak luar.

2. Berdasarkan Komponennya

  • Sistem fisik, yaitu memiliki komponen berupa materi dan energi.
  • Sistem non-fisik, yaitu mempunyai bentuk abstrak seperti contohnya konsep, ide dan lain-lain.

Karakteristik Sistem

karakteristik sistem
karakteristik sistem

Adapun karakteristik sistem yang dapat kamu ketahui diantara lain sebagai berikut.

1. Komponen Sistem

Sistem terdiri atas beberapa komponen yang saling berinteraksi dan bekerja sama agar terbentuk satu kesatuan. Komponen tersebut berupa subsistem atau bagian-bagian dari sistem.

2. Batasan Sistem

Batasan sistem adalah wilayah yang menjadi pembatas antara satu sistem dengan sistem lainnya atau pembatas dengan lingkungan luarnya. Adanya batasan ini membuat sistem dipandang sebagai suatu kesatuan dan menunjukkan ruang lingkup pada sistem tersebut.

3. Lingkungan Luar Sistem

Segala sesuatu yang berada di luar batas sistem yang berpengaruh terhadap operasi sistem. Lingkungan luar sistem mempunyai dua sifat, yaitu ada sistem yang menguntungkan dan merugikan.

Lingkungan yang menguntungkan harus dipelihara dan dijaga, misalnya adalah energi dari sistem. Sebaliknya, jika lingkungan merugikan maka Anda harus mengendalikan dan menahannya agar kehidupan di dalam sistem tidak terganggu, hehe.

4. Penghubung Sistem

Media yang menghubungkan subsistem yang satu dengan subsistem lainnya. Adanya penghubung tersebut menjadikan sumber daya dapat mengalir dari satu subsistem ke subsistem yang berbeda.

Output atau keluaran dari subsistem akan berubah menjadi input (masukan) bagi subsistem lain dengan bantuan sebuah penghubung. Dengan demikian, satu subsistem bisa berintegrasi dengan subsistem-subsistem yang lain. Alhasil, terciptalah satu kesatuan.

5. Masukan Sistem

Masukan sistem merupakan energi yang mengalir ke dalam sistem. Masukkan bisa dalam bentuk masukan perawatan, yaitu energi yang dimasukkan agar sistem bisa dioperasikan. Selain itu, juga berbentuk masukan sinyal berupa energi yang diolah agar dihasilkan keluaran.

Contohnya adalah program pada sistem komputer berperan sebagai masukan perawatan yang berfungsi untuk menjalankan komputernya. Sedangkan, yang berperan menjadi masukan sinyal adalah data. Data akan diproses menjadi informasi.

6. Keluaran Sistem

Keluaran sistem merupakan hasil dari pengolahan energi sehingga bisa diklasifikasikan menjadi keluaran yang bermanfaat. Keluaran bisa menjadi masukan untuk subsistem yang berlainan.

7. Pengolahan Sistem

Sistem berperan menjadi bagian pengolah yang nantinya akan merubah input menjadi output. Bahan baku akan diolah oleh sistem produksi agar dihasilkan bahan jadi yang siap untuk digunakan.

8. Sasaran Sistem

Di dalam sistem pasti terdapat sasaran yang membuat operasi sistem lebih berguna. Baik sistem maupun sasaran sangat berpengaruh terhadap masukan yang diperlukan sistem dan hasil dari sistem. Sistem dianggap berhasil jika mampu bekerja tepat sasaran, hihi.

Elemen sistem memegang peran penting karena dapat mempengaruhi terbentuknya sistem. Oleh karena itu, perlu adanya suatu tujuan yang bisa menjadi acuan dalam pengolahan input. Dengan demikian, dapat dihasilkan output yang sesuai dengan sasaran.

Tinggalkan komentar